Berikut ini 12 Orang yang Lolos Seleksi Tahap I Beasiswa WBOCS tahun 2022

12 orang yang lolos seleksi tahap I WBOCS tahun 2022. (Foto dok : Simon/Yayasan Palung).

12 Orang yang Lolos Seleksi Tahap I Beasiswa WBOCS tahun 2022 adalah urutan 1-12 :

  1. Elin Saputri dari SMA Negeri 1 Sungai Laur
  2. Noni dari SMA Negeri 3 Simpang Hilir
  3. Putri Adelia dari SMA Negeri 3 Simpang Hilir
  4. Rianti Sandriani dari SMA Negeri 2 Sukadana
  5. Maria Angela Canthika Putri dari SMA Negeri 1 Ketapang
  6. Saskia Oktaviona dari SMA Negeri 3 Simpang Hilir
  7. Paulina Miranda dari SMA Negeri 1 Sandai
  8. Avifa Salsabila dari SMA Negeri 1 Ketapang
  9. Iqbal Ariyanto dari SMA Negeri 3 Ketapang
  10. Galih Triyoga Putra dari SMA Negeri 1 Sandai
  11. Indah dari SMA Negeri 4 Ketapang
  12. Noperi dari SMA Negeri 1 Sungai Laur

Mereka berhak untuk mengikuti seleksi tahap II pada :

Hari/Tanggal : Senin 28 Maret 2022

Pukul     : 08.00 -17. 00 WIB

Tempat : Kantor Yayasan Palung Ketapang

(Yayasan Palung)

Adakan Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas untuk LPHD Binaan Yayasan Palung

Praktek pembuatan cuka kayu (asap cair). Foto : Robi/Yayasan Palung.

Setidaknya ada tiga kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Palung diantaranya pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) binaan yang dilakukan pada (12/3/2021) di Gedung Serba Guna Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Tiga kegiatan yang dilakukan tersebut antara lain adalah Pelatihan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) dan Pembuatan pupuk organik padat dan cair, serta teknik memperbanyak herbisida (racun rumput), kata Robi Kasianus, selaku Asisten field Officer Program Hutan Desa Yayasan Palung.

Serangkaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang PLTB dan pembuatan pupuk organik, kata Robi.

Dalam kegiatan ini Yayasan Palung bekerjasama dengan DAOPS Manggala Agni Kalimantan X / Ketapang, Skeretaris Desa, LPHD dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Desa Padu Banjar dan Pulau Kumbang.

Pada pelatihan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), sebagai pelatih adalah M. Nasir dari Manggala Agni. Sedangkan sebagai pemateri untuk pelatihan pembuatan pupuk organik adalah Asbandi dari Yayasan Palung.

Pelatihan PLTB terlebih dahulu dilakukan dengan pemaparan materi dan diskusi yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para peserta. Adapun materi yang disampaikan yaitu tentang kebakaran, pencegahan kebakaran, dan proses Pemukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB).

Foto-foto kegiatan:

Dalam kegiatan ini, Manggala Agni Daops Ketapang memperkenalkan produk asap cair atau cuka kayu untuk pembukaan lahan tanpa bakar. Asap cair merupakan cairan organik yang dihasilkan dari proses kondensasi asap pembakaran biomassa seperti potongan kayu. Alat yang digunakan dalam pelatihan PLTB adalah alat pembuatan cuka kayu. Proses pembuatan cuka kayu dalam pelatihan PLTB yang disampaikan kepada peserta meliputi: Penebasan lahan, pengumpulan hasil tebasan (potongan kayu), Memasukkan potongan kayu ke dalam alat pembuatan cuka kayu, Melakukan pembakaran  dan Melakukan penyulingan dari asap hasil pembakaran, tutur Robi.

Kegiatan selanjutnya adalah materi dan pembuatan pupuk organik yang disampaikan Asbandi. Kegiatan diawali dengan pemaparan sedikit materi. Selanjutnya dilakukan kegiatan pembuatan pupuk menggunakan alat dan bahan yang telah disediakan. Alat yang digunakan berupa cangkul, terpal dan parang. Sedangkan bahan yang diperlukan yaitu kotoran sapi, arang sekam, bongkol pisang, rumput kering, rumput basah, gula, EM4, dan rebung.

Proses pembuatan pupuk dilakukan dengan cara mencampur seluruh bahan yang ada. Setelah 7 minggu, bahan organik yang dicampur tadi dapat digunakan sebagai pupuk.

Selanjutnya, juga Asbandi sebagai pemateri mengajak para peserta pelatihan yang hadir untuk membuat pupuk organik cair / Mikroorganisme Lokal (MOL).

Proses pembuatan MOL tersebut dilakukan dengan memanfaatkan bahan berupa gula pasir dan batang pisang. Batang pisang dipotong hingga menjadi bagian kecil, selanjutnya potongan batang pisang dan gula pasir dengan perbandingan 50:50 dimasukan ke dalam wadah tertutup (toples). setelah 2 minggu kemudian, MOL siap digunakan.

Adapun Peserta yang hadir berjumlah 27 orang yang terdiri dari; Manggala Agni : 3 orang (1 orang sebagai pemateri), dari Pemerintah Desa Padu Banjar: 1 (SekDes), dari Desa Padu Banjar: 14 orang dan dari Desa Pulau Kumbang: 9 orang.

Di akhir kegiatan pelatihan, DAOPS Manggala Agni Kalimantan X / Ketapang menyerahkan satu unit alat pembuat asap cair kepada Edi Rahman selaku Direktur konservasi Yayasan Palung. Selanjutnya alat tersebut diserahkan kepada LPHD Padu Banjar agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Tulisan ini dimuat di : https://kumparan.com/petrus-kanisius/adakan-pelatihan-dan-peningkatan-kapasitas-untuk-lphd-binaan-yayasan-palung-1xhXaHw1wws

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Fieldtrip Peningkatan Kapasitas Relawan di Hutan Desa Simpang Tiga Sembelangaan

Erik Sulidra saat menmberikan penjelasan kepada para relawan yang melakukan identifikasi burung. (Foto : Petrus Kanisius/Yayasan Palung).

15 orang Relawan Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) berkesempatan untuk melakukan fieldtrip peningkatan kapasitas di Hutan Desa (HD) Simpang Tiga Sembelangaan, Kecamatan Nanga Tayap, Sabtu (12/3/2022).

Serangkaian kegiatan dilakukan selama satu hari tersebut diisi dengan materi dan praktek. Ada dua materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut.

Pada kesempatan pertama, Sebagai pemateri adalah Wawan Anggriandi. Wawan sapan akrabnya memberikan materi tentang THAB (Teknik Hidup Alam Bebas). Materi tersebut disampaikan oleh Wawan.

Dalam penyampaian materinya, Wawan menjelaskan tentang pentingnya kita untuk mengetahui teknik hidup di alam bebas. Pada penyampaian materi lebih ditekankan bagi relawan harus bisa menggunakan rumus AMAT (Air, Makanan, Api, dan Tempat Tinggal) saat bertahan hidup di hutan.

Wawan sebagai pemateri saat memberikan materi THAB. (Foto : Petrus Kanisius/Yayasan Palung).

Selain itu, mereka juga melakukan teknik membuat api dan membuat bivak (tempat untuk melindungi diri saat berkemah/tenda). Bivak merupakan salah satu kemampuan wajib survival di alam bebas.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Erik Sulidra dari Yayasan Palung. Adapun materi yang disampaikan adalah Teknik Identifikasi Burung.

Erik Sulidra sebagai pemateri berharap dengan adanya penyampaian materi ini relawan bisa meningkatkan pemahaman relawan tentang pentingnya keberadaan burung di alam dan dapat mengenalkan kepada relawan teknik identifikasi burung.

Haning Pertiwi, selaku Pembina Relawan Taruna Penja Alam (RK-TAJAM), mengatakan, semoga dengan adanya pelatihan peningkatan kapasitas ini, wawasan  anggota RK-TAJAM dapat mengajak banyak orang untuk berbuat baik kepada alam.

Foto-foto :

Saat berkegiatan, kami sangat terbantu oleh Pardi selaku pemandu (guide) dari Lembaga Pengelola Hutan Desa Simpang tiga Sembelangaan.

Semua rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari peserta. Sebelum mengakhiri semua rangkaian kegiatan, kami pun berkesempatan untuk berfoto bersama.

Tulisan ini juga dimuat di: https://kumparan.com/petrus-kanisius/fieldtrip-peningkatan-kapasitas-relawan-di-hutan-desa-simpang-3-sembelangaan-1xgO35rRciV/full

https://pontianak.tribunnews.com/2022/03/17/relawan-konservasi-tajam-tingkatkan-kapasitas-relawan-melalui-field-trip-di-nanga-tayap

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Yayasan Palung Ajak Anak Sekolah Belajar Langsung di Hutan Mangrove Sukadana

Fieldtrip bersama dengan murid dari SDN 15 Mentubang di Hutan Mangrove Sukadana (9/3). Foto : Simon/Yayasan Palung.

Banyak cara yang bisa dilakukan ketika belajar, tidak hanya dalam ruangan, tetapi juga bisa dilakukan langsung di hutan. Seperti misalnya yang dilakukan oleh  Yayasan Palung (YP) bersama dengan SDN 15 Mentubang, Kayong Utara, pada Kamis, (9/3/2022) belajar langsung (fieldtrip) di hutan Mangrove Sukadana.

Koordinator Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, Simon Tampubolon, mengatakan, setidaknya ada 32 orang siswa-siswi yang mengikuti kegiatan fieldrip tersebut melakukan serangkaian kegiatan yang dilakukan, antara lain seperti; Pengamatan satwa di hutan mangrove. Pada kesempatan itu juga mereka berkesempatan melakukan pengamatan jenis tumbuhan umum di hutan.

Selanjutnya siswa-siswi melakukan pengamatan jenis perakaran tumbuhan di hutan mangrove. Tidak hanya itu, siswa-siswi melakukan pengamatan kerusakan alami dan kerusakan oleh manusia di hutan mangrove, kata pria yang akrab disapa Simon.

Selain itu, pada kesempatan tersebut juga siswa-siswi SDN 15 Mentubang diajak untuk membuat pesan kampanye dengan maksud ada tumbuh kecintaan mereka menjaga hutan mangrove, ujar Simon.

Saat melakukan fieldtrip, tampak keceriaan dan semangat dari siswa-siswi yang melakukan kegiatan tersebut. Mereka (siswa-siswi) didampingi oleh 2 orang guru mereka. Sedangkan dari Yayasan Palung, selaku pendamping yang ikut dalam kegiatan tersebut antara lain adalah  Simon Tampubolon dan Riduwan, Sedangkan dari Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) adalah Widia, Ojik dan Adit.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan dari  pukul 07.30-12.00 WIB tersebut berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari semua peserta yang mengikuti kegiatan fieldtrip tersebut.

Tulisan ini juga dimuat di: https://kumparan.com/petrus-kanisius/yp-ajak-anak-sekolah-belajar-langsung-di-hutan-mangrove-sukadana-1xgLOTc8MRq/full

https://pontianak.tribunnews.com/2022/03/14/yayasan-palung-ajak-anak-sekolah-field-trip-di-hutan-mangrove-sukadana-kayong-utara

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Yuk Berkenalan dengan Kelempiau Si Sirene Hutan

Hylobates albibarbis (si sirene hutan) di habitat hidupnya berupa hutan. Foto : Erik Sulidra

Siapa yang pernah dengar suara si sirene Hutan (Kelempiau) saat menyambut pagi ?

Saban waktu Kelempiau atau owa tidak pernah lelah untuk membunyikan suaranya (sirenenya) yang mendominasi di hutan rimba.

Seolah, suara itu menjadi penanda waktu kepada semua bahwa saatnya untuk bangun dan beraktifitas. Suara kelempiau bisa terdengar 1 hingga 2 kilometer.

Primata cantik ini memiliki nama latin Hylobates spp, paling tidak ada 9 jenis dalam suku Hylobates yang tersebar di sepanjang Selat Malaka, yaitu mulai dari Malaysia, Brunei, dan Indonesia.

Di Indonesia sendiri primata ini tersebar di tiga pulau besar yaitu Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Didalam jurnal “Behavioural Ecology of Gibbons (Hylobates albibarbis) in a Degraded Peat-Swamp Forest” yang ditulis oleh Susan M. Cheyne, menyebutkan; di Kalimantan saja ada dua spesies kelempiau yaitu Hylobates muelleri yang terbentang hampir di seluruh pulau Kalimantan kecuali dibagian barat daya seperti di sepanjang Sungai Kapuas yang dominan dihuni oleh kelempiau spesies Hylobates albibarbis , (Dalam tulisan Syainullah, YP).

Kera kecil yang lincah ini jika di hutan selain sebagai penanda waktu, ia juga sebagai petani hutan. Setelah makan, biasanya kelempiau menyebarkan biji-bijian dari sisa-sisa yang ia makan. Biji-bijian itulah yang selanjutnya tumbuh menjadi tajuk-tajuk pepohonan.

O ya, kelempiau dikenal sebagai primata yang setia sepanjang hidupnya lho, hanya maut yang bisa memisahkannya dengan pasangannya. Tubuh kelempiau berukuran kecil, beratnya 5-6 kilogram, kepala dan tubuh beurukuran antara 420-470 mm, kaki belakang 128-150 mm. Masa hidup kelempiau rata-rata 30-35 tahun di alam liar.

Kelempiau masuk dalam daftar satwa yang terancam punah, menurut daftar IUCN Red List. Kelempiau juga masuk dalam daftar satwa yang dilindungi menurut UU no 5 tahun 1990.

Tulisan diolah dari berbagai sumber

Tulisan ini juga dimuat di : https://kumparan.com/petrus-kanisius/berkenalan-dengan-kelempiau-si-sirene-hutan-1xemB38ZzAr

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Yayasan Palung (YP) Bentuk Kelompok Belajar Simpang Keramat Kids

Adik-adik dari Kelompok Belajar Simpang Keramat Kids ini terlihat sangat serius dan asyik membaca. (Foto : Simon Tampubolon/Yayasan Palung).

Mereka menamai kelompok belajar itu dengan nama Simpang Keramat Kids. Pembentukan kelompok belajar tersebut atas inisiatif Yayasan Palung (YP) pada Sabtu (5/3/2022) pekan lalu, di Pos Posyandu Flamboyan di Dusun Mutiara, Desa Penjalaan, Kecamatan Simpang Hilir, Kayong Utara.

“Karena baru permulaan, mereka yang hadir pada kesempatan itu hanya sembilan orang saja. Mereka terdiri dari siswa-siswi kelas tiga hingga kelas enam Sekolah Dasar di desa tersebut ,” kata Haning Pertiwi dari Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung.

Lebih lanjut, Haning sapaan akrabnya mengatakan, adapun tujuan dari pembentukan kelompok belajar ini untuk meningkatkan minat anak dalam kegiatan yang lebih positif.

Setelah pembentukan nama kelompok belajar, siswa-siswi juga diajak untuk saling mengenal (berkenalan satu sama lain), selanjutnya dilanjutkan literasi dan game mengenal satwa.

Seperti terlihat, beberapa buku bacaan disiapkan ketika literasi. Buku-buku bacaan tersebut terdiri dari buku cerita dan buku komik.  

Dalam kesempatan tersebut yang berkesempatan hadir dari Yayasan Palung adalah Simon Tampubolon, Haning Pertiwi dan Adit dari Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK).

Semua rangkaian kegiatan yang dimulai pada pukul 14.30-14.30 WIB tersebut berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari adik-adik Kelompok Belajar Simpang Kids.

Tulisan ini juga ditulis di : https://kumparan.com/petrus-kanisius/yp-bentuk-kelompok-belajar-simpang-keramat-kids-1xeOaAMyTKV/1

https://pontianak.tribunnews.com/2022/03/09/yayasan-palung-hadirkan-kelompok-belajar-simpang-keramat-kids-bagi-anak-anak

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

REBONK Bersama Beberapa Komunitas Melakukan Pemasangan Plang Informasi dan Baksos di Area Wisata Air Paoh

Beberapa Komunitas seperti Asri Teens, Sispala TAPAL (SMKN 1 Simpang Hilir), Sispala LAND (SMKN 1 Sukadana), Langit Senja, GREPALA (SMAN 3 Simpang Hilir) ikut ambil bagian dalam kegiatan hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diselenggarakan oleh REBONK. (Foto : Yayasan Palung).

Pada Minggu (27/2/2022) lalu, Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) bersama beberapa komunitas melakukan kegiatan pemasangan plang informasi tentang sampah dan melakukan aksi bakti sosial memungut sampah di Area Wisata Air Paoh. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada tanggal 21 Februari  lalu.

Sebelumnya, pada Kamis (24/2/ 2022) dalam rangka HPSN juga melakukan siaran radio di Radio Kayong Utara, dengan tema; Lestari Alamku Bersama Yayasan Palung. Sebagai narasumber adalah Mahendra dari Relawan TAJAM.

Mahendra melakukan siaran radio di RKU . Foto : Yayasan Palung.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya kita untuk menjaga lingkungan mengingat saat ini di Indonesia sendiri merupakan negara penghasil sampah plastik terbesar nomor dua di dunia. Dalam kegiatan tersebut Yayasan Palung berperan sebagai penanggung jawab kegiatan, kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB, diawali dengan pengarahan dan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan plang diberbagai lokasi (area) di sekitar area Wisata Air Paoh dan kegiatan terakhir dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih sampah.

Adapun beberapa komunitas yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut antara lain seperti Asri Teens, Sispala TAPAL (SMKN 1 Simpang Hilir), Sispala LAND (SMKN 1 Sukadana), Langit Senja, GREPALA (SMAN 3 Simpang Hilir).

Ayo sama-sama kita jaga lingkungan kita dengan cara mengurangi penggunaan sampah plastik.

Ini Aksiku!!! Mana Aksimu!!! Salam Lestari!!!

Penulis : Riduwan

(Yayasan Palung)

(Puisi) Senja dan Harapan

Senja dan harapan. (Foto : Pit).

Senja, kata sekaligus harapan dan inginku saat ini. Ketika senja bicara dengan bahasanya mungkin itu bisa berkaca, saban waktu ia menampakkan wujud sebagai tanda warna ketika ada semangat juang yang dilakukan untuk meraihnya. 

Harapan tentang napas. Napas semua makhluk segala bernyawa yang mendiami bumi ini. Semua menanti harapan, itu pasti. 

Senja itu juga tentang warna. Warna tentang kehidupan yang kini sudah mengaduh, mengeluh, berharap sekaligus menanti asa. 

Asa tentang harapan, yang pasti bukan abu-abu atau buram. Senja pun bercerita dengan bahasanya masing-masing, tentang suara raung yang gaduh dan tak jarang mengaduh. 

Asa, harapan ini satu kesatuan menanti warna harmoni bukan tercerai berai atau pun luluh layu tak bermana nada yang tak tentu.

Semua menanti asa dan harapan, tentang kehidupan semua nafas kehidupan makhluk hidup, semua segala bernyawa (tumbuhan, hewan, manusia). 

Senja selalu setia menampilkan warna kehidupan saban waktu yang perlu kita lihat kehidupan yang kiranya ingat akan titah, ingat akan rambu-rambu bukan ego yang tak tentu dari kepentingan pribadi. 

Ingat senja, ingat bumi, ingat akan keberlanjutan semua napas, bukan sumpah serapah atau pun diam lalu luluh layu Senja dan harapan, boleh tumbuh dari setiap nada dan rasa semua kita yang menjalani kehidupan ini.

Berharap berarti menanti asa, agar semua tidak lagi serakah, ingat harmoni dan senyum dari semua dengan harapan pasti, seperti senyuman indah dari senja yang selalu ada warna baru di setiap harinya. 

Tulisan ini juga dimuat di Kompasiana : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/62219dbb317949618b754682/senja-dan-harapan

Ketapang, Kalbar, 4 Maret 2022 

(Pit-YP)

Yayasan Palung Buka Lowongan Kerja untuk Posisi Manager Pendidikan Lingkungan

LOWONGAN KERJA – (Job Vacancy) di Yayasan Palung

For Immediate Hire

Yayasan Palung adalah lembaga organisasi non profit yang berada di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat dengan fokus kerja untuk melindungi populasi orangutan dan keanekaragaman hayati di dalam dan sekitar Taman Nasional Gunung Palung dengan visi untuk mengembangkan komunitas masyarakat melalui kesadaran dan motivasi untuk konservasi orangutan dan habitatnya serta keanekaragaman hayati di Taman Nasional Gunung Palung. Yayasan Palung bekerjasama dengan pihak terkait untuk konservasi orangutan termasuk pemerintah, private sector, dan masyarakat lokal. Yayasan Palung memiliki 5 strategi untuk mengatasi ancaman kelangsungan hidup orangutan di sekitar Taman Nasional Gunung Palung yaitu Sustainable Livelihood, Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Kesadaran Konservasi, Hukum Konservasi (Hutan Desa), Perlindungan dan Penyelamatan Satwa, dan Pusat Penelitian yang berada di Stasiun Penelitian Cabang Panti. – Yayasan Palung is a non-profit organization in the Ketapang and Kayong Utara Regencies of West Kalimantan with the mission to conserve orangutan populations and biodiversity in and around Gunung Palung National Park with a vision to develop a human community that is motivated to protect orangutans and their conservation. Yayasan Palung collaborates with relevant stakeholders for orangutan conservation including the government, private sector and local communities. Yayasan Palung has 5 strategies to overcome the threat of orangutan in and around Gunung Palung National Park consisting of Sustainable Livelihoods, Environmental Education and Conservation Awareness Campaign, Conservation Law (Customary Forest), Animal Protection, and Scientific Research, located at Cabang Panti  Research Station.

Yayasan Palung sedang mencari staf yang bermotivasi tinggi, berkualitas dan berpengalaman untuk mengisi posisi yang kosong sebagai Manajer Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Kesadaran Konservasi. Staf yang akan dipilih akan berbasis di kantor Yayasan Palung di Kota Ketapang, Kabupaten Ketapang dengan tugas di Kab. Ketapang dan Kab. Kayong Utara. – Yayasan Palung is looking for a highly motivated, qualified and experienced person to fill the vacant position as Environmental Education and Conservation Awareness Campaign Manager. The position is based in Yayasan Palung’s office in Ketapang, with assignments in Ketapang Regency and Kayong Utara Regency.

Tujuan secara umum Program Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Kesadaran Konservasi adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta kesadaran masyarakat terhadap kelestarian kehidupan liar, hutan dan lingkungan secara umum dengan orangutan sebagai ikon program untuk keberlangsungan kehidupan yang lebih baik. – The general purpose of the Environmental Education Program and Conservation Awareness Campaign is to increase knowledge and skills as well as public awareness of the preservation of wildlife, forests and the environment in general with orangutans as program icons for a better life sustainability.

Persyaratan Umum – Generally requirements

1.Wanita / Pria. – female / male

2.Latar belakang pendidikan S1 diutamakan dari biologi, kehutanan, ilmu komunikasi dengan minimum 6 tahun pengalaman kerja secara umum, dan 4 tahun di konservasi dan lingkungan hidup, lebih disukai relevan dengan bidang pendidikan lingkungan dan peningkatan kesadaran konservasi / lingkungan masyarakat. – University degree in relevant areas (Biology, Forestry, Communication and equivalent) With a minimum of 6 years work experience, including 4 years in conservation and environmental issues, preferably relevant with education and conservation awareness for students and communities.

3.Memiliki keahlian di berbagai aplikasi MS Office, dan lebih disukai jika mempunyai keahlian aplikasi design berbasis aplikasi computer. – Proficient computer skills in various MS Office applications (excel, word, powerpoint), preferably also has design application skill such as corel draw, etc.

4.Memiliki pengetahuan konservasi keanekaragaman hayati dan lebih disukai konservasi orangutan. – Knowledable of biodiversity conservation and preferably orangutan conservation.

5.Bisa menulis dengan kualitas baik (laporan, artikel, kerangka acuan kerja, dll), dan membuat anggaran. – Able to write of high standard (report, article, term of reference, etc), creating and maintaining budgets.

6.Motivasi diri tinggi dan mampu bekerja secara mandiri maupun tim. – High Self-motivated and able to work independently and with a team.

7.Mampu bekerja dibawah tekanan dan tenggat waktu yang tepat. – Able to work under pressure and with tight deadlines.

8.Bisa berkomunikasi dan menulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. – Ability to communicate and write in Bahasa Indonesia and English.

9.Keterampilan interpersonal yang kuat dan kemampuan memecahkan masalah. – Strong interpersonal skills and problem solving abilities.

10.Mempunyai kemampuan mengelola staf dan sumber daya manusia organisasi. – Capable to manage staffs and human resource.

11.Mempunyai kemampuan komunikasi dan bicara di depan umum yang baik. – Capable communicate and public speaking.

12.Sudah menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sehari-hari. – Applied eco friendly lifestyle in daily life.

13.Bersedia bekerja di hari libur dan pekerjaan lapangan (desa-desa di perhuluan dan hutan). – Be able to work in holiday and field work in rural areas and forests.

14.Bisa membangun kerjasama dan melakukan pertemuan dengan pemerintah, private sector, NGO lain, dan masyarakat lokal. – Able to collaborate and carry out meetings with government, private sector, other NGO’s, and local communities.

Tanggung Jawab – Responsibilities

Manajer Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Kesadaran Konservasi bertanggung jawab mengelola tim untuk membuat perencanaan dan melaksanakan program jangka pendek dan jangka panjang dengan supervisi dari Direktur Program. Memantau, mengevaluasi, mengelola data sesuai kebutuhan Yayasan Palung. Mendampingi penerima manfaat program. – Manager of Environmental Education and Conservation Awareness Campaign is responsible for managing the team for planning and implementing short- and long-term programs under the supervision of the Program Director. For monitoring, evaluating, and managing data according to the needs of Yayasan Palung. For holding and assisting program beneficiaries.

Mengkoordinasikan secara internal dan eksternal dengan Program Director, dan Koordinator Pendidikan Lingkungan di Kabupaten Kayong Utara agar bisa sinergi dan berjalan lancar. – Coordinate and communicate with the Program Director and Coordinator of Environmental Education in Kayong Utara Regency in order to coordinate schedules and joint activities.

Melaporkan perkembangan terbaru kepada Direktur Program, membuat laporan bulanan program yaitu naratif dan keuangan. – Report the latest developments to the Program Director, make monthly reports of program about targets and finances.

Kirimkan aplikasi Anda beserta resume dan dokumen pendukung lainnya yang relevan ke: – Please send your application, along with a full resume and other relevant supporting documents to:

edhie_ketapang@yahoo.co.id  

desikurniawati43@gmail.com

Batas waktu pengiriman 18 Maret 2022. Hanya kandidat terpilih yang akan dihubungi untuk wawancara. – Deadline for submission by March 18, 2022.  Only short listed candidates will be contacted for an interview.

Baca juga :

(Yayasan Palung)

YP Bersama KPH Kayong Sampaikan Progres Pendampingan dan Pembinaan KUPS di Simpang Hilir

YP dan KPH Kayong saat menyampaikan progres pendampingan dan pembinaan bagi KUPS di Kecamatan Simpang Hilir. Kamis (17/02/2022). (Sumber Foto : Ilham/Warta Kayong).

Yayasan Palung bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) menyampaikan progres (kemajuan) terkait pendampingan dan pembinaan bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial. Kegiatan ini diadakan di kediaman Pendamping KUPS dari Yayasan Palung, Erlis Surya Ningsih di Dusun Mutiara Desa Penjalaan Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara, Kamis (17/02/2022).

Progres terkait pendampingan dan pembinaan ini disampaikan kepada seluruh pengurus KUPS yang ada di Simpang Hilir.

Dalam kesempatan penyampaian progres ini, Hendarto, selaku Kepala KPH Kabupaten Kayong Utara, menyampaikan terkait progres. “Saat ini Kita sudah mempunyai Galeri yang diberikan oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Barat kepada KPH, ini sebagai bentuk motivasi dan apresiasi Gubernur Kalimantan Barat kepada KPH se-Provinsi Kalimantan Barat yang telah membina Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang ada di setiap Kabupaten Kotanya masing-masing, walau demikian Bapak Gubernur tetap memantau perkembangan Kinerja KPH, yang di buktikan dengan Intensitas Pengrajin dalam mengembangkan,mengisi dan menjual Prodak KUPS di Galeri yang telah tersedia, saat ini pengelolaan Galeri tersebut dikelola oleh wadah Koperasi”.

Dalam kesempatan itu, Hendarto juga menyinggung tanaman agroforestri Kopi yang saat ini sedang dikembangkan tidak hanya jenis kopi Robusta yang memang sudah ada di setiap desa di kecamatan Simpang Hilir seperti jenis kopi ekselsa dan jenis kopi liberika juga akan dikembangkan di Kabupaten Kayong Utara.

“Pengembangan Komoditi kopi tersebut akan dimulai dengan sekolah lapangan yang akan dilakukan di Desa Penjalaan beberapa waktu kedepan, demi terbentuknya petani-petani kopi yang trampil serta berpengetahuan dan demi mendapatkan biji kopi yang berwalitas yang diharapkan akan tembus kepasaran Nasional,” kata Hendarto.

Selanjutnya Hendarto memberikan semangat kepada Para Ketua KUPS yang saat itu hadir. “Silakan Bapak ibu yang sudah memiliki produk unggulan masing-masing untuk terus berupaya memperbanyak serta mengembangkan Prodaknya dengan inovasi-inovasi baru,perlu juga diingat khusus Prodak Makanan dan minuman sebaiknya sudah memiliki PIRT serta lebel Halal, berhubung kita sudah memiliki Galeri di Pontianak,ini akan mempermudah kita untuk menjual hasil prodak KUPS. Saat ini Prodak yang sudah ada di galeri tersebut tidak hanya berasal dari kayong utara saja,tetapi juga berasal dari Tiga belas (13) Kabupaten Kota Lainnya dikalimantan Barat,” ujar Hendarto.

Para pengurus KUPS yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh YP dan KPH Kayong selama ini. walau mereka sedikit terkendala masalah permodalan, dilain pihak upaya dalam membatu serta meningkatkan penjualan Prodak KUPS Juga dilakukan oleh YP di wilayah Kayong Utara, saat ini YP melalui pendampingnya siap mengakomodir hasil prodak KUPS yang nantinya akan di jual di galeri Yayasan Palung di Bentangor melalui pendampingnya YP juga berupaya membantu legalitas prodak seperti PIRT serta lebel Halal dengan melakukan kerja sama bersama Dispridagkop Kabupatrn Kayong Utara, sementara prodak yang dijual di galeri Yayasan Palung dikhususkan pada hari Sabtu dan Minggu saja.

Direktur Program Yayasan Palung, Edi Rahman, mengatakan,”Saya berharap, selain kualitas yang harus dijaga juga pada prodak. Brand lebel disetiap prodak juga perlu dimunculkan, silakan setiap KUPS memasang lebel yang dimana disetiap lebel ada gambar Orangutan. selain itu, tulisan Organik pada lebel Prodak juga perlu dimunculkan ini sebagai bentuk keramahan hasil produk terhadap alam sekitar.”

Desi Kuniawati dari Yayasan Palung selaku Pembina KUPS menyampaikan, ”Erlis, selaku pendamping, nantinya akan berkunjung di setiap KUPS ibu/bapak untuk memantau perkembangan KUPS dengan bertanya berapa banyak produsi, dijual kemana saja, berapa banyak penjualan dan berapa keuntungan dari penjualan,yang nantinya akan diinput oleh Pendamping dan dilaporkan kepada Pihak Yayasan Palung agar kelebihan maupun kekurangan disetiap KUPS dapat terpantau dan dapat diberikan pembinaan demi keberlangsungan KUPS tersebut dengan harapan Dua Puluh Tiga (23) KUPS yang ada di Kecamatan Simpang Hilir lebih maju dan berkembang serta mampu mencapai kesejahteraan bagi anggota kelompok Perhutanan Sosial.”

Sumber berita wartakayong.net : https://wartakayong.net/2022/02/17/progres-kups-lingkup-simpang-hilir/

Ditulis ulang dan diedit

Penulis : Ihm/Vr

Editor : Pit

(Yayasan Palung)