Yayasan Palung Sampaikan Info Dasar Orangutan Kepada Relawan Konservasi

Kurang lebih selama satu jam, Ahmad Rizal, Asisten Manager Penelitian Yayasan Palung berkesempatan menyampaikan materi tentang “Orangutan: Manfaatnya bagi Manusia dan Hutan” kepada 15 Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM), Rabu (17/2) kemarin.

Dalam materinya, Rizal sapaan akrabnya menyampaikan; “Orangutan merupakan salah satu kera besar yang ada di Asia, lebih tepatnya di Indonesia. Selain saudaranya (kera lainnya) dunia adalah gorila, simpanse dan bonobo dari Afrika. Orangutan juga merupakan satwa masuk kategori sangat terancam punah.

Rizal menyebutkan bahwa ada tiga spesies orangutan yang ada di Indonesia; di Kalimantan yaitu Pongo pygmaeus dan yang di Sumatera yaitu Pongo abelii dan Pongo tapanuliensis. 

 Rizal juga menjelaskan, “perbedaan kera dan monyet. Perbedaannya adalah jika tak berekor itu disebut kera dan yang berekor monyet (kera tak berekor, monyet berekor). Orangutan termasuk dalam golongan kera besar, dan ada juga kera kecil seperti kelempiau atau owa. Sedangkan golongan monyet seperti lutung, kelasi, bekantan dan beruk”.

Selain itu Rizal juga menyebutkan ada perbedaan orangutan jantan dan bertina. Orangutan jantan memiiliki bantalan pipi, sedangkan orangutan betina tidak ada bantalan pipi.

Selanjutnya juga dalam presentasinya, Rizal menerangkan, “Apa fungsi manusia dan orangutan terhadap kelestarian hutan? Manusia berfungsi sebagai pelindung, penjaga, pelestari dan pemanfaat. Sedangkan orangutan sebagai pembangun hutan (penyemai, penabur biji-bijian yang tumbuh menjadi pohon). Selain itu, orangutan sebagai penjaga keseimbangan dan kesinambungan kehidupan di dalam hutan atau dikenal sebagai spesies payung”.

Ahmad Rizal juga mengajak RK-TAJAM untuk menjadi pemuda penyambung lidah Yayasan Palung dalam upaya perlindungan orangutan dan habitat, serta pelestarian lingkungan di Tanah Kayong.  

Tulisan ini sebelumnya dimuat di : http://ruai.tv/ketapang/ini-lho-beda-kera-dengan-monyet 

(Pit-YP)

Keliling Kampung Sampaikan Pendidikan Lingkungan

Simon Tampubolon menyampaikan materi tentang Perubahan Iklim dan Dampaknya Bagi Makhluk Hidup (11/2) kemarin. (Foto : Pit/Yayasan Palung).

Walau di masa pandemi, Yayasan Palung tetap menyampaikan (melaksanakan) pendidikan lingkungan ke kampung-kampung. Saat berkegiatan, kami tetap mengutamakan protokol kesehatan. Kegiatan tersebut kami sampaikan tepat di kaki Palung (di dua dusun yaitu di Dusun Pangkalan Jihing dan Dusun Bayangan, Kecamatan Nanga Tayap), Selasa hingga Kamis (9-11/2/ 2021) kemarin.

Kegiatan yang bertajuk Kesling (kesehatan lingkungan) tersebut, Yayasan Palung (YP) tidak sendiri, Setiap kali berkegiatan pendidikan lingkungan di dua desa tersebut (dusun Jihing dan Bayangan) selalu bersama dengan Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI).

Tim Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung melaksanakan kegiatan ke sekolah-sekolah di dua desa itu. Sedangkan ASRI melaksanakan pelayanan kesehatan untuk masyarakat di Dusun Pangkalan Jihing yang letaknya tak jauh dari Kaki Taman Nasional Gunung Palung tersebut.  

Pada hari pertama berkegiatan, Rabu (10/2), kami berkunjung ke SDN 20 Nanga Tayap, kami berkesempatan memberikan materi tentang Manfaat dan Fungsi Hutan. Materi tersebut kami sampaikan kepada siswa-siswi kelas 4-6 di sekolah itu. Dalam penyampaian materi terkait manfaat dan fungsi hutan yang disampaikan oleh Dwi Yandhi Febriyanti dari Yayasan Palung. 

Kak Yandhi sapaan akrabnya yang juga merupakan Manager Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung dalam penyampaian materinya mengajak siswa-siswi mengenal apa-apa saja manfaat hutan dan fungsi hutan bagi kehidupan. Selain itu juga, Kak Yandhi bertanya apa-apa saja yang ada disekitar kita (didalam kelas) yang berasal dari pohon? Beberapa dari siswa-siswi pun menjawab; Kursi… meja… dan papan tulis. Kak Yandhi pun mengiayakan, beberapa barang/benda yang ada disekitar kita yang berasal dari pohon adalah meja, kursi, dan papan tulis. Selanjutnya Kak Yandhi menjelaskan manusia pun sangat tergantung pada manfaat pohon dan hutan, termasuk memperoleh oksigen secara gratis disediakan oleh hutan.

Pada sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan belajar sembari bermain, kembali siswa-siswi kelas IV-VI diajak untuk mengenal tumbuhan dan hewan yang ada di sekitar mereka. Kegiatan yang dipimpin oleh Haning Pertiwi, Petrus Kanisius, Simon Tampubolon dan Kak Yandhi dari Yayasan Palung tersebut, dalam istilah kerennya mereka diajak untuk mengidentifikasi tumbuhan/tanaman dan hewan.

Tidak sedikit tanaman yang berhasil mereka identifikasi seperti tanaman buah; manga, kelapa, rambutan, jambu dan lain-lainnya hingga tanaman hias seperti keladi pun berhasil mereka identifikasi. Sedangkan hewan yang berhasil mereka identifikasi adalah hewan ternak seperti ayam, kucing dan bebek.

Pada malam harinya, kami melakukan pemutaran film lingkungan yang disuguhkan kepada masyarakat sebagai media penyadartahuan. Dan teman-teman dari Yayasan ASRI melakukan pengobatan kepada masyarakat yang ada di dusun Pangkalan Jihing. Ada yang unik dari sistem pembayaran pengobatan yang dilakukan oleh Yayasan ASRI yaitu tidak dengan dibayar dengan uang tetapi dengan bibit pohon atau pun hasil kerajinan hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti misalnya bakul dll.

Keesokan harinya, kamis (11/2), kegiatan kami lanjutkan di SD dan SMPN Satu Atap di dusun Bayangan. Kami terbagi menjadi dua tim, Kak Yandhi dan Haning Pertiwi menyampaikan materi tentang fungsi hutan dan manfaatnya di SDN 28 Nanga Tayap. Sedangkan di SMPN 7 Bayangan, Simon Tampubolon menyampaikan materi tentang Perubahan Iklim dan Dampaknya Bagi Makhluk Hidup.

Dalam penyampaian materi terkait perubahan iklim, Simon Tampubolon menjelaskan tentang dampak-dampak perubahan iklim yang terjadi pada tatanan kehidupan atau makhluk hidup. Dampak-dampak perubahan iklim yang sudah terjadi satu diantaranya seperti anomali cuaca (cuaca tidak menentu/cuaca sulit diprediksi).

Semua rangkaian kegiatan yang kami laksanakan tersebut berjalan dengan baik dan sesuai rencana.

Tulisan ini sebelumnya juga dimuat di : http://ruai.tv/tag/pendidikan-lingkungan

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Kelompok Tani Rintis Betunas Membuat Pupuk Kompos

Senin pagi  (15/2/ 2021), Kelompok Tani Rintis Betunas di Desa Riam Berasap Jaya, Kabupaten Kayong Utara membuat pupuk kompos padat.

Adapun bahan-bahan yang disiapkan untuk membuat pupuk kompos padat adalah sebagai berikut :

  1. Kotoran sapi
  2. Bekatul (dedak)
  3. Sekam padi
  4. EM4 (EM4 adalah cairan yang berisi campuran dari beberapa mikroorganisme hidup yang bermanfaat dan berguna bagi proses penguraian dan persediaan unsur hara tanah)
  5. Air gula merah
  6.  Dicoprima

Cara pembuatan; Semua bahan-bahan dicampurkan menjadi satu dan diaduk sampai rata. Selanjutnya pupuk kompos padat dibungkus atau ditutup dengan terpal (dipermentasi) selama kurang lebih  dua minggu baru bisa digunakan sebagai pupuk tanaman.

Nantinya pupuk tersebut digunakan untuk memupuk tanaman  jagung yang rencana akan ditanam dilahan 1 hektare yang telah Kelompok Tani Rintis Betunas  siapkan.

Seperti diketahui, Kelompok Tani Rintis Betunas di Jemik Desa Riam Berasap Jaya, Kabupaten Kayong Utara merupakan kelompok binaan Program Suistainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) Yayasan Palung.

Kelompok Tani Rintis Betunas dibentuk pada bulan Oktober tahun lalu, mereka beranggotakan 10 orang.

Penulis : Asbandi-Yayasan Palung

Ini Rangkaian Kegiatan Orientasi Calon Anggota RK-TAJAM Angkatan ke-10

12 orang calon anggota baru RK-Tajam yang mengikuti kegiatan orientasi. Mereka berasal dari beberapa sekolah SMA dan SMP yang ada di Ketapang. Foto : Haning/YP

Pada Sabtu-Minggu (6-7 Februari 2021) kemarin, Diadakan serangkaian kegiatan orientasi calon anggota baru RK-TAJAM (Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam) Angkatan ke-10.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari (6-7 Februari 2021) dan di dua tempat. Hari pertama kegiatan, pada Sabtu (6/2/2021) kemarin, kegiatan dilaksanakan di Kantor Yayasan Palung Ketapang.

Kegiatan orientasi ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti; pembukaan dan perkenalan, pohon harapan. Peserta calon anggota RK-Tajam juga diberikan materi tentang keorganisasian dan kepemimpinan, kerelawanan (RK-TAJAM), konservasi, kampanye dan praktek dan diskusi tentang lingkungan. Sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Senior dari RK-TAJAM (Sola dan Bambang) dan dari Yayasan Palung adalah (Yandhi, Haning dan Pit).

Kegiatan hari kedua kegiatan, pada Minggu (7/2/2021) kemarin dilaksanakan di Pantai Tanjung Belandang. Kegiatan diisi dengan game (permainan) yang melatih kepamampuan kepemimpinan, kekompakan, kepercayaan dan konservasi. Serta pembahasan isu lingkunga yang terjadi disekitarnya serta solusi yang bisa dilakukan baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota RK-TAJAM.

Pada orientasi itu, setidaknya ada 12 calon anggota baru RK-Tajam yang mengikuti kegiatan orientasi. Mereka berasal dari beberapa sekolah SMA dan SMP yang ada di Ketapang. Dalam kegiatan orientasi anggota baru RK-TAJAM ini hadir pula oleh para anggota RK-TAJAM angkatan ke-3 dan angkatan ke-8 sekaligus sebagai panitia dalam kegiatan orientasi calon anggota baru RK-TAJAM angkatan ke-10.

Haning Pertiwi, Sebagai Pembina Relawan Konservasi Tajam, mengatakan, “Kegiatan orientasi ini adalah awal dari proses bergabungnya anak muda yang memiliki minat konservasi alam dan kerelawanan, dari tahun ketahun anggota relawan konservasi tajam terus bertambah, harapannya akan semakin banyak generasi muda yang sangat peduli dengan kelestarian alam”.

Nantinya, setelah diadakan orientasi, selanjutnya calon anggota RK-TAJAM angkatan ke-10 ini akan dilantik secara resmi menjadi menjadi anggota RK-TAJAM angkatan ke-10.

Seperti diketahui, RK-TAJAM merupakan relawan muda binaan Yayasan Palung yang ada di Kabupaten Ketapang. Pada mulanya Relawan Konservasi TAJAM dibentuk oleh 39 Generasi Muda Ketapang, pada 30 Maret 2010 di Ketapang.
Kegiatan orientasi anggota baru RK-TAJAM (Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam) Angkatan ke-10 berjalan baik dan sesuai dengan rencana.

Pit-Yayasan Palung

Kelompok Tani Rintis Betunas Memanfaatkan Lahan Kosong untuk Bercocok Tanam Jagung dan Sayur Mayur

Senin (8/2/2021) pagi, Kelompok Rintis Betunas di Jemik, Pal 9 Desa Riam Berasap Jaya, Kabupaten Kayong Utara melakukan gotong royong membersihkan lahan kosong yang rencananya nanti akan digunakan untuk bercocok tanam.

Ranti Naruri, selaku Manager Program Suistainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) Yayasan Palung mengatakan, “Rencananya kelompok Rintis Betunas akan memanfaatkan lahan kosong tersebut untuk bercocok tanam berupa tanaman jagung dan akan diselingi dengan tanaman sayur mayur seperti Daun katuk (cangkok) dan cabai”.

Adapun luas lahan yang nantinya akan mereka gunakan untuk bercocok tanam tersebut adalah 1 hektare, kata Ranti.

Seperti diketahui, Kelompok Tani Rintis Betunas di Jemik Desa Riam Berasap Jaya, Kabupaten Kayong Utara merupakan kelompok binaan Program Suistainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) Yayasan Palung.

Kelompok Tani Rintis Betunas dibentuk pada bulan Oktober tahun lalu, mereka beranggotakan 10 orang.

Lebih lanjut, Ranti sapaan sehari-harinya mengatakan, nanti kelompok Rintis Betunas akan memulai menanam jagung dan sayur mayur pada akhir bulan ini (akhir Februari).

Berharap, kelompok tani Rintis Betunas ini nantinya bisa berhasil bercocok tanam dengan memanfaat lahan kosong yang ada disekitar mereka.

tulisan ini juga dimuat di :

Pit-Yayasan Palung

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara YAYASAN PALUNG DENGAN TANAGUPA

Wahyu Susanto (Direktur Penelitian/Riset, sekaligus sebagai Ketua Pengurus Yayasan Palung) dan M. Ari Wibawanto (Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung) melaksanakan Penandatangan Perjanjian Kerjasama (3/2) kemarin. Perjanjian kerjasama tersebut sebagai acuan  untuk kegiatan 5 tahun (2021-2025). Foto dok: Edi Rahman/YP

Rabu (3/2/2021) kemarin, Yayasan Palung (YP) dan Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) bersepakat untuk melakukan penandatanganan perpanjangan dan perjanjian kerjasama yang dilaksanakan di Balai TANAGUPA.

M. Ari Wibawanto (Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung) di dampingi oleh Sub Bagian Tata Usaha dan Wahyu Susanto (Direktur Penelitian/riset, sekaligus sebagai Ketua Pengurus Yayasan Palung) yang didampingi oleh Edi Rahman (Direktur Lapangan Yayasan Palung) melaksanakan Penandatangan Perjanjian Kerjasama. Perjanjian kerjasama tersebut sebagai acuan  untuk kegiatan 5 tahun (2021-2025).

Perjanjian kerjasama tersebut terkait; “Penguatan Fungsi Kawasan Pelestarian Alam Taman Nasional Gunung Palung Melalui Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar”.

Baca juga di :

Adapun ruang lingkup perjanjian kerjasama TANAGUPA dan YP ini meliputi;

Pertama, Dukungan Penguatan Kelembagaan melalui; Peningkatan kapasitas sumber daya manusia Balai Taman Nasional Gunung Palung melalui pelatihan, seminar workshop  dan pendidikan lingkungan  serta kampanye kesadaran konservasi di Desa Penyangga TANAGUPA.

Kedua, Dukungan pemberdayaan masyarakat desa penyangga di Sekitar TANAGUPA antara lain fasilitas kemitraan  konservasi serta peningkatan usaha ekonomi.

Semoga kerjasama TANAGUPA dan YP ini terjalin dengan semakin baik lagi untuk mewujudkan visi dan misi bersama.

Pit-YP

Pelantikan Relawan REBONK Angkatan ke-10

Selamat kepada REBONK Angkatan ke-10 yang baru baru dilantik pada 22-24 Januari 2021 kemarin. (Foto : Yayasan Palung).

