Gunung Palung Orangutan Conservation Program

Selamat Hari Pangan Sedunia (World Food Day). Diperingati setiap tanggal 16 Oktober oleh masyarakat dunia sebagai bentuk pengakuan dunia akan pentingnya pangan dan upaya global untuk meningkatkan ketahanan gizi serta mengatasi krisis pangan.
Tahun ini, Hari Pangan Sedunia 2025 bertepatan dengan peringatan 80 tahun Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau Food and Agriculture Organization (FAO).
Hari Pangan Sedunia menjadi momen penting untuk memperkuat kesadaran global tentang masalah kelaparan, malnutrisi, dan ketimpangan akses pangan yang masih menjadi tantangan besar bagi banyak negara.
Tema Hari Pangan Sedunia 2025 adalah Hand in Hand for Better Food and a Better Future atau Bergandengan Tangan untuk Pangan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik.
Tidak terbayangkan, bagaimana jadinya apabila di negeri ini tidak ada petani. Hampir semua produk pangan lokal kita dapatkan dari petani. Adanya petani bisa menyediakan kebutuhan masyarakat kita sehari-hari.
Ajakan kepada semua kita untuk membudidayakan dan menyukai produk dan pangan lokal. Tentu, pangan lokal yang sehat dan terbebas dari bahan kimia, dan langsung dari petani.
Sudah semestinya kita bisa memberikan tawaran akan kemandirian pangan yang berbasis tradisional. Teruslah menjalani tradisi menanam pangan lokal tanpa harus merubahnya/menggantinya dengan produk luar yang belum tentu cocok di suatu wilayah atau tempat tertentu.
Mulailah menanam produk pangan lokal di lingkup keluarga misalnya; menanam sayur,cabe/cabai, kunyit di pekarangan rumah. Jika memungkinkan ada lahan kosong, tanamlah dengan ubi/singkong, jangung, pisang dan tanaman buah-buahan lainnya. Atau jika memungkinkan, peliharalah ayam dan ternak lainnya sebagai sumber/pendukung dalam pemenuhan sumber hidup kita sehari-hari.
Ada petani, ada pangan, ada kehidupan. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan agar berdaulat pangan di negeri sendiri. Mari menanam untuk kehidupan. (Pit-YP).
Tulisan: Diolah dari berbagai sumber
(Yayasan Palung)