Ini Rangkaian Kegiatan Orientasi Calon Anggota RK-TAJAM Angkatan ke-10

12 orang calon anggota baru RK-Tajam yang mengikuti kegiatan orientasi. Mereka berasal dari beberapa sekolah SMA dan SMP yang ada di Ketapang. Foto : Haning/YP

Pada Sabtu-Minggu (6-7 Februari 2021) kemarin, Diadakan serangkaian kegiatan orientasi calon anggota baru RK-TAJAM (Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam) Angkatan ke-10.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari (6-7 Februari 2021) dan di dua tempat. Hari pertama kegiatan, pada Sabtu (6/2/2021) kemarin, kegiatan dilaksanakan di Kantor Yayasan Palung Ketapang.

Kegiatan orientasi ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti; pembukaan dan perkenalan, pohon harapan. Peserta calon anggota RK-Tajam juga diberikan materi tentang keorganisasian dan kepemimpinan, kerelawanan (RK-TAJAM), konservasi, kampanye dan praktek dan diskusi tentang lingkungan. Sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Senior dari RK-TAJAM (Sola dan Bambang) dan dari Yayasan Palung adalah (Yandhi, Haning dan Pit).

Kegiatan hari kedua kegiatan, pada Minggu (7/2/2021) kemarin dilaksanakan di Pantai Tanjung Belandang. Kegiatan diisi dengan game (permainan) yang melatih kepamampuan kepemimpinan, kekompakan, kepercayaan dan konservasi. Serta pembahasan isu lingkunga yang terjadi disekitarnya serta solusi yang bisa dilakukan baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota RK-TAJAM.

Pada orientasi itu, setidaknya ada 12 calon anggota baru RK-Tajam yang mengikuti kegiatan orientasi. Mereka berasal dari beberapa sekolah SMA dan SMP yang ada di Ketapang. Dalam kegiatan orientasi anggota baru RK-TAJAM ini hadir pula oleh para anggota RK-TAJAM angkatan ke-3 dan angkatan ke-8 sekaligus sebagai panitia dalam kegiatan orientasi calon anggota baru RK-TAJAM angkatan ke-10.

Haning Pertiwi, Sebagai Pembina Relawan Konservasi Tajam, mengatakan, “Kegiatan orientasi ini adalah awal dari proses bergabungnya anak muda yang memiliki minat konservasi alam dan kerelawanan, dari tahun ketahun anggota relawan konservasi tajam terus bertambah, harapannya akan semakin banyak generasi muda yang sangat peduli dengan kelestarian alam”.

Nantinya, setelah diadakan orientasi, selanjutnya calon anggota RK-TAJAM angkatan ke-10 ini akan dilantik secara resmi menjadi menjadi anggota RK-TAJAM angkatan ke-10.

Seperti diketahui, RK-TAJAM merupakan relawan muda binaan Yayasan Palung yang ada di Kabupaten Ketapang. Pada mulanya Relawan Konservasi TAJAM dibentuk oleh 39 Generasi Muda Ketapang, pada 30 Maret 2010 di Ketapang.
Kegiatan orientasi anggota baru RK-TAJAM (Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam) Angkatan ke-10 berjalan baik dan sesuai dengan rencana.

Pit-Yayasan Palung

Kelompok Tani Rintis Betunas Memanfaatkan Lahan Kosong untuk Bercocok Tanam Jagung dan Sayur Mayur

Senin (8/2/2021) pagi, Kelompok Rintis Betunas di Jemik, Pal 9 Desa Riam Berasap Jaya, Kabupaten Kayong Utara melakukan gotong royong membersihkan lahan kosong yang rencananya nanti akan digunakan untuk bercocok tanam.

Ranti Naruri, selaku Manager Program Suistainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) Yayasan Palung mengatakan, “Rencananya kelompok Rintis Betunas akan memanfaatkan lahan kosong tersebut untuk bercocok tanam berupa tanaman jagung dan akan diselingi dengan tanaman sayur mayur seperti Daun katuk (cangkok) dan cabai”.

Adapun luas lahan yang nantinya akan mereka gunakan untuk bercocok tanam tersebut adalah 1 hektare, kata Ranti.

Seperti diketahui, Kelompok Tani Rintis Betunas di Jemik Desa Riam Berasap Jaya, Kabupaten Kayong Utara merupakan kelompok binaan Program Suistainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) Yayasan Palung.

Kelompok Tani Rintis Betunas dibentuk pada bulan Oktober tahun lalu, mereka beranggotakan 10 orang.

Lebih lanjut, Ranti sapaan sehari-harinya mengatakan, nanti kelompok Rintis Betunas akan memulai menanam jagung dan sayur mayur pada akhir bulan ini (akhir Februari).

Berharap, kelompok tani Rintis Betunas ini nantinya bisa berhasil bercocok tanam dengan memanfaat lahan kosong yang ada disekitar mereka.

tulisan ini juga dimuat di :

Pit-Yayasan Palung

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara YAYASAN PALUNG DENGAN TANAGUPA

Wahyu Susanto (Direktur Penelitian/Riset, sekaligus sebagai Ketua Pengurus Yayasan Palung) dan M. Ari Wibawanto (Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung) melaksanakan Penandatangan Perjanjian Kerjasama (3/2) kemarin. Perjanjian kerjasama tersebut sebagai acuan  untuk kegiatan 5 tahun (2021-2025). Foto dok: Edi Rahman/YP

Rabu (3/2/2021) kemarin, Yayasan Palung (YP) dan Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) bersepakat untuk melakukan penandatanganan perpanjangan dan perjanjian kerjasama yang dilaksanakan di Balai TANAGUPA.

M. Ari Wibawanto (Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung) di dampingi oleh Sub Bagian Tata Usaha dan Wahyu Susanto (Direktur Penelitian/riset, sekaligus sebagai Ketua Pengurus Yayasan Palung) yang didampingi oleh Edi Rahman (Direktur Lapangan Yayasan Palung) melaksanakan Penandatangan Perjanjian Kerjasama. Perjanjian kerjasama tersebut sebagai acuan  untuk kegiatan 5 tahun (2021-2025).

Perjanjian kerjasama tersebut terkait; “Penguatan Fungsi Kawasan Pelestarian Alam Taman Nasional Gunung Palung Melalui Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar”.

Baca juga di :

Adapun ruang lingkup perjanjian kerjasama TANAGUPA dan YP ini meliputi;

Pertama, Dukungan Penguatan Kelembagaan melalui; Peningkatan kapasitas sumber daya manusia Balai Taman Nasional Gunung Palung melalui pelatihan, seminar workshop  dan pendidikan lingkungan  serta kampanye kesadaran konservasi di Desa Penyangga TANAGUPA.

Kedua, Dukungan pemberdayaan masyarakat desa penyangga di Sekitar TANAGUPA antara lain fasilitas kemitraan  konservasi serta peningkatan usaha ekonomi.

Semoga kerjasama TANAGUPA dan YP ini terjalin dengan semakin baik lagi untuk mewujudkan visi dan misi bersama.

Pit-YP

Pelantikan Relawan REBONK Angkatan ke-10

Selamat kepada REBONK Angkatan ke-10 yang baru baru dilantik pada 22-24 Januari 2021 kemarin. (Foto : Yayasan Palung).

Pada hari  Jumat-Minggu tanggal 22-24 Januari 2021 kemarin, Yayasan Palung bersama Relawan Rebonk melakukan kegiatan pelantikan anggota baru Relawan REBONK Angkatan ke-10. Adapun lokasi kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Yayasan Palung (Bentangor) di Desa Pampang Harapan, tepatnya di sekitar hutan mini di jalur Field Trip Bentangor.

Adapun jumlah anggota Relawan REBONK angkatan 10 yang dilantik adalah sebanyak 14 orang yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 11 perempuan.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 14.00 WIB tersebut diawali dengan upacara pembukaan di Aula Bentangor, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan tenda peserta di lokasi kegiatan yang telah ditentukan.