Pada hari  Jumat-Minggu tanggal 22-24 Januari 2021 kemarin, Yayasan Palung bersama Relawan Rebonk melakukan kegiatan pelantikan anggota baru Relawan REBONK Angkatan ke-10. Adapun lokasi kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Yayasan Palung (Bentangor) di Desa Pampang Harapan, tepatnya di sekitar hutan mini di jalur Field Trip Bentangor.

Adapun jumlah anggota Relawan REBONK angkatan 10 yang dilantik adalah sebanyak 14 orang yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 11 perempuan.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 14.00 WIB tersebut diawali dengan upacara pembukaan di Aula Bentangor, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan tenda peserta di lokasi kegiatan yang telah ditentukan.

Pada pukul 19.00 WIB kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan mulai dari Yayasan Palung (YP), panitia pelantikan hingga peserta pelantikan.

Pada pukul 21.00 WIB, dua orang staf YP dan panitia pelantikan bertemu dengan ular kobra yang tidak jauh dengan lokasi kegiatan. Maka dari itu demi menghindari dan menjaga keselamatan para peserta semua sepakat lokasi dipindahkan ke aula Bentangor.

Selanjutnya, pada pukul 06.00 WIB semua peserta melakukan kegiatan senam pagi yang dipimpin oleh Rabania (Rebonk Angkatan 9) kemudian dilanjutkan dengan game. Pada pukul 07.30 WIB kegiatan dilanjutkan dengan Simulasi Survei Satwa yang dibawakan oleh Simon Tampubolon. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kita pada saat survei satwa yang sesungguhnya. Contoh hewan yang digunakan pada sesi ini adalah emoji (emoticon) senyum dan marah yang telah dipersiapkan oleh panitia kegiatan. Emoji-emoji tersebut diletakkan pada 3 bagian yaitu di atas permukaan tanah, di bagian pertengahan batang pohon dan juga pada bagian atas pohon. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi presentasi.

Pada pukul 10.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang inventarisasi pohon yang dibawakan oleh Riduwan. Adapun tujuan dari penyampaian materi ini bertujuan agar peserta bisa mengamati nama pohon, menghitung keliling pohon dan diameternya, menganalisis kelas pohon apakah masuk kelas semai, pancang, tiang atau pohon. Selain itu juga peserta diajarkan pula bagaimana caranya membuat jalur penelitian dan caranya mengukur diameter pohon. Selanjutnya setelah penyampaian teori selesai, peserta langsung pratek ke lapangan untuk mempraktikkan secara langsung, kemudian hasil dari pengamatan tersebut dipresentasikan didepan peserta lainnya.

Selepas makan siang, tepatnya pada pukul 13.30 WIB peserta diajak untuk bermain (es breaking) yaitu permainan transfer kata yang dibawakan oleh Simon Tampubolon. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, cara bermain game ini adalah instruktur akan memberikan petujuk (clue) kepada baris pertama masing-masing peserta.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan agar peserta yang mengikuti pelantikan harus menyampaikan pesan tersebut kepada peserta baris kedua dan seterusnya, pada saat pesan telah sampai kepada baris terakhir, peserta terakhir tersebut harus menyampaikan pesan tersebut kepada instruktur game. Hal yang dapat dijadikan pembelajaran dari game ini adalah bagimana cara kita menyampaikan informasi yang baik dan benar agar informasi tersebut tidak salah jika disebarkan kepublik. Kemudian hal lain yang didapat adalah untuk melatih konsentrasi.

Pada sesi selanjutnya, panitia melanjutkan kegiatan dengan personal story. Masing-masing peserta menemui pendamping yang telah ditentukan, kemudian berbicara secara empat mata. Adapun hal-hal yang dibahas adalah alasan kenapa ingin bergabung dengan Relawan Rebonk, apa yang bisa dilakukan dalam hal meyelamatkan hutan dan satwa orangutan, dan lain-lain. Kegiatan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Pukul 19.00 WIB, peserta melanjutkan kegiatan yaitu diskusi persiapan kegiatan Bakti Sosial yang akan dilaksakan ke esokan harinya. Setelah itu peserta istirahat.

