Yayasan Palung Adakan Pelatihan Olahan Pangan Dari Hasil Agroforestri

Foto kegiatan pelatihan. (Foto dok. Ratiah/YP).

Yayasan Palung melalui Program Sustainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) dan Hutan Desa Yayasan Palung mengadakan kegiatan pelatihan olahan pangan, di Gedung Graha Praja, Kantor Camat, Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, pada Rabu hingga Kamis (30-31 Juli2025).

Kegiatan tersebut mengusung tema: “HASIL AGROFORESTRI BERBAHAN BAKU PISANG, SINGKONG, DAN LIMBAH KELAPA DI WILAYAH SEKITAR TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG DAN HUTAN DESA KABUPATEN KAYONG UTARA”

Sebagai trainer dalam kegiatan tersebut adalah Ir. Ningrum Dwi Hastuti, STP, MP dari Politeknik Ketapang.

Dalam kegiatan pelatihan tersebut, para peserta dibekali dengan beberapa materi seperti; pengisian materi terkait prosedur pembuatan dan juga pengemasan produk. Mengapa menggunakan bahan baku tersebut karena mudah di peroleh dan juga harga yang terjangkau. Dari bahan baku tersebut di olah menjadi 3 produk makanan. Dalam upaya memanfaatkan potensi hasil agroforestri dan mengurangi limbah organik, peserta yang merupakan ibu rumah tangga itu membuat produk pangan olahan berbasis lokal.

Foto dok. Ratiah/Yayasan Palung

Dalam kesempatan tersebut, peserta diajak untuk mengolah singkong, pisang, dan limbah kelapa menjadi makanan ringan yang di harapkan bisa bernilai jual tinggi, seperti cake pisang, grubi ubi, dan cookies. Melalui proses sederhana namun inovatif ini, produk olahan tidak hanya memberikan tambahan penghasilan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan ramah lingkungan. Singkong, pisang, dan limbah kelapa yang dulu dianggap sisa, kini berubah menjadi produk yang bisa bernilai tinggi yang digemari konsumen. Proses pembuatan yang sederhana, bahan yang mudah didapat, tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, usaha pangan juga memberikan ruang untuk kreativitas dalam menciptakan rasa, tampilan, dan kemasan yang menarik.

Video editor: Iqbal Aryanto/WBOCS 2022

 Selain itu, usaha produk pangan bisa dimulai dari skala kecil di rumah dan berkembang secara bertahap sesuai permintaan pasar. Dengan strategi pemasaran yang tepat, seperti promosi melalui media sosial atau bazar lokal, produk olahan rumahan bisa dikenal luas dan membuka peluang besar untuk menembus pasar yang lebih luas.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 34 orang peserta (30 orang perempuan  dan 4 orang laki-laki).

Kegiatan tersebut berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari peserta yang mengikuti kegiatan.

Penulis: Dewi Ratna Sari

Foto-foto dok: Ratiah

(Yayasan Palung)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Yayasan Palung

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca