Lakukan Smart Patrol untuk Pengamanan Kawasan Hutan Desa

Kegiatan patroli ini dilaksanakan di dalam kawasan lindung hutan yang juga merupakan kawasan hutan desa Penjalaan Kecamatan Simpang Hilir, Kayong Utara. Kegiatan ini dilakukan selama sembilan hari (20 -28/8/ 2022).

Pelaksanaan patrol ini dilakukan oleh tim smart patrol Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Simpang Keramat di dampingi oleh Yayasan Palung dan di support oleh Fauna Flora Internasiol-Indonesia Program

Pada patroli kali ini adalah untuk pengamanan kawasan serta monitoring biodiversitas yang ada di kawasan hutan desa.

Banyak temuan yang dijumpai oleh tim patroli salah satunya  orangutan, burung enggang, kelempiau dan dijumpai pula jejak trenggiling.

Selain itu anggota juga menjumpai jerat babi atau rusa yang masih aktif dan langsung dimusnahkan oleh tim patrol.

Keberadaan hutan desa ini merupakan habitat orangutan dan satwa liar lainnya yang dilindungi oleh undang-undang.

Lihat juga :

Oleh sebab itu pengamanan kawasan sangat perlu ditingkatkan melalui kegiatan patroli yang lebih insentif.

Uapaya tersebut tentunya harus didukung oleh semua pihak karena keberadaan hutan merupakan sumber kehidupan bagi satwa liar yang memberikan manfaat sangat besar bagi umat manusia.

Video & Tulisan :  Hendri Gunawan

(Yayasan Palung)

(Puisi) Si Manis

Video dan Puisi karya Mahendra-Yayasan Palung

Namanya Manis javanica

Tak pernah berprilaku tercela

Selalu ceria mencari Semut yang ada

Bijaksana dalam menjaga alam raya

Tak Pernah merugikan kehidupan manusia

Apalagi berbuat semaunya

Namun si manis ditindak seakan tidak berdaya

Terpaksa asing dari habitatnya

Diburu dan dibunuh untuk kepuasan manusia

Punah ada di depan mata

Manis memang tak Semanis namanya

Manusia pun tertawa menatap nasibnya

Tak peduli alam terganggu dalam diri hanya memburu

Seperti halnya serdadu tak berbelas hati kepada musuh sejati

Yang terpikir hanya menang atau mati

Si manis memang tak semanis namanya

Tak jarang meregang nyawa dalam mitos manusia

Yang katanya menjadi obat bila dimakan dagingnya

Walau pelaku berakhir di penjara

Si manis tetap terancam jiwa raganya

Akhirnya menjadi punah dan tiada.

Puisi karya : Mahendra

Rayakan Hari Orangutan Sedunia 2022, Ini yang Dilakukan oleh YP Bersama dengan Para Pihak

Saat anak-anak dari TK Kemala Bhayangkari mengikuti lomba menggambar dalam rangka WOD 2022. (Foto : Pit/Yayasan Palung).

Semua Rangkaian kegiatan memperingati (merayakan) WOD 2022 telah dilakukan oleh Yayasan Palung bersama dengan Relawan dan mitra kerja. Kegiatan ini dilakukan di Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Seperti diketahui, setiap tanggal 19 Agustus diperingati sebagai World Orangutan Day (Hari Orangutan Sedunia). World Orangutan Day (WOD) atau disebut pula International Orangutan Day (IOD) diperingati untuk mendorong masyarakat melestarikan salah satu spesies luar biasa yaitu Orangutan, Orangutan adalah salah satu primata atau satwa yang terancam punah keberadaannya.

Dalam rangka WOD tersebut, Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) dan Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) yang merupakan binaan Yayasan Palung (YP) melakukan serangkaian kegiatan.  Tahun ini, tema Besar WOD adalah : “Orangutan Hidupnya di Hutan”.

Kegiatan WOD 2022 Di  Ketapang 

Pada hari Jumat (19/8/2022), Program Pendidikan Lingkungan YP dan RK-TAJAM melakukan kegiatan kampanye kepada masyarakat dan anak muda di Ketapang dengan membuat lomba dengan tema : “Gerakan Kemerdekaan Orangutan.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak muda Kabupaten Ketapang tentang pentingnya peranan Orangutan bagi peradaban manusia.