Keesokan harinya (24 Januari 2021), tepat pukul 07.00 WIB semua peserta Relawan REBONK Angkatan ke-10 resmi dilantik ditandai dengan penyematan slayer dan juga pin REBONK sekaligus pemilihan ketua Angkatan yang dipimpin langsung oleh Riduwan selaku pembina REBONK.

Pada Angkatan sebelumnya ketua Angkatannya adalah perempuan yaitu saudari Minah dan kali ini juga ketua Angkatan adalah seorang perempuan yaitu saudari Selvi Vebbiani. Pemilihan ketua ini telah didiskusikan oleh semua anggota REBONKdan juga YP.

Setelah sesi penyematan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan baksos yaitu membersihkan Masjid yang ada di Desa Pampang Harapan. Kegiatan bersih-bersih ini dimulai dari pembersihan lantai, kaca, sajaddah, dan juga halaman Masjid. Kegiatan berlangsung selama 2,5 jam. Setelah semua selesai semua peserta kembali Bentangor dan istirahat.

Pada pukul 13.00 WIB semua anggota REBONK mengadakan kegiatan makan bersama yaitu dengan cara membentang tikar dihalaman kantor Bentangor dan makan-makan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih Bentangor seusai makan bersama.

Minggu (24/1), pukul 14.00 WIB merupakan penghujung dari kegiatan pelantikan yaitu penyerahan bendera Rebonk kepada ketua sebelumnya Minah kepada ketua REBONK yang baru yaitu Selvi Vebbiani, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan.

Yayasan Palung mengucapkan terima kasih banyak dan selamat kepada anggota Rebonk Angkatan 10 yang telah resmi dilantik. Semoga ini adalah langkah yang positif untuk kita semua dalam menyelamatkan bumi ini….

Riduwan – Pembina REBONK

Ngamen Amal Peduli Banjir Kalimantan Selatan

Ngamen Amal  (penggalangan dana) di CitiMall Ketapang untuk di Donasikan kepada korban banjir di Kalimantan Selatan. (Foto dok : Saynullah/Yayasan Palung)

Teman-teman RK-TAJAM  Pada Sabtu (23/1/2021) kemarin, mengadakan acara Ngamen Amal  (penggalangan dana) di CitiMall Ketapang untuk di Donasikan kepada korban banjir di Kalimantan Selatan. Yang ingin berdonasi, Silahkan salurkan donasi melalui RK-TAJAM (@yayasan_palung) yang bekerjasama dengan CitiMall Ketapang, Sekopi, dan Dunia Lain Band dalam acara Ngamen. Demikian ditulis di laman IG RK-Tajam.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 19.00-21.00 WIB tersebut diisi dengan beberapa kegiatan dalam ngamen amal tersebut antara lain menampilkan suguhan musik dan puisi. Selain juga memutarkan klip video tentang kejadian banjir di Kalimantan Selatan.

Pada suguhan musik, para relawan, teman-teman dari Sekopi dan Dunia Lain Band menampilkan musik dan nyanyian tentang alam dan lingkungan dengan diiringi alat musik tradisional Safe’, gitar dan kajon. Musik yang mereka suguhkan di Citimall tersebut dengan harapan bisa menghibur para pengunjung dan dengan harapan pula para pengunjung Mall bisa ikut berpartisipasi menyumbang untuk korban banjir di Kalimantan Selatan.

Selanjutnya juga, teman-teman RK-TAJAM menggalang dana untuk korban banjir Kalimantan Selatan  di tempat yang terpisah (24/1) kemarin yaitu di Taman Kota Ketapang.

Dalam Ngamen Amal (penggalangan dana) tersebut, terkumpul sumbangan sebesar  Rp 2.825.500.

Rencananya semua dana yang terkumpul melalui penggalangan dana tersebut nantinya akan disalurkan melalui WALHI Kalimantan Selatan yang selanjutnya akan diserahkan kepada korban bencana banjir di Kalsel.

Terima kasih kepada CitiMall Ketapang, Sekopi, Dunia Lain Band dan rekan-rekan relawan atas kerjasama dan partisipasi semua dalam acara penggalangan dana ini.

