Lestarikan Lingkungan dan Tingkatkan Pendapatan Melalui Agrosilvopastura

Pucuk daun dari tanaman gamal bisa dimanfaatkan sebagai pakan/makanan Kambing. (Foto : Robi Kasianus/YP)

Sejatinya kita menyadari bahwa saat ini ketersediaan lahan pertanian dan area berhutan semakin sedikit. Hal tersebut seharusnya menuntut kita agar lebih kreatif dalam hal pengelolaan lahan. Namun sangat disayangkan ternyata masih banyak yang belum dapat mengelola lahan secara optimal padahal dalam pertanian terdapat beberapa sistem yang dapat kita terapkan. Masing-masing sistem tentukan sesuai dengan tujuannya. Salah satu sistem tersebut adalah Agrosilvopastura. Istilah agrosilvopastura sudah sering didengar oleh banyak orang namun tidak banyak orang memahami sistem pengelolaan lahan tersebut. Agrosilvopastura merupakan sebuah sistem pengelolaan suatu lahan dengan cara mengkombinasikan komponen pertanian, kehutanan dan peternakan. Sistem ini bertujuan untuk memperoleh nilai ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan.

Pemanasan global saat ini menjadi isu yang semakin hangat mengingat tingginya  intensitas kegiatan manusia diberbagai sektor. Pertanian merupakan salah satu sektor penyumbang emisi gas rumah kaca di bumi akibat pengelolaan lahan yang kurang memperhatikan aspek lingkungan. Oleh sebab itu suatu sistem pertanian terpadu penting dilakukan dalam upaya mitigasi emisi gas rumah kaca. Kontribusi masyarakat yang berkecimpung dibidang pertanian dalam hal memerangi perubahan iklim sangat diperlukan melalui penerapan sistem pengelolaan lahan yang tepat.  

Sistem pengelolaan lahan yang dapat dijadikan contoh berupa agrosilvopastura yang memadukan komponen pertanian (tanaman lada), kehutanan (gamal dan sengon), dan peternakan (kambing). Kombinasi komponen tersebut sesungguhnya sudah kerap dilakukan oleh masyarakat di Kalimantan Barat bagian Utara khususnya di Kabupaten Bengkayang dan Sambas. Melalui sistem tersebut, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi mengingat pendapatan yang diperoleh bukan hanya dari penjuaan biji lada melainkan dari penjualan ternak kambing dan pupuk organik. Penjelasan terkait komponen yang dikombinasikan dalam sistem tersebut dapat disimak dalam pemaparan berikut.

Lada (Piper nigrum)

Tanaman lada yang menjadi salah satu komoditas unggul di Kalimantan Barat ini sangat mirip dengan tumbuhan sirih. (Foto : Robi Kasianus/YP).

Lada (Piper nigrum) atau yang pada umumnya dikenal dengan sebutan sahang merupakan tanaman pertanian yang tumbuh merambat. Lada sangat cocok tumbuh di dataran rendah. Tanaman yang menjadi salah satu komoditas unggul di Kalimantan Barat ini sangat mirip dengan tumbuhan sirih. Setelah ditelusuri ternyata kedua tanaman merambat ini berasal dari genus yang sama yaitu Piper. Pada dasarnya lada tumbuh merambat di atas permukaan tanah maupun pohon. Namun dalam praktik pertanian lada ditanam dengan menggunakan tajar (tiang rambat) untuk menopang pertumbuhan. Tajar untuk lada sendiri terdiri dari tajar mati dan tajar hidup. Tajar mati biasaya dibuat dari potongan kayu yang kuat dan mampu bertahan lama contohnya kayu dari pohon ulin (Eusideroxylon zwageri). Sedangkan tajar hidup umumnya menggunakan tumbuhan gamal (Gliricidia sepium) dan simpur (Dillenia sp).

Tanaman lada dapat memproduksi buah ketika berumur 2,5 hingga 3 tahun setelah masa tanam dimana masa panen raya pada umumnya satu kali dalam satu tahun. Tanaman merambat tersebut dapat memproduksi lada putih ± 1,5 Kg per tanaman. Umur tanaman lada produktif dapat mencapai 10 hingga 15 tahun tergantung perawatan. Pemasaran produk tanaman lada berupa lada putih dan hitam terbilang cukup mudah mengingat hingga sekarang produk tersebut masih sangat diburu oleh para tengkulak/pembeli. Saat ini harga biji lada putih berkisar antara Rp. 70.000 – Rp. 80.000 per Kg. sedangkan lada hitam berkisar Rp. 35.000 – Rp. 40.000.

Gamal (Gliricidia sepium)

tanaman gamal yang memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai sumber air bagi tanaman lada dan pakan ternak seperti kambing. (Foto : Robi Kasianus/YP).

Gamal (Gliricidia sepium) merupakan tumbuhan leguminosa yang memiliki kemampuan menambat nitrogen. Tumbuhan ini sangat mudah tumbuh di daerah tropis bahkan pada tanah yang kekurangan unsur hara. Pada beberapa daerah, gamal dimanfaatkan sebagai tajar (tiang) tanaman lada.

Selanjutnya, tumbuhan leguminosa ini juga bermanfaat sebagai pakan ternak ruminansia (kambing). Lebih jauh lagi gamal memiliki peran yang cukup penting bagi pertumbuhan tanaman lada mengingat tumbuhan dari famili Fabaceae ini merupakan pengikat nitrogen yang baik. Pada saat musim kering, gamal dapat menjadi sumber air bagi tanaman lada.

Sengon (Albizia sp)

Tanaman sengon sebagai naungan bagi tanaman lada. (Foto : Robi Kasianus/YP).

Tanaman kehutanan ini tergolong kedalam famili Fabaceae. Sengon termasuk jenis yang bersifat cepat tumbuh (fast growing). Dalam praktik pertanian, sengon sering dijadikan sebagai tanaman kehutanan yang dikombinasikan dengan tanaman lada. Tujuan penanaman sengon yakni sebagai naungan bagi tanaman lada. Daun sengon yang gugur mampu menekan laju pertumbuhan gulma. Cabang dan ranting pohon yang jatuh di atas permukaan tanah dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Selain itu, Munawar & Wiryono (2014) menyebutkan bahwa pohon sengon berumur empat tahun yang ditanam pada lahan pasca tambang mampu menyimpan 10,35 Kg C/pohon. Artinya tanaman sengon memiliki andil dalam hal mitigasi emisi gas rumah kaca. Selain mampu penyerap dan penyimpan karbon, sengon juga memiliki manfaat tidak langsung lainnya yaitu sebagai penghasil oksigen yang merupakan hasil dari proses fotosintesis. Lebih lanjut lagi, tanaman leguminosa ini mampu bersimbiosis dengan bakteri penambat nitrogen. Nitrogen yang dihasilkan dari simbiosis tersebut selanjutnya akan ditransfer ke tanaman lada untuk menunjang pertumbuhan vegetatif.

Kambing

Daun gamal menjadi salah satu makanan dari kambing. (Foto : Robi Kasianus/YP).

Kambing adalah hewan ternak yang tergolong herbivora. Lazimnya hewan ini sangat suka memakan berbagai jenis tumbuhan tak terkecuali tumbuhan gamal. Tumbuhan leguminosa tersebut mengandung protein yang tentunya bermanfaat bagi tubuh hewan ternak. Jika diamati, kambing cenderung lebih suka memakan bagian kulit dan daun muda dari tumbuhan tersebut. Selanjutnya, daun gamal yang dikonsumsi oleh kambing dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berupa kotoran atau feses yang telah bercampur urin. Pupuk organik tersebut nantinya dapat diaplikasikan secara langsung ke tanaman lada sebagai nutrisi untuk menunjang pertumbuhan. Pupuk organik berperan penting dalam hal memperbaiki struktur tanah. Disisi lain, hewan pemamah ini memliliki nilai ekonomi mengingat kebutuhan akan daging hewan dikalangan masyarakat cukup tinggi. Saat ini hewan ternak tersebut memiliki harga jual dalam kondisi hidup sekitar Rp 60.000 – Rp 80.000 per Kg. Hal tersebut tentunya akan menjadi dorongan tersendiri bagi masyarakat untuk terus berternak kambing dengan memanfaatkan ketersediaan pakan yang terjangkau.

Penerapan sistem agrosilvopastura sangat efektif pada lahan pertanian. Pengelolaan suatu lahan secara tepat dapat memberikan manfaat secara ekonomis maupun ekologis. Komoditas yang dibudidayakan harus ditentukan berdasarkan kebutuhan. Dampak lingkungan dari suatu kegiatan pengelolaan lahan menjadi aspek penting sehingga suatu sistem yang diterapkan juga perlu memperhatikan aspek ekologis. Oleh sebab itu, mari menjaga kelestarian lingkungan dengan cara menerapkan sistem pengelolaan lahan yang bermanfaat bagi kita dan lingkungan sekitar.

Robi Kasianus-Yayasan Palung

Apa Sih Manfaat Bumi Bagi Kehidupan, Lalu Apa yang Bisa Dilakukan?

Ilustrasi gambar Bumi. Foto : Mauritius Alpha Merio Akira (SMK St. Petrus Ketapang)

Apa jadinya makhluk hidup jika tidak ada bumi. Seperti diketahui, tidak sedikit guna (manfaat) bumi bagi semua makhluk hidup, walaupun saat ini  kondisi bumi sedang tidak baik-baik saja adanya.

Ada yang mengatakan bahwa bumi merupakan planet yang sempurna untuk hidup dan kehidupan. Lalu, apa saja guna bumi bagi makhluk hidup?

Ibarat rumah, bumi menjadi tempat hidup dan berkembang biak bagi sebagian besar makhluk hidup.

Satu kesatuan makhluk hidup yang bisa mendiami bumi ini karena bumi menjadi satu-satunya planet yang layak untuk kehidupan sebagian besar makhluk hidup.

Isi dari bumi ini berupa kehidupaaan (makhluk) bernapas atau bernyawa, ada pula yang tak bernyawa memiliki peranan penting dan fungsi masing-masing (satu kesatuan yang tak terpisahkan dan saling melengkapi).

Makhluk bernyawa dan tak bernyawa, menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi satu sama lainnya di bumi ini. Bumi seperti ibu, ia sebagai pelindung, pemilihara, penjaga dan sumber kehidupan bagi semua napas kehidupan. Dengan harapan pun sama, kita sebagai manusia boleh kiranya pun boleh sebagai pemilihara bagi ibu bumi.

Planet bumi menjadi tempat yang layak untuk tempat hidup (kehidupan) makhluk hidup diantaranya karena bumi banyak mengandung air dan asam amino. Adanya air dan asam amino memungkinkan semua makhluk hidup bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik.

Selain itu, tentu saja di bumi adanya oksigen yang mencukupi, memungkinkan bagi makhluk hidup untuk bernapas. Oksigen merupakan unsur terpenting bagi kita makhluk hidup, apa jadinya bila di muka bumi ini tidak ada oksigen.

Bumi menjadi ruang gerak dan tumbuh kembang semua makhluk hidup untuk berkembang biak dan beroleh sumber hidup. Adanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi ini menjadi satu yang sangat berharga bagi hewan dan manusia, dari tumbuhan-tumbuhan lah manusia dan hewan beroleh makanan.

Demikian juga dari lautan, manusia dan burung-burung bisa beroleh makan. Mengingat lautan dengan keanekaragaman haayatinya menyediakan kekayaan biota laut hingga membuat nyaman bagi keberlangsungan hidup bagi ribuan jenis ikan dan ratusan jenis rumput laut dan hampir seribuan terumbu karang menjadi satu kesatuan makhluk hidup untuk terus berkembang biak dan berlanjut.

Usia bumi boleh saja renta, tetapi sisa-sisa dari apa yang tersisa seperti tumbuhan, hewan dan hutan serta biota laut yang ada ini boleh kiranya berlanjut hingga nanti dengan cara-cara sederhana yang kita miliki untuk berinvestasi pada planet bumi ini.  

Tidak sedikit cara-cara sederhana investasi yang bisa kita lakukan untuk peduli pada planet bumi yang siapa saja bisa melakukannya;

Pertama, Yuk hemat air, tidak buang-buang air (boros) saat mandi  atau matikan kran air jika tidak digunakan.

Kedua, kita bisa melakukan hemat energi, tidak jarang kita lupa atau sengaja lupa mematikan lampu di kamar, di ruang tamu atau di kamar kecil. Nah, mulai sekarang yuk, matikan lampu-lampu yang kiranya jika tidak diperlukan.

Ketiga, boleh kiranya, kita semua untuk mulai saat ini mengurangi atau tidak memakai menggunakan plastik dan mulai beralih lah dengan tas kain saat berbelanja. Gunakan tempat/wadah yang bisa dipakai berulang-ulang.

Atau dengan kata lain kita dianjurkan untuk menerapkan 3 R ; Reduce, Reuse, Recycle (Kurangi, Gunakan Kembali, Daur Ulang) dalam tatanan kehidupan kita sehari-hari.

Tidak hanya itu, investasi sederhana yang bisa dilakukan untuk planet bumi ini, yuk tumbuhkan kepedulian/peduli pada lingkungan sekitar (sekeliling) kita seperti peduli dengan persoalan sampah. Kita bisa lakukan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Menanam tanaman sebagai perindangan, tanaman buah yang bisa menjadi sumber makanan manusia atau pakan satwa.

Berharap kita semua boleh peduli pada nasib bumi ini, dengan demikian ibu bumi masih mampu menopang, menjaga dan memberi manfaat hingga selama-lamanya bagi semua napas kehidupan.

Mengapa kita perlu peduli pada nasib bumi?

Setiap tanggal 22 April penduduk dunia selalu memperingati hari bumi sebagai pengingat dan perlunya peran serta masyarakat yang mendiami bumi ini agar bisa dan boleh peduli pada nasib bumi ini.

Adapun tema Hari Bumi Sedunia tahun 2022 adalah “Invest In Our Planet” atau “Berinvestasi di Planet Kita”.

Sejatinya gerakan Hari Bumi Sedunia pertama kali dilakukan pada tanggal 22 April 1970 itu, tentu menjadi sebuah harapan agar setiap insan manusia boleh kiranya peduli pada nasib bumi ini.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka hari bumi 2022 oleh Yayasan Palung bersama dengan Relawan RK-TAJAM, REBONK, Simpang Keramat Kids dan Bentangor Kids mengadakan berbagai kegiatan.

Rangkaian kegiatan Hari Bumi 2022 yang dilakukan :

Seperti misalnya, Simpang Keramat Kids melakukan kegiatan Hari Bumi dan Buka Puasa Bersama  kegiatan telah dilakukan pada tanggal 13 April 2022 kemarin.

Materi yang disampaikan tentang Hari Bumi. Mengapa ada perayaan hari bumi? Bagimana kondisi bumi yang baik dan kondisi bumi yang sudah rusak? Apa saja penyebab kerusakan bumi? Apa saja yang kita lakukan untuk menjaga bumi? Apa manfaatnya menjaga bumi? Selain itu kami juga memutarkan video-video tentang lingkungan. Di setiap pemutaran satu video diminta peserta untuk menceritakan ulang video yang ditonton, apa saja pesan yang didapatkan dari video tersebut.

