Yuk, Jadi Biang Konservasi dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Orangutan merupakan satwa yang sangat dilindungi dan terancam punah saat ini. (Foto : Erik Sulidra/Yayasan Palung).

Sobat konservasi, pada 28 Juli 2021 lalu dunia memperingati ‘World Nature Conservation Day’ namun skala nasional di Indonesia baru akan diperingati pada 10 Agustus 2021. Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) diselenggarakan sebagai pengingat akan pentingnya konservasi alam yang bertujuan untuk kesejahteraan manusia di masa kini hingga mendatang (berkelanjutan).

Dirjen KSDAE Kemen LHK menunjuk kota Kupang (NTT) sebagai tuan rumah HKAN, hal ini dinilai tepat karena mengingat posisi geografisnya penting bagi penyebaran dan keberlangsungan satwa liar endemik di  wilayah Wallacea  Selengkapnya di sini .

Secara individual, kita dapat berpartisipasi menjadi biang dalam kegiatan ini. Beberapa hal yang sangat sederhana dapat kita praktikkan, dengan harapan optimis orang-orang di sekitar kita dapat meniru dan paham. Misalnya dengan diet produk-produk dari plastik, memanfaatkan sumber energi listrik dengan bijak (hemat), tidak menggunakan air dengan boros, dan sebisanya menggunakan produk yang dapat dipakai berulang (reuse), serta mendaur ulang barang yang dikonsumsi (recycle). Dengan melakukan hal-hal tersebut kita telah mengkampanyekan konservasi alam pada kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, ada World Orangutan Day yang akan diperingati pada 19 Agustus 2021 dengan tema Restorasi Habitat. Kegiatan ini akan digaungkan di seluruh dunia, dimana Indonesia sebagai habitat country.

Jumlah pasti orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus wurmbii) masih kurang diketahui, tetapi sebagian besar jangkauan mereka terjadi di luar kawasan lindung. Untuk waktu yang lama, beberapa populasi yang dilindungi – Taman Nasional Sebangau dan sekitarnya, rumah bagi populasi orangutan terbesar di Kalimantan (Wich et al. 2008), Taman Nasional Tanjung Puting dan Taman Nasional Gunung Palung – dianggap stabil. Namun, terlepas dari statusnya yang dilindungi, populasi ini terancam oleh pembalakan liar, kebakaran dan konversi menjadi pertanian, dengan adanya perkebunan dan agroforestri di dalam dan di batas-batas kawasan lindung ini (Wich et al. 2012; Gaveau et al. 2013) . Kebakaran merupakan ancaman utama: lebih dari 4.000 km2 hutan lahan gambut Sebangau dibakar pada tahun 1997–1998, yang mengakibatkan sekitar 8.000 orangutan hilang dalam populasi ini saja (Husson et al. 2015). Perburuan, yang ilegal, juga dianggap sebagai risiko nyata untuk mempertahankan populasi yang tidak dilindungi dalam jangka panjang: semua populasi diperkirakan akan menurun lebih jauh dalam 50 tahun ke depan (Abram et al. 2015).

Restorasi habitat orangutan merupakan langkah strategis untuk mengembalikan ekosistem alami berjalan dengan baik ditengah penyempitan habitat mereka akibat ancaman-ancaman diatas. Habitat alami yang terjaga pasti akan sangat banyak memberikan keuntungan ekologis bagi manusia. Lebih baik lagi jika kita secara individu, kelompok maupun lembaga juga melakukan restorasi mental. Artinya kita kembalikan mental (watak) kita untuk menyadari pentingnya hidup berdampingan dengan alam. Di situ lah (watak) peran krusial seorang manusia untuk menyelamatkan segala sumberdaya di bumi demi keberlanjutan.

