Profil WBOCS

Program beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS) pada tahun 2020 telah memasuki tahun ke Sembilan.

Yayasan Palung merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat.

Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Sejak 2012 Yayasan Palung (YP) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerjasama menyediakan beasiswa program S1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan Barat (West Bornean Orangutan Caring Scholarship).

Hingga tahun 2019 terdapat 43 Penerima BOCS yang diantaranya 9 orang sudah menjadi sarjana.

Adapun untuk syarat dan ketentuan penerima beasiswa adalah sebagai berikut.

Berasal dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, diutamakan kurang mampu secara ekonomi.

Diusulkan oleh pihak sekolah / usulan siswa bersangkutan namun meminta rekomendasi dari pihak sekolah.

Setiap sekolah berhak mengusulkan 2 (dua) orang siswa.

Berencana kuliah di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ;

1. Yayasan Palung, Jl. Kol. Sugiono Gg. H. Ikram No. 1 Ketapang. Telp/Fax: 3036367, http://www.yayasanpalung.com

2. Pusat Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung / Bentangor, Dusun Pampang Desa Pampang Harapan, Kec. Sukadana, KKU.

Berikut Nama-nama Penerima Beasiswa WBOCS dari tahun ke tahun :

Rinta Islami, S.Hut (WBOCS tahun 2012)

Rinta Islami atau biasa dipanggil Rinta adalah salah satu penerima Beasiswa Orangutan Kalimantan Barat (WBOCS) Angkatan pertama, pada tahun 2012. Ia Kuliah di Fakultas Kehutanan UNTAN dan selesai dengan Predikat Lulusan Termuda. saat ini Rinta bekerja sebagai Community organizer Assistant di Fauna Flora International. Sebelumnya Rinta juga bekerja di Stasun Riset Cabang Panti sebagai Assistant Laboratorium yang fokus tentang Pakan Orangutan selama 2 tahun.
Risa Aprilla, S.Pd (WBOCS tahun 2012)

Risa Aprillia, merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Risa merupakan Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat (WBOCS) tahun 2012. Risa kuliah di Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dengan ilmu yang didapatnya ini, Risa ingin menjadi bagian dalam penyelamatan orangutan Kalimantan dengan cara mengenalkan orangutan dalam dunia pendidikan. Risa telah berhasil membuat sebuah media pembelajaran yang edukatif dengan menerapkan model permainan yang saat ini sedang digemari yakni Monopoli Orangutan IPA. Saat ini ia sebagai guru di Sekolah Dasar dimana ia berdomisili.


Muhammad Muhlis Saputra, S.Hut (WBOCS tahun 2013)

Muhlis, demikian ia disapa sehari-hari. Muhlis merupakan angkatan ke-2 Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat (WBOCS) tahun 2013 dan kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Muhlis pernah melakukan penelitian tentang Preferensi Pakan Orangutan (Pongo pygmaeus wurmbii) di Stasiun Penelitian Cabang Panti Taman Nasional Gunung Palung Kaliamantan Barat. Bagi Muhlis, Konservasi merupakan pekerjaan yang sangat mulia, tentunya banyak cara yang bisa kita lakukan untuk melindungi alam dan isinya, mulai dari pekerja sosial, budaya dan apapun bentunya, semua tentu akan selalu bisa kita dedikasikan untuk keberlansungan kehidupan dan kesejahteraan lingkungan. Kecintaannya terhadap alam dan lingkungan dimulai saat ia menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Untan, disitu saya belajar banyak hal, mulai dari berinteraksi langsung dengan alam, dan kegiatan-kegiatan yang tentunya sangat membantu saya untuk mengenal alam lebih dekat lagi. Orangutan menjadi kunci utama kecintaannya terhadap lingkungan, dengan permasalahan yang cukup banyak, seperti ilegal logging, ilegal mining, dan masing banyak lagi hal-hal diluaran sana yang sifatnya merusak lingkungan, namun itu tidak bisa kita pandang dari sisi akibat saja, kita harus melihat penyebabnya, seperti mengapa manusia melakukan itu semua, jawabannya adalah karena mereka belum bisa hidup sejahtera, karena, jika manusia hidup sejahtera, maka hutan akan terjaga. Selesai Kuliah, Muhlis pernah bekerja di beberapa lembaga seperti; bekerja di Sintang Orangutan Center, pada tahun 2017-2019 sebagai staff Behavior Ecology and Animal Walfare, Education and awareness staff di Sintang Orangutan Center (tahun 2019). Selanjutnya bekerja di International Animal Rescue Indonesia sebagai Community Development Coordinator, pada tahun 2019.  Saat ini Muhlis bekerja sebagai Social Assessment and Human Behavior Consultant.