Foto-foto kegiatan :

Adapun serangkaian kegiatan yang dilakukan di Taman Kota Ketapang tersebut, seperti; Lomba Mewarnai, Lomba Puzzel untuk anak-anak tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Quiz Orangutan dan Tebak Gambar untuk anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD). Adapun sekolah yang mengikuti kegiatan WOD kali ini adalah dari TK Kemala Bhayangkari, SDN 02 Delta Pawan dan SDN 14 Delta Pawan.

(Dokumen Foto : Pit YP & Danda/RK-Tajam).

Selain itu, ada pula Puppet Show (pertunjukan boneka) dan menyanyikan Lagu Si Pongo, kata Haning Pertiwi, selaku Pembina Relawan RK-TAJAM. Kegiatan akan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Selain itu,  “LUTUNG” Forum Studi Primata dari Fakultas Biologi Universitas Nasional yang merupakan mitra dari Yayasan Palung melakukan kegiatan edukasi “Lutung Goes to School” dengan tema “Orangutan Tinggal di Hutan”.

Kegiatan ini didukung oleh Forum Orangutan Indonesia (FORINA) dan Pusat Riset Primata Universitas Nasional (PRP UNAS).

pada Senin (22/8/2022), Kegiatan edukasi atau lecture (ceramah lingkungan) dilakukan oleh Seno Wicaksono, Tasya Azzahra Priandani dan dan Akil Rahmadana, mahasiswa Biologi Universitas Nasional di SMA Pangudi Luhur  St. Yohanes Ketapang.

Seno saat menyampaikan  lecture dengan materi tentang orangutan di SMA PL St. Yohanes Ketapang. (Foto : Haning Pertiwi/Yayasan Palung).

Sedangkan kesempatan kedua, pada Selasa (23/8/2022), kegiatan lecture disampaikan oleh Tasya Azzahra Priandani, Seno Wicaksono dan Akil Rahmadana mahasiswa Biologi Universitas Nasional di Madrasah Aliyah Negeri 1 Ketapang.

Saat lecure di MAN 1 Ketapang. (Foto : Haning Pertiwi/Yayasan Palung).

Adapun materi yang disampaikan pada kesempatan tersebut adalah materi tentang Orangutan.  Pada kesempatan tersebut, peserta lecure dibagikan kalender WOD 2022 dan majalah MIaS Yayasan Palung.

Foto bersama setelah kegiatan lecture selesai dilakukan. (Foto : Akil Rahmadana/Mahasiswa Biologi Universitas Nasional).

Kegiatan WOD 2022 Di Kayong Utara

Kegiatan WOD 2022 di Kabupaten Kayong Utara dilakukan oleh Program PL YP bersama REBONK dalam rangka merayakan Hari Orangutan Sedunia 2022 dengan melakukan kegiatan selama dua hari, Sabtu sampai Minggu, (20-21/8/2022).

YP merayakan WOD 2022 dengan berbagai kegiatan bersama Relawan, LPHD dan Sispala. (Foto : Riduwan/Yayasan Palung).

Riduwan, Asisten Program Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung sekaligus juga Pembina REBONK, mengatakan, karena kita memperingati WOD setiap tanggal 19 Agustus. Mengapa kegiatan ini dilakukan di Hutan Desa Padu Banjar, pertama, kita mengenalkan Hutan Desa binaan YP kepada Relawan, selain Relawan, kita juga mengundang Sispala Generasi Muda Pencinta Alam (GARDA PENA) dari SMAN 2 Simpang Hilir dan  Gerakan Remaja Pecinta Alam (GREPALA) dari SMAN 3 Simpang Hilir.

“Selain itu, serangkaian kegiatan yang dilakukan diantaranya penyampaian materi tentang hutan gambut dan diskusi tentang WOD. Untuk materi tentang Hutan Gambut yang rencananya akan disampaikan oleh Samsidar, selaku ketua Ketua LPHD Banjar Lestari, Padu Banjar.

Sedangkan kegiatan diskusi, diantaranya adalah kaitan/hubungan WOD dan konservasi, hubungan relawan dan sispala serta hubungan dengan hutan desa  yang akan disampaikan oleh Widiya dan Simon Tampubolon.

Selanjutnya, kegiatan yang akan dilakukan adalah penanaman pohon bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Banjar Lestari, Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, di lokasi Hutan Desa Banjar Lestari, kata Riduwan.”