Jika dapat digambarkan, ada empat keadaan manusia yang berkorelasi dengan watak. Keadaan yang sulit dan kacau akan melahirkan orang-orang yang kuat, orang-orang yang kuat akan membentuk keadaan yang nyaman, namun keadaan yang nyaman dapat melahirkan orang-orang yang lemah, dan orang-orang yang lemah akan menyebabkan keadaan menjadi sulit dan kacau. Fase ini akan terus berputar, dan diharapkan kita, anda dan saya tetap menjadi orang-orang yang kuat di masa-masa yang sulit. Akhirnya, mari kita menjadi biang konservasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Erik Sulidra

(Yayasan Palung)

Lomba Komik Digital Dalam Rangka Hari Orangutan Internasional 2021

Tema: “RESTORASI HABITAT: Melestarikan Orangutan, Merawat Peradaban”

KETENTUAN PESERTA :

  • Siswa/i SMP dan SMA sederajat di Kab. Ketapang dan Kab. Kayong utara
  • Wajib Instagram @yayasan_palung
  • Akun Instagram peserta aktif dan tidak dalam kondisi terkunci
  • Tidak berlaku untuk staff Yayasan Palung

KETENTUAN KOMIK :

  • Komik karya asli dan belum pernah ikut lomba lain
  • 1 halaman minimal 4 panel
  • Maksimal 10 halaman
  • Teknik menggambar bebas

KETENTUAN LOMBA :

  • Unggah komik kamu ke akun Instagram pribadi kamu
  • Tandai Akun Instagram @yayasan_palung pada foto dan 5 akun  teman kamu pada caption
  • Menyertakan caption yang mendukung foto disertai tagar #RestorasiHabitat #IOD2021 #YayasanPalung #HariOrangutanInternasional
  • Peserta yang melakukan segala bentuk kecurangan dan pemalsuan data akan didiskualifikasi atau dianulir dari Lomba #IOD2021

PERIDODE LOMBA :

  • Batas pengiriman (upload) komik digital, tanggal 31 Agustus, Pukul 23.59 WIB
  • 6 (enam) komik terbaik, diposting di instagram Yayasan Palung pada tanggal 27 Agustus 2021
  • 3 (tiga) pemenang utama ditentukan dari jumlah like di postingan Instagram @yayasan_ palung dengan batas waktu 2 September 2021, Pukul 23.59 WIB
  • Pemenang utama akan diberitahukan melalui DM pada 3 September 2021

HADIAH LOMBA :

  • Juara 1-3 : Perlengkapan outdoor, kaos, tumbler, stiker dan sertifikat
  • Juara harapan 1-3 : kaos, tumbler, stiker dan sertifikat

Baca juga :

Penulis & Foto desain : Haning Pertiwi

(Yayasan Palung)

Mengintip Aktivitas Relawan Yayasan Palung di Tanah Kayong

Belajar membuat pupuk organik di lahan pertanian milik kelompok tani Meteor Garden. (Foto : Yayasan Palung)

Beberapa orang terlihat sangat antusias saat melakukan praktek membuat pupuk organik di lahan pertanian milik kelompok tani Meteor Garden.

Kegiatan itu merupakan satu dari beberapa rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas relawan yang dilaksanakan di Bentangor Education Center, Yayasan Palung, di Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara, Jumat hingga Minggu (30 Juli-1 Agustus 2021) lalu.

Pada kegiatan peningkatan kapasitas relawan kali ini, relawan TAJAM dan REBONK yang disingkat menjadi TABONK berkesempatan untuk belajar tentang banyak hal. Sesuai dengan slogan TABONK; “Yom Kite Begabong”, selama tiga hari berkegiatan tersebut, Relawan TABONK berkesempatan mendapatkan materi tentang Sustainable Livelihood (Mata Pencaharian Berkelanjutan) yang disampaikan oleh Ranti Naruri. Dalam materinya, Ranti Naruri mengajak relawan untuk peduli dengan lingkungan sekitar terlebih hutan dengan hasil hutan bukan kayunya yang bisa menjadi sumber mata pencaharian berkelanjutan bagi warga yang hidup berdampingan di sekitar hutan. Ranti juga mengajak relawan untuk mempromosikan produk hasil hutan bukan kayu dari para pengrajin hasil hutan bukan kayu (hhbk) binaan Yayasan Palung (YP).

Para relawan TABONK juga diajak untuk berkunjung ke lahan pertanian milik kelompok tani Meteor Garden (kelompok tani binaan YP). Pada kesempatan itu, relawan berkesempatan belajar membuat pupuk organik.  Saat mereka belajar membuat pupuk, mereka di pandu oleh Salmah, Samad dan dua orang petani yaitu Dedi dan Yanto.