Pada pukul 19.00 WIB kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan mulai dari Yayasan Palung (YP), panitia pelantikan hingga peserta pelantikan.

Pada pukul 21.00 WIB, dua orang staf YP dan panitia pelantikan bertemu dengan ular kobra yang tidak jauh dengan lokasi kegiatan. Maka dari itu demi menghindari dan menjaga keselamatan para peserta semua sepakat lokasi dipindahkan ke aula Bentangor.

Selanjutnya, pada pukul 06.00 WIB semua peserta melakukan kegiatan senam pagi yang dipimpin oleh Rabania (Rebonk Angkatan 9) kemudian dilanjutkan dengan game. Pada pukul 07.30 WIB kegiatan dilanjutkan dengan Simulasi Survei Satwa yang dibawakan oleh Simon Tampubolon. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kita pada saat survei satwa yang sesungguhnya. Contoh hewan yang digunakan pada sesi ini adalah emoji (emoticon) senyum dan marah yang telah dipersiapkan oleh panitia kegiatan. Emoji-emoji tersebut diletakkan pada 3 bagian yaitu di atas permukaan tanah, di bagian pertengahan batang pohon dan juga pada bagian atas pohon. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi presentasi.

Pada pukul 10.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang inventarisasi pohon yang dibawakan oleh Riduwan. Adapun tujuan dari penyampaian materi ini bertujuan agar peserta bisa mengamati nama pohon, menghitung keliling pohon dan diameternya, menganalisis kelas pohon apakah masuk kelas semai, pancang, tiang atau pohon. Selain itu juga peserta diajarkan pula bagaimana caranya membuat jalur penelitian dan caranya mengukur diameter pohon. Selanjutnya setelah penyampaian teori selesai, peserta langsung pratek ke lapangan untuk mempraktikkan secara langsung, kemudian hasil dari pengamatan tersebut dipresentasikan didepan peserta lainnya.

Selepas makan siang, tepatnya pada pukul 13.30 WIB peserta diajak untuk bermain (es breaking) yaitu permainan transfer kata yang dibawakan oleh Simon Tampubolon. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, cara bermain game ini adalah instruktur akan memberikan petujuk (clue) kepada baris pertama masing-masing peserta.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan agar peserta yang mengikuti pelantikan harus menyampaikan pesan tersebut kepada peserta baris kedua dan seterusnya, pada saat pesan telah sampai kepada baris terakhir, peserta terakhir tersebut harus menyampaikan pesan tersebut kepada instruktur game. Hal yang dapat dijadikan pembelajaran dari game ini adalah bagimana cara kita menyampaikan informasi yang baik dan benar agar informasi tersebut tidak salah jika disebarkan kepublik. Kemudian hal lain yang didapat adalah untuk melatih konsentrasi.

Pada sesi selanjutnya, panitia melanjutkan kegiatan dengan personal story. Masing-masing peserta menemui pendamping yang telah ditentukan, kemudian berbicara secara empat mata. Adapun hal-hal yang dibahas adalah alasan kenapa ingin bergabung dengan Relawan Rebonk, apa yang bisa dilakukan dalam hal meyelamatkan hutan dan satwa orangutan, dan lain-lain. Kegiatan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Pukul 19.00 WIB, peserta melanjutkan kegiatan yaitu diskusi persiapan kegiatan Bakti Sosial yang akan dilaksakan ke esokan harinya. Setelah itu peserta istirahat.

Keesokan harinya (24 Januari 2021), tepat pukul 07.00 WIB semua peserta Relawan REBONK Angkatan ke-10 resmi dilantik ditandai dengan penyematan slayer dan juga pin REBONK sekaligus pemilihan ketua Angkatan yang dipimpin langsung oleh Riduwan selaku pembina REBONK.

Pada Angkatan sebelumnya ketua Angkatannya adalah perempuan yaitu saudari Minah dan kali ini juga ketua Angkatan adalah seorang perempuan yaitu saudari Selvi Vebbiani. Pemilihan ketua ini telah didiskusikan oleh semua anggota REBONKdan juga YP.