Selanjutnya, pada tanggal 21 April 2022, Bentangor Kids rencananya akan mengadakan kegiatan buka puasa bersama dan membuat pesan kampanye.

Selain itu, RK-TAJAM akan merayakan hari Bumi dengan kreasi Ecoprint, pembagian bibit pohon gratis dan Buka puasa bersama yang akan diadakan pada tanggal 22 April 2022.

Sedangkan, REBONK merayakan hari Bumi pada Sabtu 23 april 2022. Kegiatan meliputi bukber dan membuat pesan kampanye kemudian foto bersama.

Selamat hari bumi tahun 2022

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

YP dan YIARI Adakan Sosialisasi Rencana Relokasi Orangutan di Kawasan Hutan Desa

Erik Sulidra menceritakan tentang kondisi Habitat di Hutan Desa saat sosialisasi, pada Senin (11/4/2022) di Gedung Serbaguna Desa Pulau Kumbang. (Foto : Andre Ronaldo/Yayasan Palung)

Yayasan Palung (YP) bekerjasama dengan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Mengadakan sosialisasi untuk rencana relokasi orangutan di Kawasan Hutan Lindung Sungai Paduan, tepatnya di Hutan Desa Nipah Kuning yang merupakan binaan Yayasan Palung, Senin sore (11/4/2022) bertempat di Gedung Sebaguna Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Setelah sebelumnya, YP dan YIARI juga telah berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kayong untuk menentukan lokasi karena KPH sebagai pemilik wilayah.

Erik Sulidra, Manager Program Perlindungan dan Penyelamatan Satwa, mengatakan, “Pada kegiatan Sosialisasi sekaligus silaturahmi tersebut, YP dan YIARI mengundang perwakilan para pihak dengan maksud sebelum dilakukannya kegiatan Translokasi/Pemindahan orangutan menuju wilayah  Hutan Lindung (HL) Sungai Paduan, kami akan melakukan solialisasi terkait sosisalisasi mengenai kegiatan translokasi ini”.

Lebih lanjut menurut Erik Sapaan akrabnya mengatakan, Hasil dari kegiatan sosialisasi ini diharapkan agar masyarakat di sekitaran HL Sungai Paduan dapat mengetahui terkait Konservasi orangutan dan proses kegiatan rescue (penyelamatan) yang dilakukan untuk orangutan.

Foto-foto kegiatan Sosialisasi Rencana Relokasi Orangutan di Kawasan Hutan Desa. Foto dok : Andre (YP) dan Muhadi (YIARI).

Seperti diketahui, sosialisasi yang dilakukan ini sangat perlu dilakukan karena  pada tanggal 17 Februari 2022 lalu, tim Rescue YIARI bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah 1 Resort Sukadana telah berhasil menyelamatkan satu individu orangutan jantan remaja di Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara yang kemudian diberi nama “Kumbang” sesuai dengan lokasi ditemukannya orangutan. Ketika diselamatkan Kumbang terkena jerat babi di bagian lengan kirinya dan dibawa ke PPKO YIARI untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Berkaitan dengan hal tersebut, Kumbang saat ini telah selesai pada tahap penyembuhan dan siap untuk dilepasliarkan kembali.

Terkait tempat pelepasliaran orangutan yang telah diselamatkan, tim YIARI telah berkoordinasi dengan pihak Yayasan Palung (YP) dikarenakan YP mempunyai Hutan Desa binaan yang ada di sekitar tempat orangutan diselamatkan. Dan diperkirakan orangutan tersebut berasal dari kawasan hutan lindung tersebut.  Hutan Desa Nipah Kuning yang termasuk dalam wilayah HL Sungai Paduan, Desa Nipah Kuning, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara adalah lokasi yang dianggap cocok sebagai lokasi relokasi orangutan. Hal ini berdasarkan dari hasil survei habitat yang telah dilakukan oleh YP pada tahun 2021.

Adapun para pihak yang diundang dalam kegiatan itu merupakan perwakilan dari 4 Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) yang berada dalam satu hamparan Hutan Lindung Sungai Paduan. Perwakilan LPHD yang diundang tersebut antara lain adalah LPHD Pemangkat, LPHD Nipah Kuning, LPHD Padu Banjar dan LPHD Pulau Kumbang.

Dalam sosialisasi itu juga dihadiri pula oleh Kades Pulau Kumbang, Kapospol Pulau Kumbang, Kepala KPH Kayong dan perwakilan dari BKSDA Wilayah 1 Ketapang.  

Berharap dengan adanya sosilisasi ini semua pihak bisa lebih peduli dengan nasib orangutan dan habitatnya.

Tulisan ini juga dimuat di : https://kumparan.com/petrus-kanisius/yp-dan-yiari-adakan-sosialisasi-rencana-relokasi-orangutan-di-kawasan-hutan-desa-1xsG4tsfh6l

https://pontianak.tribunnews.com/2022/04/17/yp-dan-yiari-berikan-sosialisasi-rencana-relokasi-orangutan-kawasan-hutan-lindung-sungai-paduan

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

Ajak untuk Tetap Produktif Walaupun di Bulan Suci Ramadhan

Siaran Radio di Radio RKU 101, 5 FM tentang Ajakan untuk tetap produktif di Bulan Suci Ramadhan. (Foto : Riduwan/Yayasan Palung).