Selanjutnya TABONK juga mendapatkan materi tentang Perjalanan Alam Bebas. Materi disampaikan oleh Simon Tampubolon. Dalam materinya, Simon sapaan akrabnya menyampaikan cara-cara yang sangat bermanfaat saat perjalanan ke hutan atau naik gunung (managemen perjalanan alam bebas). Beberapa diantaranya adalah perlengkapan yang diperlukan saat ke hutan atau naik gunung misalnya alat masak, perlengkapan makanan, tenda, P3K, dan bagaimana cara packing yang baik.

Relawan juga diberikan materi tentang bagaimana cara membuat TOR (Term Of Reference). Pada kesempatan ini, materi disampaikan oleh Dwi Yandhi Febriyanti. Harapannya, agar mereka (relawan) bisa membuat kerangka acuan sendiri saat berkegiatan.

Selain itu, TABONK diajak untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) tahun depan, pada kesempatan ini sebagai pemateri adalah Haning Pertiwi. Ada pula materi tentang bijak bermedia sosial yang disampaikan oleh Petrus Kanisius.

TABONK juga mengadakan kegiatan baksos di sekitar Bentangor Education Center, kegiatan tersebut dipandu oleh Riduwan.

Pada hari terakhir kegiatan (1/8), TABONK melaksanakan kegiatan outing dengan bermain game untuk memperkuat keakraban, kekompakan dan kebersamaan.

Manager Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, Dwi Yandhi Febriyanti, mengatakan, melalui program Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Kesadaran Konservasi, kami berharap meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan relawan untuk menumbuh kembangkan kepedulian dan kesadaran mereka terhadap kondisi lingkungan hidup, yang pada akhirnya mereka menjadi generasi penyelamat sumber daya alam yang tersisa di bumi Borneo ini sekaligus mendukung pemerintah untuk melestarikan hutan dan Sumber Daya Alam.

Lebih lanjut, Yandhi mengatakan, salah satu kegiatan dalam Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Kesadaran Konservasi adalah pendampingan Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) untuk wilayah Ketapang dan Relawan Bentangor Untuk Konservasi (REBONK) untuk wilayah Kayong Utara. Melalui pendampingan ini relawan konservasi diharapkan bisa menjadi perpanjangan tangan Yayasan Palung untuk menyampaikan pesan-pesan kesadaran terhadap alam kepada masyarakat, maka dari itu sebelum para relawan ini turun langsung ke masyarakat terlebih dahulu diberikan peningkatan kapasitas.

Tulisan ini dimuat di :

Pit

(Yayasan Palung)

Lomba Puisi Dalam Rangka Hari Konservasi Alam Nasional 2021

Flayer Hari Konservasi Alam Nasional 2021. (Foto : Simon/YP)

Tema: “Kecintaan Pada Alam dan Budaya Kalimantan Barat”

Khusus untuk Kalimantan Barat

Periode Lomba:

Batas pengiriman (upload) puisi dan video, tanggal 7 – 29 Agustus, Pukul 23.59 WIB.

Pengumuman 6 (enam) puisi paling baik, diposting di instagram Yayasan Palung pada tanggal 31 Agustus 2021.

Penentuan 3 (tiga) pemenang utama akan ditentukan dari jumlah viewer pada masing-masing postingan di Instagram Yayasan Palung dengan batas waktu 6 September 2021, Pukul 23.59 WIB.

Penentuan 3 (tiga) Pemenang favorit dari jumlah viewer pada masing-masing postingan di Instagram Yayasan Palung dengan batas waktu  5 September 2021, Pukul 23.59 WIB.

Syarat Peserta:

Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Kalimantan Barat.

Peserta wajib mengikuti instagram @yayasan_palung

Usia peserta lomba mulai dari 15-25 tahun

Akun instagram peserta aktif dan tidak dalam kondisi terkunci atau private

Rekam video saat membaca puisi dan unggah ke Instagram pribadi kamu dengan caption teks puisi yang kamu buat.  Mention Instagram @yayasan_palung pada foto dan  5 teman kamu pada caption

Peserta wajib menyertakan tagar #HKAN2021 #YayasanPalung #KonservasiAlamIndonesia

Peserta yang melakukan segala bentuk kecurangan dan pemalsuan data akan didiskualifikasi atau dianulir dari Lomba #HKAN2021

Tidak berlaku untuk staff Yayasan Palung.