Setelah sesi penyematan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan baksos yaitu membersihkan Masjid yang ada di Desa Pampang Harapan. Kegiatan bersih-bersih ini dimulai dari pembersihan lantai, kaca, sajaddah, dan juga halaman Masjid. Kegiatan berlangsung selama 2,5 jam. Setelah semua selesai semua peserta kembali Bentangor dan istirahat.

Pada pukul 13.00 WIB semua anggota REBONK mengadakan kegiatan makan bersama yaitu dengan cara membentang tikar dihalaman kantor Bentangor dan makan-makan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih Bentangor seusai makan bersama.

Minggu (24/1), pukul 14.00 WIB merupakan penghujung dari kegiatan pelantikan yaitu penyerahan bendera Rebonk kepada ketua sebelumnya Minah kepada ketua REBONK yang baru yaitu Selvi Vebbiani, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan.

Yayasan Palung mengucapkan terima kasih banyak dan selamat kepada anggota Rebonk Angkatan 10 yang telah resmi dilantik. Semoga ini adalah langkah yang positif untuk kita semua dalam menyelamatkan bumi ini….

Riduwan – Pembina REBONK

Ngamen Amal Peduli Banjir Kalimantan Selatan

Ngamen Amal  (penggalangan dana) di CitiMall Ketapang untuk di Donasikan kepada korban banjir di Kalimantan Selatan. (Foto dok : Saynullah/Yayasan Palung)

Teman-teman RK-TAJAM  Pada Sabtu (23/1/2021) kemarin, mengadakan acara Ngamen Amal  (penggalangan dana) di CitiMall Ketapang untuk di Donasikan kepada korban banjir di Kalimantan Selatan. Yang ingin berdonasi, Silahkan salurkan donasi melalui RK-TAJAM (@yayasan_palung) yang bekerjasama dengan CitiMall Ketapang, Sekopi, dan Dunia Lain Band dalam acara Ngamen. Demikian ditulis di laman IG RK-Tajam.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 19.00-21.00 WIB tersebut diisi dengan beberapa kegiatan dalam ngamen amal tersebut antara lain menampilkan suguhan musik dan puisi. Selain juga memutarkan klip video tentang kejadian banjir di Kalimantan Selatan.

Pada suguhan musik, para relawan, teman-teman dari Sekopi dan Dunia Lain Band menampilkan musik dan nyanyian tentang alam dan lingkungan dengan diiringi alat musik tradisional Safe’, gitar dan kajon. Musik yang mereka suguhkan di Citimall tersebut dengan harapan bisa menghibur para pengunjung dan dengan harapan pula para pengunjung Mall bisa ikut berpartisipasi menyumbang untuk korban banjir di Kalimantan Selatan.

Selanjutnya juga, teman-teman RK-TAJAM menggalang dana untuk korban banjir Kalimantan Selatan  di tempat yang terpisah (24/1) kemarin yaitu di Taman Kota Ketapang.

Dalam Ngamen Amal (penggalangan dana) tersebut, terkumpul sumbangan sebesar  Rp 2.825.500.

Rencananya semua dana yang terkumpul melalui penggalangan dana tersebut nantinya akan disalurkan melalui WALHI Kalimantan Selatan yang selanjutnya akan diserahkan kepada korban bencana banjir di Kalsel.

Terima kasih kepada CitiMall Ketapang, Sekopi, Dunia Lain Band dan rekan-rekan relawan atas kerjasama dan partisipasi semua dalam acara penggalangan dana ini.

Berharap, apa yang teman-teman lakukan (ngamen amal/penggalangan dana) ini bisa membantu sesama kita yang terdampak bencana banjir di Kalimantan Selatan.

