Project Balek Kampung WBOCS, Diskusi Tentang Sampah Plastik Bisa Menghancurkan Bumi

Hanna Runtu (WBOCS) dan Monalisa Pasaribu (Aidenvironment). Foto dok : Yayasan Palung

Project Balek Kampung yang berkemaskan diskusi asyik ala WBOCS (West Bornean Orangutan Caring Scholarshop) telah berlangsung pada Rabu (8/1/2020), kemarin.

Acara bertemakan “Bagaimana Sampah Plastik Bisa Menghancurkan Bumi?” ini bertujuan saling berbagi wawasan dan kesadaran lingkungan mengenai maraknya penggunaan plastik sekali pakai melalui diskusi santai di Kekili Kopi, Ketapang.

Menghadapi era yang kini serba pragmatis, Hanna Adelia Runtu dan Monalisa Pasaribu selaku pemantik, masing-masing menyampaikan materi Sejarah Plastik dan Data Penggunaan Plastik selama 15 menit. Diselingi pemutaran video mengenai Sejarah Plastik dan Live With a Zero Waste Life (Gaya Hidup Secara Nol Limbah).

Topik yang memang sedang trend ini memacu antusiasme peserta dalam mengisi diskusi dengan berpendapat menurut perspektif mereka. Diskusi berlangsung alot. Diantara 118 orang peserta, salah satu dari mereka pun sempat menyinggung perlunya komposisi yang sempurna antara gagasan dan eksekusi serta kolaborasi antar semua pihak agar permasalahan ini dapat terselesaikan. Sebab, bergantung pada salah satu pihak tidak cukup mengoptimalkan solusi yang ada.

Peserta yang memberikan komentarnya saat diskusi berlangsung. Foto dok : Yayasan Palung

“Kesadaran hendaknya dimulai dari diri sendiri, salah satunya ialah memilah sampah, serta meminimalisir penggunaan plastik”, tutur Monalisa, selaku pemantik pada kegiatan diskusi tersebut.

Hanna Runtu (WBOCS) yang juga sebagai pembicara dalam diskusi itu pun mengajak para peserta yang tertarik dalam kegiatan sejenis ini atau gagasan yang lebih kreatif bisa saling berkolaborasi. Sehingga kota Ketapang bisa menjadi less waste (mengurangi sampah) dan go green, menyusul kota-kota lainnya yang sudah lebih dulu menerapkan prinsip tersebut. Sebagai moderator dalam kegiatan itu adalah Mita Anggraini (WBOCS).

Peserta yang memberikan komentarnya saat diskusi berlangsung. Foto dok : Yayasan Palung

Santai-santai bermanfaat ini diharapkan dapat membuka pikiran masyarakat khususnya generasi millenial, mengenai pentingnya inisiatif dan eksekusi dalam menciptakan kehidupan yang lebih ramah lingkungan atau eco-friendly.

Khususnya dapat mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s) no. 11, yakni Sustainable Cities and Communities.

Memberikan hadiah kepada pemenang kepada peserta yang aktif dalam diskusi Asyik. Foto dok : Yayasan Palung

Semua rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari semua peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Penulis : Mega Oktavia Gunawan-WBOCS

Editor : Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Yayasan Palung Siapkan 6 Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Tahun Ini

Brosur WBOCS

Pada tahun 2020 ini, Yayasan Palung kembali menyediakan 6 (enam) beasiswa. Program beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS), pada tahun 2020 telah memasuki tahun ke Sembilan.

Yayasan Palung merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sejak 2012 Yayasan Palung (YP) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerjasama menyediakan beasiswa program S-1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan Barat (West Bornean Orangutan Caring Scholarship). Hingga tahun 2019 terdapat 37 Penerima BOCS yang diantaranya 7 orang sudah menjadi sarjana.

Adapun untuk syarat dan ketentuan penerima beasiswa adalah sebagai berikut ; Berasal dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, diutamakan kurang mampu secara ekonomi. Diusulkan oleh pihak sekolah / usulan siswa bersangkutan namun meminta rekomendasi dari pihak sekolah. Setiap sekolah berhak mengusulkan 2 (dua) orang siswa. Berencana kuliah di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Bersedia melakukan penelitian skripsi berkaitan dengan aspek-aspek perlindungan dan penyelamatan Orangutan Kalimantan.  Memiliki prestasi yang baik, berkomitmen untuk konservasi dan mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar / kuliah hingga selesai.

Formulir pendaftaran WBOCS. Foto dok : Yayasan Palung

Berikut ini syarat Pendaftaran beasiswa WBOCS ;

  • Formulir pendaftaran dapat diperoleh di sekolah masing-masing atau menghubungi kontak Yayasan Palung, diisi dengan lengkap.
  • Menyertakan fotocopy berkas sebagai berikut:
    • Fotocopy Raport dari semester 1 – 5.
    • Surat pengantar dari kepala sekolah
    • Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
  • Membuat motivation letter atau pernyataan motivasi yang menceritakan tentang keadaan diri dan keluarga, pengalaman dan prestasi, cita-cita dan hubungannya dengan program studi yang dipilih, dan alasan harus diterima dan mengapa pantas sebagai penerima beasiswa, serta buah pikiran tentang mengapa pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan itu penting. Minimum 200 kata, diserahkan sebanyak 3 (tiga) rangkap tanpa jilid.
  • Membuat Esai tentang kondisi dan persoalan lingkungan di tempat tinggal anda (hutan, sungai, laut, dll), serta tantangan konservasinya. Esai dibuat dengan ketentuan: buah pikiran sendiri / orisinil dengan panjang 1000 kata, menggunakan gaya bahasa populer dengan kaidah 5 W 1 H (What, Who, When, Where, Why, How), jika mengutip dari tulisan orang lain harus mencantumkan daftar pustaka. Serahkan sebanyak 3 rangkap tanpa jilid.
  • Berkas pendaftaran dapat diserahkan langsung ke Yayasan Palung (Kantor Ketapang ataupun Bentangor Desa Pampang Harapan Kec. Sukadana) atau melalui jasa pengiriman paling lambat 17 Maret 2020.

Untuk tahapan seleksi calon penerima beasiswa WBOCS dilakukan seleksi tahap pertama dan tahap kedua;

  • Seleksi Tahap I: seleksi berkas, motivation letter dan esai. Hasil seleksi tahap I akan diberitahukan kepada pendaftar melalui pesan singkat (sms / whatsapp) pada 19 Maret 2020.
  • Seleksi Tahap Akhir: presentasi dan wawancara. Peserta diwajibkan mempresentasikan esai, motivation letter, dan alasan memilih fakultas dan jurusan di UNTAN, yang disajikan dalam power point (ppt), serta menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panel juri. Seleksi ini akan dilaksanakan pada 31 Maret 2020 di Kantor Yayasan Palung di Ketapang. Pengumuman seleksi tahap akhir akan disampaikan melalui surat resmi kepada pihak sekolah pada tanggal 31 Maret 2020 (jadwal ini dapat berubah, dan akan diberitahukan kemudian).
View this post on Instagram

YAYASAN PALUNG SIAPKAN 6 BEASISWA PEDULI ORANGUTAN KALIMANTAN TAHUN INI Pada tahun 2020 ini, Yayasan Palung kembali menyediakan 6 (enam) beasiswa. Program beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS) pada tahun 2020 telah memasuki tahun ke Sembilan. Yayasan Palung merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sejak 2012 Yayasan Palung (YP) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerjasama menyediakan beasiswa program S-1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan Barat (West Bornean Orangutan Caring Scholarship). Hingga tahun 2019 terdapat 37 Penerima BOCS yang diantaranya 7 orang sudah menjadi sarjana. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ; Yayasan Palung, Jl. Kol. Sugiono Gg. H. Ikram No. 1 Ketapang. Telp/Fax: 3036367, www.yayasanpalung.com Pusat Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung / Bentangor, Dusun Pampang Desa Pampang Harapan, Kec. Sukadana, KKU Haning Pertiwi: WA 0852-4552-7935, Riduwan: WA 081521574106 📸 Desain : Mega @migalon25 -WBOCS Penulis: Petrus Kanisius- Yayasan Palung @beasiswaorangutankalimantan @savegporangutans @yayasan_palung @orangutanrepublik #BorneanOrangutanCaringScholarship(WBOCS) #WBOCS #kalimantan #kalimantanbarat #orangutankalimantan #peduliorangutankalimantan #beasiswa #beasiswawbocs2020

A post shared by Yayasan Palung (YP) (@yayasan_palung) on

Ada beberapa Hak Penerima Beasiswa WBOCS antara lain;

Setiap penerima beasiswa diberikan dana beasiswa dengan limit USD 1.500, untuk membiayai:

  1. Daftar Masuk Universitas
  2. Daftar Ulang selama 8 semester
  3. Biaya Penelitian
  4. Biaya Penulisan Skripsi
  5. Biaya lain dipenuhi selama masih dalam limit dana beasiswa
  6. Bagi Penerima Beasiswa yang mendapat UKT IV dan V, pembiayaan dihentikan jika sudah mencapai limit dana beasiswa, walaupun tidak memenuhi poin 1-4.
  7. Peningkatan kapasitas dari Yayasan Palung

Selain itu juga ada beberapa Kewajiban Penerima Beasiswa WBOCS diantaranya adalah;

  1. Selama menempuh Pendidikan;
  2. penerima beasiswa menjadi relawan selama 1 (satu) bulan pada setiap tahunnya di Yayasan Palung atau di lembaga konservasi / lingkungan lainnya.
  3. penerima beasiswa melakukan aktivitas kampanye konservasi secara sendiri / bersama dengan penerima BOCS lainnya.
  4. indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,75 (Grade 4), IPK dibawah yang disyaratkan dengan toleransi 1 (satu) semester atau ditentukan berdasarkan penilaian, jika tetap tidak memenuhi ketentuan, program beasiswa akan dihentikan.
  5. Penelitian skripsi harus sesuai dengan syarat dan kondisi dalam beasiswa ini.

Sedangkan Informasi lainnya antara lain;

  1. Calon mahasiswa/i hanya dapat memilih jurusan dan fakultas:
  2. Fakultas FMIPA Jurusan Biologi / Matematika
  3. Fakultas Kehutanan
  4. Fakultas Hukum
  5. Fakultas ISIP Jurusan Hubungan Internasional / Sosiologi / Antropologi
  6. Jika ikut mendaftar SNMPTN, pilih jurusan dan fakultas yang sesuai dengan prasyarat WBOCS.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ;

  1. Yayasan Palung, Jl. Kol. Sugiono Gg. H. Ikram No. 1 Ketapang. Telp/Fax: 3036367, www.yayasanpalung.com
  2. Pusat Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung / Bentangor, Dusun Pampang Desa Pampang Harapan, Kec. Sukadana, KKU
  3. Haning Pertiwi: WA 0852-4552-7935, Riduwan: WA 081521574106

Penulis: Petrus Kanisius- Yayasan Palung

Yuk, Kita Mengenal Tumbuhan Pakan Orangutan

Inilah jenis-jenis pakan orangutan yang ada di Gunung Palung. Foto dok. Andre Ronaldo/Yayasan Palung

Hutan sebagai sumber dari segala penyedia dan memberikan manfaat yang tak terkira bagi semua makhluk hidup. Orangutan memakan buah-buahan dan tumbuhan yang berasal dari hutan.

Tak salah kiranya apabila hutan disebut sebagai sumber dari semua makhluk hidup sebagai penyedia beragam tumbuhan dan buah untuk beroleh hidup terutama bagi orangutan.

Ketersediaan pakan orangutan yang melimpah pun tak diragukan lagi jika di bulan Desember di Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) misalnya yang saat ini sedang berbuah. 

Andre Ronaldo, Staff Botanist dan Koordinator Survei di Yayasan Palung, mengatakan; “Akhir tahun adalah momen dimana jenis-jenis tumbuhan di hutan hujan tropis sedang berbuah dan berbunga. Momen ini merupakan momen yang tepat untuk mendokumentasikan spesimen dari setiap jenis tumbuhan yang sedang berbuah, terutama yang merupakan jenis pakan bagi Orangutan”.

Lebih lanjut Andre sapaan akrabnya mengatakan, Kegiatan yang ia lakukan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan yang sedang berbuah dan untuk koleksi digital database. Adapun lokasi identifikasi adalah di Statiun Riset Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat.

Jenis-jenis Buah dan Tumbuhan yang Menjadi Makanan Orangutan

Adapun jenis tumbuhan pakan yang sedang berbuah pada bulan ini, diantaranya adalah Dipterocarpus sublamellatus (keruing), Mangifera pajang (jenis manga hutan), Durio oxleyanus (durian hutan), koompassia excelsa (Kempas), maasia sumatrana, Baccaurea edulis (jenis rambai-rambaian hutan), Gironniera nervosa (ampas tebu/medang kasap/miang-miang/lempung bulu), Dillenia sp (simpur), Sindora sp (Sindur), Aporosa sp (kumpang/kayu masam/belian air), Baringtonia sp (Penage/nyamplung), Alangium sp (medong/lajik kuning/boiko) dan Syzygium spp.(Jenis jambu hutan), kata Andre.

Andre pun berharap, agar semua jenis tumbuhan yang menjadi pakan orangutan bisa terdokumentasikan dan tercatat sampai tingkat spesies.

Junardi, satu dari mahasiswa Kehutanan dari Untan yang juga merupakan mahasiswa penerima beasiswa orangutan Kalimantan, ketika ia melakukan penelitian pada tahun lalu di TANAGUPA menceritakan, pakan orangutan di TANAGUPA tersedia cukup banyak. 

Yang paling Banyak menurut Jun, sapaannya sehari-sehari menyebutkan ficus sp (jenis kayu ara) tanaman yang cukup banyak tersedia, ujarnya. Selain itu, jenis Artocarpus (nangka hutan) juga pun ada tersedia disana. Seperti penuturan Jun, khusus di Stasiun Riset Cabang Panti, TANAGUPA, ketika buah kurang di suatu wilayah, jarang ditemukan orangutan di wilayah tersebut. 

Namun, ketika buah melimpah, orangutan mudah sekali untuk dijumpai. Selanjutnya juga, orangutan akan mencari makan di luar wilayah stasiun penelitian.

Seperti pengalaman para peneliti di Stasiun Riset Cabang Panti, TANAGUPA, ketika musim paceklik buah (ketika buah yang tersedia kurang) maka akan cukup sulit bertemu atau berjumpa orangutan. Sebaliknya, sangat mudah menjumpai orangutan di sana ketika musim buah raya tiba.

Ternyata, berdasarkan hasil penelitian di Stasiun Riset Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) ; orangutan mengkonsumsi lebih dari 300 jenis tumbuhan yang terdiri dari: 60% terdiri dari buah, 20% bunga, 10% daun muda dan kulit kayu serta 10% serangga (seperti rayap). 

Tumbuhan dominan yang dikonsumsi buahnya oleh orangutan adalah dari family Sapindaceae/sapindales (rambutan, kedondong, matoa dan langsat), Lauraceae (alpukat, dan medang), Fagaceae (petai dan kacang kedelai atau termasuk jenis kacang-kacangan), Myrtaceae/myrtales (jenis jambu-jambuan), Moraceae (ficus/kayu ara), jenis pandanus dan lain-lainnya. Kesemua buah-buahan hutan tersebut, setidaknya itulah yang paling digemari oleh orangutan beserta satwa lainnya.

Semakin melimpah buah dan tumbuhan di hutan maka akan semakin membantu orangutan untuk terus berkembang biak di alam liar dan berharap semoga mereka bisa selalu menjadi petani hutan yang setia hingga selamanya, dengan demikian hutan pun boleh lestari hingga nanti.

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di Kompasiana : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/5df09e2f097f3644b0452d82/yuk-kita-mengenal-tumbuhan-pakan-orangutan?page=all

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Field Trip SMP Negeri 1 Sukadana di Hutan Mangrove

Peserta yang mengikuti fieldtrip di Wisata Hutan Mangrove Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, beberapa waktu lalu. Foto dok : Simon/YP

Setelah memberikan materi tentang Pengenalan Hutan Mangrove di dalam kelas, Yayasan Palung mengajak siswa-siswa SMP Negeri I Sukadana belajar langsung di Hutan Mangrove sekaligus memanfaatkan waktu class meeting sekolah.

Dalam kegiatan ini dikenalkan jenis-jenis tumbuhan yang ada di hutan mangrove seperti bakau, api-api, lindur, nyirih, nipah dan pidada. Dikenalkan juga jenis perakaran tumbuhan di mangrove seperti akar napas/pasak, akar tunjang, akar gantung, akar papan, akar banirdan akar lutut.

Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari (10-12 Desember 2019) dan diikuti siswa/i kelas 8 A sampai 8 F dengan kuota 2 kelas perhari.

Field Trip ini didampingi oleh Simon Tampubolon (@sifrx90_solotravl ) Riduwan (@mas_duwan20 ) Mahendra (@mahendra7496 ) dari Yayasan Palung, Sidiq Nurhasan ( @sidiq_nurhasan )  dan Joko Suprianto (@joko_supianto87 ) dari relawan. Pada kegiatan tersebut pula dihadiri juga oleh guru pendamping dari SMPN I Sukadana.

Siswa/i ini sangat antusias mengikuti kegiatan. Pihak sekolah juga berterima kasih atas adanya kegiatan ini dan berharap mengadakan kegiatan lainnya untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa.

Penulis : Simon Tampubolon-Yayasan Palung

Belajar Langsung Tentang Keanekaragaman Hayati Di Lingkungan Sekitar Sekolah

Siswa-siswi ketika melakukan identifikasi tumbuhan dan hewan di sekitar lingkungan sekolah SMPN 1 Ketapang. Foto dok : Yayasan Palung

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenal keanekaragaman hayati di sekitar sekolah, seperti misalnya lewat Fieldtrip (kunjungan lapangan) sekaligus belajar langsung yang dilaksanakan pada 9-10 Desember 2019 kemarin, di SMPN 1 Ketapang.

Adapun pengamatan yang harus diamati antara lain yaitu mengamati jenis tumbuhan dan hewan yang ada disekitar sekolah. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 60 siswa setiap harinya (pada hari pertama dan kedua kegiatan fieldtrip), kemudian kegiatan tersebut juga didamping oleh beberapa guru dari SMPN 1 Ketapang sendiri untuk mengarahkan dan mendampingi siswa pada saat pengamatan. Pengamatan keanekaragaman hayati dilakukan di sekitar lingkungan sekitar sekolah SMPN 1 Ketapang.

Beberapa tumbuhan yang ada di sekitar sekolah yang berhasil diidentifikasi oleh siswa-siswi seperti pohon manga, pucuk merah, petai cina, cengkodok dan jambu. Selain tumbuhan, saat pengamatan siswa-siswi berjumpa dengan hewan seperti kodok, ada pula ditemukan jenis serangga; kumbang, semut dan lebah. Selain itu juga ada tumbuh-tumbuhan obat seperti serai, kunyit dan jahe.

Adapun tujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk mengenalkan dan menambah wawasan siswa tentang keanekargaman hayati disekitar lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, semua rangkaian kegiatan mulai pukul 07.00-12.00 WIB.

Semua Peserta yang mengikuti Fieldtrip. Foto dok : Yayasan Palung

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembagian kelompok pengamatan dan pembagian mentor (6 orang guru sebagai mentor). Selanjutnya siswa diarahkan untuk melakukan pengamatan yang sudah ditentukan dan masing-masing siswa wajib untuk menggambar dan menulis ciri-ciri tumbuhan atau hewan yang di amati, selanjutnya siswa diarahkan ke pos satu untuk mempresentasikan hasil pengamatan kepada tim dari Yayasan Palung untuk menilai apa yang telah diamati oleh siswa, selanjutnya siswa melanjutkan perjalanan menuju pos dua.

Pada pos dua siswa diarahkan untuk membuat bahan presesntasi untuk dipresentasikan kepada kelompok lainnya, guru dan tim Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung (Haning Pertiwi, Junardi dan Sumihadi). Ikut serta pula Adam dan Bambang selaku Relawan Tajam Yayasan Palung.

Ada pun bahan presentasi yang dibuat yaitu hasil dari pengamatan individu oleh siswa akan disatukan di kertas plano. Setelah membuat bahan presentasi siswa melanjutkan perjalanan menuju ke pos tiga, pada pos tiga, siswa ditugaskan untuk memilih moderator untuk memandu presentasi dan presenter untuk menyampaikan hasil pengamatan tentang keanekaragaman hayati disekitar sekolah, dan selanjutnya siswa menuju pos empat untuk melakukan presentasi hasil pengamatan di depan Guru pendamping dan Tim Yayasan Palung.

Terlihat keceriaan dan semangat dari siswa-siswi ketika mengikuti kegiatan tersebut dan mendapat sambutan baik pula dari mereka.

Penulis : Junardi-BOCS

Editor : PitYayasan Palung

Tampilkan Produk Lokal Pada Festival Panen Raya Nusantara (PARARA) 2019

Beberapa Produk HHBK yang ikut dipamerkan dalam Festival Panen Raya Nusantara (PARARA 2019) di Atrium Plaza Semanggi, Jakarta, pada tanggal 6-8 Desember, kemarin. Foto : Salmah /Yayasan Palung

Tahun ini, Konsorsium Parara kembali menggelar Festival Panen Raya Nusantara (Parara) 2019 di Atrium Plaza Semanggi, Jakarta, pada tanggal 6-8 Desember, kemarin.

Yayasan Palung bersama dengan beberapa Lembaga atau yayasan yang tergabung dalam konsorsium Parara ikut ambil bagian dengan menampilkan berbagai produk kerajinan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Produk-produk hhbk ini tentunya berasal dari hasil hutan bukan kayu yang diolah dan dikreasikan oleh tangan-tangan trampil perajin. Seperti misalnya para pengrajin (perajin) binaan/dampingan Yayasan Palung di wilayah Kayong Utara ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Berbagai produk hhbk yang bagus nan cantik seperti tikar pandan, cincin resam, lekar dan lain sebagainya ikut serta dalam pameran selama 3 hari tersebut.

Semoga saja adanya kegiatan ini dapat memperkenalkan berbagai produk-produk lokal yang ada di setiap wilayah Indonesia dan bisa menjadi produk unggulan yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.

Berikut ini beberapa informasi tentang Kegiatan PARARA 2019 :

https://www.tribunnews.com/images/editorial/view/1825402/pameran-panen-raya-nusantara

(Pit -YP)