Hadiah Lomba:

Hadiah Juara  Utama 1-3 Hadiah : Perlengkapan outdoor, kaos, tumbler, stiker dan sertifikat

Hadiah Juara Favorit : tumbler, kaos, stiker dan sertifikat

Ketentuan Lomba  :

Puisi yang diikutsertakan dalam Lomba harus merupakan milik peserta sendiri, dan tidak melanggar hak kekayaan intelektual milik pihak mana pun juga (termasuk hak cipta).

Pihak penyelanggara berhak menghapus materi yang diikutsertakan jika dianggap tidak memenuhi salah satu atau lebih Syarat dan Ketentuan ini.

Semua karya peserta yang diunggah dalam Lomba #HKAN2021 sepenuhnya dapat digunakan, disesuaikan, dan diubah untuk disebarluaskan, diperbanyak serta dipublikasikan dalam bentuk apa pun, dalam jumlah dan jangka waktu tak terbatas untuk kepentingan Yayasan Palung.

Ketentuan yang dibuat oleh dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Pihak penyelenggara tidak memungut biaya apapun kepada peserta yang mengikuti Lomba #HKAN2021

Yayasan Palung, selaku penyelenggara berhak untuk mendiskualifikasikan peserta maupun pemenang yang tidak memenuhi dan/atau melanggar dan/atau dicurigai melakukan kecurangan terhadap ketentuan ini.

Lihat juga di :

Foto desain : Simon Tampubolon

Tulisan : Dwi Yandhi Febriyanti

(Yayasan Palung)

Roadshow konservasi dan Penyelamatan Orangutan di Sekitar Kawasan Tanagupa

Saat menyampaikan sosialisasi tentang satwa liar dilindungi, khususnya orangutan, (14-15/7/2021) kemarin. Foto dok : Yayasan Palung

Memperkuat Jejaring dengan Para Pihak untuk Penyelamatan Orangutan di Sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendukung kegiatan konservasi.

Seperti misalnya di dua desa kebupaten Kayong Utara, desa Penjalaan dan Desa Riam Berasap Jaya, yang pada (14-15/7/ 2021) lalu diadaka kegiatan roadshow.

Pada hari Pertama rangkaian kegiatan Roadshow dilaksanakan di Dusun Rangkap, Desa Penjalaan dan pada hari kedua kegiatan Roadshow diselenggarakan di Desa Riam Berasap Jaya.

Kegiatan Roadshow ini merupakan realisasi dari perjanjian kerjasama antara Yayasan Palung dengan Balai Taman Nasional Gunung Palung. Dalam kegiatan Roadshow ini juga mengundang BKSDA Kalimantan Barat (SKW I Ketapang) dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).

Adapun dalam serangkaian Roadshow tersebut beberapa materi sosialisasi yang disampaikan antara lain seperti; Taman Nasional Gunung Palung sebagai habitat Orangutan (materi disampaikan oleh pihak TANAGUPA), orangutan dan makanannya (disampaikan oleh Yayasan Palung), interaksi manusia dan orangutan (disampaikan oleh YIARI), dan regulasi satwa liar (disampaikan oleh BKSDA).

Adapun materi tersebut disampaikan kepada sekitar 20 orang perwakilan masyarakat yang ada di masing-masing desa tersebut.

Selain penyampaian materi, juga dilakukan pemasangan baliho kampanye tentang satwa liar dilindungi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Manager Animal and Habitat Protection Yayasan Palung, Erik Sulidra, mengatakan, Roadshow ini selain bertujuan untuk menambah pengetahuan dan kesadaran orang tentang orangutan sebagai satwa dilindungi, juga sebagai usaha untuk menambah jejaring penyelamatan orangutan dan satwa liar dilindungi lainnya.

Semua rangkaian kegiatan Roadshow dilaksanakan tersebut berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari semua perserta yang ikut hadir dalam kegiatan.