Pit-YP

Inilah Beberapa Rangkaian Kegiatan yang Dilakukan Oleh WBOCS Balek Kampong Project

WBOCS Balek Kampong Project yang berkegiatan di Kecamatan Sungai Laur mengadakan kegiatan ngecamp (camping di alam) dan memasang plang himbauan untuk peduli sampah. WBOCS Balek Kampong Project yang berkegiatan di Kecamatan Sungai Laur mengadakan kegiatan ngecamp (camping di alam) dan memasang plang himbauan untuk peduli sampah. (16-17 Januari 2021) kemarin. Foto : Yayasan Palung.

Seperti tahun-tahun sebelumnya WBOCS (West Bornean Orangutan Caring Scholarship) Balek Kampong Project selalu melakukan serangkaian kegiatan di beberapa tempat di Ketapang dan Kayong Utara. Tahun ini, teman-teman WBOCS melakukan beberapa kegiatan di beberapa tempat Seperti di Kabupaten Ketapang (kecamatan Sandai dan Kecamatan Sungai Laur) dan di Kabupaten Kayong Utara yang dilaksanakan di Pantai Pasir Mayang.

WBOCS Balek Kampong Project di Ketapang misalnya melaksanakan kegiatan Diskusi film dokumenter “Our Mothers’ Land” dari @thegeckoproject, Film documenter yang bercerita tentang perlawanan perempuan Indonesia terhadap perusahaan yang mencari kendali atas sumber daya alam mereka. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh teman-teman dari tim WBOCS Balek Kampong Project di Ketapang yang terdiri dari; Muhammad Syainullah, Ilham Pratama, Mita Anggreini, Mega O.G, Ari Marlina dan Surianto. Kegiatan tersebut mereka lakukan pada 20 Januari 2021, kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan di Kekili Kopi tersebut, juga ikut serta teman-teman dari RK-TAJAM Yayasan Palung sekaligus melakukan penggalangan dana untuk korban banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di Kayong Utara, WBOCS Balek Kampong Project yang melaksanakan serangkaian kegiatan yang disingkat SHALAM (Sharing di Alam). Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan terbuka, tepatnya di Pantai Pasir Mayang, pada (20/12/2020) kemarin.

Beberapa materi yang disampaikan antara lain adalah pengenalan tentang beasiswa WBOCS dan materi mengenai pengenalan flora dan fauna. Selanjutnya juga mereka melakukan pemasangan plang di sekitar Pantai Pasir Mayang.

Beberapa isi dari pesan yang ada pada plang tersebut seperti antara lain seperti;  “Pantai Bukan Tempat Sampah”, “Kita Jaga Hutan, Hutan Jaga Kita”, “Lestarikan Hutan untuk Masa Depan”, dan “Punya Iman? Jaga Kebersihan”. Para peserta sangat berantusias dalam pemasangan plang tersebut.

Adapun pelaksana dari kegiatan dari tim WBOCS Balek Kampong Project yang melaksanakan kegiatan di Kayong Utara adalah; Rafikah, Gilang Pratama, Sonia Utami, Fitri Melyana, Rizal dan Ahmad Albab.

Lihat selengkapnya di : https://yayasanpalung.com/2021/01/05/wbocs-balek-kampong-project-adakan-kegiatan-shalam-dan-pemasangan-plang-himbauan-peduli-sampah-di-pantai

Tim WBOCS Balek Kampong Project yang berkegiatan di Kecamatan Sandai melaksanakan kegiatan Lecture (ceramah lingkungan) di sekolah di SMPN 3 Sandai, pada 9 Januari 2021. Adapun materi yang disampaikan adalah tentang Hutan, materi tersebut disampaikan kepada 35 siswa-siswi yang  berasal dari kelas 7,8 dan 9. Setelah melakukan lecture, tim WBOCS Balek Kampong project berkesempatan membagikan media kampanye berupa Majalah MIaS Yayasan Palung. Tim pelaksana WBOCS Balek Kampong di Sandai adalah; Gusti Irawan, Reni Riasari, Winda Lasari dan Fransiska Suhaimi.

Sementara itu, WBOCS Balek Kampong Project yang berkegiatan di Kecamatan Sungai Laur mengadakan kegiatan ngecamp (camping di alam) dan memasang plang himbauan untuk peduli sampah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 16-17 Januari 2021. Saat ngecamp peserta diajak untuk berdiskusi tentang alam dan lingkungan. Beberapa peserta yang ikut serta dan bekerjasama dalam kegiatan tersebut adalah Kopal (Komunitas Pencinta Alam Sungai Laur). Hadir pula tamu undangan dari Pencinta Alam Sandai (Kompas), Backpaker Sungai Laur dan Bebeker Butak Tulik (BBT).  Sebagai pelaksana kegiatan WBOCS Balek Kampong Project di Kecamatan Sungai Laur adalah Siti Nurbaiti, Peri Auri, Monica dan alumni WBOCS Junardi.

Selanjutnya juga teman-teman WBOCS Balek kampong di Ketapang Kota mengadakan kegiatan;  

Pelatihan Kampanye Lingkungan Kreatif Melalui Media Sosial yang dilaksanakan tersebut untuk menstimulasi perkembangan teknologi khususnya kemudahan dalam memperoleh dan membagikan informasi di sekitar, termasuk isu lingkungan yang kini kian memprihatinkan, membutuhkan bantuanmu untuk menyuarakan perubahan dan yang masih bingung gimana caranya berkampanye (plus kreatif). Sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Nurdiati (Co-Founder Pongo Ranger Community). Kegiatan ini dilaksanakan oleh teman-teman WBOCS di kantor Yayasan Palung pada 24 Januari 2021, kemarin.

Seperti diketahui, Balek Kampong Project merupakan agenda tahunan yang wajib dilaksanakan oleh semua penerima WBOCS sebagai salah satu bentuk kampanye terhadap orangutan dan lingkungan. Kegiatan dilakukan secara terpisah antar dua kabupaten yaitu Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rantau Panjang Budidayakan Madu Kelulut

Budidaya madu kelulut oleh kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) baru di Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. (Foto : Hendri Gunawan/YP).

Pada Oktober 2020 lalu, melalui skema Perhutanan Sosial atau dikenal pula dengan nama Hutan desa Yayasan Palung berhasil membentuk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) baru di Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan barat. Setelah kelompok terbentuk, selanjutnya kelompok tersebut bergerak dibidang jasa lingkungan, madu dan ekowisata.

Saat ini, kelompok masih fokus mencoba membudidayakan madu kelulut. Setidaknya ada 30 rumah kelulut yang menjadi tempat budidaya. Hasil dari budidaya pun sangat menjanjikan.

Musim (waktu budidaya) yang mendukung yaitu pada musim pohon-pohon berbunga dan berbuah dalam sepekan satu kotak rumah kelulut bisa menghasilkan 500 ml madu kelulut, dengan demikian kelompok mendapatkan sekitar 60 liter madu kelulut setiap bulan.

Kedepan, kelompok berkeinginan menambah jumlah rumah kelulut dan mengemas produk madu kelulut ini dengan brand (merek) sendiri.

Salah satu anggota kelompok bapak Yusuf mengatakan, “dalam budidaya madu kelulut ini dapat meningkatkan pendapatan kelompok secara ekonomi serta pemeliharaannya juga tidak repot, tidak perlu diberi makan hanya dipeelukan keseriusan dan kesabaran dari mulai menyiapkan rumah kelulut hingga panen madunya”.

Harapan besar dari Yayasan Palung adalah dapat membantu kelompok dalam mengembangkan potensi madu kelulut ini sehingga menjadi ikon desa, dengan harapan besar adalah dapat memberikan pekerjaan alternatif bagi kelompok agar tidak ada lagi yang bekerja merambah hutan sehingga hutan yang ada disekitar desa tetap terjaga keasriannya dan dengan demikian habitat orangutan akan terus terlindungi.

Hendri Gunawan-Habitat & Animal Protection Field Officer Yayasan Palung

Hutan Sebagai Napas Bagi Semua Makhluk Hidup

Hutan Hujan Kalimantan. (Foto : Andre Ronaldo).

Hutan, kurasa hingga kapan pun engkau segalanya bagi semua makhluk

Apa bukti yang bisa kukata tentang mu ?

Tengoklah betapa sulitnya makhluk tanpamu

Lihatlah begitu ketergantungan banyak makhluk kepadamu

Berkurang atau bahkan hilangnya engkau tak jarang menjadi tanda

Tanda akan nasib semua makhluk hidup

Banyak makhluk lenyap jika engkau hilang rebah tak berdaya

Engkau menjadi rumah bagi segalanya

Tajuk-tajukmu sebagai penyejuk jiwa

Rupamu yang utuh keindahan bagi segalanya

Hutan, kokohmu sebagai penyangga

Nasib semua segala bernyawa juga tak jarang bergantung padamu selain yang utama kepada Sang Kuasa

Tanda-tanda nyata akan hilangnya engkau sedikit demi sedikit terlihat

Lihatlah, bila hujan deras melanda tak jarang banjir yang tanpa permisi dan tanpa melihat waktu menyapa

Tajuk-tajuk dan kokoh akarmu sudah semakin sedikit tak sanggup menahan deras dan laju arus karena tak sanggup dan tak kuat lagi

Banjir… banjir dan banjir selalu datang tiba-tiba yang terkadang pula membuat kami lupa bagaimana cara agar hutan boleh tumbuh berdiri kokoh

Lupa karena tajuk-tajuk yang tak lain adalah hutan dan tanah kami

Hutan dan tanah di tanah air kami kini mengabar tentang kabar kepada semua bolehlah kiranya menanti kasih

Hutan rimba di negeri ini semakin menanti disapa dengan kata peduli

Ditanam, disemai dan dipelihara bukannya dibabat dan bukan untuk diganti dengan tanaman sejenis atau dikeruk

Ku rindu hutan yang memberi harmoni bagi semua karena kutahu hutan adalah segalanya bagi semua makhluk tanpa terkecuali

Satu kata, apakah kita semua akan peduli kepada bumi pertiwi yang tak lain juga hutan sebagai keberlanjutan semua nafas segala bernyawa

Bila hutan terus menghilang maka semua makhluk akan mengadu kepada siapa ? karena kutahu hutan adalah nafas dan segalanya bagi semua makhluk.

Tulisan ini sebelumnya sudah dimuat di Kompasiana: https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/600552c78ede482742672f12/puisi-hutan-adalah-nafas-dan-segalanya-bagi-semua-makhluk

Ketapang, Kalbar 18/1/2021

Petrus Kanisius– Yayasan Palung

YP Siapkan 6 Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan, Ini Syarat dan Tahapannya

Tahun 2021 ini Yayasan Palung (YP) kembali menyediakan 6  beasiswa. Program beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS) pada tahun 2020 telah memasuki tahun ke sepuluh.

Yayasan Palung merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sejak 2012 Yayasan Palung dan Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerjasama menyediakan beasiswa program S-1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan Barat (West Bornean Orangutan Caring Scholarship). Hingga tahun 2020 terdapat 43 Penerima WBOCS yang diantaranya 11 orang sudah menjadi sarjana. Adapun tujuan diselenggarakannya program beasiswa ini adalah:

  1. Menambah generasi intelektual yang mempunyai komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap upaya perlindungan dan penyelamatan Orangutan Kalimantan dan habitatnya.
  2. Memberikan dukungan moril dan materil kepada generasi muda untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
  3. Memajukan kerjasama pendidikan untuk pengelolaan sumber daya alam yang lestari antara pihak-pihak di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Adapun Syarat dan Kondisi Penerima Beasiswa adalah :

  • Berasal dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, diutamakan kurang mampu secara ekonomi.
  • Diusulkan oleh pihak sekolah / usulan siswa bersangkutan namun meminta rekomendasi dari pihak sekolah. Setiap sekolah berhak mengusulkan 2 (dua) orang siswa.
  • Berencana kuliah di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.
  • Bersedia melakukan penelitian skripsi berkaitan dengan aspek-aspek perlindungan dan penyelamatan Orangutan Kalimantan.
  • Memiliki prestasi yang baik, berkomitmen untuk konservasi dan mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar / kuliah hingga selesai.