Kamis (7/4/ 2022) pekan lalu, Yayasan Palung bersama Relawan REBONK melakukan siaran radio di Radio Kayong Utara (RKU 101, 5 FM). Tema yang diambil kali ini adalah “Tetap Produktif Walaupun di Bulan Suci Ramadhan”.

Saat ini kita memasuki bulan suci Ramadhan dimana para umat muslim melakukan puasa penuh selama satu bulan. Saat siaran radio berlangsung Riduwan (Yayasan Palung) dan Nurman (Relawan REBONK) menyampaikan beberapa tips agar tetap produktif saat berada di bulan suci ramadhan.

Adapun beberapa tips yang dapat dilakukan seperti memakan makanan yang kaya akan protein dan vitamin C, menghindari makanan yang dapat menimbulkan penyakit tertentu seperti makanan bersantan berlebihan dapat menimbulkan asam urat, minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka puasa agar tidak terjadi dehidrasi, mengurangi aktivitas yang sekiranya tidak penting, berolahraga disore hari dengan cara rileks dan santai, terakhir mengurangi penggunaan sampah plastik saat membeli kebutuhan buka puasa dipasar dengan cara membawa tempat sendiri dari rumah. Dengan beberapa tips di atas mungkin bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Walaupun sedang menjalankan ibadah puasa namun kiranya kita harus tetap produktif serta tetap menjaga lingkungan.

Yayasan Palung dan juga Relawan REBONK mengucapkan selamat menjalankan ibadah bulan suci ramadhan 1443 Hijriah. Semoga di bulan suci ini kita dapat saling memaafkan sesama serta dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan damai.

Narasi : Riduwan-Yayasan Palung

Melihat View Menarik Hutan Desa Binaan Yayasan Palung

Hutan dan Sungai Cabang Tiga di Hutan Desa Padu Banjar. (Foto Capture dari video Hutan Desa Padu Banjar/Hendri, YP).

Ya, view (pemandangan) menarik terkadang bisa menjadi pilihan sebagai obat penawar dan bisa menjadi penenang (menenangkan) jiwa karena keindahannya.

Seperti misalnya, Hutan Desa binaan Yayasan Palung itu berada di Hutan Desa (HD) Padu Banjar di wilayah Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat pun menawarkan keindahan yang memanjakan mata.

Pemandangan menarik itu tentu saja karena keindahan hutannya yang masih terlihat rimbun nan hijau dan sungai-sungai yang berada di sekitarnya.

Menariknya lagi, menurut cerita masyarakat setempat, di bagian timur wilayah HD ini ada tiga (3) sungai yang masyarakat setempat menyebutnya Sungai Cabang Tiga yang saling terhubung.

Lihat juga video di Instagram :

Adapun nama-nama dari Sungai Cabang Tiga itu  antara lain adalah :

Pertama, Sungai Nasir sungai lurus. Disebut Sungai Nasir karena orang pertama yang menemukan sungai itu bernama Nasir.

Kedua, Sungai Meranti  sungai sebelah kiri. Disebut Sungai meranti karena dulunya di wilayah itu banyak pohon meranti.

Ketiga, Sungai Purang Sungai sebelah kanan. Disebut purang di wilayah itu diperkirakan banyak kayu purang.

Di ujung Timur Hutan Desa Padu Banjar juga terdapat Sungai Rawa Gambut yang menjadi habitat (rumah) yang nyaman bagi ikan, buaya muara dan beberapa burung air. 

Seperti diketahui, luas Hutan Desa Padu Banjar kurang lebih 2.883 Ha.

 Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Hutan Menyapa Menanti Asa

Deforestasi yang terjadi di Kalimantan. (Foto : Rhett A Butler/ mongabay.co.id).

Hutan  semestinya satu itu yang aku tahu

Kini andai boleh lagi menyatu

Peduli itu kata yang ku tahu, tapi aku hanya benalu

Aku (kita manusia) sekarang benalu, benalu yang selalu menjadi parasit dari waktu ke waktu

Lihatlah, hutan yang tak lagi mampu kuat menopang

Kering kerontang yang tak jarang menjadi bomerang

Gaduh mengaduh tak ubah seperti perang

Lihatlah hutan diserang, diterjang dan semakin sulit diperjuang

Hutan dan aku semestinya satu, bukan rebah tak berdaya tetapi kokoh berdiri

Kita sebagai bagian dari satu kesatuan hutan selalu punya mimpi

Menjadi hutan berarti menjadi payung dan penopang yang harus lestari

Hingga kini yang ku tahu dari dulu adalah kata untuk selalu harmoni

Hutan, kita dan satwa, itu yang katanya harus satu dan harmoni selalu

Mengapa hingga kini tak sedikit yang megeluh dan mengadu

Mengadu tentang riuh hutan dan satwa  yang menangis sendu

Ruang rindu hutan yang kokoh tersisa tak lagi mampu  

Hutan dan kita sama-sama terjepit dalam sunyi sepi tanpa banyak yang peduli

Congkak mulut dan tangan-tangan tak terlihat berteriak, bersorak selalu mengintai

