Sebarkan Virus Lingkungan, Tingkatkan Kapasitas Relawan Berkampanye Lewat Radio

Desi Kurniawati saat memberikan materi tentang Radio kepada relawan REBONK. (Foto : Simon/YP).

Banyak cara untuk menyebarkan virus lingkungan. Satu diantaranya meningkatkan kapasitas relawan untuk berkampanye lingkungan lewat radio. Itulah kegiatan yang dilaksanakan Yayasan Palung pada Sabtu (8/5/2021) pekan lalu di Bentangor, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Kegiatan yang bertajuk buka puasa bersama sembari ngabuburit ini Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) diberi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dengan mengadakan Pelatihan Kampanye Lingkungan melalui Radio, kata Simon Tampubolon, selaku staf Pendidikan Yayasan Palung di Kabupaten Kayong Utara.

Desi Kurniawati dari Yayasan Palung selaku pemateri berbagi tips, diskusi dan bagaimana cara kepada relawan REBONK terkait tentang bagaimana kampanye lingkungan melalui radio.

Para peserta yang mengikuti pelatihan terlebih dahulu diberikan materi dasar radio. Mereka juga diajak untuk bagaimana agar penyiar mengetahui alur dan tips bersiaran agar tidak gugup saat bersiaran. Selain itu juga, peserta diajak untuk menyebarkan informasi (virus) lingkungan lewat radio.

Selanjutnya, peserta pelatihan radio diajak untuk membuat skrip (panduan materi saat siaran) dan satu persatu peserta melakukan praktek siaran radio.

Beberapa diantara peserta yang mengikuti pelatihan radio awalnya tampak ragu untuk mencoba praktik siaran radio karena alasan masih belum biasa dan malu. Tetapi akhirnya mereka berani mencoba untuk praktik siaran.

Setelah pelatihan radio selesai dilakukan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta dari REBONK tersebut berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari para peserta.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Adakan Webinar Peringati Hari Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sedunia

Desain Grafis : Sola Gratia Sihaloho (RK-TAJAM)

Hari Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sedunia atau International Day for Biological Diversity diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Mei. Tujuan peringatan hari kehati adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran serta menumbuhkan kecintaan terhadap keanekaragaman hayati atau biodiversitas di bumi.

Keanekaragaman Hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup di muka bumi dan peranan-peranan ekologisnya, termasuk semua jenis tumbuhan, hewan dan mikroba.

Bertepatan dengan itu Relawan Konservasi – Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) dan Yayasan Palung menghadirkan Webinar dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia dengan tema “Kita adalah bagian dari solusi untuk lingkungan yang lebih baik” pada tanggal 20 Mei 2021 dengan narasumber oleh Annisa Rahmawati dari Advokasi Indonesia Mighty Earth.

Anda bisa daftarkan diri untuk dapat bergabung sebagai peserta webinar tersebut pada link dibawah ini:

Daftar di link berikut ini : bit.ly/WebinarRKTajam1

Setelah mengisi google formulir silahkan melakukan konfirmasi pendaftaran melalui WhatsApp pada nomor +6283125486910 (Maryani). Ayo daftarkan diri anda SEGERA.

Muhammad Syainullah-Yayasan Palung

Bawalah ‘Hutan’ ke Dalam Komunitas Paling Kecil Yaitu Keluarga

Hutan. (Foto : Andre Ronaldo/Yayasan Palung).

Penyusutan hutan-hutan alam di berbagai belahan dunia, saat ini terus terjadi. Tak jauh berbeda kondisi hutan alam yang ada di Indonesia. Mengutip berita di Merdeka.com, tanggal 19 Januari 2021, terkait menurunnya luas hutan alam di Kalimantan Selatan, Dirjen KLHK menyebutkan, “Jika kita perhatikan dari tahun 1990 sampai 2019 maka penurunan luas hutan alam itu sebesar 62,8 persen. Yang paling besar itu terjadi antara 1990 sampai 2000 yaitu sebesar 55,5 persen”.

Jauh sebelumnya, seperti dikutip dari Tempo.co, tanggal 24 Juli 2003, direktur Forest Watch Indonesia menyebutkan, Indonesia mengalami laju deforestasi mencapai dua juta hektar per tahun, yang mana angka ini mengalami peningkatan dua kali lipat dibanding periode 1980-an. Sedangkan pada 2020 silam, data dari Direktorat Jendral Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan tren deforestasi di Indonesia relatif lebih rendah dan cenderung stabil, seperti dikutip pada TROPIS.co, tanggal 23 April 2020.

