Membuat Pakan Ikan Alternatif Sebagai Salah Satu Cara Kurangi Biaya Pembelian

Kelompok budidaya ikan membuat pakan ikan alternatif. Foto : Tim SL/Yayasan Palung).

Membuat pakan  ikan alternatif merupakan salah satu cara untuk mengurangi biaya pembelian.

Seperti misalnya yang dilakukan oleh Kelompok Budidaya Ikan Mina Segua pada Selasa (26/4/2022) kemarin, di lokasi BB 06, Dusun Segua, Desa Pampang Harapan, Kabupaten Kayong Utara.

Ranti Naruri, selaku Manager Program Sustainable Livelihood (SL) Yayasan Palung, mengatakan Kelompok Mina Segua membuat pakan ikan alternatif dengan menggunakan bahan-bahan seperti ikan busuk atau sisa-sisa ikan yang tidak terpakai, ampas tahu, tepung tapioka dan dedak.

Selanjutnya, bahan-bahan itu mereka masukan kedalam mesin cetak pakan ikan yang mereka (kelompok) peroleh dari bantuan dari  Pemerintah Desa Pampang Harapan.

Menariknya lagi, kelompok ini mengajak kelompok lainnya juga untuk membuat pupuk. Pada kesempatan tersebut, kelompok Mina Segua di Pampang mengajak kelompok lainnya untuk bersama-sama ambil bagian membuat pakan ikan, kelompok yang mereka ajak untuk bersama-sama membuat pakan ikan alternatif ini adalah Mina Sehati dari Desa Tanjung Gunung.

Lebih lanjut, Ranti, sapaan akrabnya, mengatakan, Kelompok Mina Segua dan Mina Sehati merupaan kelompok binaan Yayasan Palung melalui Program Sustainable Livelihood (SL).

Cara yang mereka lakukan ini merupakan salah satu solusi untuk alternatif mengurangi biaya pembelian pakan ikan, kata Ranti.

Dalam kesempatan itu, setidaknya ada 12 orang yang ikut ambil bagian dala kegiatan pembuatan pakan ikan itu. Pakan ikan alternatif yang sudah mereka buat selanjutnya mereka bagi-bagikan kepada sesama kelompok.  Semua rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.

Sebelumnya tulisan ini dimuat di : https://pontianak.tribunnews.com/2022/05/11/kelompok-budidaya-ikan-mina-segua-buat-pakan-ikan-alternatif

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Rayakan Hari Bumi 2022, YP dan Para Relawan Melakukan Berbagai Kegiatan

Foto-foto rangkaian kegiatan Hari Bumi 2022 yang dilakukan oleh YP dan para relawan (RK-TAJAM, REBONK) dan komunitas. Foto : Yayasan Palung.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk peduli pada nasib bumi yang semakin renta ini. Seperti misalnya, beragam kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Palung (YP) bersama dengan Relawan RK-TAJAM, REBONK, Simpang Keramat Kids dan Bentangor Kids mengadakan berbagai kegiatan pada perayaan hari bumi 2022.

Sabtu (23/4/2022), YP bersama Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) melakukan kegiatan buka puasa bersama (bukber) dan juga merayakan hari bumi. Sebelumnya 21 April 2022 Yayasan Palung dan juga Relawan REBONK menyebarkan informasi terkait Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April melalui siaran radio di Radio Kayong Utara.

Kita tahu bahwa tema Hari Bumi tahun ini adalah ; “Berinvestasi di Planet (Bumi) Kita”. Adapun informasi yang disampaikan yaitu tentang sejarah lahirnya Hari Bumi, kemudian cara berinvestasi dibumi kita seperti tidak membuang sampah sembarangan, menghemat energi, menyebarkan virus konservasi melalui media sosial, mengajarkan ilmu konservasi kepada anak sejak dini dan juga menanam pohon disekitar rumah. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama pada tanggal 23 April.

Kegiatannya diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian sambutan dari Yayasan Palung dalam hal ini diwakili oleh Widiya Octa Selfiany, selaku manager Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Ustadz M. Baruzi dengan tema “Keutamaan Berpuasa di Bulan Suci Ramadhan”.

Adapun beberapa poin yang disampaikan terkait keutamaan di bulan suci ramadhan seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, melaksanakan sholat tarawih, melakukan iktikaf (berdiam diri didalam masjid dalam rangka untuk mencari pahala dari Allah SWT), serta melakukan umrah bagi yang mampu. Selesai penyampaian tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama kemudian foto bersama sambil membawa pesan-pesan kampanye terkait hari bumi.

Adapun jumlah peserta kegiatan sekitar 32 orang dengan berbagai angkatan, namun didominasi oleh angkatan 11.

Baca juga :

Dihari bumi ini pesan yang ingin saya sampaikan adalah sebarkan ilmu tentang konservasi kepada anak-anak muda sejak dini. Sesuai dengan tema hari bumi tahun ini yaitu berinvestasi diplanet kita. Jika kita ingin mengabdi dengan bumi agar tetap lestari maka kita bangun terlebih dahulu sumber daya manusiannya. Seperti halnya Yayasan Palung membina relawan REBONK untuk menciptakan generasi yang dapat menjaga dan melestarikan lingkungan demi masa sekarang dan masa yang akan datang.

Baca juga :

Simpang Keramat Kids melakukan kegiatan Hari Bumi dan Buka Puasa, pada tanggal 13 April 2022 kemarin.

Materi yang disampaikan tentang Hari Bumi. Mengapa ada perayaan hari bumi? Bagimana kondisi bumi yang baik dan kondisi bumi yang sudah rusak? Apa saja penyebab kerusakan bumi? Apa saja yang kita lakukan untuk menjaga bumi? Apa manfaatnya menjaga bumi? Selain itu kami juga memutarkan video-video tentang lingkungan. Di setiap pemutaran satu video diminta peserta untuk menceritakan ulang video yang ditonton, apa saja pesan yang didapatkan dari video tersebut. Cara ini sebagai langkah agar anak usia dini memiliki kecintaan dan kepedulian kepada bumi dan lingkungan.

Sebelumnya pada Kamis 21 April 2022, Bentangor Kids mengadakan serupa seperti yang dilakukan pada kelompok Simpang Keramat Kid, Kegiatan yang disampaikanseperti materi tentang hari bumi, dengan memberikan pengetahuan Mengapa ada perayaan hari bumi? Bagimana kondisi bumi yang baik dan kondisi bumi yang sudah rusak? Apa saja penyebab kerusakan bumi? Apa saja yang kita lakukan untuk menjaga bumi? Apa manfaatnya menjaga bumi? Selain itu kami juga memutarkan video-video tentang lingkungan. Di setiap pemutaran satu video diminta peserta untuk menceritakan ulang video yang ditonton, apa saja pesan yang didapatkan dari video tersebut. Dengan harapan ini sebagai mereka cinta lingkungan dan bumi ini. Setelah materi dilanjutkan dengn buka puasa bersama.

Sebelumnya, pada Rabu (20/4) dalam rangka menyambut hari raya, Desi Kurniawati dari YP dan Hafiah dari Radio RKK Ketapang melakukan siaran Radio, di Radio Kabupaten Ketapang dalam rangka menyambut hari bumi 2022 dengan ajakan untuk peduli pada nasib bumi ini yang semakin renta dengan cara-cara sederhana.

Sementara itu, pada puncak hari bumi (22/4/2022), Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) merayakan hari Bumi 2022 dengan mengangkat tema “Mengambil Langkah Nyata di Bulan Suci dengan Berbagi dan Menghargai Bumi”.

Baca juga :

Rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah belajar Ecoprint, pembagian bibit pohon gratis dan Buka puasa bersama. Para relawan melakukan praktek pembuatan ecoprint pada tas kain dengan bahan seperti daun-daun atau bunga. Daun-daun/bunga itu ditumbuk dan nantinya menjadi corak gambar pada tas kain. Pemateri dari Dharmawanita BTNGP Ibu Chaterin dan Ibu Ida.  Selanjutnya, RK-TAJAM melakukan pembagian bibit pohon kepada pengguna jalan di ruas jalan di depan Rumah Sakit Agoes Djam. Selanjutnya RK-TAJAM melakukan Bukber di Kantor YP Ketapang.

Penulis : Riduwan dan Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Rayakan Hari Bumi dan Buka Puasa Bersama di Bulan Suci Ramadhan

Pesan Kampanye dalam rangka Hari Bumi 2022 yang dilukan oleh RK-REBONK. (Foto : Mahendra/Yayasan Palung).

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk peduli pada nasib bumi yang semakin renta ini. Sabtu (23/4/2022), YP bersama Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) melakukan kegiatan buka puasa bersama (bukber) dan juga merayakan hari bumi. Sebelumnya 21 April 2022 Yayasan Palung dan juga Relawan REBONK menyebarkan informasi terkait Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April melalui siaran radio di Radio Kayong Utara.

Kita tahu bahwa tema Hari Bumi tahun ini adalah ; “Berinvestasi di Planet (Bumi) Kita”. Adapun informasi yang disampaikan yaitu tentang sejarah lahirnya Hari Bumi, kemudian cara berinvestasi dibumi kita seperti tidak membuang sampah sembarangan, menghemat energi, menyebarkan virus konservasi melalui media sosial, mengajarkan ilmu konservasi kepada anak sejak dini dan juga menanam pohon disekitar rumah. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama pada tanggal 23 April.

Kegiatannya diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian sambutan dari Yayasan Palung dalam hal ini diwakili oleh Widiya Octa Selfiany, selaku manager Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Ustadz M. Baruzi dengan tema “Keutamaan Berpuasa di Bulan Suci Ramadhan”.

Adapun beberapa poin yang disampaikan terkait keutamaan di bulan suci ramadhan seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, melaksanakan sholat tarawih, melakukan iktikaf (berdiam diri didalam masjid dalam rangka untuk mencari pahala dari Allah SWT), serta melakukan umrah bagi yang mampu. Selesai penyampaian tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama kemudian foto bersama sambil membawa pesan-pesan kampanye terkait hari bumi.

Adapun jumlah peserta kegiatan sekitar 32 orang dengan berbagai angkatan, namun didominasi oleh angkatan 11.

Dihari bumi ini pesan yang ingin saya sampaikan adalah sebarkan ilmu tentang konservasi kepada anak-anak muda sejak dini. Sesuai dengan tema hari bumi tahun ini yaitu berinvestasi diplanet kita. Jika kita ingin mengabdi dengan bumi agar tetap lestari maka kita bangun terlebih dahulu sumber daya manusiannya. Seperti halnya Yayasan Palung membina relawan REBONK untuk menciptakan generasi yang dapat menjaga dan melestarikan lingkungan demi masa sekarang dan masa yang akan datang.

Sebelumnya Simpang Keramat Kids melakukan kegiatan Hari Bumi dan Buka Puasa, pada tanggal 13 April 2022 kemarin.

Materi yang disampaikan tentang Hari Bumi. Mengapa ada perayaan hari bumi? Bagimana kondisi bumi yang baik dan kondisi bumi yang sudah rusak? Apa saja penyebab kerusakan bumi? Apa saja yang kita lakukan untuk menjaga bumi? Apa manfaatnya menjaga bumi? Selain itu kami juga memutarkan video-video tentang lingkungan. Di setiap pemutaran satu video diminta peserta untuk menceritakan ulang video yang ditonton, apa saja pesan yang didapatkan dari video tersebut. Cara ini sebagai langkah agar anak usia dini memiliki kecintaan dan kepedulian kepada bumi dan lingkungan

Foto dokumen : Simon F. Tampubolon/Yayasan Palung

Sebelumnya juga pada Kamis 21 April 2022, Bentangor Kids mengadakan serupa seperti yang dilakukan pada kelompok Simpang Keramat Kid, Kegiatan yang disampaikanseperti materi tentang hari bumi, dengan memberikan pengetahuan Mengapa ada perayaan hari bumi? Bagimana kondisi bumi yang baik dan kondisi bumi yang sudah rusak? Apa saja penyebab kerusakan bumi? Apa saja yang kita lakukan untuk menjaga bumi? Apa manfaatnya menjaga bumi? Selain itu kami juga memutarkan video-video tentang lingkungan. Di setiap pemutaran satu video diminta peserta untuk menceritakan ulang video yang ditonton, apa saja pesan yang didapatkan dari video tersebut. Dengan harapan ini sebagai mereka cinta lingkungan dan bumi ini. Setelah materi dilanjutkan dengn buka puasa bersama.

Penulis : Riduwan

(Yayasan Palung)

Langkah Nyata di Bulan Suci, Berbagi dan Menghargai Bumi

RK-TAJAM belajar Ecoprint dalam rangka Hari Bumi 2022. (Foto : Rachmad Firmanda/RK-TAJAM).

Tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi, pada tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan, RK-TAJAM memperingati hari bumi kali ini dengan mengangkat tema “Mengambil Langkah Nyata di Bulan Suci dengan Berbagi dan Menghargai Bumi”.  Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan dukungan terhadap perlindungan lingkungan. Ada 3 rangkaian kegiatan yang dilaskanakan pada hari jumat tersebut, yaitu belajar membuat ecoprint, membagikan bibit pohon (jambu) gratis kepada masyarakat Ketapang, dan buka puasa bersama, sehingga hari bumi bisa dirayakan dengan cara yang bermakna.

Belajar membuat ecoprint  gunanya agar wawasan relawan bertambah tentang mengurangi kerusakan lingkungan dan ekosistem akibat limbah kimia pabrik tekstil, dengan cara membuat ecoprint inilah memanfaatkan bahan alami menjadi produk yang cantik dan unik serta menumbuhkan kesadaran bahwa ciptaan Tuhan YME sangatlah indah dan bisa dimanfaatkan secara bijaksana tanpa merusak alam.

Kegiatan ecoprint ini dipandu oleh ibu Caterin (Caterinara Ecoprint), beliau dulunya adalah seorang ibu rumah tangga biasa, tetapi karena beliau menyukai mengoleksi bunga bunga sehingga muncullah ide untuk mencoba ecoprint, dari yang hanya iseng saja bisa sampai sekarang terkenal di Ketapang dan menghasilkan ide bisnis dengan pengguna Instagram bernama @Caterinara_ecoprint.

Pukul 14.00  WIB, kami memulai kegiatan membuat ecoprint, ibu Caterin  menjelaskan berbagai cara membuat ecoprint, dalam fesyen ecoprint merupakan teknik memberikan warna dan bentuk dari bahan alami, bahan alami tersebut berupa tumbuhan baik seperti dedaunan dan bunga bunga.

Teknik pembuatannya dibagi menjadi dua yaitu teknik steaming (kukus) dan teknik pounding (pukul), di kegiatan RK-TAJAM kami melakukan ecoprint dengan cara sederhana yaitu cara pounding (pukul) sambil mengikuti instruksi yang diberikan ibu Caterin. Pada teknik pounding pembuatan dengan cara memasukkan daun atau bunga kedalam Tote bag lalu  dipukul sambil dilapisi dengan satu plastik didalam Tote bag dan diluarnya agar saat dipukul Tote bag tidak rusak atau sobek sampai bahan alami nya mengeluarkan warna dan menghasilkan motif. Semakin rata pukulan yang dilakukan maka warna yang dihasilkan akan semakin baik. Jika pola sudah jadi daun atau bunga tersebut bisa dilepas dan diamkan kain selama satu hingga tiga hari supaya warna daun benar-benar menyatu pada kain. Tahap selanjutnya kain dibilas pada air yang dicampur tawas tanpa perlu diperas kemudian langsung dijemur agar warna daun tidak luntur saat dicuci, teknik pounding yang kami gunakan dikegiatan ini pun paling sederhana di ecoprint. Sedangkan pada teknik steaming pemateri hanya menjelaskan tidak mempraktekkan karna cara ini  membutuhkan waktu lebih lama tetapi hasilnya juga sama bagusnya dengan teknik pounding. selesai membuat ecoprint kami berfoto bersama dengan menunjukkan hasil karya yang telah dibuat masing masing anggota RK-TAJAM.

Foto dokumen : Rachmad Firmanda/RK-TAJAM.

Kegiatan lainnya yang kami lakukan untuk merayakan hari bumi yaitu membagikan bibit pohon jambu kepada warga yang melintas dan berhenti di simpang empat Agoesjam, walaupun hujan gerimis kami tidak pantang menyerah untuk berbagi bibit pohon yang sangat berguna bagi lingkungan. Tujuan dari berbagi bibit pohon ini agar masyarakat ikut serta melakukan aksi nyata dalam melakukan penghijauan dilingkungan sekitarnya dan penanaman pohon tidak saja hanya dilakukan oleh kelompok organisasi tapi harus dilakukan semua orang yang hidup di bumi ini.

Waktu demi waktu sudah berlalu tidak terasa sudah mendekati buka puasa, kemudian azan magrib berkumandang dan kami pun berbuka puasa sambil meneguk es cincau dengan takjil dan sholat berjamaah. Setelah melakukan ibadah kami langsung menyantap soto ayam panas dengan penuh lahap. Perut kenyang hati pun senang  setelah melepas lelahnya kegiatan penuh bermakna hari ini.

Penulis Hafizhatul Husna– (RK-TAJAM)

Tahukah Kamu, Ternyata Trenggiling Melahap 200 Ribu Semut Setiap Harinya

Trenggiling memakan semut 200 ribu semut setiap harinya. (Foto : Erik Sulidra/Yayasan Palung).

Banyak data menyebutkan trenggiling memakan atau melahap 200 ribu semut setiap harinya. Jadi, bila setiap harinya Manis javanica (Trenggiling) harus makan 200.000 semut, maka dalam satu tahun dipastikan lebih dari 7 juta semut dimakan.

Semut merupakan makanan pokok dari mamalia yang biasanya aktif di malam hari tersebut. Biasanya si manis atau trenggiling menggunakan lidahnya yang panjang untuk memakan semut. Tidak hanya semut, tetapi juga trenggiling memakan rayap.

Karena semut sebagai makanan pokoknya, hampir dipastikan Si Manis mencari semut di sekitaran hutan yang masih baik. Mengingat, hutan yang baik masih terdapat banyak semut hutan. Demikian pula dengan serangga dan rayap.

Sayangnya saat ini, keberadaan trenggiling di habitat aslinya berupa hutan tropis di Indonesia kian berkurang menyebabkan trenggiling semakin sulit dijumpai saat ini. Hutan Kalimantan ataupun juga di Sumatera dan Jawa, begitu juga mungkin di wilayah lainnya di luar Indonesia yang terdapat hewan ini mengalami nasib yang serupa.

Dari data IUCN (International Union for Conservation of Nature) memasukkan trenggiling dalam daftar sangat terancam punah/kritis di habitatnya (Critically Endangered-CR) dan pemerintah Indonesia menetapkan hewan ini sebagai hewan yang dilindungi oleh Undang-undang No. 5 tahun 1990 Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Dalam UU tersebut secara jelas melarang siapa untuk memelihara dan memperjualbelikan satwa dilindungi. Bagi yang melanggar ketentuan akan dipidana penjara 5 tahun dan denda 100 juta rupiah.

Pit

(Yayasan Palung)

(Puisi) Bumi

Selamat Hari Bumi 2022. (Foto : Yayasan Palung).

Bumi engkau satu kesatuan yang tak terpisahkan dari cerita kehidupan

Satu kesatuan bagi sebagian besar makhluk

Jangan sampai terpisah karena resah atau congkaknya kita

Tak salah kiranya, bumi adalah ibu sekaligus rumah yang nasibnya tak jarang terabaikan

Bumi memberi, makhluk menerima

Ia memberi tanpa pamrih

Kita yang acap kali congkak karena sering berkuasa atas semesta dan bumi ini

Lihat, betapa sering kita melukai, mengambil, merusak isi bumi  

Tak mengeluh, tapi lihat isi bumi ini kini

Derai tangis karena adanya bencana sejatinya itu yang harus dicerna

Dalih alam tak bersahabat, bumi tak seperti dulu, itu kata-kata yang sering terdengar

Benarkah demikian adanya? Ada yang tak terlihat namun itu ada terasa

Bumi menghangat, es mencair, hutan meranggas rebah tak berdaya, perut bumi di keruk

Itu realita, bukan cerita dongeng semata

Bumi semakin tua renta seolah menanti asa kepada semua kita

Lirih suara akar rumput kalah bergema dengan deru mesin

Titah Sang Kuasa kepada kita semua agar boleh kiranya harmoni

Harmoni yang tak lagi pongah pada tinggi hati dan ego semata, tapi ingat mimpi yang harus nyata

Mimpi yang nyata itu tak lain adalah bumi yang mampu terpilihara dengan baik oleh kita semua

Jangan lagi membuat bumi ini menangis  karena kita, tetapi biarkan ia lestari hingga nanti

Tulisan tentang puisi ini sebelumnya dimuat di : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/62624ae8ef62f6676f5c28f2/bumi

Ketapang, Kalbar 22 April 2022

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

Ini yang bisa kita lakukan untuk Peduli pada Planet bumi ini?