Tulisan ini juga dimuat di :

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Kita yang Semakin Akrab dan Dimanjakan oleh Ponsel Pintar hingga Kita Lupa Karenanya

Keterangan foto : Kita yang semakin Akrab dan dimanjakan oleh ponsel pintar Sadar atau tidak sadar, saat ini kita yang semakin akrab dan dimanjakan oleh ponsel pintar hingga kita lupa karenanya (ponsel pintar/gedjed/dawai). (Foto : Myella via kompas.com).

Sadar atau tidak sadar, saat ini kita yang semakin akrab dan dimanjakan oleh ponsel pintar hingga kita lupa karenanya (ponsel pintar/gedjed/dawai).

Mengapa demikian? Kita sudah semakin dimanjakan oleh ponsel pintar. Itu realitanya kini. Generasi saat ini yang disebut juga milenial memang tidak terlepas dari ponsel pintar untuk banyak hal dalam tatanan kehidupan sehari-hari.

Hadirnya ponsel pintar membuat kita atau kebanyakan orang semakin dipermudah dalam banyak hal pula, tetapi di sisi lain, ponsel pintar bisa mempengaruhi tatanan kehidupan kita hingga dampak yang bisa mempengaruhi kita bukan saja dampak baik namun juga ada banyak dampak buruk jika kita tidak siap. 

Beberapa fakta dan realita saat ini terkait kita yang semakin akrab dengan ponsel pintar hingga lupa karenanya antara lain;

Pertama, ponsel pintar jika boleh dikata seolah menjadi raja atau dewa. Sebagian besar dari kita, baik anak-anak, remaja dan orangtua sudah semakin akrab dan terkadang tidak sedikit dimanjakan hingga terlena bahkan lupa karenanya.

Apakah karena kita sudah semakin terhipnotis? Lihatlah, tidak jarang ibu atau ayah tanpa ragu memberikan ponsel pintar kepada anak-anak mereka tanpa mempertimbangkan baik buruknya bagi anak-anak mereka.

Selain itu, mereka (orang tua) sejatinya menyaring ataupun mengawasi/mendampingi anak-anak mereka ketika menonton sekian banyak isi tontonan yang ada di dawai. Sering kali ibu, ayah dan anak mereka sama-sama asyik dengan ponsel pintar mereka masing-masing.

Kedua, Ada diantara ibu-ibu yang menjadikan ponsel pintar menjadi pengasuh bagi anak-anak. Itu nyata. Tidak kalah sedihnya, karena terbiasa dengan dawai (ponsel pintar) semakin mempengaruhi anak-anak, terlebih anak dibawah umur membuat mereka semakin akrab hingga lupa karena menonton posel pintar yang terkadang lupa waktu. Bahkan, ada anak yang menangis jika tidak diberi ponsel pintar untuk menonton tontonan kesukaannya yang biasa ia tonton.

Ketiga, Tidak hanya anak-anak tetapi juga remaja sangat akrab dengan ponsel pintar untuk game online. Lupa waktu sering kali terjadi karena serunya bermain game online. Dari game online yang bisa ia mainkan tidak jarang mempengaruhi kesehatan, kurang tidur karena ngembun atau sakit maag karena lupa makan atau sakit mata karena terlalu lama menatap layar ponsel pintar. Bahkan ada pula yang lupa belajar karena keasyikan main game online.

Memang, hadirnya ponsel pintar sejatinya bisa membuat kita untuk semakin bertumbuh karena dapat menambah Ilmu penetahuan jika kita menggunakan ponsel pintar dengan bijak. Termasuk membuat kita semakin leluasa untuk melihat lebih dekat dunia dan belajar serta beroleh ilmu pengetahuan. Akan tetapi, yang sering kali terjadi kita semakin terbuai dan dalam terbawa (terlena). Bahkan kita saat ini semakin sering dikontrol oleh ponsel pintar. Ada diantara kita bangun tidur saja hal yang pertama dilakukan pegang ponsel pintar setelah sebelumnya juga dibangunkan oleh alarm ponsel pintar.

Hal lainnya lagi dari hadirnya posel pintar yang semakin akrab dengan kita, akan tetapi membuat jarak interaksi dan hubungan sosial semakin jauh. Tengok saja di rumah, di warkop atau di mana saja kebanyakan orang semakin asyik saja dengan ponsel pintarnya. Di rumah ayah, ibu, anak sudah semakin jarang ngobrol bersama, bercerita ataupun bersanda gurau. Lagi-lagi karena hadirnya ponsel pintar.