Nada-nada bijaksana berganti fatamorgana yang mengintai

Menanti pongah serapah, seingatku hutan dan kita sama tidak sedang baik-baik saja kini

Puisi ini juga dimuat di : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/6253dbbe3794d170b22bbc32/hutan-dan-aku-bersorak-menanti-asa

Ketapang, Kalbar, 11 April 2022

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Agro forestry Kopi Dataran Rendah Kalimantan

Kopi Merupakan Komoditi yang cukup potensial dan menjanjikan bagi petani kopi yang ada di Kabupaten Kayong Utara Khususnya di Desa Penjalaan Kecamatan Simpang Hilir.

Komoditi yang termasuk Dalam Tanaman Hasil Hutan Bukan Kayu ini cukup banyak di wilayah Kecamatan Simpang Hilir begitu banyak peminat kopi Robusta ini, akan tetapi masih lemahnya pemahaman tentang budidaya kopi dengan hasil kwalitas tinggi,menyebabkan terkendalanya upaya pemasaran keluar Kayong Utara.

Perlunya kerjasama dari semua pihak dalam pengembangan komoditi kopi sangat diharapkan pemahaman dan pengetahuan lebih oleh petani kopi sangat diperlukan agar komoditi kopi bisa menjadi salah satu komoditi yang mampu bersaing dalam era globalisasi ini.

Evoria pada tanaman sawit juga menjadi salah satu tantangan bagi petani kopi sebab masyarakat pada umumnya lebih memilih tanaman sawit dibandingkan menanam pohon kopi, walau demikian adanya hampir disetiap rumah didesa penjalaan memiliki pohon kopi walau hanya tinggal beberapa pohon.

Didesa penjalaan kopi mempunyai nilai budaya dikalangan masyarakat desa penjalaan,salah satu contohnya hingga saat ini masyarakat masih menggunakan biji kopi ketika ada beruahan/kenduri di mana biji kopi digunakan untuk membaca surah Al-Ikhlas dan setelah beberapa hari kedepan biji kopi tersebut di giling menjadi tepung kopi dan di minum kembali oleh warga yang hadir saat kenduri,masyarakat juga menggunakan bubuk kopi sebagai obat luka menghentikan darah serta menggunakan bubuk kopi pada saat ada yang terkena penyakit stip demikian adanya kopi di kalangan masyarakat desa penjalaan kecamatan simpang hilir.

Pada beberapa waktu yang lalu Saya diberangkatkan Oleh KPH Kayong bekerja sama dengan Yayasan Palung ke Jakarta untuk menghadiri acara Festival Agroforestry kopi di Jakarta, begitu banyak informasi serta pengalaman yang saya dapatkan pada saat acara vestival agroforestry kopi di Jakarta yang di adakan oleh kementrian LHK,beberapa informasi yang dapat saya bagikan seperti saya tulis di bawah ini.

Beberapa jenis kopi Kalimantan yang cukup dikenal di Indonesia, diantaranya Robusta, Arabika, Exelsa dan Liberica. Sementara varietas yang cukup banyak di Indonesia adalah Robusta, walau demikian Liberika maupun Exelsa juga tergolong banyak dan cukup laku keras di Indonesia.

Hingga kini, berdasarkan likwit (yang tercatat penghasil kopi dunia), Indonesia belum termasuk penghasil kopi Dunia, Padahal dilihat dari perdagangan Dunia, Kopi termasuk nomor Dua (2) Dunia yang di perdagangkan setelah minyak.

Transportasi yang tergolong mahal menjadi kendala kopi di Indonesia  masuk ke pasaran Dunia, ditambah Kualitas yang masih perlu ditingkatkan di kalangan petani kopi juga menjadi salah satu masalah yang perlu diperhatikan bersama.

Kini Peminat kopi semangkin bertambah di Indonesia,terutama bagi kaum milenial,walau demikian penikmat kopi Pada kalangan umur empat puluh (40) han hingga empat puluh tahun keatas tetap lebih banyak.

Semoga natinya Komoditi Kopi Akan Menjadi Komoditi Unggulan Di Indonesia dan semoga Indonesia Bisa menjadi negara penghasil kopi nomor Satu (1) tingkat Dunia.

Ilham- Sekretaris LPHD Simpang Keramat, Desa Penjalaan

Kualitas Habitat Orangutan di Kawasan Hutan Desa Binaan Yayasan Palung

Andre sedang mencatat data di lapangan. (Foto : Andre/Yayasan Palung)

Hutan Desa (HD) merupakan hutan yang telah diberikan hak pengelolaannya kepada masyarakat yang bertujuan untuk kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat disekitarnya. Hutan desa memiliki peran penting dalam upaya mendukung kelestarian keanekaragaman hayati termasuk kelangsungan hidup berbagai jenis satwa liar didalamnya. Dalam upaya pengelolaan hutan desa, kami rutin melakukan survei mengenai populasi orangutan dan kualitas habitat orangutan setiap tahunnya.

Pada tahun 2021, kami melakukan survei kualitas habitat orangutan di 6 hutan desa binaan Yayasan Palung. Tepatnya di lansekap hutan lindung gambut Sungai Paduan (hutan desa Padu Banjar, Nipah Kuning, Pemangkat, Pulau Kumbang) dan di lansekap hutan produksi Sungai Purang (hutan desa Penjalaan dan Rantau Panjang). Secara administrasi hutan desa ini berada di kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Metode yang kami gunakan dalam survei ini adalah metode jalur berpetak. Peletakan jalur dibuat secara sengaja (purpossive). Sampling dibuat sebanyak 16 jalur dengan panjang masing-masing 1000 meter dan didalamnya terdapat total 64 plot berukuran 10 × 100 meter. Setiap jalur dibagi menjadi 4 plot dengan interval antar plot sepanjang 200 meter. Kami mendata semua jenis pohon berukuran diameter 10 cm keatas, memberi tagging pada pohon karena ini merupakan plot permanen yang akan di monitoring setiap tahunnya.

Habitat pada lokasi survei umumnya berupa habitat hutan rawa gambut sekunder. Berdasarkan hasil survei, terdata 102 jenis pohon di lansekap HLG Sungai Paduan sedangkan di lansekap HP Sungai Purang terdata 94 jenis pohon. Indeks nilai penting (INP) tertinggi pada lansekap HLG Sungai Paduan adalah medang (Litsea gracilipes) dengan INP sebesar 30,82 %, diikuti mempening (Lithocarpus bancanus) dengan INP 22,23 % dan bedaru (Stemonurus secundiflorus) dengan INP 15,96 %. Sedangkan Indeks nilai penting (INP) tertinggi pada lansekap HP Sungai Purang adalah medang (Alseodaphne bancana) dengan INP sebesar 23,51 %, diikuti medang semat (Litsea angulata) dengan INP 17,47 % dan ensibar (Elaeocarpus mastersii) dengan INP 15,96 %.

Ara pencekik, salah satu jenis pakan orangutan. (Foto : Andre Ronaldo/Yayasan Palung)

Tumbuhan dengan nilai INP yang tinggi artinya memiliki daya adaptasi, kompetisi dan kemampuan reproduksi yang lebih baik dibandingan tumbuhan lainnya, sebaliknya tumbuhan dengan nilai INP yang rendah bahkan berpotensi untuk hilang dari ekosistem karena jumlahnya yang sedikit. Jenis-jenis pohon pada kedua lansekap umumnya sudah mengalami gangguan karena jenis dominan khas hutan rawa gambut seperti ramin (Gonystylus bancanus), jelutung (Dyera costulata), punak (Tetramerista glabra), nyatoh (Palaquium spp), meranti (Shorea spp) tidak dominan jika dilihat dari hasil perhitungan INP.

Indeks keanekaragaman jenis (H’) pada kedua lansekap berkisar 3,64-3,89 (artinya keanekaragaman jenisnya tinggi). Indeks keseragaman jenis (E) pada kedua lansekap berkisar 0,79-0,86 (artinya sebaran individu pada setiap jenisnya relatif sama/ merata). Indeks kekayaan jenis (R) pada kedua lansekap berkisar antara 14,01-14,45 (artinya kekayaan jenisnya tinggi). Kemudian indeks dominansi jenis (C) pada kedua lansekap sama yaitu 0,03 (artinya tidak ada jenis yang mendominasi).

Pesentase pohon pakan orangutan pada kedua lansekap berkisar 76,08-76,27% (artinya habitat tersebut ideal bagi orangutan). Habitat yang ideal bagi orangutan adalah hutan yang memiliki pohon pakan orangutan 60-80%, pohon penghasil buah-buahan sekitar 80-90% dan pohon dengan musim buah berbeda serta berbuah sepanjang tahun 30-40 %. Beberapa jenis pohon pakan orangutan yang dominan pada lansekap HLG Sungai Paduan diantaranya adalah medang (Litsea gracilipes) dengan kerapatan 44,17 pohon/ha, mempening (Lithocarpus bancanus) 37,71 pohon/ha dan nyatoh (Palaquium cochleariifolium) 14,58 pohon/ha. Sedangkan pada lansekap HP Sungai Purang jenis pakan Orangutan dominan diantaranya adalah medang (Litsea angulata) dengan kerapatan 30,63 pohon/ha, ensibar (Elaeocarpus mastersii) 23,75 pohon/ha, jungkang (Palaquium leiocarpum) 16,88 pohon/ha. Selain itu ditemukan pula jenis-jenis Ficus yang merupakan pakan favorite orangutan, diantaranya adalah Ficus sundaica, Ficus calophylla, Ficus stupenda dan Ficus variegata.

