Berbagi Cerita tentang Perilaku dan Pakan Orangutan Liar di Gunung Palung pada Kegiatan Kolokium di Kalimantan Timur

Pembukaan kegiatan Kolokium oleh Kepala Balitek KSDA Samboja, Kaltim, Bapak Dr. Ishak Yassir. Foto dok : Yayasan Palung

Yayasan Jejak Pulang (Four Paws) bekerja sama dengan Balitek KSDA Samboja mengadakan kegiatan Kolokium yang juga mengundang Yayasan Palung. Kegiatan ini dilaksanakan di Balitek KSDA Samboja, Kalimantan Timur dari tanggal 18-20 Januari 2020, kemarin.

Adapun tema dari Kolokium ini adalah “Pengembangan Kompetensi Pakan Orangutan dalam Rehabilitasi Orangutan”.

Materi yang disampaikan diantaranya; Pertama, Pengembangan kompetensi pakan dalam rehabilitasi orangutan oleh Yayasan Jejak Pulang. Selanjutnya, Ukuran ketersediaan makanan di sekolah hutan KHDTK oleh Balitek KSDA Samboja. Ada pula materi tentang Ekologi pohon pakan orangutan liar di Gunung Palung dan cara mengidentifikasi jenis pakan orangutan oleh Yayasan Palung.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kerja sama antar lembaga terkait konservasi orangutan. Selain itu, tujuan utama dari kegiatan ini adalah sharing tentang ekologi pohon pakan Orangutan liar di Gunung Palung, Mengetahui jenis dan bagian apa saja yang di makan Orangutan liar dan mengetahui bagaimana perilaku Orangutan liar.

Simulasi identifikasi jenis pohon dan phenology yang dilakukan di KHDTK Samboja. Foto dok : Yayasan Palung

Pada kesempatan tersebut, Ella Brown, Manager Stasiun Riset Cabang Panti Yayasan Palung (GPOCP) menyampaikan materi tentang Ekologi Pohon Pakan Orangutan liar di gunung Palung. Sedangkan Andre Ronaldo, botanis dari Yayasan Palung (GPOCP) menyampaikan materi tentang Identifikasi Jenis Pohon Pakan Orangutan di Gunung Palung.

Ella Brown saat menyampaikan presentasi dalam kegiatan Kolokium di Balitek KSDA Samboja. Foto dok : Yayasan Palung

Ella sapaan akrabnya mengatakan, “Pada saat musim berbuah (Masting) Orangutan di Gunung Palung lebih suka mengkonsumsi buah bahkan hampir 90 % mereka mengkonsumsi buah, sementara jika musim buah berakhir Orangutan akan mencari alternatif makanan lain seperti daun muda, kulit pohon dan rayap”

Ella menambahkan “Orangutan Liar di Gunung Palung juga lebih senang hidup pada habitat rawa gambut karena disana jenis tumbuhan lebih bervariasi untuk mencukupi kebutuhan makan Orangutan”

Kemudian, Andre Ronaldo juga mengatakan, “Orangutan merupakan hewan frugivora, makanan utamanya merupakan buah, makanan lain hanya selingan saja. Orangutan sangat menyukai buah yang bertekstur lembut, namun sama seperti manusia, setiap individu Orangutan punya selera makan yang berbeda-beda, jadi tidak bisa di simpulkan Orangutan satu dan yang lain punya makanan favorit dari jenis yang sama”.

Andre Ronaldo, saat menyampaikan presentasi dalam kegiatan Kolokium di Balitek KSDA Samboja. Foto dok : Yayasan Palung

“Beberapa makanan yang umum disukai oleh Orangutan diantaranya adalah Nangka hutan (Artocarpus fulvicortex), kayu ara (Ficus dubia), Teratung (Durio oxcleyanus), Jantak (Willugbheia angustifolia), Punak (Tetramerista glabra), Jambu-jambuan (Syzygium spp), Belimbing darah (Baccaurea angulata), Mempisang (Maasia sumatrana), Kayu batu (Irvingia malayana), Rengas (Melanochyla fulvinervis), Daun emas (Fordia splendidissima), Nyatoh (Madhuca kingiana), Keruing (Dipterocarpus sublamellatus) dan masih banyak yang lainnya. Buah-buahan tersebut sangat penting untuk memenuhi kebutuhan Orangutan dalam pertumbuhan dan perkembangbiakannya”, jelas Andre.

Sementara itu, Dr. Signe Preuschoft, selaku Direktur Yayasan Jejak Pulang, mengatakan, “Kami bukan ahli ekologi dan botani, kami hanya ahli perilaku Orangutan, kami melakukan rehabilitasi saja, maka kami sangat perlu sharing dengan teman-teman Yayasan Palung agar rehabilitasi Orangutan kami bisa berhasil”.

Tidak hanya itu, selain Kolokium, adapula kegiatan simulasi identifikasi jenis pohon dan phenology yang dilakukan di KHDTK Samboja, kemudian kunjungan ke Herbarium Wanariset Samboja.

Dari kegiatan ini Yayasan Jejak Pulang berharap bisa belajar dari Riset yang dilakukan oleh Yayasan Palung terhadap Orangutan liar sebagai acuan pengembangan pengelolaan Rehabilitasi Orangutan yang mereka lakukan.

Penulis : Andre Ronaldo-Yayasan Palung

Editor : Pit-YP

Menumbuhkan Rasa Peduli Lingkungan Kepada Generasi Muda di Sekolah

Siti Nur Baiti saat menyampaikan materi lingkungan kepada anak muda di SMAN 1 Sungai Laur. Foto dok : WBOCS/Yayasan Palung

Kami sebagai penerima beasiswa WBOCS dari kecamatan Sungai Laur yang terdiri atas Monica Sripayu, Ifri, Siti Nur Baiti dan Junardi mengadakan kegiatan lecture di dua tempat; di SMAN 1 Sungai Laur dan di SMPN 4 Matan Hilir Utara, pada Hari Sabtu bertepatan pada tanggal 18 Januari 2020 kemarin.

 Kegiatan ini dibuat untuk mengisi waktu libur semester selama di kampung. Peserta yang berpartisipasi dengan kegiatan ini terdiri atas 43 siswa mulai dari kelas X, IX hingga kelas XII.  Kegiatan dimulai dengan perkenalan dari masing-masing teman-teman WBOCS. Selanjutnya penyampaian materi dari Baiti tentang lingkungan dan diikuti oleh Junardi yang menyampaikan materi tentang konservasi orangutan. 

Selama kegiatan juga diselingi dengan games untuk menciptakan suasana yang lebih bersahabat dengan siswa-siswi. Meski kegiatan sempat terhambat dengan bentroknya jadwal lecture dan acara reuni akbar di SMAN 1 Sungai Laur.

Namun, siswa-siswi yang berpartisipasi dengan kegiatan ini sangat antusias mendengarkan materi bahkan banyak diantara mereka ikut berkomentar dan menyampaikan pendapat mereka dengan kondisi lingkungan sekitar mereka saat ini.  Hal ini tak lepas dari tujuan dari kegiatan ini agar siswa siswi di daerah Sungai Laur bisa lebih mengkritisi kondisi lingkungan disekitar mereka.

Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai untuk bumi yang lebih baik

Sementara itu, di tempat terpisah, di hari yang sama pada hari Sabtu (18/1/2020) kemarin, tim WBOCS melaksanakan lecture di SMPN 4 Matan Hilir Utara.

Hanna dan Mita ketika berfoto bersama para murid di SMPN 4 Matan Hilir Utara. Foto dok : WBOSC/Yayasan Palung

Kegiatan lecture yang disampaikan oleh Hanna dan Mita disambut dengan sangat antusias oleh seluruh siswa dan guru di SMPN 4 Matan Hilir Utara tersebut.

Di dalam ruang kelas yang walaupun sesak dan panas tidak menyurutkan semangat siswa kelas 8 dan 9 untuk mendengarkan materi tentang Bahaya Sampah Plastik dan green life style.

Dalam penyampaian materinya, tak lupa pula penerima WBOCS (Hanna dan Mita) untuk mengajak adik-adik semuanya untuk menyelamatkan bumi dengan langkah kecil seperti membawa tumbler dan tempat makan ke sekolah untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang sangat berpotensi menyebabkan sampah tak terurai tersebut.

Di akhir sesi, salah seorang siswa laki-laki dengan gagah dan berani menyatakan bahwa dia ingin ikut serta menyelamatkan bumi demi generasi yang akan datang dengan hal kecil yaitu membawa tumbler dan mencoba tidak menggunakan plastik sekali pakai lagi.

Penulis : Siti Nur Baiti dan Hanna Runtu-WBOCS

Editor : Pit-YP

Project Balek Kampung WBOCS, Diskusi Tentang Sampah Plastik Bisa Menghancurkan Bumi

Hanna Runtu (WBOCS) dan Monalisa Pasaribu (Aidenvironment). Foto dok : Yayasan Palung

Project Balek Kampung yang berkemaskan diskusi asyik ala WBOCS (West Bornean Orangutan Caring Scholarshop) telah berlangsung pada Rabu (8/1/2020), kemarin.

Acara bertemakan “Bagaimana Sampah Plastik Bisa Menghancurkan Bumi?” ini bertujuan saling berbagi wawasan dan kesadaran lingkungan mengenai maraknya penggunaan plastik sekali pakai melalui diskusi santai di Kekili Kopi, Ketapang.

Menghadapi era yang kini serba pragmatis, Hanna Adelia Runtu dan Monalisa Pasaribu selaku pemantik, masing-masing menyampaikan materi Sejarah Plastik dan Data Penggunaan Plastik selama 15 menit. Diselingi pemutaran video mengenai Sejarah Plastik dan Live With a Zero Waste Life (Gaya Hidup Secara Nol Limbah).

Topik yang memang sedang trend ini memacu antusiasme peserta dalam mengisi diskusi dengan berpendapat menurut perspektif mereka. Diskusi berlangsung alot. Diantara 118 orang peserta, salah satu dari mereka pun sempat menyinggung perlunya komposisi yang sempurna antara gagasan dan eksekusi serta kolaborasi antar semua pihak agar permasalahan ini dapat terselesaikan. Sebab, bergantung pada salah satu pihak tidak cukup mengoptimalkan solusi yang ada.

Peserta yang memberikan komentarnya saat diskusi berlangsung. Foto dok : Yayasan Palung

“Kesadaran hendaknya dimulai dari diri sendiri, salah satunya ialah memilah sampah, serta meminimalisir penggunaan plastik”, tutur Monalisa, selaku pemantik pada kegiatan diskusi tersebut.

Hanna Runtu (WBOCS) yang juga sebagai pembicara dalam diskusi itu pun mengajak para peserta yang tertarik dalam kegiatan sejenis ini atau gagasan yang lebih kreatif bisa saling berkolaborasi. Sehingga kota Ketapang bisa menjadi less waste (mengurangi sampah) dan go green, menyusul kota-kota lainnya yang sudah lebih dulu menerapkan prinsip tersebut. Sebagai moderator dalam kegiatan itu adalah Mita Anggraini (WBOCS).

Peserta yang memberikan komentarnya saat diskusi berlangsung. Foto dok : Yayasan Palung

Santai-santai bermanfaat ini diharapkan dapat membuka pikiran masyarakat khususnya generasi millenial, mengenai pentingnya inisiatif dan eksekusi dalam menciptakan kehidupan yang lebih ramah lingkungan atau eco-friendly.

Khususnya dapat mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s) no. 11, yakni Sustainable Cities and Communities.

Memberikan hadiah kepada pemenang kepada peserta yang aktif dalam diskusi Asyik. Foto dok : Yayasan Palung

Semua rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari semua peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Penulis : Mega Oktavia Gunawan-WBOCS

Editor : Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Yayasan Palung Siapkan 6 Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Tahun Ini

Brosur WBOCS

Pada tahun 2020 ini, Yayasan Palung kembali menyediakan 6 (enam) beasiswa. Program beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS), pada tahun 2020 telah memasuki tahun ke Sembilan.

Yayasan Palung merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sejak 2012 Yayasan Palung (YP) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerjasama menyediakan beasiswa program S-1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan Barat (West Bornean Orangutan Caring Scholarship). Hingga tahun 2019 terdapat 37 Penerima BOCS yang diantaranya 7 orang sudah menjadi sarjana.

Adapun untuk syarat dan ketentuan penerima beasiswa adalah sebagai berikut ; Berasal dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, diutamakan kurang mampu secara ekonomi. Diusulkan oleh pihak sekolah / usulan siswa bersangkutan namun meminta rekomendasi dari pihak sekolah. Setiap sekolah berhak mengusulkan 2 (dua) orang siswa. Berencana kuliah di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Bersedia melakukan penelitian skripsi berkaitan dengan aspek-aspek perlindungan dan penyelamatan Orangutan Kalimantan.  Memiliki prestasi yang baik, berkomitmen untuk konservasi dan mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar / kuliah hingga selesai.

Formulir pendaftaran WBOCS. Foto dok : Yayasan Palung

Berikut ini syarat Pendaftaran beasiswa WBOCS ;

  • Formulir pendaftaran dapat diperoleh di sekolah masing-masing atau menghubungi kontak Yayasan Palung, diisi dengan lengkap.
  • Menyertakan fotocopy berkas sebagai berikut:
    • Fotocopy Raport dari semester 1 – 5.
    • Surat pengantar dari kepala sekolah
    • Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
  • Membuat motivation letter atau pernyataan motivasi yang menceritakan tentang keadaan diri dan keluarga, pengalaman dan prestasi, cita-cita dan hubungannya dengan program studi yang dipilih, dan alasan harus diterima dan mengapa pantas sebagai penerima beasiswa, serta buah pikiran tentang mengapa pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan itu penting. Minimum 200 kata, diserahkan sebanyak 3 (tiga) rangkap tanpa jilid.
  • Membuat Esai tentang kondisi dan persoalan lingkungan di tempat tinggal anda (hutan, sungai, laut, dll), serta tantangan konservasinya. Esai dibuat dengan ketentuan: buah pikiran sendiri / orisinil dengan panjang 1000 kata, menggunakan gaya bahasa populer dengan kaidah 5 W 1 H (What, Who, When, Where, Why, How), jika mengutip dari tulisan orang lain harus mencantumkan daftar pustaka. Serahkan sebanyak 3 rangkap tanpa jilid.
  • Berkas pendaftaran dapat diserahkan langsung ke Yayasan Palung (Kantor Ketapang ataupun Bentangor Desa Pampang Harapan Kec. Sukadana) atau melalui jasa pengiriman paling lambat 17 Maret 2020.

Untuk tahapan seleksi calon penerima beasiswa WBOCS dilakukan seleksi tahap pertama dan tahap kedua;

  • Seleksi Tahap I: seleksi berkas, motivation letter dan esai. Hasil seleksi tahap I akan diberitahukan kepada pendaftar melalui pesan singkat (sms / whatsapp) pada 19 Maret 2020.
  • Seleksi Tahap Akhir: presentasi dan wawancara. Peserta diwajibkan mempresentasikan esai, motivation letter, dan alasan memilih fakultas dan jurusan di UNTAN, yang disajikan dalam power point (ppt), serta menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panel juri. Seleksi ini akan dilaksanakan pada 31 Maret 2020 di Kantor Yayasan Palung di Ketapang. Pengumuman seleksi tahap akhir akan disampaikan melalui surat resmi kepada pihak sekolah pada tanggal 31 Maret 2020 (jadwal ini dapat berubah, dan akan diberitahukan kemudian).
View this post on Instagram

YAYASAN PALUNG SIAPKAN 6 BEASISWA PEDULI ORANGUTAN KALIMANTAN TAHUN INI Pada tahun 2020 ini, Yayasan Palung kembali menyediakan 6 (enam) beasiswa. Program beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS) pada tahun 2020 telah memasuki tahun ke Sembilan. Yayasan Palung merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sejak 2012 Yayasan Palung (YP) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerjasama menyediakan beasiswa program S-1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan Barat (West Bornean Orangutan Caring Scholarship). Hingga tahun 2019 terdapat 37 Penerima BOCS yang diantaranya 7 orang sudah menjadi sarjana. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ; Yayasan Palung, Jl. Kol. Sugiono Gg. H. Ikram No. 1 Ketapang. Telp/Fax: 3036367, www.yayasanpalung.com Pusat Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung / Bentangor, Dusun Pampang Desa Pampang Harapan, Kec. Sukadana, KKU Haning Pertiwi: WA 0852-4552-7935, Riduwan: WA 081521574106 📸 Desain : Mega @migalon25 -WBOCS Penulis: Petrus Kanisius- Yayasan Palung @beasiswaorangutankalimantan @savegporangutans @yayasan_palung @orangutanrepublik #BorneanOrangutanCaringScholarship(WBOCS) #WBOCS #kalimantan #kalimantanbarat #orangutankalimantan #peduliorangutankalimantan #beasiswa #beasiswawbocs2020

A post shared by Yayasan Palung (YP) (@yayasan_palung) on

Ada beberapa Hak Penerima Beasiswa WBOCS antara lain;

Setiap penerima beasiswa diberikan dana beasiswa dengan limit USD 1.500, untuk membiayai:

  1. Daftar Masuk Universitas
  2. Daftar Ulang selama 8 semester
  3. Biaya Penelitian
  4. Biaya Penulisan Skripsi
  5. Biaya lain dipenuhi selama masih dalam limit dana beasiswa
  6. Bagi Penerima Beasiswa yang mendapat UKT IV dan V, pembiayaan dihentikan jika sudah mencapai limit dana beasiswa, walaupun tidak memenuhi poin 1-4.
  7. Peningkatan kapasitas dari Yayasan Palung

Selain itu juga ada beberapa Kewajiban Penerima Beasiswa WBOCS diantaranya adalah;

  1. Selama menempuh Pendidikan;
  2. penerima beasiswa menjadi relawan selama 1 (satu) bulan pada setiap tahunnya di Yayasan Palung atau di lembaga konservasi / lingkungan lainnya.
  3. penerima beasiswa melakukan aktivitas kampanye konservasi secara sendiri / bersama dengan penerima BOCS lainnya.
  4. indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,75 (Grade 4), IPK dibawah yang disyaratkan dengan toleransi 1 (satu) semester atau ditentukan berdasarkan penilaian, jika tetap tidak memenuhi ketentuan, program beasiswa akan dihentikan.
  5. Penelitian skripsi harus sesuai dengan syarat dan kondisi dalam beasiswa ini.

Sedangkan Informasi lainnya antara lain;

  1. Calon mahasiswa/i hanya dapat memilih jurusan dan fakultas:
  2. Fakultas FMIPA Jurusan Biologi / Matematika
  3. Fakultas Kehutanan
  4. Fakultas Hukum
  5. Fakultas ISIP Jurusan Hubungan Internasional / Sosiologi / Antropologi
  6. Jika ikut mendaftar SNMPTN, pilih jurusan dan fakultas yang sesuai dengan prasyarat WBOCS.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ;

  1. Yayasan Palung, Jl. Kol. Sugiono Gg. H. Ikram No. 1 Ketapang. Telp/Fax: 3036367, www.yayasanpalung.com
  2. Pusat Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung / Bentangor, Dusun Pampang Desa Pampang Harapan, Kec. Sukadana, KKU
  3. Haning Pertiwi: WA 0852-4552-7935, Riduwan: WA 081521574106

Penulis: Petrus Kanisius- Yayasan Palung

Yuk, Kita Mengenal Tumbuhan Pakan Orangutan

Inilah jenis-jenis pakan orangutan yang ada di Gunung Palung. Foto dok. Andre Ronaldo/Yayasan Palung

Hutan sebagai sumber dari segala penyedia dan memberikan manfaat yang tak terkira bagi semua makhluk hidup. Orangutan memakan buah-buahan dan tumbuhan yang berasal dari hutan.

Tak salah kiranya apabila hutan disebut sebagai sumber dari semua makhluk hidup sebagai penyedia beragam tumbuhan dan buah untuk beroleh hidup terutama bagi orangutan.

Ketersediaan pakan orangutan yang melimpah pun tak diragukan lagi jika di bulan Desember di Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) misalnya yang saat ini sedang berbuah. 

Andre Ronaldo, Staff Botanist dan Koordinator Survei di Yayasan Palung, mengatakan; “Akhir tahun adalah momen dimana jenis-jenis tumbuhan di hutan hujan tropis sedang berbuah dan berbunga. Momen ini merupakan momen yang tepat untuk mendokumentasikan spesimen dari setiap jenis tumbuhan yang sedang berbuah, terutama yang merupakan jenis pakan bagi Orangutan”.

Lebih lanjut Andre sapaan akrabnya mengatakan, Kegiatan yang ia lakukan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan yang sedang berbuah dan untuk koleksi digital database. Adapun lokasi identifikasi adalah di Statiun Riset Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat.

Jenis-jenis Buah dan Tumbuhan yang Menjadi Makanan Orangutan

Adapun jenis tumbuhan pakan yang sedang berbuah pada bulan ini, diantaranya adalah Dipterocarpus sublamellatus (keruing), Mangifera pajang (jenis manga hutan), Durio oxleyanus (durian hutan), koompassia excelsa (Kempas), maasia sumatrana, Baccaurea edulis (jenis rambai-rambaian hutan), Gironniera nervosa (ampas tebu/medang kasap/miang-miang/lempung bulu), Dillenia sp (simpur), Sindora sp (Sindur), Aporosa sp (kumpang/kayu masam/belian air), Baringtonia sp (Penage/nyamplung), Alangium sp (medong/lajik kuning/boiko) dan Syzygium spp.(Jenis jambu hutan), kata Andre.