Setidaknya ada 100 bibit pohon yang ditanam. Penanaman pohon dilakukan di eks lahan kebakaran di Wilayah Hutan Desa Padu Banjar yang luas Hutan Desanya 2883,54 ha.

Saat penanaman pohon di lahan eks kebakaran Hutan Desa. (Foto : Riduwan/Yayasan Palung).

Ketua LPHD, Samsidar berterima  kasih kepada YP, REBONK dan teman-teman dari GARDA PENA (SMAN 2 Simpang Hilir) dan GREPALA (SMAN 3 Simpang Hilir) karena telah melakukan penanaman pohon di eks kebakaran hutan desa.  

Seperti diketahui, setengah luasan hutan di wilayah hutan desa tersebut, pernah terbakar pada tahun 2015 silam. Lahan eks kebakaran tersebut harus terus menerus dilakukan reboisasi dari tahun ke tahun, kata Hendri Gunawan, Koordinator Program Hutan Desa Yayasan Palung.

Tulisan ini sebelumnya dimuat di : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/6305cebe3adb471d556a66b2/peringati-hari-orangutan-sedunia-2022-ini-yang-dilakukan-yayasan-palung-bersama-para-pihak?page=2&page_images=1

Penulis : Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Ini Kegiatan yang Dilakukan oleh Yayasan Palung Bersama Para Relawan pada Hari Orangutan Sedunia 2022

Hari WOD/IOD 2022. (Dokumen e-flayer: Rahmanisa R. Fariska. Foto Orangutan : Tim Laman /Yayasan Palung)

Setiap tanggal 19 Agustus diperingati sebagai World Orangutan Day (Hari Orangutan Sedunia). World Orangutan Day (WOD) atau disebut pula International Orangutan Day (IOD) diperingati untuk mendorong masyarakat melestarikan salah satu spesies luar biasa yaitu Orangutan, Orangutan adalah salah satu primata atau satwa yang terancam punah keberadaannya.

Dalam rangka WOD tersebut, Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) dan Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) yang merupakan binaan Yayasan Palung (YP) melakukan serangkaian kegiatan.

Di Ketapang, Jumat (19/8/2022), RK-TAJAM akan melakukan kegiatan kampanye kepada masyarakat dan anak muda di Ketapang dengan membuat lomba dengan tema : “Gerakan Kemerdekaan Orangutan.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak muda Kabupaten Ketapang tentang pentingnya peranan Orangutan bagi peradaban manusia.

Adapun serangkaian kegiatan yang bertajuk WOD festival tersebut akan melakukan serangkaian kegiatan. Kegiatan rencananya akan dilakukan oleh Program Pendidikan Lingkungan YP di Taman Kota Ketapang, antara lain seperti; Lomba Mewarnai, Lomba Puzzel untuk anak-anak tingkat Taman Kanak-kanak (TK),  Quiz Orangutan dan Tebak Gambar untuk anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD). Selain itu, ada Puppet Show (pertunjukan boneka) dan menyanyikan Lagu Si Pongo, kata Haning Pertiwi, selaku Pembina Relawan RK-TAJAM. Kegiatan akan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Sedangkan di Kabupaten Kayong Utara, Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) dalam rangka merayakan Hari Orangutan Sedunia 2022 akan melakukan kegiatan selama dua hari (Sabtu sampai Minggu, 20-21 Agustus 2022).

Menurut Riduwan, selaku Asisten Program Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung sekaligus juga Pembina REBONK, mengatakan, karena kita memperingati WOD setiap tanggal 19 Agustus. Mengapa kegiatan ini dilakukan di Hutan Desa Padu Banjar, pertama, kita mengenalkan Hutan Desa binaan YP kepada Relawan, selain Relawan, kita juga mengundang Sispala dari SMAN 2 Simpang Hilir dan SMAN 3 Simpang Hilir.

“Selain itu, serangkaian kegiatan yang dilakukan diantaranya penyampaian materi tentang hutan gambut dan diskusi tentang WOD. Untuk materi tentang Hutan Gambut yang rencananya akan disampaikan oleh Samsidar, selaku ketua Ketua LPHD Banjar Lestari, Padu Banjar. Sedangkan kegiatan diskusi, diantaranya adalah kaitan/hubungan WOD dan konservasi, hubungan relawan dan sispala serta hubungan dengan hutan desa  yang akan disampaikan oleh Widiya dan Simon Tampubolon.

Selanjutnya, kegiatan yang akan dilakukan adalah penanaman pohon bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Banjar Lestari, Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, di lokasi Hutan Desa Banjar Lestari, kata Riduwan.”

Penanamam tersebut akan dilakukan di eks lahan kebakaran di Wilayah Hutan Desa Padu Banjar yang luas Hutan Desanya 2883,54 ha.

Seperti diketahui, setengah luasan hutan di wilayah hutan desa tersebut, pernah terbakar pada tahun 2015 silam. Lahan eks kebakaran tersebut harus terus menerus dilakukan reboisasi dari tahun ke tahun, kata Hendri Gunawan, selaku Koordinator Program Hutan Desa Yayasan Palung.

Tulisan ini sebelumnya dimuat di Kompasiana https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/62fde89aa1aeea1c146680e3/ini-yang-dilakukan-oleh-relawan-muda-yp-dalam-rangka-hari-orangutan-sedunia

Penulis : Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Kegiatan Lapangan di dalam Kawasan Lindung Hutan Desa

Pemasangan kamera trap di lokasi Hutan Desa. (Foto : Program HD Yayasan Palung).

Kegiatan ini terdiri dari pemasangan  alat pengukur suhu, pengukur curah hujan, bioakustik dan kamera trap di kawasan lindung Hutan Desa (HD), Hutan Desa Pemangat dan Nipah Kuning. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari (tanggal 9-11/8/2022).

Kegiatan pertama dilakukan di Hutan Desa Alam Hijau, desa Pemangkat dan di hari ke 2 dan ke 3 dilakukan di hutan desa Hutan Bersama desa Nipah Kuning. Beberapa kegiatan diantaranya adalah pemasangan kamera trap, bioakustik dan pengukuran suhu.

Koordinator Program Hutan Desa, Hendri Gunawan, mengatakan, adapun tujuan dari pemasangan kamera trap, bioakustik dan pengukuran suhu ini memiliki tujuan diantaranya adalah untuk membandingkan data biodiversitas, data curah hujan dan suhu  yang ada di Cabang Panti, Rangkong, Hutan Desa Pemangkat dan Hutan Desa Nipah Kuning.

Lebih lanjut, kata Hendri, adapun tujuan khusus dari kegiatan lapangan ini karena sebelumnya di wilayah Hutan Desa Pemangkat dan Nipah Kuning belum pernah ada data curah hujan, suhu dan pemasangan kamera trap.

Sebagai informasi, pemasangan bioakustik di wilayah hutan desa ini bertujuan untuk mengambil data melalui suara.  Sedangkan pemasangan kamera trap  untuk memonitor dan untuk konservasi kehidupan liar di hutan dan bisa dipergunakan untuk memonitor populasi dari banyak jenis binatang yang biasanya sulit untuk di temukan dan di pelajari.

Di dua hutan desa (Hutan Desa Pemangkat dan Nipah Kuning) tersebut dipasang masing-masing 2 kamera trap, 1 pengukur suhu, 1 pengukur curah hujan, dan 1 bioakustik.

Adapun kegiatan pemasangan kamera trap ini merupakan kegiatan Yayasan Palung (YP). Spesialnya, dalam kegiatan itu dihadiri langsung oleh Cheryl Knott selaku Direktur Eksekutif Yayasan Palung, Edi Rahman (Direktur YP) dan Natalie Robinson (Koordinator Program YP).

Foto-foto galeri :

Dalam pemasangan alat-alat di hutan desa tersebut juga melibatkan dua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) dari Pemangkat dan dari Nipah Kuning.  

Video Editor : Robi Kasianus

Foto : Hendri, Robi/Program Hutan Desa

Penulis : Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

Rayakan HKAN 2022, Pendiri YP Sampaikan tentang Upaya Konservasi di Tanah Kayong  Lewat Siaran Radio di RKU

Cheryl Knott bersama  Natalie dan Samad saat siaran radio di RKU, Kamis (11/8). Foto : Ranti Naruri/Yayasan Palung.

Setiap tanggal 10 Agustus diperingati sebagai Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), momen ini sebagai pengingat kita semua bahwa pentingnya konservasi alam.

Dalam rangka memperingati (merayakan) Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2022 tersebut, Ibu Cheryl Knott yang juga merupakan pendiri Yayasan Palung (YP) sekaligus juga sebagai Direktur Eksekutif YP, berkesempatan melakukan siaran radio di Radio Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Kayong Utara (LPPL RKU) 101,5 FM, pada Kamis 11 Agustus 2022.

Dalam siaran radio tersebut, Cheryl didampingi Natalie Robinson, dan Abdul Samad dari Yayasan Palung (YP) saat melakukan siaran radio. Siaran radio tersebut dengan tema “Memulihkan Alam Masyarakat Sejahtera”.

Pada siaran radio dalam rangka HKAN itu, Cheryl yang didampingi Natalie dan Samad menyampaikan pesan sekaligus upaya konservasi di Tanah Kayong.

Sebagai lembaga yang bekerja di konservasi yang fokusnya kepada Orangutan, Yayasan Palung (YP) mempunyai Visi “Melindungi populasi orangutan dan keanekaragaman hayati hutan di dalam dan sekitar Taman Nasional Gunung Palung.”

Sedangkan Misi “Mengembangkan komunitas masyarakat yang sadar dan terdorong untuk melakukan kegiatan konservasi Orangutan, baik habitat, dan keanekaragaman hayati di bentang alam Taman Nasional Gunung Palung.”

Melalui visi dan misi tersebut, YP memiliki beberapa program yang mendukung pelestarian alam dan satwa seperti ; Program Pendidikan Lingkungan, Program Penyelamatan Satwa, Program Penelitian Orangutan di SRCP (Stasiun Research Cabang Panti), Program Hutan Desa, dan Program Sustainable Livelihood (Penghidupan Berkelanjutan).

Selain itu, disampaikan pula pentingnya upaya penyelamatan hutan untuk generasi dimasa depan melalui sosialiasi dan pembinaan terhadap masyarakat akan manfaat keberadaan hutan sesuai dengan fungsinya dan mendorong  kesadaran untuk menjaga serta melestarikan sumber daya hutan yang ada agar pemanfaatan hutan dan hasil hutan oleh masyarakat akan menciptakan dampak yang positif baik bagi kehidupan masyarakat itu sendiri maupun kondisi ekologis lingkungan sekitarnya.

Cheryl juga dalam kesempatan itu menyampaikan terkait penelitiannya tentang orangutan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung yang bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Gunung Palung (Balai TANAGUPA) dan Universitas Nasional (UNAS) Jakarta.

Seperti diketahui, Prof. Cheryl Knott selain sebagai pendiri YP dan Peneliti, ia juga merupakan seorang dosen di Boston University.

Dalam kesempatan itu juga Natalie Robinson, Koordinator Program Yayasan Palung, menyampaikan bagaimana peran Yayasan Palung untuk memulihkan alam agar masyarakat sejahtera.

“Interaksi manusia dengan hutan sudah berlangsung sejak lama diberbagai kawasan hutan baik itu hutan produksi, hutan lindung maupun hutan konservasi. Interaksi tersebut terjadi dikarenakan peningkatan laju pertumbuhan penduduk, peningkatan kebutuhan hidup dan kebutuhan akan lahan untuk bercocok tanam serta kebutuhan akan lingkungan yang sehat dan lestari. Masyarakat mempunyai ketergantungan hidup dengan kawasan hutan biasanya berasal dari desa-desa sekitar hutan pada umumnya memanfaatkan lahan, pengambilan pohon (kayu), buah, dan kayu bakar. Kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan yang relative rendah menjadi faktor pendorong yang kuat untuk melakukan tekanan-tekanan terhadap sumberdaya hutan”, ujar Natalie.

Selain itu, lebih lanjut Nat sapaan akrabnya, mengatakan, “Yayasan Palung memiliki peran aktif di masyarakat terutama untuk Kabupaten Kayong Utara, sepanjang waktu kami telah mendampingi kelompok masyarakat sebanyak 10 desa dengan 30 kelompok yang berada di Kecamatan Sukadana dan Kecamatan Simpang Hilir. Yang terdiri dari kelompok perajin anyaman, kelompok panganan lokal, madu hutan, kopi, kelompok tani, dan budidaya ikan. Kami juga mengajak masyarakat untuk melakukan rehabilitasi di lahan eks kebakaran seperti tanaman jengkol, petai, kopi, dan durian untuk bisa dimanfaatkan masyarakat.”

Abdul Samad, Koordinator Program Sustainable Livelihood YP, pada siaran radio dalam rangka hari HKAN 20022 berkesempatan menyampaikan pesan;  “Karena kita hidupnya berdampingan dengan hutan yang masih terjaga akan keanakeragaman hayati, perlu pelibatan dari berbagai stakeholder untuk mendorong upaya penyelamatan hutan untuk generasi  dimasa depan melalui sosialiasi dan pembinaan terhadap masyarakat akan manfaat keberadaan hutan sesuai dengan fungsinya dan mendorong  kesadaran untuk menjaga serta melestarikan sumber daya hutan yang ada agar pemanfaatan hutan dan hasil hutan oleh masyarakat akan menciptakan dampak yang positif baik bagi kehidupan masyarakat itu sendiri maupun kondisi ekologis lingkungan sekitarnya. Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera!”.

Ranti Naruri (Manager Program SL YP) , Suhardi (Direktur LPPL RKU) dan Cheryl Knott (Pendiri YP) berfoto bersama. Foto : Ranti Naruri/YP.

Sebagai pemandu dalam siaran radio dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2022 adalah Ifha Alqadri dari Radio RKU.

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di Kompasiana : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/62f5ec433555e446db3571a2/rayakan-hkan-2022-pendiri-yp-sampaikan-tentang-upaya-konservasi-di-tanah-kayong-lewat-radio

Penulis : Petrus Kanisius dan Ranti Naruri

(Yayasan Palung)

Kegiatan Pendampingan, Dampingi Perajin Berbisnis

Salmah saat memberikan penjelasan kepada para perajin hhbk. (Foto : Ranti Naruri).

Sebagai pendamping kegiatan Inkubator Bisnis yang diikuti oleh Ibu Mar dan Kak Tini pada tahap pertama, Salmah dari Program  Sustainable Livelihood  Yayasan Palung (YP)menjelaskan kepada pelaku usaha yang aktif memproduksi HHBK untuk tetap memperhatikan kualitas produk agar bisa konsistensi dan menarik peminat pembeli.

Selain itu juga, pengembangan produk harus diperhatikan kekuatannya.

Foto kegiatan dok : Ranti dan Asbandi-Yayasan Palung

Saat ini trend produk hhbk yang banyak diminati oleh pembeli antara lain adalah seperti : tikar, bakul, nyiru, penangkin, caping, lekar dan minyak Virgin Coconut Oil (VCO).

Berikut harga dari beberapa produk hhbk yang dijual oleh perajin :

Tikar, harga Rp 80 ribu – Rp 250 ribu

Bakul, harga Rp 20 ribu – Rp 40 Ribu

Nyiru, harga Rp 40 ribu -Rp 50 ribu

Penangkin,  harga Rp 40ribu – Rp75 ribu

Caping,  harga Rp 20 ribu – Rp 30 ribu

 Lekar, harga Rp 5 ribu -Rp 20 ribu

 Minyak VCO, harga Rp 10 ribu- Rp 30 ribu.

Ranti-Yayasan Palung

Tak Harus Merambah Hutan, Ini Pekerjaan Lain yang Bisa Dilakukan oleh Masyarakat di Kayong Utara

Saat melakukan mobile market di Pantai Pulau Datok, Kayong Utara. (Foto : Asbandi/Yayasan Palung).

Ada banyak pilihan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh masyarakat di Kayong Utara, Kalimantan Barat tanpa harus merambah hutan.

Salah satunya memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan membentuk kelompok perajin hhbk dan menjadikan produk tersebut sebagai nilai jual yang bisa menjadi penghasil tambahan para perajin.

Koordinator Program Sustainable Livelihood Abdul Samad, mengatakan, Melalui promosi produk hhbk yang dikenal dengan mobile market (pasar keliling) menjadikan upaya untuk mengenalkan kepada masyarakat akan Sumber Daya Alam (SDA) di sekitar bisa dimanfaatkan secara arif dan bijaksana untuk penghidupan yang berkelanjutan.

Biasanya, para perajin dampingan program SL Yayasan Palung melakukan mobile market di wilayah Pantai Pulau Datok satu bulan sekali.