Penyebaran suatu komunitas orangutan sangat dipengaruhi oleh kondisi habitat terutama produktifitas pohon pakannya. Secara umum berdasarkan hasil analisis, kualitas habitat orangutan pada kedua lansekap relatif sama. Kedua lansekap masih cukup baik untuk mendukung kehidupan orangutan didalamnya karena memiliki ketersediaan pohon pakan orangutan. Namun ditemukan pula gangguan seperti illegal logging dan area bekas terbakar sehingga menyebabkan banyak celah hutan (canopy gap). Gangguan ini juga dapat memicu interaksi negatif orangutan dan manusia di sekitar hutan.

Tulisan ini dimuat di : https://pontianak.tribunnews.com/2022/04/05/yayasan-palung-paparkankualitas-habitat-orangutan-di-kawasan-hutan-desa-binaan

Penulis : Andre Ronaldo, Botanis Yayasan Palung

Ini Nama 6 Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat tahun 2022

Peserta yang mengikuti seleksi tahap akhir beasiswa WBOCS tahun 2022. 6 orang terpilih sebagai penerima Beasiswa. (Foto : Simon/Yayasan Palung).

Yayasan Palung telah melakukan seleksi tahap akhir Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS) tahun 2022. Enam orang telah terpilih sebagai penerima beasiswa, (Senin 28/3/ 2022).

Seleksi tahap akhir dilakukan penilaian terhadap presentasi dan wawancara terhadap 12 calon penerima beasiswa oleh dewan juri di Kantor Yayasan Palung.

Pada seleksi tersebut, terpilih 6 orang yang menjadi penerima beasiswa WBOCS tahun 2022.

Enam penerima beasiswa WBOCS tersebut adalah Noni dari SMA Negeri 3 Simpang Hilir, Elin Saputri dari SMA Negeri 1 Sungai Laur, Iqbal Aryanto dari SMA Negeri 3 Ketapang, Maria Angela Canthika Putri dari SMA Negeri 1 Ketapang, Rianti Sandriani dari SMA Negeri 2 Sukadana dan Galih Triyoga Putra dari SMA Negeri 1 Sandai.

Noni, Elin Saputri, Rianti Sandriani dan Galih Triyoga Putra berencana mengambil jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Untan, Iqbal Aryanto mengambil jurusan Hukum dan Maria Angela Canthika Putri mengambil jurusan Hubungan Internasional Fisip Untan.

Adapun sebagai juri pada seleksi tahap akhir WBOCS 2022 adalah Martanto, ST, MT dari Politeknik Negeri Ketapang, Sarjilah, S.Pd dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Riyandi, S.Si., M.Si dari Jurusan Biologi Fakultas MIPA Untan dan Widiya Octa Selfiany, S.Hut., M.Hut dari Yayasan Palung.

Widiya Octa Selfiany, Manager Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, mengatakan, seleksi beasiswa WBOCS ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari porgram terhadap generasi muda yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan harapan generasi muda tersebut dapat menjadi penerus untuk melestarikan keberadaan Orangutan di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang.

Yayasan Palung merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat.

Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan Orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Sejak 2012 Yayasan Palung (YP) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerjasama menyediakan beasiswa program S1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan Barat (West Bornean Orangutan Caring Scholarship).

Hingga tahun 2021 terdapat 49 Penerima WBOCS yang diantaranya 12 orang sudah menjadi sarjana. (Pit-YP).

YP Adakan Pelatihan Pengembangan Produk Bambu untuk Para Perajin Dampingan

Yanta dari YBL Yayasan Bambu Lestari sebagai trainer (pelatih) dalam kegiatan itu tampak serius melatih. (Foto : Tim SL/Yayasan Palung).

Tanaman bambu mudah kita dapatkan selain untuk membuat produk yang bisa dipakai namun juga bisa dijadikan sebagai sumber makanan lauk pauk dari bambu muda yang disebut Rebung.

Pada pelatihan pengembangan produk yang diselenggarakan oleh Program Sustainable Livelihood Yayasan Palung (YP) para perajin diajak untuk memanfaatkan produk dari bahan dasar bambu. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Kantor Yayasan Palung Bentangor Education Center, Desa Pampang Harapan, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, pada Rabu-Kamis (23-24/3/2022).

Ranti Naruri, Manager Program Sustainable Livelihood (SL) Yayasan Palung, mengatakan, Setidaknya ada 11 peserta dari perajin bambu dampingan YP telah mendapatkan pelatihan pengembangan produk baik dari pengawetan bambu supaya tidak patah dan tahan lama serta motif yang belum pernah mereka buat.

YP menghadirkan Yanta dari YBL Yayasan Bambu Lestari sebagai trainer (pelatih) dalam kegiatan itu. kegiatan  yang dilaksanakan selama dua hari tersebut berjalan dengan lancar.

Foto-foto kegiatan :

Semoga ini menjadi alternatif perajin anyaman dalam memanfaatkan hasil hutan bukan kayu selain daun pandan, kata Ranti.

Produk-produk yang dianyam pada pelatihan pengembangan produk dari bahan baku bambu tersebut seperti besek dengan berbagai bentuk dan motif.

Semua rangkaian kegiatan pelatihan tersebut berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari peserta yang hadir.

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di Tribun Pontianak : https://pontianak.tribunnews.com/2022/03/27/kembangkan-kreativitas-warga-yayasan-palung-beri-pelatihan-olah-kerajinan-tangan-dari-bambu

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)