Hadirnya ponsel pintar pun tidak semuanya salah, tetapi ini tergantung dari kita bagaimana agar bisa  mengatur waktu dan tidak larut hingga lupa dan bahkan terbelenggu oleh karenanya (telepon pintar).

Kita jangan sampai diatur oleh ponsel pintar, tetapi kitalah yang sedapat mungkin memilah dan mengatur mana yang baik dan mana yang tidak terkait tontonan. Termasuk ketika memberikan ponsel pintar kepada anak-anak apakah sudak boleh atau tidaknya, jika pun boleh jangan sampai ponsel yang menguasai anak. Perlunya pengawasan dari orang tua itu menjadi satu diantaranya yang bisa dilakukan.

Satu yang pasti, kemajuan teknologi tidak bisa kita bendung, tetapi bagaimana kebijaksanaan kita untuk memilih, memilah serta menyaring dari setiap informasi dari kemajuan teknologi lewat ponsel pintar yang disampaikan termasuk tontonan mana yang baik dan mana yang tidak bagi anak-anak sebagai generasi penerus negeri ini. Mengingat kemajuan teknologi ibarat pisau bermata dua. Jika dimanfaatkan untuk hal-hal baik maka hasilnya pun baik. Demikian juga sebaliknya. Singkatnya, bolehlah kiranya kita bijaksana dalam menggunakan ponsel pintar mulai dari sekarang. 

Tulisan ini juga dimuat di : https://monga.id/2021/07/kita-yang-semakin-akrab-dan-dimanjakan-oleh-ponsel-pintar-hingga-kita-lupa-karenanya

Petrus KanisiusYayasan Palung

Berikan Lecture Tentang Konservasi Orangutan Kepada Siswa-Siswi MA Babussa’adah

Saat menyampaikan ceramah lingkungan kepada epada Siswa-Siswi MA Babussa’adah di Teluk Batang, Kayong Utara (KKU), Kamis (15/7/2021) kemarin. (Foto : Yayasan Palung).

Yayasan Palung bersama dengan penerima West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS) berikan lecture (ceramah lingkungan) tentang Konservasi Orangutan Kepada Siswa-Siswi MA Babussa’adah di Teluk Batang, Kayong Utara (KKU), Kamis (15/7/2021) kemarin.

Ada pun kegiatan ini bertujuan agar siswa-siswi memiliki rasa konservasi orangutan serta mengambil peran dalam konservasi orangutan.

Dalam kegiatan ini, selain penyampaian materi mengenai konservasi orangutan, disampaikan juga pengenalan mengenai Yayasan Palung serta ada beberapa permainan untuk meningkatkan semangat peserta selama kegiatan.

Tidak kurang 28 siswa-siswi kelas 10 MA Babussa’adah Teluk Batang mengikuti kegiatan tersebut  dengan sangat baik dan aktif.

Kegiatan lecture bersama siswa-siswi MA Babussa’adah bisa berjalan dengan baik sesuai dengan rencana serta mendapat sambutan yang baik oleh pihak sekolah serta siswa-siswi MA Babussa’adah.

Sebelumnya pada (14/7/2021) lalu, Yayasan palung juga melakukan lecture di SMPN 3 Seponti, Kecamatan Seponti, KKU kegiatan yang dilaksanakan kurang lebih sama. Pada kegiatan di Seponti, diikuti oleh 50 siswa-siswi SMPN 3 Seponti.

Serangkaian kegiatan lecture tersebut mendapat sambutan baik dari semua peserta yang hadir.

Riduwan-Yayasan Palung

(Yayasan Palung)

Curah Hujan Tinggi Akibatkan Banjir di Beberapa Tempat di Kayong Utara

Kantor Yayasan Palung Bentangor Education Center, Desa Pampang Harapan pun tak luput dari banjir. (Foto : Simon Tampubolon/Yayasan Palung).

Intensitas curah hujan yang tinggi terjadi pada Selasa hingga Rabu (13-14/7/2021) lalu di beberapa tempat di Kabupaten Kayong Utara mengakibatkan terjadinya banjir.

