Info Dasar Orangutan

Female = BethInfant = Benny
Orangutan di Taman Nasional Gunung Palung. Foto : Tim Laman

Siapakah Orangutan ?…
Orangutan merupakan salah satu dari 4 kera besar yang ada di dunia

Ada 3 Spesies orangutan :
Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Borneo
Orangutan Sumatera (Pongo abelii ) dan Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) di Sumatera

Kera lain yang terkait dengan orangutan adalah gorila, simpanse dan bonobo dari Afrika

Mengapa kita harus tahu tentang Orangutan?
1. Orangutan merupakan spesies dasar bagi konservasi disebut umbrella species karena hilangnya orangutan mencerminkan hilangnya ratusan spesies tanaman dan hewan pada ekosistem hutan hujan.
2. Orangutan memegang peranan penting bagi regenerasi hutan melalui buah-buahan dan biji-bijian yang mereka makan (seed disperser).
3. Hutan primer dunia yang tersisa merupakan dasar kesejahteraan manusia, dan kunci dari planet yang sehat adalah keanekaragaman hayati, menyelamatkan orangutan turut menolong mamalia, burung, reptil, amfibi, serangga, tanaman, dan berbagai macam spesies lainnya yang hidup di hutan hujan Indonesia.

Reproduksi orangutan
Orangutan betina mengandung 8.5 bulan
Orangutan betina rata-rata hanya memiliki 3 keturunan sepanjang hidupnya dan hanya melahirkan seekor anak setiap 7-8 tahun sekali
Jarak waktu antara melahirkan bayi paling lama dari semua mamalia
Si anak akan bersama ibunya hingga usia 6-7 tahun.
Jenis makanan Orangutan
Berdasarkan hasil penelitian di Stasiun Riset Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung, orangutan mengkonsumsi lebih dari 400 jenis tumbuhan.
60 % terdiri dari buah
20 % bunga
10% daun muda dan kulit kayu
10% serangga (seperti rayap)
Tumbuhan dominan yang dikonsumsi buahnya oleh orangutan adalah dari family Sapindaceae, Lauraceae, Fagaceae, Bombaceae, Myrtaceae, Moraceae, Leguminaceae, dan Araucariaceae

Morfologi orangutan
Orangutan adalah mamalia arboreal terbesar di dunia
Tangan dan kakinya sangat fleksibel
Jantan bisa 2 kali lebih besar dari betina
Ada 2 macam jantan:
“flanged” = punya pipi besar dan tenggorokan kantung, mereka paling kuat dan memiliki wilayah sendiri
“unflanged” = pipinya kecil, tidak punya tenggorokan kantung, mereka kurang dominan

Fungsi Manusia dan Orangutan Terhadap Kelestarian Hutan

Manusia : Pelindung, Penjaga, Pelestari, Pemanfaat
Orangutan : Pembangun Hutan, Penjaga keseimbangan dan kesinambungan kehidupan di dalam hutan.

Undang-undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2024
Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

SETIAP ORANG DILARANG MEMBURU, MENANGKAP, MELUKAI, MEMBUNUH, MENYIMPAN, MEMILIKI, MEMILIHARA, MENGANGKUT, DAN MEMPERDAGANGKAN SATWA YANG DILINDUNGI ATAU BAGIAN-BAGIAN LAINNYA DALAM KEADAAN HIDUP DAN MATI.

BARANGSIAPA DENGAN SENGAJA MELAKUKAN PELANGGARAN AKAN DIPIDANA PENJARA PALING SINGKAT TIGA TAHUN DAN PALING LAMA LIMA BELAS TAHUN SERTA DIDENDA PALING SEDIKIT DUA RATUS JUTA RUPIAH DAN PALING BANYAK LIMA MILIAR RUPIAH.


Orangutan telah masuk dalam klasifikasi Critically Endangered (spesies sangat terancam punah) dalam daftar IUCN (International Union Consevation Nature), dan Orangutan Borneo masuk dalam daftar  Sangat Terancam Punah (Criticaly Endanger)

Pelestarian orangutan bersama Yayasan Palung
Pelestarian orangutan sangat perlu dilakukan karena semakin meningkatnya berbagai ancaman terhadap kehidupan dan habitat orangutan. Yayasan Palung telah bekerja sama dengan pihak YIARI dan BKSDA Kalbar untuk melakukan upaya pelestarian dan penyelamatan orangutan. Serta melakukan berbagai program pencegahan kerusakan habitat seperti ikut dalam perencanaan RTRW Kabupaten, pembinaan pengrajin Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), pendidikan dan kampanye kesadaran lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam usaha melindungi dan melestarikan alam.

Tinggalkan Balasan