Selamat Hari Bumi 2022. (Foto : Yayasan Palung).

Tidak sedikit cara-cara sederhana investasi yang bisa kita lakukan untuk peduli pada planet bumi yang siapa saja bisa melakukannya;

Pertama, Yuk hemat air, tidak buang-buang air (boros) saat mandi. Matikan kran air jika tidak digunakan.

Kedua, kita bisa melakukan hemat energi, tidak jarang kita lupa atau sengaja lupa mematikan lampu di kamar, di ruang tamu atau di kamar kecil. Nah, mulai sekarang yuk, matikan lampu-lampu yang kiranya jika tidak diperlukan.

Ketiga, boleh kiranya, kita semua untuk mulai saat ini mengurangi atau tidak memakai menggunakan plastik dan mulai beralih lah dengan tas kain saat berbelanja. Gunakan tempat/wadah yang bisa dipakai berulang-ulang.

Atau dengan kata lain kita dianjurkan untuk menerapkan 3 R ; Reduce, Reuse, Recycle (Kurangi, Gunakan Kembali, Daur Ulang) dalam tatanan kehidupan kita sehari-hari.

Tidak hanya itu, investasi sederhana yang bisa dilakukan untuk planet bumi ini, yuk tumbuhkan kepedulian/peduli pada lingkungan sekitar (sekeliling) kita seperti peduli dengan persoalan sampah. Kita bisa lakukan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Menanam tanaman sebagai perindangan, tanaman buah yang bisa menjadi sumber makanan manusia atau pakan satwa.

Berharap kita semua boleh peduli pada nasib bumi ini, dengan demikian ibu bumi masih mampu menopang, menjaga dan memberi manfaat hingga selama-lamanya bagi semua napas kehidupan.

Sebagai pengingat, bumi ini adalah ibu kita semua (ibu bumi) yang usianya semakin tua. Yuk kita sama-sama berinvestasi untuk peduli dan merawat ibu bumi dengan cara-cara sederhana yang kita miliki.

Selamat hari bumi tahun 2022

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

Ini Serangkaian Kegiatan yang Dilakukan Oleh YP dan Relawan untuk Memperingati Hari Bumi

Ilustrasi gambar Bumi. Foto Mauritius Alpha Merio Akira (SMK Petrus Ketapang)

Setiap tanggal 22 April penduduk dunia selalu memperingati hari bumi sebagai pengingat dan perlunya peran serta masyarakat yang mendiami bumi ini agar bisa dan boleh peduli pada nasib bumi ini.

Adapun tema Hari Bumi Sedunia tahun 2022 adalah “Invest In Our Planet” atau “Berinvestasi di Planet Kita”.

Gerakan Hari Bumi Sedunia pertama kali dilakukan pada tanggal 22 April 1970 itu, tentu menjadi sebuah harapan agar setiap insan manusia boleh kiranya peduli pada nasib bumi ini.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka hari bumi 2022 oleh Yayasan Palung (YP) bersama dengan Relawan RK-TAJAM, REBONK, Simpang Keramat Kids dan Bentangor Kids mengadakan berbagai kegiatan.

Berikut rangkaian kegiatan Hari Bumi 2022 yang dilakukan :

Seperti misalnya, Simpang Keramat Kids melakukan kegiatan Hari Bumi dan Buka Puasa Bersama  kegiatan telah dilakukan pada tanggal 13 April 2022 kemarin.

Materi yang disampaikan tentang Hari Bumi. Mengapa ada perayaan hari bumi? Bagimana kondisi bumi yang baik dan kondisi bumi yang sudah rusak? Apa saja penyebab kerusakan bumi? Apa saja yang kita lakukan untuk menjaga bumi? Apa manfaatnya menjaga bumi? Selain itu kami juga memutarkan video-video tentang lingkungan. Di setiap pemutaran satu video diminta peserta untuk menceritakan ulang video yang ditonton, apa saja pesan yang didapatkan dari video tersebut. Cara ini sebagai langkah agar anak usia dini memiliki kecintaan dan kepedulian kepada bumi dan lingkungan.

Selanjutnya, pada tanggal 21 April 2022, Bentangor Kids mengadakan serupa seperti yang dilakukan pada kelompok Simpang Keramat Kid, Kegiatan yang disampaikanseperti materi tentang hari bumi, dengan memberikan pengetahuan Mengapa ada perayaan hari bumi? Bagimana kondisi bumi yang baik dan kondisi bumi yang sudah rusak? Apa saja penyebab kerusakan bumi? Apa saja yang kita lakukan untuk menjaga bumi? Apa manfaatnya menjaga bumi? Selain itu kami juga memutarkan video-video tentang lingkungan. Di setiap pemutaran satu video diminta peserta untuk menceritakan ulang video yang ditonton, apa saja pesan yang didapatkan dari video tersebut. Dengan harapan ini sebagai mereka cinta lingkungan dan bumi ini. Setelah materi dilanjutkan dengn buka puasa bersama.

Selain itu, RK-TAJAM akan merayakan hari Bumi dengan kreasi Ecoprint, pembagian bibit pohon gratis dan Buka puasa bersama yang akan diadakan pada tanggal 22 April 2022.

Sedangkan, REBONK akan merayakan hari Bumi pada Sabtu 23 April 2022. Kegiatan meliputi bukber dan membuat pesan kampanye kemudian foto bersama.

Selamat hari bumi tahun 2022

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Lestarikan Lingkungan dan Tingkatkan Pendapatan Melalui Agrosilvopastura

Pucuk daun dari tanaman gamal bisa dimanfaatkan sebagai pakan/makanan Kambing. (Foto : Robi Kasianus/YP)

Sejatinya kita menyadari bahwa saat ini ketersediaan lahan pertanian dan area berhutan semakin sedikit. Hal tersebut seharusnya menuntut kita agar lebih kreatif dalam hal pengelolaan lahan. Namun sangat disayangkan ternyata masih banyak yang belum dapat mengelola lahan secara optimal padahal dalam pertanian terdapat beberapa sistem yang dapat kita terapkan. Masing-masing sistem tentukan sesuai dengan tujuannya. Salah satu sistem tersebut adalah Agrosilvopastura. Istilah agrosilvopastura sudah sering didengar oleh banyak orang namun tidak banyak orang memahami sistem pengelolaan lahan tersebut. Agrosilvopastura merupakan sebuah sistem pengelolaan suatu lahan dengan cara mengkombinasikan komponen pertanian, kehutanan dan peternakan. Sistem ini bertujuan untuk memperoleh nilai ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan.

Pemanasan global saat ini menjadi isu yang semakin hangat mengingat tingginya  intensitas kegiatan manusia diberbagai sektor. Pertanian merupakan salah satu sektor penyumbang emisi gas rumah kaca di bumi akibat pengelolaan lahan yang kurang memperhatikan aspek lingkungan. Oleh sebab itu suatu sistem pertanian terpadu penting dilakukan dalam upaya mitigasi emisi gas rumah kaca. Kontribusi masyarakat yang berkecimpung dibidang pertanian dalam hal memerangi perubahan iklim sangat diperlukan melalui penerapan sistem pengelolaan lahan yang tepat.  

Sistem pengelolaan lahan yang dapat dijadikan contoh berupa agrosilvopastura yang memadukan komponen pertanian (tanaman lada), kehutanan (gamal dan sengon), dan peternakan (kambing). Kombinasi komponen tersebut sesungguhnya sudah kerap dilakukan oleh masyarakat di Kalimantan Barat bagian Utara khususnya di Kabupaten Bengkayang dan Sambas. Melalui sistem tersebut, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi mengingat pendapatan yang diperoleh bukan hanya dari penjuaan biji lada melainkan dari penjualan ternak kambing dan pupuk organik. Penjelasan terkait komponen yang dikombinasikan dalam sistem tersebut dapat disimak dalam pemaparan berikut.

Lada (Piper nigrum)

Tanaman lada yang menjadi salah satu komoditas unggul di Kalimantan Barat ini sangat mirip dengan tumbuhan sirih. (Foto : Robi Kasianus/YP).

Lada (Piper nigrum) atau yang pada umumnya dikenal dengan sebutan sahang merupakan tanaman pertanian yang tumbuh merambat. Lada sangat cocok tumbuh di dataran rendah. Tanaman yang menjadi salah satu komoditas unggul di Kalimantan Barat ini sangat mirip dengan tumbuhan sirih. Setelah ditelusuri ternyata kedua tanaman merambat ini berasal dari genus yang sama yaitu Piper. Pada dasarnya lada tumbuh merambat di atas permukaan tanah maupun pohon. Namun dalam praktik pertanian lada ditanam dengan menggunakan tajar (tiang rambat) untuk menopang pertumbuhan. Tajar untuk lada sendiri terdiri dari tajar mati dan tajar hidup. Tajar mati biasaya dibuat dari potongan kayu yang kuat dan mampu bertahan lama contohnya kayu dari pohon ulin (Eusideroxylon zwageri). Sedangkan tajar hidup umumnya menggunakan tumbuhan gamal (Gliricidia sepium) dan simpur (Dillenia sp).

Tanaman lada dapat memproduksi buah ketika berumur 2,5 hingga 3 tahun setelah masa tanam dimana masa panen raya pada umumnya satu kali dalam satu tahun. Tanaman merambat tersebut dapat memproduksi lada putih ± 1,5 Kg per tanaman. Umur tanaman lada produktif dapat mencapai 10 hingga 15 tahun tergantung perawatan. Pemasaran produk tanaman lada berupa lada putih dan hitam terbilang cukup mudah mengingat hingga sekarang produk tersebut masih sangat diburu oleh para tengkulak/pembeli. Saat ini harga biji lada putih berkisar antara Rp. 70.000 – Rp. 80.000 per Kg. sedangkan lada hitam berkisar Rp. 35.000 – Rp. 40.000.

Gamal (Gliricidia sepium)

tanaman gamal yang memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai sumber air bagi tanaman lada dan pakan ternak seperti kambing. (Foto : Robi Kasianus/YP).

Gamal (Gliricidia sepium) merupakan tumbuhan leguminosa yang memiliki kemampuan menambat nitrogen. Tumbuhan ini sangat mudah tumbuh di daerah tropis bahkan pada tanah yang kekurangan unsur hara. Pada beberapa daerah, gamal dimanfaatkan sebagai tajar (tiang) tanaman lada.

Selanjutnya, tumbuhan leguminosa ini juga bermanfaat sebagai pakan ternak ruminansia (kambing). Lebih jauh lagi gamal memiliki peran yang cukup penting bagi pertumbuhan tanaman lada mengingat tumbuhan dari famili Fabaceae ini merupakan pengikat nitrogen yang baik. Pada saat musim kering, gamal dapat menjadi sumber air bagi tanaman lada.

Sengon (Albizia sp)

Tanaman sengon sebagai naungan bagi tanaman lada. (Foto : Robi Kasianus/YP).

Tanaman kehutanan ini tergolong kedalam famili Fabaceae. Sengon termasuk jenis yang bersifat cepat tumbuh (fast growing). Dalam praktik pertanian, sengon sering dijadikan sebagai tanaman kehutanan yang dikombinasikan dengan tanaman lada. Tujuan penanaman sengon yakni sebagai naungan bagi tanaman lada. Daun sengon yang gugur mampu menekan laju pertumbuhan gulma. Cabang dan ranting pohon yang jatuh di atas permukaan tanah dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Selain itu, Munawar & Wiryono (2014) menyebutkan bahwa pohon sengon berumur empat tahun yang ditanam pada lahan pasca tambang mampu menyimpan 10,35 Kg C/pohon. Artinya tanaman sengon memiliki andil dalam hal mitigasi emisi gas rumah kaca. Selain mampu penyerap dan penyimpan karbon, sengon juga memiliki manfaat tidak langsung lainnya yaitu sebagai penghasil oksigen yang merupakan hasil dari proses fotosintesis. Lebih lanjut lagi, tanaman leguminosa ini mampu bersimbiosis dengan bakteri penambat nitrogen. Nitrogen yang dihasilkan dari simbiosis tersebut selanjutnya akan ditransfer ke tanaman lada untuk menunjang pertumbuhan vegetatif.

Kambing

Daun gamal menjadi salah satu makanan dari kambing. (Foto : Robi Kasianus/YP).

Kambing adalah hewan ternak yang tergolong herbivora. Lazimnya hewan ini sangat suka memakan berbagai jenis tumbuhan tak terkecuali tumbuhan gamal. Tumbuhan leguminosa tersebut mengandung protein yang tentunya bermanfaat bagi tubuh hewan ternak. Jika diamati, kambing cenderung lebih suka memakan bagian kulit dan daun muda dari tumbuhan tersebut. Selanjutnya, daun gamal yang dikonsumsi oleh kambing dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berupa kotoran atau feses yang telah bercampur urin. Pupuk organik tersebut nantinya dapat diaplikasikan secara langsung ke tanaman lada sebagai nutrisi untuk menunjang pertumbuhan. Pupuk organik berperan penting dalam hal memperbaiki struktur tanah. Disisi lain, hewan pemamah ini memliliki nilai ekonomi mengingat kebutuhan akan daging hewan dikalangan masyarakat cukup tinggi. Saat ini hewan ternak tersebut memiliki harga jual dalam kondisi hidup sekitar Rp 60.000 – Rp 80.000 per Kg. Hal tersebut tentunya akan menjadi dorongan tersendiri bagi masyarakat untuk terus berternak kambing dengan memanfaatkan ketersediaan pakan yang terjangkau.

Penerapan sistem agrosilvopastura sangat efektif pada lahan pertanian. Pengelolaan suatu lahan secara tepat dapat memberikan manfaat secara ekonomis maupun ekologis. Komoditas yang dibudidayakan harus ditentukan berdasarkan kebutuhan. Dampak lingkungan dari suatu kegiatan pengelolaan lahan menjadi aspek penting sehingga suatu sistem yang diterapkan juga perlu memperhatikan aspek ekologis. Oleh sebab itu, mari menjaga kelestarian lingkungan dengan cara menerapkan sistem pengelolaan lahan yang bermanfaat bagi kita dan lingkungan sekitar.

Robi Kasianus-Yayasan Palung

Apa Sih Manfaat Bumi Bagi Kehidupan, Lalu Apa yang Bisa Dilakukan?

Ilustrasi gambar Bumi. Foto : Mauritius Alpha Merio Akira (SMK St. Petrus Ketapang)

Apa jadinya makhluk hidup jika tidak ada bumi. Seperti diketahui, tidak sedikit guna (manfaat) bumi bagi semua makhluk hidup, walaupun saat ini  kondisi bumi sedang tidak baik-baik saja adanya.

Ada yang mengatakan bahwa bumi merupakan planet yang sempurna untuk hidup dan kehidupan. Lalu, apa saja guna bumi bagi makhluk hidup?

Ibarat rumah, bumi menjadi tempat hidup dan berkembang biak bagi sebagian besar makhluk hidup.

Satu kesatuan makhluk hidup yang bisa mendiami bumi ini karena bumi menjadi satu-satunya planet yang layak untuk kehidupan sebagian besar makhluk hidup.

Isi dari bumi ini berupa kehidupaaan (makhluk) bernapas atau bernyawa, ada pula yang tak bernyawa memiliki peranan penting dan fungsi masing-masing (satu kesatuan yang tak terpisahkan dan saling melengkapi).

Makhluk bernyawa dan tak bernyawa, menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi satu sama lainnya di bumi ini. Bumi seperti ibu, ia sebagai pelindung, pemilihara, penjaga dan sumber kehidupan bagi semua napas kehidupan. Dengan harapan pun sama, kita sebagai manusia boleh kiranya pun boleh sebagai pemilihara bagi ibu bumi.

Planet bumi menjadi tempat yang layak untuk tempat hidup (kehidupan) makhluk hidup diantaranya karena bumi banyak mengandung air dan asam amino. Adanya air dan asam amino memungkinkan semua makhluk hidup bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik.