Berharap, apa yang teman-teman lakukan (ngamen amal/penggalangan dana) ini bisa membantu sesama kita yang terdampak bencana banjir di Kalimantan Selatan.

Pit-YP

Inilah Beberapa Rangkaian Kegiatan yang Dilakukan Oleh WBOCS Balek Kampong Project

WBOCS Balek Kampong Project yang berkegiatan di Kecamatan Sungai Laur mengadakan kegiatan ngecamp (camping di alam) dan memasang plang himbauan untuk peduli sampah. WBOCS Balek Kampong Project yang berkegiatan di Kecamatan Sungai Laur mengadakan kegiatan ngecamp (camping di alam) dan memasang plang himbauan untuk peduli sampah. (16-17 Januari 2021) kemarin. Foto : Yayasan Palung.

Seperti tahun-tahun sebelumnya WBOCS (West Bornean Orangutan Caring Scholarship) Balek Kampong Project selalu melakukan serangkaian kegiatan di beberapa tempat di Ketapang dan Kayong Utara. Tahun ini, teman-teman WBOCS melakukan beberapa kegiatan di beberapa tempat Seperti di Kabupaten Ketapang (kecamatan Sandai dan Kecamatan Sungai Laur) dan di Kabupaten Kayong Utara yang dilaksanakan di Pantai Pasir Mayang.

WBOCS Balek Kampong Project di Ketapang misalnya melaksanakan kegiatan Diskusi film dokumenter “Our Mothers’ Land” dari @thegeckoproject, Film documenter yang bercerita tentang perlawanan perempuan Indonesia terhadap perusahaan yang mencari kendali atas sumber daya alam mereka. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh teman-teman dari tim WBOCS Balek Kampong Project di Ketapang yang terdiri dari; Muhammad Syainullah, Ilham Pratama, Mita Anggreini, Mega O.G, Ari Marlina dan Surianto. Kegiatan tersebut mereka lakukan pada 20 Januari 2021, kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan di Kekili Kopi tersebut, juga ikut serta teman-teman dari RK-TAJAM Yayasan Palung sekaligus melakukan penggalangan dana untuk korban banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di Kayong Utara, WBOCS Balek Kampong Project yang melaksanakan serangkaian kegiatan yang disingkat SHALAM (Sharing di Alam). Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan terbuka, tepatnya di Pantai Pasir Mayang, pada (20/12/2020) kemarin.

Beberapa materi yang disampaikan antara lain adalah pengenalan tentang beasiswa WBOCS dan materi mengenai pengenalan flora dan fauna. Selanjutnya juga mereka melakukan pemasangan plang di sekitar Pantai Pasir Mayang.

Beberapa isi dari pesan yang ada pada plang tersebut seperti antara lain seperti;  “Pantai Bukan Tempat Sampah”, “Kita Jaga Hutan, Hutan Jaga Kita”, “Lestarikan Hutan untuk Masa Depan”, dan “Punya Iman? Jaga Kebersihan”. Para peserta sangat berantusias dalam pemasangan plang tersebut.

Adapun pelaksana dari kegiatan dari tim WBOCS Balek Kampong Project yang melaksanakan kegiatan di Kayong Utara adalah; Rafikah, Gilang Pratama, Sonia Utami, Fitri Melyana, Rizal dan Ahmad Albab.

Lihat selengkapnya di : https://yayasanpalung.com/2021/01/05/wbocs-balek-kampong-project-adakan-kegiatan-shalam-dan-pemasangan-plang-himbauan-peduli-sampah-di-pantai

Tim WBOCS Balek Kampong Project yang berkegiatan di Kecamatan Sandai melaksanakan kegiatan Lecture (ceramah lingkungan) di sekolah di SMPN 3 Sandai, pada 9 Januari 2021. Adapun materi yang disampaikan adalah tentang Hutan, materi tersebut disampaikan kepada 35 siswa-siswi yang  berasal dari kelas 7,8 dan 9. Setelah melakukan lecture, tim WBOCS Balek Kampong project berkesempatan membagikan media kampanye berupa Majalah MIaS Yayasan Palung. Tim pelaksana WBOCS Balek Kampong di Sandai adalah; Gusti Irawan, Reni Riasari, Winda Lasari dan Fransiska Suhaimi.

