Kita yang Semakin Akrab dan Dimanjakan oleh Ponsel Pintar hingga Kita Lupa Karenanya

Keterangan foto : Kita yang semakin Akrab dan dimanjakan oleh ponsel pintar Sadar atau tidak sadar, saat ini kita yang semakin akrab dan dimanjakan oleh ponsel pintar hingga kita lupa karenanya (ponsel pintar/gedjed/dawai). (Foto : Myella via kompas.com).

Sadar atau tidak sadar, saat ini kita yang semakin akrab dan dimanjakan oleh ponsel pintar hingga kita lupa karenanya (ponsel pintar/gedjed/dawai).

Mengapa demikian? Kita sudah semakin dimanjakan oleh ponsel pintar. Itu realitanya kini. Generasi saat ini yang disebut juga milenial memang tidak terlepas dari ponsel pintar untuk banyak hal dalam tatanan kehidupan sehari-hari.

Hadirnya ponsel pintar membuat kita atau kebanyakan orang semakin dipermudah dalam banyak hal pula, tetapi di sisi lain, ponsel pintar bisa mempengaruhi tatanan kehidupan kita hingga dampak yang bisa mempengaruhi kita bukan saja dampak baik namun juga ada banyak dampak buruk jika kita tidak siap. 

Beberapa fakta dan realita saat ini terkait kita yang semakin akrab dengan ponsel pintar hingga lupa karenanya antara lain;

Pertama, ponsel pintar jika boleh dikata seolah menjadi raja atau dewa. Sebagian besar dari kita, baik anak-anak, remaja dan orangtua sudah semakin akrab dan terkadang tidak sedikit dimanjakan hingga terlena bahkan lupa karenanya.

Apakah karena kita sudah semakin terhipnotis? Lihatlah, tidak jarang ibu atau ayah tanpa ragu memberikan ponsel pintar kepada anak-anak mereka tanpa mempertimbangkan baik buruknya bagi anak-anak mereka.

Selain itu, mereka (orang tua) sejatinya menyaring ataupun mengawasi/mendampingi anak-anak mereka ketika menonton sekian banyak isi tontonan yang ada di dawai. Sering kali ibu, ayah dan anak mereka sama-sama asyik dengan ponsel pintar mereka masing-masing.

Kedua, Ada diantara ibu-ibu yang menjadikan ponsel pintar menjadi pengasuh bagi anak-anak. Itu nyata. Tidak kalah sedihnya, karena terbiasa dengan dawai (ponsel pintar) semakin mempengaruhi anak-anak, terlebih anak dibawah umur membuat mereka semakin akrab hingga lupa karena menonton posel pintar yang terkadang lupa waktu. Bahkan, ada anak yang menangis jika tidak diberi ponsel pintar untuk menonton tontonan kesukaannya yang biasa ia tonton.

Ketiga, Tidak hanya anak-anak tetapi juga remaja sangat akrab dengan ponsel pintar untuk game online. Lupa waktu sering kali terjadi karena serunya bermain game online. Dari game online yang bisa ia mainkan tidak jarang mempengaruhi kesehatan, kurang tidur karena ngembun atau sakit maag karena lupa makan atau sakit mata karena terlalu lama menatap layar ponsel pintar. Bahkan ada pula yang lupa belajar karena keasyikan main game online.

Memang, hadirnya ponsel pintar sejatinya bisa membuat kita untuk semakin bertumbuh karena dapat menambah Ilmu penetahuan jika kita menggunakan ponsel pintar dengan bijak. Termasuk membuat kita semakin leluasa untuk melihat lebih dekat dunia dan belajar serta beroleh ilmu pengetahuan. Akan tetapi, yang sering kali terjadi kita semakin terbuai dan dalam terbawa (terlena). Bahkan kita saat ini semakin sering dikontrol oleh ponsel pintar. Ada diantara kita bangun tidur saja hal yang pertama dilakukan pegang ponsel pintar setelah sebelumnya juga dibangunkan oleh alarm ponsel pintar.

Hal lainnya lagi dari hadirnya posel pintar yang semakin akrab dengan kita, akan tetapi membuat jarak interaksi dan hubungan sosial semakin jauh. Tengok saja di rumah, di warkop atau di mana saja kebanyakan orang semakin asyik saja dengan ponsel pintarnya. Di rumah ayah, ibu, anak sudah semakin jarang ngobrol bersama, bercerita ataupun bersanda gurau. Lagi-lagi karena hadirnya ponsel pintar.

Hadirnya ponsel pintar pun tidak semuanya salah, tetapi ini tergantung dari kita bagaimana agar bisa  mengatur waktu dan tidak larut hingga lupa dan bahkan terbelenggu oleh karenanya (telepon pintar).

Kita jangan sampai diatur oleh ponsel pintar, tetapi kitalah yang sedapat mungkin memilah dan mengatur mana yang baik dan mana yang tidak terkait tontonan. Termasuk ketika memberikan ponsel pintar kepada anak-anak apakah sudak boleh atau tidaknya, jika pun boleh jangan sampai ponsel yang menguasai anak. Perlunya pengawasan dari orang tua itu menjadi satu diantaranya yang bisa dilakukan.

Satu yang pasti, kemajuan teknologi tidak bisa kita bendung, tetapi bagaimana kebijaksanaan kita untuk memilih, memilah serta menyaring dari setiap informasi dari kemajuan teknologi lewat ponsel pintar yang disampaikan termasuk tontonan mana yang baik dan mana yang tidak bagi anak-anak sebagai generasi penerus negeri ini. Mengingat kemajuan teknologi ibarat pisau bermata dua. Jika dimanfaatkan untuk hal-hal baik maka hasilnya pun baik. Demikian juga sebaliknya. Singkatnya, bolehlah kiranya kita bijaksana dalam menggunakan ponsel pintar mulai dari sekarang. 

Tulisan ini juga dimuat di : https://monga.id/2021/07/kita-yang-semakin-akrab-dan-dimanjakan-oleh-ponsel-pintar-hingga-kita-lupa-karenanya

Petrus KanisiusYayasan Palung

Berikan Lecture Tentang Konservasi Orangutan Kepada Siswa-Siswi MA Babussa’adah

Saat menyampaikan ceramah lingkungan kepada epada Siswa-Siswi MA Babussa’adah di Teluk Batang, Kayong Utara (KKU), Kamis (15/7/2021) kemarin. (Foto : Yayasan Palung).

Yayasan Palung bersama dengan penerima West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS) berikan lecture (ceramah lingkungan) tentang Konservasi Orangutan Kepada Siswa-Siswi MA Babussa’adah di Teluk Batang, Kayong Utara (KKU), Kamis (15/7/2021) kemarin.

Ada pun kegiatan ini bertujuan agar siswa-siswi memiliki rasa konservasi orangutan serta mengambil peran dalam konservasi orangutan.

Dalam kegiatan ini, selain penyampaian materi mengenai konservasi orangutan, disampaikan juga pengenalan mengenai Yayasan Palung serta ada beberapa permainan untuk meningkatkan semangat peserta selama kegiatan.

Tidak kurang 28 siswa-siswi kelas 10 MA Babussa’adah Teluk Batang mengikuti kegiatan tersebut  dengan sangat baik dan aktif.

Kegiatan lecture bersama siswa-siswi MA Babussa’adah bisa berjalan dengan baik sesuai dengan rencana serta mendapat sambutan yang baik oleh pihak sekolah serta siswa-siswi MA Babussa’adah.

Sebelumnya pada (14/7/2021) lalu, Yayasan palung juga melakukan lecture di SMPN 3 Seponti, Kecamatan Seponti, KKU kegiatan yang dilaksanakan kurang lebih sama. Pada kegiatan di Seponti, diikuti oleh 50 siswa-siswi SMPN 3 Seponti.

Serangkaian kegiatan lecture tersebut mendapat sambutan baik dari semua peserta yang hadir.

Riduwan-Yayasan Palung

(Yayasan Palung)

Curah Hujan Tinggi Akibatkan Banjir di Beberapa Tempat di Kayong Utara

Kantor Yayasan Palung Bentangor Education Center, Desa Pampang Harapan pun tak luput dari banjir. (Foto : Simon Tampubolon/Yayasan Palung).

Intensitas curah hujan yang tinggi terjadi pada Selasa hingga Rabu (13-14/7/2021) lalu di beberapa tempat di Kabupaten Kayong Utara mengakibatkan terjadinya banjir.

Di Kabupaten Kayong Utara (KKU) banjir yang terjadi meliputi Pulau Maya, Kepulauan Karimata, Teluk Batang, Seponti, Simpang Hilir, dan Sukadana.

Dari terjadinya banjir di beberapa tempat di KKU tersebut, beberapa rumah warga pun ikut terendam banjir.

Seperti misalnya di Desa Pampang Harapan, Banjir bandang merendam beberapa rumah warga. Kantor Yayasan Palung Bentangor Education Center, Desa Pampang Harapan pun tak luput dari banjir. Banjir yang terjadi diperkirakan mencapai 1,5 meter.

Kantor Yayasan Palung Bentangor Education Center, Desa Pampang Harapan pun tak luput dari banjir. Banjir yang terjadi diperkirakan mencapai 1,5 meter. (Foto dok : Simon Tampubolon/Yayasan Palung).

Beberapa warga terlihat membersihkan lumpur pasca terjadinya banjir. Tidak sedikit tumpukan lumpur yang harus dibersihkan dari sisa-sisa genangan air (banjir).

Curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Desa Pampang Harapan. Musibah tanah longsor tersebut menimbulkan korban jiwa 1 orang meninggal dunia dan 1 orang belum ditemukan.    

Sampai saat ini, tim SAR, BPBD, Pihak Polres Kayong Utara, warga dan Pemda Kayong Utara masih berupaya mencari 1 orang korban jiwa yang masih belum ditemukan hingga saat ini.

Penulis : Petrus Kanisius

Editor : Dwi Yandhi Febriyanti

(Yayasan Palung)

[Cerpen] Hutan: Kuingin Terus Tersenyum Untukmu?

Hutan hujan. (Foto : Andre Ronaldo).

Kuingin terus tersenyum, bagiku, aku (hutan) untukmu (semua nafas hidup) sesuatu yang mulia, mungkin itu yang kuharapkan sampai kapan pun.

Senyum pun setidaknya sedikit memberi tanda nyata saat ini yang mungkin dari dulu semua sudah merasakannya oleh karena adanya aku (hutan).

Aku (hutan) selalu ingat tugasku untuk penghuni bumi. Hadirnya aku memberi tanda kiranya semua boleh berlanjut.

Meneduhkan, menyejukkan karena hadirku yang masih boleh menopang lantai dan serasah yang ada di sekitarku.  Inginku bila aku berada di ruang lingkup yang luas aku pun bisa menaungi semua, itu harapku.

Aku menyadari, aku ada, kala aku masih bisa berdiri dan masih tersisa. Aku ada maka semua bisa terjaga. Sebaliknya, bila aku tak tersisa itu yang tak kuharapkan.

Dari waktu ke waktu, aku semakin sulit berdiri kokoh. Itu yang nyata di pelupuk mata. Rebah tak berdaya itu rupa dan realita yang kurasa saat ini entah sampai kapan.

Ranting-ranting kering bekas tubuhku tercerabut, sering kali terlihat berjejer rapi dan tak jarang terpercik api kala kemarau tiba. Ketika kemarau tiba pun semua semakin sulit, kering kerontang kadang mendera meronta.

Kala musim penghujan tiba, banjir sering kali menyapa dengan tiba-tiba sesuka hati kapan saja ia mau. Acap kali pula kita tak sanggup menghalau bila ia (banjir) datang tiba-tiba dan terkadang tanpa permisi. Inginku, hadirnya aku bisa menghadang/menghalangmu (banjir).

Benih semai tajuk-tajuk pepohonan yang berdiri kokoh berubah dengan semakin lapang lindang/ ladang gersang sebagian besar belantara yang tak lain adalah aku, mungkin seluas mata memandang.

Aku sadar, tak sedikit yang kunaungi di tempat dimana aku berada. Tubuhku yang semakin sulit berdiri kokoh ini saban waktu dari hari ke hari selalu menjadi tanya.

Inginku terus tersenyum kepada siapa saja dengan harmoni dan sampai kapan pun. Itu inginku. Aku tahu, tak sedikit mengingatku karena manfaat dan hadirku membuat nafas tak sedikit makhluk di sekitarku. Namun banyak pula yang lupa atau sengaja lupa akan manfaatku.

Harmoniku yang selalu kurasa hidup bersama dengan ragam satwa. Beberapa dari satwa ada yang selalu setia menyemai, menjaga dan merawatku selain juga beberapa orang yang kini mulai tumbuh kepedulian kepadaku karena derai air mataku yang semakin sering kualami.

Luka menganga tubuhku berbalut derai air mata yang semestinya menanti diobati dengan kasih tanpa pamrih oleh siapa saja kini hingga nanti.

Aku (hutan) hanya ingin selalu ingin mencoba sekuat tenaga untuk menaungi sebagian besar penghuni bumi ini. Aku hanya berpesan jika boleh kiranya, masih adakah asa bagi semua agar aku boleh berlanjut.

Menanam, menjaga dan memilihara sejatinya itu tugas mulia sang pemilihara yang tak lain adalah kita semua yang mendiami bumi ini.

Aku hanya ingin terus tersenyum hingga nanti bahkan selamanya untuk semua nafas kehidupan, karena aku tahu, sebagian besar makhluk hidup di muka bumi ini sangat berharap agar aku juga boleh kiranya bertahan dan bisa lestari, berlanjut hingga nanti.

Penulis : Pit

(Yayasan Palung)

Yuk Kita Peduli, Bumi Darurat Sampah Plastik

Ajakan untuk peduli karena bumi darurat sampah. Foto Desain : Fahmi/RK-TAJAM

Sampah plastik hingga kini masih menjadi masalah besar yang belum ditangani dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya tumpukan sampah plastik di tempat pembuangan akhir hingga plastik yang terbuang hingga ke laut. Jika masalah ini terus dibiarkan, tentu akan membawa dampak buruk pada lingkungan yang semakin serius hingga mengancam keseimbangan ekosistem alam.

Berdasarkan data, terdapat sekitar 500 miliar kantong plastik sekali pakai yang digunakan dalam skala global yang membawa dampak buruk bagi lingkungan, satwa liar, hingga kesehatan manusia.

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menginformasikan bahwa Indonesia adalah negara penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak kedua di dunia setelah China sejak tahun 2016. Tidak hanya itu, volume data sampah yang ada di Indonesia saat ini telah mencapai 66,5 juta ton selama tahun 2018 ini, dan sebagian besar berasal dari kategori sampah rumah tangga yang kebanyakan adalah sampah plastik.

Hari Bebas Kantong Plastik Internasional diciptakan oleh Bag Free World. Penetapan 3 Juli sebagai Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia ini tidak lain merupakan inisiatif untuk tujuan mengatasi masalah kantong plastik sekali pakai di seluruh dunia.

Selain itu, peringatan ini juga mempromosikan pelestarian lingkungan dengan mendorong masyarakat untuk menghindari atau setidaknya mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dan menggantinya dengan alternatif yang ramah lingkungan.

Telah banyak himbauan dan aturan berkaitan tentang pengurangan penggunaan plastik yang dilakukan pemerintah namun hasilnya masih belum terlihat hingga sekarang. Memprihatikan bukan?

Dengan begitu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mengganti penggunaan kantong plastik dengan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali. Cobalah untuk membawa kotak makan sendiri sebagai bentuk usaha kamu mengurangi plastik sampah. Botol minum kemasan plastik adalah salah satu jenis sampah plastik yang paling banyak ditemukan karena hanya bisa sekali pakai dan akan mengganggu kesehatan jika digunakan lebih dari 2 kali. Kalau mau hemat, aman, sehat dan cinta lingkungan mulailah belajar untuk membawa botol minum sendiri. Meskipun berdampak kecil, namun jika dilakukan oleh banyak orang tentu usaha ini akan menghasilkan dampak besar.

Jadi, jika kamu ingin anak-cucu kamu dimasa depan bisa menikmati kehidupan dengan lingkungan yang lebih sehat dan bersih maka mulailah peduli terhadap lingkunganmu mulai sekarang dengan salah satunya mengurangi penggunaan plastik.

Penulis : Rahn Siti Aqila Aisya Azhara, RK-TAJAM angkatan ke-10

(Yayasan Palung)

Ini Nama-nama Pemenang Lomba Foto Dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup 2021

Nama-nama Pemenang Lomba Foto Hari Lingkungan Hidup 2021. (Foto : Yayasan Palung)

Selamat kepada para pemenang Lomba Foto Dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup 2021 dengan tema “Restorasi Ekosistem”

Juara pertama : Nimrod Gregorius Sihaloho (@nimrods)

Juara kedua : Muhammad Dwi Apriyandi (@muhammad_dwiii )

Juara ketiga  : Maryani (@maryani __ )

Juara keempat : Rizal (@mubarok2736 )

Juara kelima : Adolfine Alight Alecya Tadete (@Aelcytadete )

Juara keenam : Mina (@akak_mina )

Hadiah akan dikirimkan ke alamat masing-masing.

Terima kasih sudah ikut berpartisipasi dalam lomba ini. Selalu semangat untuk berkreasi. Salam Lestari!!.

Baca juga :


Yayasan Palung

Mengintip Aktivitas RK-TAJAM Belajar Teknik Dasar Sablon Manual

19 Anggota RK-TAJAM belajar teknik dasar sablon manual. (Foto : Yandhi/Yayasan Palung)

Sabtu (26/6/2021) pekan lalu, di Kantor Yayasan Palung terlihat beberapa Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) sedang sibuk. Kesibukan mereka itu tenyata bukan tanpa alasan, para relawan sedang belajar teknik dasar sablon manual.

Pada kesempatan tersebut, 19 orang anggota RK-TAJAM berkesempatan untuk belajar secara langsung teknik dasar sablon manual.

Sebagai mentor dalam belajar teknik dasar sablon manual tersebut adalah Anto. Anto menyampaikan dan mengajarkan kepada RK-TAJAM bagaimana cara menyablon manual yang baik.

Pada praktek, beberapa relawan berkesempatan membuat desain dan tulisan untuk selanjutnya mereka sablon di baju mereka masing-masing.

Beberapa tulisan yang mereka sablon di baju mereka seperti; I’m Volunteer you?, Pongo Warrior, Forest Defender, Forest, DRD, Aku Ganteng dan The North Face.

Haning Pertiwi, sebagai Pembina RK-TAJAM, mengatakan, “adapun tujuan dari diadakannya belajar teknik dasar sablon manual adalah agar relawan lebih kreatif dalam membuat media kampanye dan bisa lebih kritis. Selain itu juga, agar relawan dapat melihat peluang usaha.”

Penulis : Pit

Editor : Yandhi

(Yayasan Palung)

Kegiatan Webinar Hari Hutan Hujan Sedunia 2021 Sukses Dilakukan oleh Yayasan Palung

Foto tangkapan layar : kegiatan Webinar Hari Hutan Hujan Sedunia 2021 yang dilakukan oleh Yayasan Palung. (Foto : Haning/Yayasan Palung).

Yayasan Palung mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah mengikuti Webinar Hari Hutan Hujan Sedunia 2021, yang diselenggaran pada Kamis (24/6) kemarin.

Kami mengucapkan terima kasih kepada :

Narasumber :

1.Prof. Dr. Dedy Darnaedi, MSc (Universitas Nasional Jakarta)

2. Andre Ronaldo, S. Hut (Suara Konservasi Kalbar)

Moderator :

Gusti Irawan (Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship tahun 2019)

Jalannya diskusi sangat menarik dan mendapat sambutan baik dari semua peserta yang mengikuti Webinar Hari Hutan Hujan 2021.

Slide rangkuman Webinar, Foto tangkapan layar (Foto Simon/YP)

Prof. Dr. Dedy Darnaedi, MSc memiliki pesan kepada kita semua, saatnya sekarang kita membangun merevolusi mental dan merubah paradigma lama dengan konsep menanam, menjaga dan melindungi. Pulihkan bersama lingkungan kita sekarang juga.

Mengingat, 13 juta hektar/tahun terjadi deforestasi yang mengakibatkan 12-20 % emisi gas rumah kaca global tidak terserap, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim, kata Prof. Dedy.

Sementara itu, Andre Ronaldo, S.Hut mengatakan, dengan webinar ini besar harapan bisa menularkan semangat kepedulian terhadap lingkungan, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang.

Bagi temen-temen penasaran dengan webinar ini, bisa di tonton di chanel youtube Yayasan Palung :

Penulis : Pit

Editor : Yandhi

(Yayasan Palung)

YP Adakan Pelatihan Kualitas Produk untuk Kelompok Dampingan

Erik Somala (Community Development Inisiator) saat menyampaikan materi Pelatihan Kualitas produk kepada kelompok dampingan YP.
(Foto : Mahendra/Yayasan Palung).

Kualitas produk merupakan salah satu kunci persaingan diantara pelaku usaha yang ditawarkan kepada konsumen. Konsumen selalu ingin mendapatkan produk yang berkualitas sesuai dengan harga yang dibayar, namun sebagian masyarakat berpendapat bahwa produk yang mahal adalah produk yang berkualitas.

Program Sustainable Livelihood (SL) Yayasan Palung (YP) mengadakan Kegiatan Pelatihan Kualitas Produk bagi kelompok dampingan dilaksanakan di Bentangor Education Center, Yayasan Palung, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, pada Sabtu (19/6/2021) hingga Senin (21/6/2021) kemarin.  

Manager Program Sustainable Livelihood (SL), Ranti Naruri, mengatakan, kita menyadari bahwa untuk meningkatkan kualitas produk harus memerlukan proses untuk menjadikan produk yang kita produksi itu sesuai dengan kemauan dan minat konsumen.

Foto-foto kegiatan :

Lebih lanjut Ranti mengatakan, “Peserta kegiatan tersebut berasal dari 3 (tiga) desa di Kecamatan Sukadana, yaitu Desa Pangkalan Buton, Desa Pampang Harapan, dan Desa Sejahtera serta 4 (empat) desa di Kecamatan Simpang Hilir, diantaranya Desa Pulau Kumbang, Desa Padu Banjar, Desa Pemangkat, dan Desa Nipah Kuning. 7 (tujuh) desa tersebut adalah Desa dampingan komunitas Yayasan Palung dari Program Sustainable Livelihood (SL) dan Program Hutan Desa. Dimana, desa yang ikut terlibat dalam pelatihan ini adalah kelompok kerajinan anyaman pandan dan resam, kerajinan tempurung kelapa, madu, kopi, dan VCO (Virgin Coconut Oil).”

Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas produk tersebut, Yayasan Palung melakukan Pelatihan Kualitas Produk melalui metode Internal Control System (ICS) yang akan bertanggung jawab untuk melakukan dan mengatur standar produk yang akan dikembangkan dari komunitas dampingan, kata Ranti.

Selanjutnya juga Ranti berharap dengan diadakan kegiatan Pelatihan Kualitas Produk ini peserta yang mengikuti pelatihan dapat memperoleh manfaat seperti; meningkatkan pemahaman pelaku usaha (komunitas dampingan) dalam menggunakan metode Internal Control System (ICS). Selain itu juga dapat menjamin produk pelaku usaha tetap terjaga kualitasnya dalam pencapaian kualitas yang diharapkan.

Sehingga dengan demikian, nantinya hasil yang didapat dari Pelatihan Kualitas Produk ini adalah adanya Standar Operational Product (SOP) bagi pelaku usaha dampingan Yayasan Palung. Selain itu, terbentuknya sistem pengawasan kualitas mutu produk bagi pelaku usaha dalam menyelaraskan kualitas produk sehingga bisa menjamin mutu produk di pangsa pasar, tutur Ranti.

Adapun sebagai pemateri dalam kegiatan  Pelatihan Kualitas Produk adalah Erik Somala (Community Development Inisiator).

Kegiatan ini mengikuti protokol kesehatan untuk pencegahan dan penularan COVID-19 dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta penggunaan hand sanitizer selama pelatihan berlangsung.

Tulisan ini juga dimuat di : https://pontianakpost.co.id/tujuh-desa-dampingan-dilatih-tingkatkan-kualitas-produk/

Penulis : Pit

Editor : Yandhi

(Yayasan Palung)

Ini yang Dilakukan oleh Yayasan Palung dan Para Relawan pada Hari Hutan Hujan 2021

Kampanye penyadartahuan dengan mengenalkan hutan hujan kepada anak melalui kegiatan mewarnai. (Foto : Alan/RK-TAJAM).

Tanggal 22 Juni setiap tahunnya selalu dirayakan sebagai Hari Hutan Hujan Sedunia oleh seluruh masyarakat dunia. Indonesia salah satu negara pemilik hutan hujan terluas di dunia yang memberikan banyak manfaat bagi semua nafas kehidupan.

Berikut ini serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Palung (YP) dan relawan pada hari hutan hujan antara lain misalnya seperti ;  

Pada hari Sabtu (19/6/2021) kemarin, Kegiatan Kampanye Hutan Hujan yang dilalukan oleh Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM).

Survei pengetahuan kepada masyarakat tentang hutan hujan dan manfaatnya. Beberapa relawan menanyakan/survei satu persatu kepada pengunjung Taman Kota Ketapang (Q&A) tentang apa yang mereka tahu tentang hutan hujan hujan dan manfaatnya.

Foto-foto kegiatan yang dilakukan oleh RK-TAJAM pada hari hutan hujan :

Selain itu melakukan kampanye penyadartahuan dengan mengenalkan hutan hujan kepada anak melalui kegiatan mewarnai. Selanjutnya RK-TAJAM membagikan bibit pohon jambu secara gratis kepada pengunjung yang mengunjungi Taman Kota Ketapang.

Kegiatan lainnya dalam rangka memperingati Hari Hutan Hujan Sedunia 2021, Yayasan Palung (YP) mengajak Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) mengeksplorasi hutan hujan yang ada di Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Lubuk Baji, Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), Minggu (20/6/2021) kemarin.

Beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan antara lain seperti penyampaian materi tentang Hutan Hujan Tropis yang disampaikan oleh Simon Tampubolon, praktek lapangan tentang pengamatan ciri-ciri umum hutan hujan tropis (keadaan kanopi, ketinggian pohon, keanekaragaman hewan dan tumbuhan, kelembaban tanah, kelembaban udara, keadaan tumbuhan di lantai hutan, dan lain sebagainya). Dan dilanjutkan dengan presentasi hasil pengamatan dan diskusi.

Baca juga : https://yayasanpalung.com/2021/06/22/rayakan-hari-hutan-hujan-ajak-relawan-rebonk-eksplorasi-hutan-yang-ada-di-lubuk-baji 

Selain kegiatan langsung, dilaksanakan pula Webinar Nasional Hari Hutan Hujan Sedunia. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada pada tanggal 24 Juni via Zoom meeting conference.

Sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah;

  1. Prof. Dr. Dedy Darnaedi, MSc (Universitas Nasional Jakarta),
  2. M. Mukhlis Syaputra, S. Hut (Suara Konservasi Kalbar) atau Andre Ronaldo, S. Hut (Suara Konservasi Kalbar)

Sebagai moderator Gusti Irawan (Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship tahun 2019).

Hutan hujan memiliki peran utama sebagai penyeimbang iklim dunia sekaligus sebagai mega biodiversity. Adanya hutan hujan memberi beribu bahkan berjuta manfaat bagi semua ragam kehidupan tetapi juga ada kekhawatiran akan semakin banyaknya luasan tutupan hutan hujan yang hilang akibat semakin meluasnya area untuk penggunaan lain seperti misalnya perkebunan, pertambangan, dan pembangunan sedikit banyak mengorbankan luasan tutupan hutan yang mustahil jika bisa seperti sedia kala.  

Baca juga : https://yayasanpalung.com/2021/06/18/tidak-bisa-disangkal-hutan-hujan-merupakan-rumah-sekaligus-nafas-semua-makhluk 

Selamat hari hutan hujan Sedunia 2021. Semoga hutan hujan terus lestari hingga nanti sebagai keberlanjutan nafas hidup semua makhluk hidup.

Penulis : Pit

Editor : Yandhi

(Yayasan Palung)