Hendri Gunawan, S.H. (WBOCS tahun 2013)

Saat ini Hendri Gunawan adalah staff PPS Hukum Yayasan Palung. Ia lulusan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura. Hendri merupakan alumni penerima Beasiswa Orangutan Kalimantan Barat (BOCS), angkatan ke-2 tahun 2013. Pekerjaan sehari-hari pria penyuka warna abu-abu (grey) tersebut adalah memberikan lecture, sosialisasi kepada masyarakat tentang perlindungan satwa dan pendampingan relawan muda dan rutin memberikan materi lingkungan kepada sispala yang ada. Hendri sangat menyukai film action dan pertualangan, Tokek adalah binatang kesukaannnya. Pendidikan terakhirnya adalah Sarjana Hukum.

Sumihadi, S.Si (WBOCS tahun 2014)

Sumihadi adalah salah satu staff botani di Stasiun Riset Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung. Ia lulusan fakultas MIPA jurusan Biologi dengan gelar Sarjana Sains. Sumihadi merupakan alumni penerima BOCS tahun 2014. Gadis periang penyuka bunga mawar ini sehari-hari bekerja di Stasiun Riset Cabang Panti sebagai asisten laboratorium yang berhadapan langsung dengan pekerjaan seperti mengolah data feses, urin dan pakan orangutan di lab. Sumi sangat menyukai ketenangan dan senang membaca.

Riduwan, S.Hut (WBOCS tahun 2014)

Saat ini Riduwan, S.Hut bekerja sebagai Staf Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung di Kabupaten Kayong Utara. Nama lengkapnya Riduwan, bisa disapa Mas Duwan. Ia merupakan alumni penerima beasiswa WBOCS tahun 2014. Pria penyuka baju biru, putih dan hijau ini juga suka jalan-jalan dan memancing. Ia merupakan Staf (Asisten) Pendidikan Lingkungan di Kabupaten Kayong Utara. Riduwan sangat menyukai film animasi dan film Samurai X dan binatang kesukaannya adalah Marmut. Pendidikan terakhirnya adalah Sarjana Kehutanan.

Petrus Yendri (WBOCS tahun 2014)

Petrus Yendri lahir di Batu Bulan sebuah desa di Kecamatan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang. Cita-citanya menjadi Guru sehingga dapat membantu masyarakat di kampungnya untuk mempertahankan hutan mereka. Menurut Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat (WBOCS) tahun 2014 ini, persoalan dalam konservasi orangutan adalah lemahnya penegakan hukum dari pelaku perburuan orangutan dan berkurangnya habitat orangutan akibat dari alih fungsi habitat orangutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Saat ini, Yendri kuliah di Universitas Tanjungpura Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, mengambil jurusan Pendidikan Geografi.


Hanoni Rafika (WBOCS tahun 2014)

Lahir di Batu Barat, Kabupaten Kayong Utara. Ia merupakan salah satu penerima beasiswa WBOCS, ia mulai berkuliah pada tahun 2014 di fakultas kehutanan universitas Tanjungpura. Aktivitasnya sekarang adalah menyelesaikan studi dan bekerja di salah satu tempat penitipan anak (TPA), hobinya cooking dan traveling. Hanoni merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Menjadi orang yang bermanfaat adalah harapannya dan menjadi orang yang beruntung didunia dan akhirat adalah impiannya.