Sementara itu, WBOCS Balek Kampong Project yang berkegiatan di Kecamatan Sungai Laur mengadakan kegiatan ngecamp (camping di alam) dan memasang plang himbauan untuk peduli sampah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 16-17 Januari 2021. Saat ngecamp peserta diajak untuk berdiskusi tentang alam dan lingkungan. Beberapa peserta yang ikut serta dan bekerjasama dalam kegiatan tersebut adalah Kopal (Komunitas Pencinta Alam Sungai Laur). Hadir pula tamu undangan dari Pencinta Alam Sandai (Kompas), Backpaker Sungai Laur dan Bebeker Butak Tulik (BBT).  Sebagai pelaksana kegiatan WBOCS Balek Kampong Project di Kecamatan Sungai Laur adalah Siti Nurbaiti, Peri Auri, Monica dan alumni WBOCS Junardi.

Selanjutnya juga teman-teman WBOCS Balek kampong di Ketapang Kota mengadakan kegiatan;  

Pelatihan Kampanye Lingkungan Kreatif Melalui Media Sosial yang dilaksanakan tersebut untuk menstimulasi perkembangan teknologi khususnya kemudahan dalam memperoleh dan membagikan informasi di sekitar, termasuk isu lingkungan yang kini kian memprihatinkan, membutuhkan bantuanmu untuk menyuarakan perubahan dan yang masih bingung gimana caranya berkampanye (plus kreatif). Sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Nurdiati (Co-Founder Pongo Ranger Community). Kegiatan ini dilaksanakan oleh teman-teman WBOCS di kantor Yayasan Palung pada 24 Januari 2021, kemarin.

Seperti diketahui, Balek Kampong Project merupakan agenda tahunan yang wajib dilaksanakan oleh semua penerima WBOCS sebagai salah satu bentuk kampanye terhadap orangutan dan lingkungan. Kegiatan dilakukan secara terpisah antar dua kabupaten yaitu Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rantau Panjang Budidayakan Madu Kelulut

Budidaya madu kelulut oleh kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) baru di Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. (Foto : Hendri Gunawan/YP).

Pada Oktober 2020 lalu, melalui skema Perhutanan Sosial atau dikenal pula dengan nama Hutan desa Yayasan Palung berhasil membentuk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) baru di Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan barat. Setelah kelompok terbentuk, selanjutnya kelompok tersebut bergerak dibidang jasa lingkungan, madu dan ekowisata.

Saat ini, kelompok masih fokus mencoba membudidayakan madu kelulut. Setidaknya ada 30 rumah kelulut yang menjadi tempat budidaya. Hasil dari budidaya pun sangat menjanjikan.

Musim (waktu budidaya) yang mendukung yaitu pada musim pohon-pohon berbunga dan berbuah dalam sepekan satu kotak rumah kelulut bisa menghasilkan 500 ml madu kelulut, dengan demikian kelompok mendapatkan sekitar 60 liter madu kelulut setiap bulan.

Kedepan, kelompok berkeinginan menambah jumlah rumah kelulut dan mengemas produk madu kelulut ini dengan brand (merek) sendiri.

Salah satu anggota kelompok bapak Yusuf mengatakan, “dalam budidaya madu kelulut ini dapat meningkatkan pendapatan kelompok secara ekonomi serta pemeliharaannya juga tidak repot, tidak perlu diberi makan hanya dipeelukan keseriusan dan kesabaran dari mulai menyiapkan rumah kelulut hingga panen madunya”.

Harapan besar dari Yayasan Palung adalah dapat membantu kelompok dalam mengembangkan potensi madu kelulut ini sehingga menjadi ikon desa, dengan harapan besar adalah dapat memberikan pekerjaan alternatif bagi kelompok agar tidak ada lagi yang bekerja merambah hutan sehingga hutan yang ada disekitar desa tetap terjaga keasriannya dan dengan demikian habitat orangutan akan terus terlindungi.

Hendri Gunawan-Habitat & Animal Protection Field Officer Yayasan Palung