Andre pun berharap, agar semua jenis tumbuhan yang menjadi pakan orangutan bisa terdokumentasikan dan tercatat sampai tingkat spesies.

Junardi, satu dari mahasiswa Kehutanan dari Untan yang juga merupakan mahasiswa penerima beasiswa orangutan Kalimantan, ketika ia melakukan penelitian pada tahun lalu di TANAGUPA menceritakan, pakan orangutan di TANAGUPA tersedia cukup banyak. 

Yang paling Banyak menurut Jun, sapaannya sehari-sehari menyebutkan ficus sp (jenis kayu ara) tanaman yang cukup banyak tersedia, ujarnya. Selain itu, jenis Artocarpus (nangka hutan) juga pun ada tersedia disana. Seperti penuturan Jun, khusus di Stasiun Riset Cabang Panti, TANAGUPA, ketika buah kurang di suatu wilayah, jarang ditemukan orangutan di wilayah tersebut. 

Namun, ketika buah melimpah, orangutan mudah sekali untuk dijumpai. Selanjutnya juga, orangutan akan mencari makan di luar wilayah stasiun penelitian.

Seperti pengalaman para peneliti di Stasiun Riset Cabang Panti, TANAGUPA, ketika musim paceklik buah (ketika buah yang tersedia kurang) maka akan cukup sulit bertemu atau berjumpa orangutan. Sebaliknya, sangat mudah menjumpai orangutan di sana ketika musim buah raya tiba.

Ternyata, berdasarkan hasil penelitian di Stasiun Riset Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) ; orangutan mengkonsumsi lebih dari 300 jenis tumbuhan yang terdiri dari: 60% terdiri dari buah, 20% bunga, 10% daun muda dan kulit kayu serta 10% serangga (seperti rayap). 

Tumbuhan dominan yang dikonsumsi buahnya oleh orangutan adalah dari family Sapindaceae/sapindales (rambutan, kedondong, matoa dan langsat), Lauraceae (alpukat, dan medang), Fagaceae (petai dan kacang kedelai atau termasuk jenis kacang-kacangan), Myrtaceae/myrtales (jenis jambu-jambuan), Moraceae (ficus/kayu ara), jenis pandanus dan lain-lainnya. Kesemua buah-buahan hutan tersebut, setidaknya itulah yang paling digemari oleh orangutan beserta satwa lainnya.

Semakin melimpah buah dan tumbuhan di hutan maka akan semakin membantu orangutan untuk terus berkembang biak di alam liar dan berharap semoga mereka bisa selalu menjadi petani hutan yang setia hingga selamanya, dengan demikian hutan pun boleh lestari hingga nanti.

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di Kompasiana : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/5df09e2f097f3644b0452d82/yuk-kita-mengenal-tumbuhan-pakan-orangutan?page=all

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Field Trip SMP Negeri 1 Sukadana di Hutan Mangrove

Peserta yang mengikuti fieldtrip di Wisata Hutan Mangrove Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, beberapa waktu lalu. Foto dok : Simon/YP

Setelah memberikan materi tentang Pengenalan Hutan Mangrove di dalam kelas, Yayasan Palung mengajak siswa-siswa SMP Negeri I Sukadana belajar langsung di Hutan Mangrove sekaligus memanfaatkan waktu class meeting sekolah.

Dalam kegiatan ini dikenalkan jenis-jenis tumbuhan yang ada di hutan mangrove seperti bakau, api-api, lindur, nyirih, nipah dan pidada. Dikenalkan juga jenis perakaran tumbuhan di mangrove seperti akar napas/pasak, akar tunjang, akar gantung, akar papan, akar banirdan akar lutut.

Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari (10-12 Desember 2019) dan diikuti siswa/i kelas 8 A sampai 8 F dengan kuota 2 kelas perhari.

Field Trip ini didampingi oleh Simon Tampubolon (@sifrx90_solotravl ) Riduwan (@mas_duwan20 ) Mahendra (@mahendra7496 ) dari Yayasan Palung, Sidiq Nurhasan ( @sidiq_nurhasan )  dan Joko Suprianto (@joko_supianto87 ) dari relawan. Pada kegiatan tersebut pula dihadiri juga oleh guru pendamping dari SMPN I Sukadana.

Siswa/i ini sangat antusias mengikuti kegiatan. Pihak sekolah juga berterima kasih atas adanya kegiatan ini dan berharap mengadakan kegiatan lainnya untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa.

Penulis : Simon Tampubolon-Yayasan Palung