Hal ini salah satunya disebabkan oleh perubahan alih fungsi lahan yang membuka kawasan hutan. Kebutuhan akan lahan perkebunan dan pertambangan, atau fungsi ekonomis lainnya kadang menjadi alasan perubahan status hutan maupun area berhutan yang berada di Area Penggunaan Lain (APL). Belum lagi pembalakan liar dan pertambangan liar yang cukup marak di beberapa wilayah.

  Pembukaan hutan yang merupakan habitat satwa liar, tentu punya resiko. Antara lain semakin mudahnya akses para pemburu liar untuk mencapai lokasi berburu. Semakin menyempitnya ruang gerak hewan liar, akan semakin mempermudah mereka untuk diburu. Semakin sering manusia dan hewan liar berinteraksi maka semakin besar kemungkinan penularan penyakit antara mereka (zoonosis). Semakin terbuka kawasan hutan, maka semakin sedikit keuntungan ekologis dari hutan didapatkan. Salah satu fungsi alami hutan adalah sebagai daerah resapan air dan gudang biodiversitas.

Berbicara mengenai biodiveristas atau keanekaragaman hayati, maka kita berbicara tentang keberlangsungan hidup kita di masa depan. Marilah kita mencoba berfikir bahwa kita ada dalam rantai kesinambungan antara alam dan biodiversitasnya. Berfikirlah bahwa manusia bukan sekedar melakukan eksploitasi, tapi berkewajiban menjaga alam dan isinya tetap lestari. Berfikirlah bahwa sebenarnya alam walau tanpa kehadiran manusia pun mereka akan tetap ada, tetapi tanpa alam manusia tidak akan pernah ada.

Bila kita sudah berfikir dan memiliki kesadaran bersama akan keberlangsungan alam dan isinya di masa depan, maka kita bisa mulai melakukan gaya hidup yang ‘sustainable’ atau berkelanjutan. Mulai dari penggunaan energi yang efisien, menanam lebih banyak pohon, mengurangi konsumsi protein hewan liar (resiko zoonosis), dan yang paling sederhana adalah memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam sayuran atau buah. Bawalah ‘Hutan’ ke dalam komunitas paling kecil dalam masyarakat yaitu keluarga (tempat tinggal), karena bumi kita sudah banyak sekali kehilangan hutannya.

Tulisan ini juga dimuat di : https://thekalimantanpost.com/2021/05/07/bawalah-hutan-ke-dalam-komunitas-paling-kecil-yaitu-keluarga/

Penulis : Erik Sulidra (Animal and Habitat Protection-Yayasan Palung)

Manfaatkan Lahan Tidur, Kelompok Tani Meteor Garden Panen Sayur di Kebun yang Mereka Olah

Saat Kelompok Tani Meteor Garden panen sayur di kebun yang mereka olah. Beberapa sayur seperti mentimun (timun), terong, gambas (lepang) dan kacang panjang berhasil mereka panen, pekan lalu. Foto : (Tim SL/Yayasan Palung).

Pekan lalu, Kelompok Tani Meteor Garden panen sayur di kebun yang mereka olah. Beberapa sayur seperti mentimun (timun), terong, gambas (lepang) dan kacang panjang berhasil mereka panen.

Anggota Kelompok Tani Meteor Garden yang melakukan panen adalah bapak Idris dan bang Ishak. Setidaknya ada 300 kilogram (kg) timun, 20 kg terong, 38 kg gambas dan 125 kg kacang panjang yang mereka panen. Selanjutnya, hasil panen tersebut mereka jual ke masyarakat yang ada di sekitar desa Pampang Harapan dan ke pasar daerah yang ada di Kabupaten Kayong Utara (KKU).

Panen kacang panjang dan timun . (Foto : SL/ Yayasan Palung).

Dari hasil menjual terong sebanyak 20 kg, bapak Idris berhasil mendapat Rp. 120.000. Sedangkan bapak Ishak, dari hasil panen berupa 300 kg timun, 38 kg gambas dan 125 kg kacang panjang berhasil mendapatkan Rp. 2.854.000 dari hasil penjualan.

Kelompok Tani Meteor Garden bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan tidur yang ada di sekitar rumah mereka. Mereka adalah kelompok tani binaan Yayasan Palung, melalui Program Sustainable Livelihood (SL).

Manager Program Sustainable Livelihood, Ranti Naruri, mengatakan, “Melihat hasil panen sayur komunitas berlimpah di bulan April lalu membuat semangat dalam mendampingi komunitas untuk tetap bercocok tanam dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi menghadap Hari Raya Idul Fitri sebagai sumber rezeki bagi mereka yang akan mempersiapkan kebutuhan di hari raya, semoga petani organik dari Kelompok Meteor Garden tetap bersemangat bertani demi menjaga habitat satwa yang dilindungi, dimana yang kita ketahui petani ini adalah logger sebelumnya”.

Penulis : Pit & Salmah

Editor : Yandhi

Yayasan Palung

Rayakan Hari Bumi, Ajakan Kepada Semua untuk Peduli Bumi Setiap Waktu

Webinar Peringatan Hari Bumi “Restore Our Earth” (Pulihkan Bumi Kita), kegiatan dilaksanakan oleh Tim Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung , Senin (26/4/2021). Foto : Syainullah/YP.

Semua rangkaian kegiatan Hari Bumi 2021 telah dilaksanakan. Saat merayakan Hari Bumi tahun ini Yayasan Palung (YP) bersama lembaga mitra dan para relawan mengadakan serangkaian kegiatan dan mengajak semua kita untuk peduli dengan nasib bumi tidak hanya pada saat Hari Bumi saja tetapi setiap waktu.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan pada Hari Bumi antara lain;

Seperti misalnya, kegiatan Siaran Radio (Dialog Interaktif di Radio RKU bertema Green Ramadhan) dilaksanakan Tim Pendidikan Lingkungan YP KKU dan REBONK pada Kamis, 22 April Pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Pada Senin (26/4/2021) YP mengadakan Webinar Peringatan Hari Bumi “Restore Our Earth” (Pulihkan Bumi Kita), kegiatan dilaksanakan oleh Tim Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung.

Pada webinar tersebut, sebagai pemateri pertama adalah Annisa Dian Ndari dari Greenpeace Indonesia. Dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi tentang “Ancaman Krisis Iklim di Pesisir dan Laut Indonesia”. Dalam kesempatan tersebut, Annisa Dian Ndari mengatakan, climate change (perubahan iklim) itu nyata adanya.

Lebih lanjut Annisa menjelaskan, saat ini di wilayah pesisir ada ancaman nyata terjadi seperti kenaikan air laut semakin tinggi yang diakibatkan oleh perubahan iklim yang sangat eksrim, gelombang pasang, dampak sosial (kemiskinan masyarakat di sekitar pantai) dan hilangnya beberapa keanekaragaman hayati (beruang dan pinguin kutub). Gaya hidup dan persoalan sampah juga dapat menyebabkan perubahan iklim.

44 peserta yang mengikuti webiner pun diajak untuk menonton film singkat yang berjudul Tenggelam dalam Diam dan Film Selamat Hari Bumi 2021.

Annisa pun sembari berharap kepada generasi muda untuk peduli pada nasib bumi  dengan aksi-aksi nyata.

Selanjutnya pada materi kedua, sebagai pemateri adalah Maria Theresia dari WWF Kalbar menyampaikan materi tentang; “Bersama Menemukan Pesan dan Sumberdaya untuk Memulihkan Bumi”.

Tere, sapaan akrabnya menjelaskan, Bumi sebagai rumah kita bersama. Bumi menyediakan bagi semua makhluk dibumi seperti oksigen, hasil hutan bukan kayu seperti madu, jasa lingkungan, ekowisata, air bersih, dll.

“Memulihkan bumi, maknanya dalam dan berat. Sering kali kita dihadapkan dengan dua pilihan; Kebutuhan (prioritas) dan keinginan (kemauan).  Kita pun sangat sering memilih keinginan dari pada prioritas. Sebagian besar bumi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kalau bumi bisa bicara; Apa yang kita lakukan, itu yang kita terima”, kata Tere.

Pada materi ketiga webinar materi disampaikan oleh Yudo Sudarto selaku Pembina Yayasan Palung. Yudo Sudarto mengetengahkan materi tentang “Hobi yang Melestarikan Lingkungan”.

Menurut Yudo, ekonomilah yang saat ini paling cepat merusak bumi, tidak terkecuali persoalan sampah yang ada saat ini.

Dalam penyampaian materinya Yudo Sudarto mengatakan, tugas kita memulihkan bumi. Sehari-hari Yudo Sudarto memanfaatkan sampah-sampah seperti botol minuman mineral, bungkus deterjen, kaleng cat dan lain-lainnya yang ia gunakan sebagai tempat tanaman bunga.

Kegiatan lainnya yang dilakukan saat perayaan hari bumi 2021 oleh Yayasan Palung antara lain seperti;

Di kantor Yayasan Palung Bentangor Education Center, Desa Pampang Harapan, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara dalam rangka hari bumi Tim Pendidikan Lingkungan YP mengadakan kegiatan buka puasa bersama (Bukber) Bentangor Klub yang dilaksanakan pada Selasa (27/4/2021) kemarin.

Beberapa kegiatan yang dilakukan materi tentang hari bumi (pengenalan hari bumi, hal-hal yang merusak bumi, tindakan-tindakan kecil untuk menjaga bumi, tujuan menjaga bumi. Selain itu kegiatan lainnya seperti lomba menggambar dengan tema bumi, menonton beberapa film pendek tentang lingkungan dan kuis tentang materi dan film yang telah ditonton.

Di Ketapang, Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) bersama para komunitas lingkungan hidup dari kalangan pemuda di kabupaten Ketapang mengadakan dialog interaktif dengan mengusung tema “Menjadi Influencer Peduli Lingkungan”, Kamis (22/4/2021) kemarin.

Tak sekedar dialog Interaktif, RK-TAJAM juga mengadakan kegiatan buka puasa bersama dengan (bukber) mengundang beberapa komunitas lain yang ada di kabupaten Ketapang bertempat di kantor Yayasan Palung (YP), Sabtu (24/04/2021). Komunitas yang diundang antara lain KAMIPALA, Klorofil, PANDARA, ImpACTer, Stand Up Comedy Ketapang, PASAK, GENTA dan WBOCS.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan kata sambutan dari manager program pendidikan lingkungan YP serta ketua panitia penyelenggara acara.

Serangkaian acara yang dilaksanakan oleh RK-TAJAM yang dilaksanakan di kantor YP antara lain dialog interaktif dengan mengundang dua pemateri dari konservasi dan influencer yakni Muhammad Mukhlis Saputra dan Candra Kurniawan. Dalam kegiatan tersebut diisi dengan kultum sebagai renungan bagi anak muda terkait lingkungan di bulan puasa, kultum disampaikan oleh Muhammad Maulana.

M. Muhlis Saputra yang menyampaikan materi konservasi mengatakan konservasi merupakan sebuah tindakan atau aksi menjaga, melestarikan atau melindungi. Sedangkan Konservasionis adalah orang atau pelaku yang mempertahankan kelestarian alam atau lingkungan. Kemudian ia menambahkan bahwa pentingnya mengkampanyekan lingkungan agar deforestasi dapat dihentikan dan lahan hijau agar tetap masih ada dan ia mengajak agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,sampah bisa dijadikan sebuah pekerjaan entah itu membuat start up dibidang lingkungan pengelolaan sampah seperti PT MallSamapah Indonesia yang berdiri sejak tahun 2015.

“Selama manusia masih ada pencemaran lingkungan akan tetap ada namun bagaimana kita menggunakan sesuatu dengan bijaksana” kata Muhlis.

Pemateri Influencer, Candra Kurniawan mengatakan bahwa menjadi Influencer terlebih dahulu, kita menjadi seorang leader atau green leaders karena leader tidak harus memiliki followers sedangkan influencer harus memiliki followers.

Lebih lanjut Candra mengatakan, “ada beberapa cara yang perlu dilakukan untuk menjadi green leader yakni, tahu dengan fashionnya, empathy, menentukan market, membuat channel, memulai, join komunitas serta konsistensi”, ujarnya.

Dengan dialog interaktif ini diharapkan para anggota komunitas dapat memberikan contoh kepada masyarakat untuk memiliki Gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan berjiwa konservasi terhadap alam dengan memanfaatkan platform sosial media.

Baca juga :

Baca juga : https://thekalimantanpost.com/2021/04/22/yayasan-palung-ajak-lestarikan-bumi

Maryani dari RK-TAJAM sebagai ketua panitia penyelenggara acara mengatakan, dengan adanya acara ini ia berharap beberapa komunitas yang tergabung agar dapat mencontohkan gaya hidup ramah lingkungan kepada masyarakat dan mengkampanyekan peduli lingkungan lewat media sosial, selain juga anak muda bisa menjadikan platform tersebut sebagai kontribusi mengkampanyekan lingkungan.

Manager Program Pendidikan Lingkungan YP, Dwi Yandhi Febriyanti, berharap acara ini dapat menyadarkan masyarakat khususnya anak muda untuk terlibat dalam peduli lingkungan alam sekitar, momentum hari bumi yang diperingati setiap 22 April tersebut menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan RK-TAJAM kemudian ia mengatakan bahwa Hari Bumi ini bukan hanya diperingati setiap tanggal itu saja, namun menjadikan Hari Bumi setiap hari dan kapan saja.

Penulis : Petrus Kanisius (Yayasan Palung) dan Iqbal Ariyanto (RK-TAJAM)

Editor : Yandhi (Yayasan Palung)

Mengapa Kita Penting untuk Merayakan Hari Bumi?

Hari Bumi 2021. (Foto Ilustrasi : Yayasan Palung/Putri & Syainullah).

Tanggal 22 April setiap tahunnya selalu dirayakan sebagai Hari Bumi oleh seluruh masyarakat dunia. Hari bumi begitu penting dirayakan sebagai pengingat bagi kita agar mampu bersikap dengan tindakan-tindakan nyata untuk nasib keberlanjutan bumi.

Usia bumi yang semakin tua dari tahun ke tahun hingga saat ini benar-benar menanti disapa oleh siapa saja (semua orang) untuk peduli padanya.

Sudah saatnya kita beraksi nyata dengan cara-cara sederhana agar bumi terus lestari hingga selamanya. Dengan bumi yang lestari akan mampu memberi nafas kepada semua. Mari kita pelihara, kita jaga dan lestarikan bumi dengan cara-cara sederhana.

Adapun tema hari bumi tahun 2021 adalah Restore our earth (Pulihkan Bumi Kita).

Sebagai lembaga Konservasi, Yayasan Palung selalu rutin untuk merayakan hari bumi. Pada hari bumi tahun 2021 ini misalnya, salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan di Bentangor (Belajar tentang hutan dan orangutan) Education Center, Desa Pampang Harapan, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara adalah buka puasa bersama dengan Bentangor Club dan dilanjutkan dengan putar film lingkungan. Bentangor Club merupakan anak-anak kampung yang ada di Desa Pampang Harapan.

Selain kegiatan dengan Bentangor Club, kegiatan lain yang akan dilaksanakan antara lain Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) di Kayong Utara berencana akan membuat video tentang pesan untuk bumi. Sedangkan Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) di Ketapang akan mengadakan acara dialog interaktif dan buka puasa bersama kelompok pecinta alam. Tim Pendidikan Lingkungan akan mengadakan Webinar tentang perubahan iklim.

Berikut jadwal Hari Bumi 2021 yang dilakukan oleh Yayasan Palung :

  • Siaran Radio (Dialog Interaktif di Radio RKU yang bertema Green Ramadhan), kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Tim Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung KKU dan Relawan Konservasi untuk Bentangor (REBONK).

Waktu Kegiatan

Hari/Tanggal : Kamis, 22 April 2021

Pukul : 10.00 WIB – selesai

  • Buka Puasa Bersama Bentangor Klub

Waktu Kegiatan

Hari/Tanggal : Selasa, 27 April 2021

Pukul : 14.00 WIB – selesai

  • Webinar Peringatan Hari Bumi “Restore Our Earth”, kegiatan oleh Tim Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung

Waktu dan tempat kegiatan

Hari/tanggal : 26 April 2021

Waktu : Pukul 13.30 – selesai WIB

Tempat : Zoom meeting conference

Narasumber :

  1. Annisa Dian Ndari (Greenpeace Indonesia)

  2. Maria Theresia (WWF Kalimantan Barat)

3. Yudo Sudarto (Pembina Yayasan Palung)

  • Dialog  Interaktif (Menjadi Influencer Peduli Lingkungan), kegiatan akan dilaksanakan oleh Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM)

Waktu dan tempat kegiatan

Hari/tanggal : Sabtu, 24 April 2021

Waktu : Pukul 15.00 – 18.30 WIB

Tempat : Kantor Yayasan Palung Ketapang

Narasumber : M. Mukhlis Saputra (Founder Suara Konservasi) dan Candra Kurniawan (Founder Impact Circle School).

Sejarah Singkat Hari Bumi

Mulanya, Hari Bumi pertama kali digalakkan oleh pengajar lingkungan Amerika Serikat Gaylord Nelson pada 1970. Tepatnya pada 1969, Nelson mulai tergerak setelah melihat kerusakan lingkungan akibat tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California.

Hari Bumi 1970 menyuarakan kesadaran demi menyalurkan energi gerakan anti terhadap pencemaran dan untuk menempatkan masalah lingkungan di paling depan.

Pada 22 April 1970, 20 juta orang Amerika turun ke jalan, taman, dan auditorium untuk berdemonstrasi untuk lingkungan yang sehat dan berkelanjutan dalam demonstrasi pantai ke pantai besar-besaran. Ribuan perguruan tinggi dan universitas mengorganisir protes terhadap kerusakan lingkungan.

Selamat Hari Bumi 2021

Tulisan ini juga dimuat di : https://thekalimantanpost.com/2021/04/22/yayasan-palung-ajak-lestarikan-bumi/

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Fakta Unik Orangutan Satu Diantaranya adalah Kiss Squeak

Orangutan Kalimantan dan Sumatera merupakan satwa atau primata yang saat ini statusnya sangat terancam punah. Selain itu, orangutan juga sangat dilindungi. Ada fakta yang unik dijumpai oleh para peneliti ketika meneliti orangutan. Apakah fakta unik dari orangutan tersebut?.

Ternyata fakta unik orangutan yang dimaksud adalah perilaku atau budaya terkait Kiss Squeak. Apa itu Kiss Squeak? Pada umumnya, kiss squeak (budaya orangutan ketika merasa terancam di tempat hidupnya ketika ada orangutan lain yang berusaha mendekati wilayahnya, maka orangutan yang merasa terancam tersebut akan mengeluarkan suara Kiss Squeak). Biasanya orangutan akan mengeluarkan suara dan suara tersebut terdengar seperti suara kecupan yang nyaring ketika mereka terancam dari gangguan baik yang disebabkan oleh manusia ataupun juga oleh pesaing mereka ataupun juga dari binatang lainnya.

Menariknya, kiss squeak yang dilakukan oleh orangutan tersebut menggunakan alat. Terlihat ketika orangutan sedang marah mengeluarkan suara kiss squeak dengan menempelkan beberapa daun dan menempekan ke mulutnya sembil mengeluarkan suara kiss squeak. Selanjutnya, orangutan juga ketika ia marah maka ia akan mematahkan ranting-ranting pohon. Perilaku atau budaya kiss squeak ini dijumpai oleh para peneliti GPOCP (Gunung Palung Orangutan Project) di TANAGUPA (Taman Nasional Gunung Palung).

Menurut informasi dari presentasi Cheryl Knott (seorang peneliti orangutan), tahun 2012 menyebutkan, Pada dasarnya semua orangutan mengeluarkan kiss squeak (ksq) itu karena merasa terancam dan sedang marah.

Cek Video selengkapnya :

Kiss squeak (ksq) juga merupakan salah satu bentuk komunikasi dari orangutan, kata Wahyu Susanto (Direktur Penelitian Yayasan Palung).

Terkait fakta unik ini sebagai sebuah gambaran sama halnya dengan manusia yang juga memiliki budaya dan tradisi untuk terus dilestrikan hingga nanti. Semoga orangutan juga bisa lestari dan kita terus dapat belajar sebagai ilmu pengetahuan dari satwa  yang tidak hanya endemik dan dilindungi tetapi juga unik harus dilestarikan agar tidak punah di habitat hidupnya.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Sempat Dipelihara Warga, Akhirnya Seekor Kucing Hutan Langka Diselamatkan


 Kucing Dampak (Kucing Tudung) Kucing Hutan Kepala Datar / Flat – Headed Cat (Prionailurus planiceps) yang diselamatkan. (Foto dok : Erik Sulidra/YP).

Setelah sempat dipelihara hampir sepekan, akhirnya seekor kucing hutan yang nama lokalnya Kucing Dampak (Kucing Tudung) diselamatkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 1 Ketapang  yang dibantu oleh Yayasan Palung (YP), Sabtu (10/4/2021) di Desa Pematang Gadung Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang.

Awalnya, keberadaan kucing hutan yang dipelihara oleh warga berinisial S tersebut berdasarkan temuan dan laporan warga lainnya Rizal Al-Qadrie yang memiliki kepedulian terhadap satwa dilindungi. Rizal melihat postingan Kucing hutan ini di media sosial FB pada hari kamis malam (8/4/2021). Dalam postingan S di Facebook lokasi keberadaan kucing hutan tersebut diketahui berada di desa Pematang Gadung. Rizal memiliki inisiatif untuk melaporkan kepada Yayasan Palung (YP).

Selanjutnya YP melaporkan kepada petugas BKSDA SKW I Ketapang. Pada Sabtu (10/4/2021), Yoga Budihandoko, Petugas WRU SKW I KTP BKSDA KALBAR langsung merespon laporan yang diterima dengan menuju lokasi bersama Erik Sulidra dari Yayasan Palung dan Saudara Asang untuk penunjuk jalan.

Seperti diketahui, kucinng hutan tersebut sudah dipelihara oleh bapak (S) sejak 7 April lalu. Bapak (S) mendapatkan kucing ini dari dari bapak (A) yang telah menangkapnya menggunaan kain, saat malam hari berada di pinggir rawa dekat hutan (Lokasi penangkapan kucing ini sekitar 2,5 Km dr tempat penyerahan satwa. Lokasi tersebut berada di tengah-tengah) aktivitas penambangan ilegal).

Menurut pengakuan bapak (S), Penangkapan satwa kucing atas rasa keheranan dan penasaran karna belum pernah sebelumnya melihat kucing jenis ini. Selama kurang dari sepekan ia memilihara kucing tersebut diberi makanikan air tawar masih mentah yang sudah dipotong potong dan udang laut mentah.

Sebelum menyelamatkan satwa malang tersebut, Petugas WRU sembari memintai keterangan sekaligus memberi pemahaman akan TSL yang dilindungi dan tidak kembali menangkap satwa liar yang memang masih berada di habitatnya. Kenudian, kucing hutan diserahkan oleh Rizal kepada petugas BKSDA dengan menandatangani berita acara yang dilengkapi dengan saksi- saksi.

Kucing Dampak (Kucing Tudung) demikian orang lokal menyebutnya dan dalam bahasa Indonesia disebut Kucing Hutan Kepala Datar / Flat – Headed Cat (Prionailurus planiceps) merupakan satwa yang dilindungi. Dalam daftar IUCN Red list menyebutkan Flat – Headed Cat (Prionailurus planiceps)  masuk dalam daftar terancam punah (Endangered/EN).

Setelah diselamatkan Kucing tersebut dibawa ke kandang transit SKW I Ketapang, dan akan diperiksa kesehatannya oleh tenaga medis satwa, untuk kemudian dilepasliarkan di lokasi yang jauh dari pemukiman warga.

Tulisan ini juga dimuat di :

Kucing Hutan Langka di Ketapang Ini Sempat Dipelihara Warga

https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/607676e7d541df6f7e4a77f2/sempat-dipelihara-oleh-warga-hampir-sepekan-akhirnya-kucing-hutan-langka-diselamatkan

https://kalbar.prokal.co/read/news/4345-kucing-hutan-ditangkap-di-dekat-lokasi-tambang-emas-ilegal-dievakuasi-bksda

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Inilah 6 Orang Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat tahun 2021

Telah dilakukan seleksi tahap akhir Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS) tahun 2021, enam orang telah terpilih sebagai penerima beasiswa, Senin (12/4/2021)  hingga Selasa (13 /4/ 2021).

Seleksi tahap akhir dilakukan penilaian terhadap presentasi dan wawancara terhadap 12 calon penerima beasiswa oleh dewan juri. Tahun ini seleksi tahap akhir WBOCS dilakukan secara online karena situasi pandemi Covid-19. 12 peserta mengirimkan video presentasi mereka dan selanjutnya dewan juri menilai presentasi yang mereka lakukan dan mewancarai setiap peserta.

Pada seleksi tersebut, terpilih 6 orang yang menjadi penerima beasiswa WBOCS tahun 2021.

Adapun 6 penerima beasiswa WBOCS tersebut adalah Egi Iskandar dari SMA Negeri 2 Sukadana, Keti Agusti dari SMA Negeri 1 Sandai, Agun Prayoga dari SMA Negeri 3 Simpang Hilir, Yeli Kurniasari dari SMA Negeri 1 Sandai, Riko Wibowo dari SMA Negeri 1 Seponti dan Rita Kurniati dari SMA Negeri 3 Ketapang.

Egi Iskandar, Agun Prayoga, Riko Wibowo dan Rita Kurniati  berencana mengambil jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Untan, Keti Agusti mengambil jurusan Biologi Fakultas MIPA Untan, dan Yeli Kurniasari mengambil jurusan Hubungan Internasional Fisip Untan.

Manajer Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, Dwi Yandhi Febriyanti, mengatakan, Alhamdulilah seleksi tahap akhir ini bisa terlaksana dengan lancar  meski masih dalam kondisi pandemi covid 19 ini.

“Metode yang digunakan dengan tanpa tatap muka menjadi tantangan tersendiri apalagi dengan kondisi sinyal yg tidak stabil di beberapa daerah. Semoga calon penerima WBOCS ini nantinya bisa menjadi pejuang-pejuang lingkungan dimasa yang akan datang”, kata Yandhi.

Adapun sebagai juri pada seleksi tahap akhir WBOCS 2021 adalah Ir. Erianto M.P dari Fahutan Untan, Burhanudin, M.Pd.I dari STAI Al Hauld Ketapang dan Martanto,ST,MT dari Politab Ketapang.

Seperti diketahui, Program beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS) pada tahun 2021 telah memasuki tahun ke sepuluh.

lihat juga :

Yayasan Palung merupakan  lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat.

Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan Orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Sejak 2012 Yayasan Palung (YP) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerjasama menyediakan beasiswa program S1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan Barat (West Bornean Orangutan Caring Scholarship).

Hingga tahun 2020 terdapat 43 Penerima WBOCS yang diantaranya 11 orang sudah menjadi sarjana.

Tulisan ini sebelumnya dimuat di :

https://ruai.tv/ketapang/6-pelajar-di-ketapang-dan-kku-terima-beasiswa-peduli-orangutan

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Ini Jenis Tumbuhan yang Unik dan Menjadi Pakan Orangutan

Tahukah kalian?  Di Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP), Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) ada jenis tumbuhan yang sangat unik dan menjadi sumber pakan orangutan.

Ada banyak jenis-jenis pohon pakan orangutan, satu diantaranya adalah jenis kayu malam. Pohon ini sangat unik, karena berbuah pada batangnya. Umumnya jenis kayu malam berbuah pada percabangannya, tapi jenis yang satu ini berbuah pada batangnya. Tumbuhan ini memiki nama ilmiah Diospyros diepenhorstii.

Keberadaan kayu ini sangat penting karena menjadi sumber pakan orangutan dan sangat penting untuk dijaga kelestariannya. Buah dari kayu malam merupakan salah satu pakan orangutan.

Pohon ini berukuran tinggi mencapai 15 meter dan berdiameter 20 centimeter (cm). Serta berada pada habitat hutan dataran rendah dengan ketinggian 200 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Biasanya jenis pohon ini umum ditemukan pada habitat hutan dataran rendah. Serta pada habitat hutan dipterocarp atau meranti-merantian campuran hingga ketinggian 1800 MDPL.

Penyebarannya di Negara Thailand, Filipina, Semenanjung Malaysia. Kemudian di Indonesia umumnya ditemukan di Sumatera dan Kalimantan termasuk di Kalimantan Barat.

Sudah sepatutnya kita semua untuk menjaga dan melestarikan jenis pohon seperti ini. Satu di antara cara melestarikan orangutan yakni menjaga habitat dan ketersediaan pakannya di hutan.

Sebelumnya tulisan ini dimuat di : https://thekalimantanpost.com/2021/04/10/yayasan-palung-ajak-lestarikan-pohon-hutan-sumber-pakan-orangutan

Andre Ronaldo- Staf Botanis Yayasan Palung