Selain itu, produk hhbk yang dibuat perajin dampingan Yayasan Palung dapat digunakan untuk menyimpan ari-ari bayi sebagai budaya lokal masyarakat.

Sebagian masyarakat di Kayong Utara mempercayai bahwa anak perempuan atau gadis yang belum bisa menganyam belum boleh berumah tangga (belum boleh menikah).

Seperti diketahui, beberapa kelompok dampingan Program Sustainable Livelihood (SL) Yayasan Palung di Kayong Utara seperti ;

  1. Kelompok Peramas Indah di Desa Pangkalan Buton. Kelompok ini  membuat Kerajinan anyaman (hhbk pandan)
  2. Kelompok ResamKU di Desa Pampang Harapan, membuat  Kerajinan Anyaman (HHBK-Resam)
  3. Kelompok Tani Meteor Garden di Desa Pampang Harapan, kelompok ini membuat Pertanian Organik Hortikultura
  4. Kelompok Mina Segua di Pampang Harapan, kelompok ini melakukan Budidaya Ikan Nila dan Mas
  5. Kelompok Ida Craft di Desa Sejahtera, kelompok ini membuat Kerajinan Anyaman (HHBK-Pandan).
  6. Kelompok Karya Sejahtera di Desa Sejahtera, kelompok ini membuat Kerajinan Anyaman (HHBK-Pandan, nipah)
  7. Kelompok Mina Sehati di Desa Sejahtera, kelompok melakukan Budidaya Ikan nila
  8. Kelompok Rintis Betunas di Desa Riam Berasap Jaya, kelompok ini membuat Pertanian Organik Hortikultura
  9. Kelompok Tembang Mina di Desa Matan Jaya, Kelompok ini membuat Kerajinan Anyaman (HHBK-Rotan dan Bambu).

Sembilan kelompok dampingan ini selalu dilakukan monitoring, evaluasi dan pelatihan oleh Yayasan Palung bersama lembaga mitra seperti Dinas Pariwisata, Dekranasda, Dinas Perdagangan, Dinas Perikanan, Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan Perikanan (P2MKP), Dinas PERKIMLH, Dinas Pertanian Kabupaten Kayong Utara.  

Dengan menganyam juga berarti merawat tradisi dan lingkungan. Tidak bisa disangkal hutan dan adat tradisi masyarakat merupakan satu-kesatuan yang tidak terpisahkan dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat di sekitar hutan.

Baca juga :

Berharap semoga para perajin dapat terus menganyam sebagai salah satu pilihan yang sedapat mungkin dipertahankan hingga nanti. Tetap terjaganya hutan setidaknya menjadi satu-kesatuan makhluk hidup agar bisa terus berlanjut, berdampingan dan harmoni. Dengan demikian hutan bisa tetap terjaga dan lestari.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Peran Penting Orangutan dan Hutan Bagi Kehidupan

Orangutan memegang peranan penting bagi regenerasi hutan melalui buah-buahan dan biji-bijian yang mereka makan (seed disperser).

Orangutan juga dikatakan sebagai spesies dasar bagi konservasi, disebut umbrella species (spesies payung) karena hilangnya orangutan mencerminkan hilangnya ratusan spesies tanaman dan hewan pada ekosistem hutan hujan.

Selain itu, orangutan merupakan salah satu primata (satwa) yang dilindungi dan sangat terancam punah di habitat hidupnya berupa hutan.

Hutan primer yang tersisa merupakan dasar kesejahteraan manusia dan kunci dari planet yang sehat adalah keanekaragaman hayati, dengan menyelamatkan orangutan berarti pula turut menolong mamalia, burung, reptil, amfibi, serangga, tanaman, dan berbagai macam spesies lainnya yang hidup di hutan hujan Indonesia.

Apa Kaitan Orangutan dengan Manusia

Manusia sangat bergantung terhadap hutan seperti halnya orangutan seperti sumber air, pangan dan udara yang bersih.  Selain juga manusia memerlukan sumber ilmu pengetahuan, rekreasi dan mata pencaharian.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah dari adanya orangutan di hutan dapat memberikan informasi tentang pemanfaatan obat-obatan tradisional yang berasal dari tumbuh-tumbuhan di hutan kepada masyarakat dan para peneliti.