Selain itu, tentu saja di bumi adanya oksigen yang mencukupi, memungkinkan bagi makhluk hidup untuk bernapas. Oksigen merupakan unsur terpenting bagi kita makhluk hidup, apa jadinya bila di muka bumi ini tidak ada oksigen.

Bumi menjadi ruang gerak dan tumbuh kembang semua makhluk hidup untuk berkembang biak dan beroleh sumber hidup. Adanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi ini menjadi satu yang sangat berharga bagi hewan dan manusia, dari tumbuhan-tumbuhan lah manusia dan hewan beroleh makanan.

Demikian juga dari lautan, manusia dan burung-burung bisa beroleh makan. Mengingat lautan dengan keanekaragaman haayatinya menyediakan kekayaan biota laut hingga membuat nyaman bagi keberlangsungan hidup bagi ribuan jenis ikan dan ratusan jenis rumput laut dan hampir seribuan terumbu karang menjadi satu kesatuan makhluk hidup untuk terus berkembang biak dan berlanjut.

Usia bumi boleh saja renta, tetapi sisa-sisa dari apa yang tersisa seperti tumbuhan, hewan dan hutan serta biota laut yang ada ini boleh kiranya berlanjut hingga nanti dengan cara-cara sederhana yang kita miliki untuk berinvestasi pada planet bumi ini.  

Tidak sedikit cara-cara sederhana investasi yang bisa kita lakukan untuk peduli pada planet bumi yang siapa saja bisa melakukannya;

Pertama, Yuk hemat air, tidak buang-buang air (boros) saat mandi  atau matikan kran air jika tidak digunakan.

Kedua, kita bisa melakukan hemat energi, tidak jarang kita lupa atau sengaja lupa mematikan lampu di kamar, di ruang tamu atau di kamar kecil. Nah, mulai sekarang yuk, matikan lampu-lampu yang kiranya jika tidak diperlukan.

Ketiga, boleh kiranya, kita semua untuk mulai saat ini mengurangi atau tidak memakai menggunakan plastik dan mulai beralih lah dengan tas kain saat berbelanja. Gunakan tempat/wadah yang bisa dipakai berulang-ulang.

Atau dengan kata lain kita dianjurkan untuk menerapkan 3 R ; Reduce, Reuse, Recycle (Kurangi, Gunakan Kembali, Daur Ulang) dalam tatanan kehidupan kita sehari-hari.

Tidak hanya itu, investasi sederhana yang bisa dilakukan untuk planet bumi ini, yuk tumbuhkan kepedulian/peduli pada lingkungan sekitar (sekeliling) kita seperti peduli dengan persoalan sampah. Kita bisa lakukan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Menanam tanaman sebagai perindangan, tanaman buah yang bisa menjadi sumber makanan manusia atau pakan satwa.

Berharap kita semua boleh peduli pada nasib bumi ini, dengan demikian ibu bumi masih mampu menopang, menjaga dan memberi manfaat hingga selama-lamanya bagi semua napas kehidupan.

Mengapa kita perlu peduli pada nasib bumi?

Setiap tanggal 22 April penduduk dunia selalu memperingati hari bumi sebagai pengingat dan perlunya peran serta masyarakat yang mendiami bumi ini agar bisa dan boleh peduli pada nasib bumi ini.

Adapun tema Hari Bumi Sedunia tahun 2022 adalah “Invest In Our Planet” atau “Berinvestasi di Planet Kita”.

Sejatinya gerakan Hari Bumi Sedunia pertama kali dilakukan pada tanggal 22 April 1970 itu, tentu menjadi sebuah harapan agar setiap insan manusia boleh kiranya peduli pada nasib bumi ini.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka hari bumi 2022 oleh Yayasan Palung bersama dengan Relawan RK-TAJAM, REBONK, Simpang Keramat Kids dan Bentangor Kids mengadakan berbagai kegiatan.

Rangkaian kegiatan Hari Bumi 2022 yang dilakukan :

Seperti misalnya, Simpang Keramat Kids melakukan kegiatan Hari Bumi dan Buka Puasa Bersama  kegiatan telah dilakukan pada tanggal 13 April 2022 kemarin.

Materi yang disampaikan tentang Hari Bumi. Mengapa ada perayaan hari bumi? Bagimana kondisi bumi yang baik dan kondisi bumi yang sudah rusak? Apa saja penyebab kerusakan bumi? Apa saja yang kita lakukan untuk menjaga bumi? Apa manfaatnya menjaga bumi? Selain itu kami juga memutarkan video-video tentang lingkungan. Di setiap pemutaran satu video diminta peserta untuk menceritakan ulang video yang ditonton, apa saja pesan yang didapatkan dari video tersebut.

Selanjutnya, pada tanggal 21 April 2022, Bentangor Kids rencananya akan mengadakan kegiatan buka puasa bersama dan membuat pesan kampanye.

Selain itu, RK-TAJAM akan merayakan hari Bumi dengan kreasi Ecoprint, pembagian bibit pohon gratis dan Buka puasa bersama yang akan diadakan pada tanggal 22 April 2022.

Sedangkan, REBONK merayakan hari Bumi pada Sabtu 23 april 2022. Kegiatan meliputi bukber dan membuat pesan kampanye kemudian foto bersama.

Selamat hari bumi tahun 2022

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)