Di Kabupaten Kayong Utara (KKU) banjir yang terjadi meliputi Pulau Maya, Kepulauan Karimata, Teluk Batang, Seponti, Simpang Hilir, dan Sukadana.

Dari terjadinya banjir di beberapa tempat di KKU tersebut, beberapa rumah warga pun ikut terendam banjir.

Seperti misalnya di Desa Pampang Harapan, Banjir bandang merendam beberapa rumah warga. Kantor Yayasan Palung Bentangor Education Center, Desa Pampang Harapan pun tak luput dari banjir. Banjir yang terjadi diperkirakan mencapai 1,5 meter.

Kantor Yayasan Palung Bentangor Education Center, Desa Pampang Harapan pun tak luput dari banjir. Banjir yang terjadi diperkirakan mencapai 1,5 meter. (Foto dok : Simon Tampubolon/Yayasan Palung).

Beberapa warga terlihat membersihkan lumpur pasca terjadinya banjir. Tidak sedikit tumpukan lumpur yang harus dibersihkan dari sisa-sisa genangan air (banjir).

Curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Desa Pampang Harapan. Musibah tanah longsor tersebut menimbulkan korban jiwa 1 orang meninggal dunia dan 1 orang belum ditemukan.

   Tonton juga video berikut :

Sampai saat ini, tim SAR, BPBD, Pihak Polres Kayong Utara, warga dan Pemda Kayong Utara masih berupaya mencari 1 orang korban jiwa yang masih belum ditemukan hingga saat ini.

Penulis : Petrus Kanisius

Editor : Dwi Yandhi Febriyanti

(Yayasan Palung)

[Cerpen] Hutan: Kuingin Terus Tersenyum Untukmu?

Hutan hujan. (Foto : Andre Ronaldo).

Kuingin terus tersenyum, bagiku, aku (hutan) untukmu (semua nafas hidup) sesuatu yang mulia, mungkin itu yang kuharapkan sampai kapan pun.

Senyum pun setidaknya sedikit memberi tanda nyata saat ini yang mungkin dari dulu semua sudah merasakannya oleh karena adanya aku (hutan).

Aku (hutan) selalu ingat tugasku untuk penghuni bumi. Hadirnya aku memberi tanda kiranya semua boleh berlanjut.

Meneduhkan, menyejukkan karena hadirku yang masih boleh menopang lantai dan serasah yang ada di sekitarku.  Inginku bila aku berada di ruang lingkup yang luas aku pun bisa menaungi semua, itu harapku.

Aku menyadari, aku ada, kala aku masih bisa berdiri dan masih tersisa. Aku ada maka semua bisa terjaga. Sebaliknya, bila aku tak tersisa itu yang tak kuharapkan.

Dari waktu ke waktu, aku semakin sulit berdiri kokoh. Itu yang nyata di pelupuk mata. Rebah tak berdaya itu rupa dan realita yang kurasa saat ini entah sampai kapan.

Ranting-ranting kering bekas tubuhku tercerabut, sering kali terlihat berjejer rapi dan tak jarang terpercik api kala kemarau tiba. Ketika kemarau tiba pun semua semakin sulit, kering kerontang kadang mendera meronta.

Kala musim penghujan tiba, banjir sering kali menyapa dengan tiba-tiba sesuka hati kapan saja ia mau. Acap kali pula kita tak sanggup menghalau bila ia (banjir) datang tiba-tiba dan terkadang tanpa permisi. Inginku, hadirnya aku bisa menghadang/menghalangmu (banjir).

Benih semai tajuk-tajuk pepohonan yang berdiri kokoh berubah dengan semakin lapang lindang/ ladang gersang sebagian besar belantara yang tak lain adalah aku, mungkin seluas mata memandang.

Aku sadar, tak sedikit yang kunaungi di tempat dimana aku berada. Tubuhku yang semakin sulit berdiri kokoh ini saban waktu dari hari ke hari selalu menjadi tanya.

Inginku terus tersenyum kepada siapa saja dengan harmoni dan sampai kapan pun. Itu inginku. Aku tahu, tak sedikit mengingatku karena manfaat dan hadirku membuat nafas tak sedikit makhluk di sekitarku. Namun banyak pula yang lupa atau sengaja lupa akan manfaatku.