Soni Irawan (WBOCS tahun 2015)

Soni Irawan memiliki  olahraga seperti bola voli, futsal dan jalan-jalan. Soni merupakan Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan tahun 2015. Saat ini  ia sedang menyelesaikan kuliah di Fakultas Kehutanan UNTAN.  
Junardi, S.Hut (WBOCS tahun 2015)

Jun, begitu dia disapa sehari-hari, adalah Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan tahun 2015.  Pemuda penyuka olahraga dan travelling ini berasal dari Kecamatan Sungai Laur. Banyak persoalan lingkungan yang memprihatinkan saat ini, menurutnya ada kebakaran lahan, luasnya perkebunan kelapa sawit, PETI dan masih maraknya pembuangan sampah ke sungai menjadi keprihatinannya. Junardi merupakan lulusan Fakultas Kehutanan UNTAN, tahun 2019.
Achmad Edi Saputra (WBOCS tahun 2015)

Achmad Edi Saputra merupakan penerima beasiswa WBOCS angkatan 2015, Edi mengambil jurusan Kehutanan di Universitas Tanjungpura Pontianak. Saat ini Edi sedang menempuh semester 10. Di kampus ia aktif berkegiatan di organisasi kemahasiswaan. Sekarang Edi sedang melakukan penelitian mengenai Aktivitas Harian Orangutan (Pongo pygmaeus) di Pusat Rehabilitasi Sintang Orangutan Center Kalimantan Barat.


Octha Fitriani  (WBOCS tahun 2015)

 Octha fitriani merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Saat ini Ocha sedang menyelesaikan tugas akhir di Fakultas Kehutanan UNTAN. Ia merupakan penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat pada tahun 2015.Perempuan berkerudung yang menyukai warna merah maroon dan dusty purple ini pernah melakukan penelitian tugas akhir di Stasiun Riset Cabang Panti Taman Nasional Gunung Palung. Menurutnya, pengalaman yang sangat berharga bisa belajar dan mengetahui tentang tumbuhan sumber pakan dan aktivitas harian Orangutan disana. Kebiasaan perempuan yang biasa akrab dipanggil octha ini diwaktu luang menonton film komedi dan drama malaysia. Saat ini dia masih menyusun skripsi sebagai syarat kelulusannya.
Apriana Ulda (WBOCS tahun 2015)

Nama Apriana Ulda, sehari-hari dipanggil Ulda.  Ia merupakan salah satu penerima beasiswa WBOCS pada tahun 2015. Saat ini ia tengah gemar-gemarnya membaca. Bacaan juga random bisa fiksi atau non fiksi. Kadang komik Webtoon. Kadang juga artikel yang ia pikir menarik untuk dibaca. Karena sering baca, saya jadi sering menulis. Menulis juga Random, apa saja yang terlintas dipikiran itulah yang ia tulis. Saya hanya suka melakukan apa saja yang saya ingin lakukan terlepas itu disebut hobi atau bukan. Saya senang merantau, walaupun perantauan terjauh saya hanya Pontianak. Tidak apa, hidupkan kesempatan yang diberikan Tuhan.

Victor Samudra (WBOCS tahun 2016)

Victor, demikian sapaan akrabnya. Ia merupakan penerima WBOCS tahun 2016. Saat ini ia sedang menyelesaikan tugas akhir di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Sering kali banyak orang bertanya mengapa kembali ke hutan? Ya jawabannya adalah karena manusia butuh hutan dan hutan tidak butuh manusia. Saat ini habitat dari salah satu spesies langka seperti Orangutan terancam punah. Habitat orangutan yang di ganti sebagai lahan sawit saat ini menjadi masalah. Upaya yang dilakukan adalah melakukan riset. Adapun Penelitian yang ia lakukan adalah tentang :  “Analisis Kandungan Air Sumber Pakan Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus wurmbii) di Stasiun Riset Cabang Panti Taman Nasional Gunung Palung Kalimantan Barat”. Victor juga ikut aktif di beberapa organisasi antara lain sebagai Humas IMBAL (Ikatan Mahasiswa Batang Laor), Sebagai Ketua Panorama (Pantia Penerimaan dan Orientasi Warga Asrama) Putra Kayong dua. Selain itu, Victor juga pernah kuliah sambil bekerja di Driver Ojek Online (Gojek, pada tahun 2019) dan Entri data Pemilihan Umum di Sekretariat Kantor Golkar Pontianak, pada tahun 2019.


Supriadi (WBOCS tahun 2016)

Supriadi, salah satu dari 6 orang yang memperoleh kesempatan mendapatkan Beasiswa WBOCS pada tahun 2016. Saat ini Supri, demikian ia disapa sehari-hari sedang kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura.  Pria yang memiliki moto “Dimana ada kemauan disitu ada jalan, berjuang dan berdoa” tersebut senang melakukan kegiatan seni seperti menari dan bernyanyi, saya juga senang jalan-jalan ke hutan dan ke tempat yang masih alami.
 
Sari Ulandari (WBOCS tahun 2016)
 
Saat ini Sari Ulandari sedang menyelesaikan kuliah di semester akhir. Sari, demikian ia disapa sehari-hari, merupakan mahasiswi di Fakultas Kehutanan UNTAN, Sari adalah penerima Beasiswa WBOCS tahun 2016.
Sekarang ini ia sedang mengerjakan proposal penelitian saya yang berjudul ; “Analisis Jenis Vegetasi Pakan Orangutan (Pongo pymaeus wrumbbi) pada Tiga Habitat Stasiun Riset Cabang Panti Kabupaten Kayong Utara”.

 
 Dedi Januri (WBOCS tahun 2016)

 Dedi Januri biasa di panggil Dedi ataupun DJ. Ia berkesempatan mendapatkan Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat pada tahun2016, ia kuliah di fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Saat ini berstatus mahasiswa semester 8 yang bisa diartikan semester akhir. Dedi memiliki hobi olahraga ekstrim namun tidak terlalu ekstrim seperti Panjat Tenbing, balap motor cross dan naik gunung tapi anehnya baru sekali naik gunung karena kebanyakan di Kalimantan itu bukit. Saat ini ia terfokus dengan event-event panjat tebing di kancah nasional. Kesibukan di kampung halamannya suka membantu keluarga di kebun sayur orangtuanya seperti menanam dan memanen sayuran itu kesukaannya.

Erina Safitri (WBOCS tahun 2016)
 
Erina Safitri sehari-harinya akrab disapa Er. Ia merupakan salah satu mahasiswa penerima Beasiswa Peduli orangutan Kalimatan Barat (WBOCS) tahun 2016. Saat ini ia kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Wanita penyuka film horor dan kegiatan di  alam ini merupakan mahasiswa semester VIII yang sekarang sedang dalam tahap merancang penelitian. Rencananya, Er akan melakukan penelitian di Stasiun Riset Cabang Panti. Rencananya penelitian fokus pada kandungan protein semut pakan orangutan.

Nur Solihin (WBOCS tahun 2016)

Nur Solihin biasa dipanggil lihin. Ia merupakan penerima Beasiswa Peduli Orangutan kalimantan Barat pada tahun 2016. Lihin kuliah di Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Jurusan Biologi Universitas Tanjungpura.  Saat ini berstatus Mahasiswa Aktif semester 8. Lihin mempunyai hobi membaca dan bermain bola. Sekarang ini ia sedang mengerjakan Proposal Penelitian yang berjudul  “Pola Penyebaran dan Kepadatan Shorea leprosula di Taman Nasional Gunung palung”.

Ratiah (WBOCS tahun 2017)

Ratiah, demikian ia disapa sehari-hari. Anak sulung dari empat bersaudara tersebut berasal dari desa Penjalaan, Kayong Utara, Kalbar. Ratiah merupakan penerima beasiswa BOCS tahun 2017. Ratiah saat ini sedang menempuh pendidikan S1 Jurusan Kehutanan di Universitas Tanjungpura Pontianak. 
Selain menjalani hari-hari sebagai mahasiswi semester enam, ia juga aktif berorganisasi baik di internal maupun eksternal kampus. Remaja yang memiliki cita-cita menjadi seorang penulis tersebut kini sedang mencoba bersahabat dengan alam, ia juga menuturkan bahwa ia sangat tertarik untuk belajar hal-hal baru tentang lingkungan, menjadi bermanfaat untuk banyak orang lewat sebuah tulisan adalah sesuatu yang ia ingin gapai saat ini. Ratiah juga memiliki ketertarikan pada dunia pendidikan dan anak-anak, kedepannya ia berencana untuk bergabung menjadi volunteer diberbagai organisasi maupun NGO yang bergerak dibidang tersebut.

Rafikah (WBOCS tahun 2017)

Nama lengkapnya Rafikah dan akrab disapa Indah.  Saaat ini Penerima WBOCS tahun 2017 tersebut sedang kuliah di  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Tanjungpura, program studi Pendidikan Sosiologi. Indah memiliki hobi kuliner, travelling, mengikuti berbagai  seminar, berorganisasi dan mengajar. Ia sangat menyukai  doraemon dan warna biru, alasannya bukan karena doraemon memiliki kantong ajaib melainkan karena doraemon selalu tulus menolong temannya dan warna biru sendiri menggambarkan air yang artinya memberikan berbagai manfaat untuk kehidupan, inilah prinsip hidup saya.


Siti Nurbaiti (WBOCS tahun 2017)

Memiliki nama lengkap Siti Nurbaiti, ia merupakan penerima beasiswa WBOCS angkatan 2017. Saat ini ia kuliah di jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam  di Universitas Tanjungpura. Ia sekarang sudah memasuki semester 6.

Mita Anggraini (WBOCS tahun 2017)

Gadis yang akrab disapa Mita ini aktif sebagai mahasiswa semester 6, program studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura. Mita merupakan penerima beasiswa WBOCS angkatan 2017. Selain kuliah, Mita juga aktif di beberapa organisasi dan komunitas. Ia juga tercatat sebagai Pimpinan Redaksi (Pemred) di mimbaruntan.com, sekaligus kepada divisi Penelitian dan Pengembangan. Gadis yang suka membaca dan nonton film ini sudah terjun di dunia konservasi sejak di bangku sekolah. Isu lingkungan barang tentu sudah menjadi concern-nya sejak dahulu, namun ia juga menyukai isu-isu tentang gender, HAM, politik dan ekonomi. Mita juga sudah pernah menulis buku bersama dengan dosennya yang berjudul “Perjalanan Panjang Perlindungan Pekerja Migran di Asia Tenggara” yahg sedang dalam proses cetak.
Ilham Pratama (WBOCS tahun 2017)

Ilham Pratama, sehari-hari biasanya dipanggil Ilham. Ia merupakan penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Schoolarship (WBOCS) tahun 2017 . kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Sekarang saya masih kuliah semester 6. Sebagai salah seorang penerima WBOCS saya merasa sangat bersyukur dan bangga, karena saya bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan. Dan beasiswa ini juga menjadi motivasi dan wadah bagi saya sebagai generasi yang peduli terhadap lingkungan. Semoga program beasiswa ini akan tetap berlanjut kedepanya, agar terciptanya generasi-generasi konservasi disetiap lapisan masyarakat.
Hanna Adelia Runtu (WBOCS tahun 2017)

Perempuan berzodiak Virgo dengan nama lengkap Hanna Adelia Runtu yang kerap di sapa Hanna ini memiliki ketertarikan di dunia Konservasi dan Pendidikan Lingkungan Hidup. Hanna merupakan penerima beasiswa WBOCS angkatan 2017 Selama menempuh pendidikan sejak tahun 2017 di Fakultas Kehutan Universitas Tanjungpura. Selain kuliah, Hanna juga turut menjadi volunteer (relawan) di beberapa instansi konservasi baik di Ketapang maupun Pontianak. Selain kehidupan perkuliahan, perempuan yang menyukai warna ungu dan pink ini juga menjadi bagian dari satu komunitas yang bernama Pongo Ranger Community sebagai Ketua Umum yang mana komunitas ini bergerak di bidang pemberdayaan pemuda dan pendidikan lingkungan hidup. Ia memiliki cita-cita untuk menjadi orang yang bisa berguna untuk orang banyak, dan berkontribusi bagi lingkungan hidup yang lebih baik untuk anak cucu di masa yang akan datang.

Gracia Ifri Sandy (WBOCS tahun 2018)

Nama lengkapnya Gracia Ifri Sandy, biasa di panggil Ifri. Ifri merupakan penerima beasiswa WBOCS angkatan 2018. Ia memiliki banyak sekali hobi, salah satunya menyanyi dan menari, sedangkan makanan saya lebih menyukai makanan pedas dan gorengan, tidak lupa saya juga sangat menyukai makanan yang berbau coklat dan keju.Bagi saya pendidikan memang sangat penting dan mewujudkan cita-cita adalah hal yang harus saya raih, dengan berpegang tegus pada motto hidup saya “Ora Et Labora”.
Mega Oktavia Gunawan (WBOCS tahun 2018)

Mega, begitu sapaannya, lahir di Ketapang, 25 Oktober 1999. Merupakan anak ketiga dari lima bersaudara yang berkeinginan menjadi illustrator, khususnya di bidang lingkungan. Mega Oktavia Gunawan merupakan penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Schoolarship (WBOCS) pada tahun 2018 . Biru adalah warna kesukaannya karena ia pernah bercita-cita menjadi astronot. Merupakan lulusan administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Ketapang, sangat jauh dengan prodi kuliah yang sedang dijalaninya. Dia meyakini, asalkan ada niat dan usaha untuk memahami, semua akan baik-baik saja.  Prestasi yang ditoreh ialah juara ketiga Startup Weekend Pontianak, delegasi Fakultas Kehutanan dalam NUDC Untan dan Field Course with Exeter University pada tahun 2019. Serta juara ketiga Lomba Desain Grafis 2018 tingkat fakultas.  Menyukai hal-hal yang berbau kreatif, dan membenci hal yang monoton. Sifatnya dinamis. Saat ini ia disibukkan dengan kegiatan perkuliahan dan bekerja sebagai freelancer desain.

Surianto (WBOCS tahun 2018)

Nama lengkapnya Surianto, ia sehari-hari akrab dipanggil Rian. Ia adalah penerima Beasiswa WBOCS pada tahun 2018. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak dengan fokus studi Ilmu Hukum. Hobinya adalah olahraga, menyanyi, dan menari. Pada usia saya 5 Tahun saya sudah sangat menyukai seni Tari terkhusus Tradisonal Dance saya bergabung dalam Sanggar Tari yang ada di Daerah saya, dengan bakat tersebut saya pernah berkesempatan untuk tampil dalam Acara Nasional, mengikuti berbagai macam Lomba dan Menjadi Guru Tari di salah satu sekolah swasta.
Reni Riasari (WBOCS tahun 2018)

Nama lengkapnya adalah Reni Riasari, namun ia sering dipanggil Reni. Saat ini Reni kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Ia merupakan penerima Beasiswa WBOCS pada tahun 2018. Aktivitasnya sehari-hari yaitu kuliah dan berorganisasi. Hobi dari Reni jalan-jalan, namun sekarang ia mencoba bersahabat kembali dengan buku, karena ia tau bahwa buku adalah jembatan ilmu. Menurutnya bukan hanya mata yang dapat melihat keindahan dunia, tapi pemikiran yang luas juga dapat melihat orang-orang di luar sana dengan segala problematikanya.

Ari Marlina (WBOCS tahun 2018)

Ari Marlina,panggil saja(Ii). Saat ini Ii memasuki semester 4, di Universitas Tanjungpura, Fakultas Kehutanan. Ari Marlina adalah penerima WBOCS pada tahun 2018. Kesibukan Ii sehari-hari selain kuliah, ia juga sering mengkesplor diri dengan fokus belajar mengenai ilmu lapangan di Arboretum Sylva Indonesia Pengurus Cabang Untan. Selain itu ii juga hobi berdiskusi dan bertukar pikiran bersama teman-teman  Organisasi yang ia ikuti. Dan ia sedang mencoba untuk terjun kedunia buku lebih dalam, ia ingin menambah wawasan melalui tulisan dan bermimpi menjadi seorang tokoh yang menginspirasi orang lain.
Fitri Melyana (WBOCS tahun 2018)

Fitri Melyana atau yang akrab dipanggil Fitri, lahir di sebuah desa di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Saat ini, ia berumur 20 tahun dan sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura, Pontianak. Ia merupakan penerima WBOCS pada tahun 2018. Aktifitas sehari-harinya yaitu kuliah dan organisasi. Selain itu, mahasiswi yang menyukai warna biru ini mempunyai hobi memancing dan membaca buku. Saat ini, ia mencoba mendalami sastra khususnya puisi. Dengan puisi, ia dapat mengungkapkan semua yang ingin disampaikan walaupun melalui tulisan. Ia mempunyai cita-cita untuk mengabdikan diri di bidang konservasi lingkungan karena baginya setiap komponen lingkungan sangat berharga dan memiliki nilai manfaat bagi masa depan.
Monica Sripayu (WBOCS tahun 2019)

Nama lengkap saya Monica Sripayu, akrab di panggil Monica. Sekarang ia kuliah di Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura, Pontianak. Ia merupakan penerima beasiswa BOCS angkatan 2019. Warna favoritnya adalah biru dan memiliki hobi membaca dan memasak. Motto hidupnya adalah “berjalan melalui duri menuju kesuksesan” ini motto hidup saya dari kecil. Belajar adalah yang paling utama baginya.
Ahmad Albab (WBOCS tahun 2019)
Nama lengkapnya Ahmad Albab, akrab di panggil Abi. Sekarang ia kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak.  Ia merupakan penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Schoolarship (WBOCS) pada tahun 2019. Abi memiliki   hobi mengambil gambar (fotografi) dan juga memancing, ia lebih suka nonton film animasi kartun anak-anak  daripada sinetron percintaan.
Gilang Ihsan Pratama (WBOCS tahun 2019)

Nama lengkapnya adalah Gilang Ihsan Pratama, biasa dipanggil Gilang. Satu-satunya mahasiswa WBOCS yang kuliah di jurusan Rekayasa Sistem Komputer, FMIPA Untan sejak tahun 2019. Mempunyai hobi travelling, bermain game offline, menonton film kolosal dan action comedy, melihat bintang, lukisan, dan mendengarkan musik. Selain itu, saya suka mengunjungi gedung perpustakaan. Tetapi bukan untuk membaca buku, melainkan bersantai sambil menghilangkan penat setelah menjalani perkuliahan. Mempunyai sedikit bakat editing video dengan mendalami keahlian menggunakan software wondersahre filmora dan desain grafis dengan photoshop (walaupun semua itu saya pelajari secara autodidak). Saat ini ia sedang mencoba merancang pembuatan aplikasi inventarisasi hutan yang berbasis GUI dengan menggunakan bahasa pemrograman java dan dirancang menggunakan netbeans apache untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester pada mata kuliah Analisa Algoritma. Walaupun sulit baginya, tidak pernah lupa bahwa akan ada keberhasilan dibalik setiap kesulitan, semua akan indah pada waktunya.
Fransiska Suhaimi (WBOCS tahun 2019)

Fransiska Suhaimi biasanya dipanggil Siska atau Angy. Siska berasal dari kabupaten Ketapang tepatnya di desa Setipayan kecamatan Jelai Hulu. Ia merupakan penerima beasiswa WBOCS tahun 2019.  Ia saat ini kuliah di Universitas Tanjungpura Pontianak Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), jurusan  Biologi. Hobinya adalah berolahraga, seperti volley ball. Bermain volley hobinya semejak berada di bangku sekolah dasar dan sampai sekarang.
Peri Auri (WBOCS tahun 2019)
Nama lengkapnya Peri Auri, biasa disapa Peri. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswi  di Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura Pontianak. Peri merupakan penerima beasiswa BOCS angkatan 2019.  Mendengar musik, travelling, berorganisasi dan kuliner itu adalah hobinya. Ia memiliki Moto hidup “ Meskipun kita hidup miskin, kita harus punya harga diri”.
Gusti Irawan (WBOCS tahun 2019)

Namanya adalah Gusti Irawan, Ia adalah anak pertama dari dua bersaudara. Agus adalah pangilan akrabnya dan ia terlahir di keluarga sederhana. Gusti merupakan penerima beasiswa BOCS angkatan 2019. Saat ini ia kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Panca Bhakti. Ia memiliki semangat pantang meyerah, tangguh serta pekerja keras. Setelah ia sarjana, ia berkeinginan menjadi orang yang bermanfaat dan berguna bagi bangsa Indonesia. Gusti memiliki motto hidup 3 B : (Belajar, Berusaha & Berdoa).

%d blogger menyukai ini: