Gunung Palung Orangutan Conservation Program

Balai Taman Nasional Gunung Palung (Balai TANAGUPA) dan Yayasan Palung (YP) berkesempatan mengajak siswa-siswi SMAN 01 Simpang Hilir dan SMKN 01 Simpang Hilir belajar tentang ecoprint, pada Rabu hingga Kamis (6-7/8/2025) di Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.
Pada kesempatan pertama, Rabu (6/8), Kegiatan ecoprint dilakukan di SMAN 01 Simpang Hilir dan pada Kamis (7/8) di SMKN 01 Simpang Hilir.
Dalam kegiatan tersebut, sebagai narasumber yaitu; 7 orang dari Kelompok Edukasi Kembang Desa Rantau Panjang yang didampingi oleh Fadlun Arrayyan Bonde, S.I.P, dari pihak dari Balai TANAGUPA sebagai pelatih ecoprint.
Seperti diketahui, Kelompok Edukasi Kembang Desa Rantau Panjang merupakan kelompok perempuan binaan Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung.
Widiya Octa Selfiany, Manajer Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Kesadaran Konservasi Yayasan Palung, mengatakan, Ini merupakan kegiatan Kelompok Edukasi Kembang Desa Rantau Panjang pengambilan sertifikat penilaian hasil menjadi kelompok edukasi kembang desa maka mereka mentransfer ilmu yang mereka dapatkan ke siswa.
Lebih lanjut, Widiya mengatakan, melalui kegiatan ini, peserta belajar teknik ecoprint-seni mencetak motif alami dari tumbuhan sebagai bentuk kreativitas sekaligus upaya ramah lingkungan.
Dengan memanfaatkan bahan alami, kita turut mengurangi limbah dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi! Semoga ilmu hari ini bisa terus dikembangkan dan menginspirasi lebih banyak orang, ujar Widiya.
Foto dok. Simon Tampubolon/Yayasan Palung
Ecoprint dari kata eco asal kata ekosistem (alam) dan print yang artinya mencetak, batik ini dibuat dengan cara mencetak dengan bahan-bahan yang terdapat di alam sekitar sebagai kain, pewarna, maupun pembuat pola motif. Bahan yang digunakan berupa dedaunan, bunga, batang bahkan ranting.
Selain itu, pemanfaatan produk ecoprint sedikit banyak memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Proses pewarnaan yang alami karena menggunakan daun atau bunga mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis yang dapat mencemari lingkungan.
Dari Yayasan Palung (YP) yang hadir dalam kegitan tersebut adalah; Widiya Octa Selfiany dan Simon Tampubolon.
Kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan rencana dan para peserta yang mengkuti kegiatan ini terlihat sangat antusias belajar bersama tentang ecoprint ini. Dari SMAN 01 Simpang Hilir yang mengikuti kegiatan ini adalah 21 orang dan dari SMKN 01 Simpang Hilir 11 Orang yang berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut.(Pit-YP).
Yayasan Palung