Harmoniku yang selalu kurasa hidup bersama dengan ragam satwa. Beberapa dari satwa ada yang selalu setia menyemai, menjaga dan merawatku selain juga beberapa orang yang kini mulai tumbuh kepedulian kepadaku karena derai air mataku yang semakin sering kualami.

Luka menganga tubuhku berbalut derai air mata yang semestinya menanti diobati dengan kasih tanpa pamrih oleh siapa saja kini hingga nanti.

Aku (hutan) hanya ingin selalu ingin mencoba sekuat tenaga untuk menaungi sebagian besar penghuni bumi ini. Aku hanya berpesan jika boleh kiranya, masih adakah asa bagi semua agar aku boleh berlanjut.

Menanam, menjaga dan memilihara sejatinya itu tugas mulia sang pemilihara yang tak lain adalah kita semua yang mendiami bumi ini.

Aku hanya ingin terus tersenyum hingga nanti bahkan selamanya untuk semua nafas kehidupan, karena aku tahu, sebagian besar makhluk hidup di muka bumi ini sangat berharap agar aku juga boleh kiranya bertahan dan bisa lestari, berlanjut hingga nanti.

Penulis : Pit

(Yayasan Palung)

Yuk Kita Peduli, Bumi Darurat Sampah Plastik

Ajakan untuk peduli karena bumi darurat sampah. Foto Desain : Fahmi/RK-TAJAM

Sampah plastik hingga kini masih menjadi masalah besar yang belum ditangani dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya tumpukan sampah plastik di tempat pembuangan akhir hingga plastik yang terbuang hingga ke laut. Jika masalah ini terus dibiarkan, tentu akan membawa dampak buruk pada lingkungan yang semakin serius hingga mengancam keseimbangan ekosistem alam.

Berdasarkan data, terdapat sekitar 500 miliar kantong plastik sekali pakai yang digunakan dalam skala global yang membawa dampak buruk bagi lingkungan, satwa liar, hingga kesehatan manusia.

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menginformasikan bahwa Indonesia adalah negara penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak kedua di dunia setelah China sejak tahun 2016. Tidak hanya itu, volume data sampah yang ada di Indonesia saat ini telah mencapai 66,5 juta ton selama tahun 2018 ini, dan sebagian besar berasal dari kategori sampah rumah tangga yang kebanyakan adalah sampah plastik.

Hari Bebas Kantong Plastik Internasional diciptakan oleh Bag Free World. Penetapan 3 Juli sebagai Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia ini tidak lain merupakan inisiatif untuk tujuan mengatasi masalah kantong plastik sekali pakai di seluruh dunia.

Selain itu, peringatan ini juga mempromosikan pelestarian lingkungan dengan mendorong masyarakat untuk menghindari atau setidaknya mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dan menggantinya dengan alternatif yang ramah lingkungan.

Telah banyak himbauan dan aturan berkaitan tentang pengurangan penggunaan plastik yang dilakukan pemerintah namun hasilnya masih belum terlihat hingga sekarang. Memprihatikan bukan?

Dengan begitu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mengganti penggunaan kantong plastik dengan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali. Cobalah untuk membawa kotak makan sendiri sebagai bentuk usaha kamu mengurangi plastik sampah. Botol minum kemasan plastik adalah salah satu jenis sampah plastik yang paling banyak ditemukan karena hanya bisa sekali pakai dan akan mengganggu kesehatan jika digunakan lebih dari 2 kali. Kalau mau hemat, aman, sehat dan cinta lingkungan mulailah belajar untuk membawa botol minum sendiri. Meskipun berdampak kecil, namun jika dilakukan oleh banyak orang tentu usaha ini akan menghasilkan dampak besar.

Jadi, jika kamu ingin anak-cucu kamu dimasa depan bisa menikmati kehidupan dengan lingkungan yang lebih sehat dan bersih maka mulailah peduli terhadap lingkunganmu mulai sekarang dengan salah satunya mengurangi penggunaan plastik.

Penulis : Rahn Siti Aqila Aisya Azhara, RK-TAJAM angkatan ke-10

(Yayasan Palung)