Narasi : Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

Balai PSKL Wilayah Kalimantan Adakan Sekolah Lapang Agroforestry Kopi di Kayong Utara

Peserta Sekolah Lapang Agroforestry Kopi saat melakukan praktek secara langsung. (Foto : Egi/YP).

Balai PSKL Wilayah Kalimantan mengadakan Sekolah Lapang Agroforestry Kopi selama 5 hari, kegiatan ini diadakan di Desa Penjalaan, kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara (20-24/7/022).

Kegiatan ini didukung oleh Yayasan Palung, tujuh LPHD yang ada di Kecamatan Simpang Hilir dan KPH Wilayah Kayong.

Sebagai pemateri dalam kegiatan ini adalah Gusti Iwan Darmawan (Iwan Kojal). Selama berkegiatan, 35  peserta sekolah lapang yang merupakan perwakilan dari tujuh hutan desa  diberikan materi terkait teori dan praktek tentang  budidaya kopi dan pasca panen kopi.

Pada kesempatan tersebut, Iwan Kojal menjelaskan bagaimana cara budidaya kopi diantaranya; perlu adanya pembibitan, perawatan, dan praktek pembibitan kopi serta penanganan pasca panen.

Selain itu, Iwan Kojal juga menekankan peran masyarakat lokal untuk melihat peluang pasar tentang produk kopi lokal.

Foto-foto kegiatan :

Sebelumnya, pada hari pertama, disampaikan juga materi oleh Indra dari KPH Wilayah Kayong tentang Peran KPH Dalam Perhutanan Sosial.

Sebagai moderator dalam kegiatan ini adalah Edi Rahman, Field Direktur Yayasan Palung.

Dalam kegiatan Sekolah Lapang Agroforestry Kopi dihadiri langsung oleh kepala Balai PSKL Wilayah Kalimantan, Ir. Nurhasnih, MM. Dalam hal ini Kepala BPSKL Wilayah Kalimantan memberikan semangat dan motivasi kepada para petani kopi untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas kopi lokal yang ada di Desa Penjalaan dan sekitarnya khususnya para penggiat Kopi Agroforestry dari skema Perhutanan Sosial.

Pada hari kedua dan ketiga kegiatan Sekolah Lapang, peserta diajak untuk praktek langsung  perawatan kebun kopi. Hari ketiga peserta diajak untuk praktek pengelolaan kopi, materi dan praktek disampaikan oleh Rieny Octavianty Taufik dari KOJAL Coffee Indonesia.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktek pembuatan bedeng biji, bedeng stek, bedeng permudaan alam, pembuatan naungan, tempat penjemuran kopi dan pengisian polybag.

Hari keempat peserta diajarkan oleh narasumber  Gusti Iwan Darmawan (Iwan Kojal) untuk mempelajari bisnis plan budidaya kopi, pengelolaan kopi, praktek analisa finansial dan praktek penyusunan dokumen bisnis plan.

Sedangkan pada hari terakhir kegiatan (24/7), peserta melakukan kunjungan lapangan budidaya kopi ke Kelompok Tani Kopi Liberika “Cahaya Kayong Seponti” di desa Podorukun, Kecamatan Seponti.

Dari kunjungan lapangan tersebut diharapkan peserta bisa menjadikan kopi sebagai sumber penghasilan masyarakat, hutan lestari, masyarakat sejahtera, kata Bapak Agus Karyono, perwakilan dari Balai PSKL Wilayah Kalimantan.

Serangkaian kegiatan Sekolah Lapang Agroforestry Kopi berjalan sesuai dengan rencana dan harapan serta mendapatkan sambutan yang baik dari semua peserta yang hadir.

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di :

https://pontianak.tribunnews.com/2022/07/25/balai-pskl-wilayah-kalimantan-adakan-sekolah-lapang-agroforestry-kopi-di-kayong-utara

https://pontianak.tribunnews.com/2022/07/26/sekolah-lapang-agroforestry-kopi-di-kayong-utara-ini-pesan-kepala-bpskl-wilayah-kalimantan

https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/62e0d67fa51c6f6f3d58ba14/balai-pskl-wilayah-kalimantan-adakan-sekolah-lapang-agroforestry-kopi-di-kayong-utara

Dokumen Foto : Egi Iskandar dan Yayasan Palung

Petrus Kanisius-Yayasan Palung