Persyaratan Pendaftaran :

  • Formulir pendaftaran dapat diperoleh di sekolah masing-masing atau menghubungi kontak Yayasan Palung atau Penerima WBOCS, diisi dengan lengkap.
  • -Surat pengantar dari Kepala Sekolah

Menyertakan fotocopy berkas sebagai berikut:

a. Fotocopy Raport dari semester 1-5.

b. Fotocopy Kartu Keluarga (KK)

  • Membuat motivation letter atau pernyataan motivasi yang menceritakan tentang keadaan diri dan keluarga, pengalaman dan prestasi, cita-cita dan hubungannya dengan program studi yang dipilih, dan alasan harus diterima dan mengapa pantas sebagai penerima beasiswa, serta buah pikiran tentang mengapa pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan itu penting. Minimum 200 kata, diserahkan sebanyak 3 (tiga) rangkap tanpa jilid.
  • Membuat Esai tentang kondisi dan persoalan lingkungan di tempat tinggal anda (hutan, sungai, laut, dll), serta tantangan konservasinya. Esai dibuat dengan ketentuan: buah pikiran sendiri / orisinil dengan panjang 1000 kata, menggunakan gaya bahasa populer dengan kaidah 5 W 1 H (What, Who, When, Where, Why, How), jika mengutip dari tulisan orang lain harus mencantumkan daftar pustaka. Serahkan sebanyak 3 rangkap tanpa jilid.
  • Berkas pendaftaran dapat diserahkan langsung ke Yayasan Palung (Kantor Ketapang ataupun Bentangor) atau melalui jasa pengiriman paling lambat 17 Maret 2021.

Adapun Tahap Penyeleksian adalah sebagai berikut :

  • Seleksi Tahap I: seleksi berkas, motivation letter dan esai. Hasil seleksi tahap I akan diberitahukan kepada pendaftar melalui pesan singkat (sms / whatsapp) pada 19 Maret 2021.
  • Seleksi Tahap Akhir: presentasi dan wawancara. Peserta diwajibkan mempresentasikan esai, motivation letter, dan alasan memilih fakultas dan jurusan di UNTAN, yang disajikan dalam power point (ppt), serta menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panel juri. Seleksi ini akan dilaksanakan pada 30 Maret 2021 di Kantor Yayasan Palung di Ketapang. Pengumuman seleksi tahap akhir akan disampaikan melalui surat resmi kepada pihak sekolah pada tanggal 30 Maret 2021 (jadwal ini dapat berubah, dan akan diberitahukan kemudian).

Hak Penerima Beasiswa

Setiap penerima beasiswa diberikan dana beasiswa, untuk membiayai :

  1. Daftar Masuk Universitas
  2. Daftar Ulang selama 8 semester
  3. Biaya Penelitian
  4. Biaya Penulisan Skripsi
  5. Biaya lain dipenuhi selama masih dalam limit dana beasiswa
  6. Bagi Penerima Beasiswa yang mendapat UKT IV dan V, pembiayaan dihentikan jika sudah mencapai limit dana beasiswa, walaupun tidak memenuhi poin 1-4.
  7. Peningkatan kapasitas dari Yayasan Palung

Kewajiban Penerima Beasiswa

1. Selama menempuh pendidikan :

  • Penerima beasiswa menjadi relawan selama 1 (satu) bulan pada setiap tahunnya di Yayasan Palung atau di lembaga konservasi / lingkungan lainnya.
  • Penerima beasiswa melakukan aktivitas kampanye konservasi secara sendiri / bersama dengan penerima WBOCS lainnya.
  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 (Grade 4), IPK dibawah yang disyaratkan dengan toleransi 1 (satu) semester atau ditentukan berdasarkan penilaian, jika tetap tidak memenuhi ketentuan, program beasiswa akan dihentikan.

2. Penelitian skripsi harus sesuai dengan syarat dan kondisi dalam beasiswa ini.

Informasi lainnya

1.Calon mahasiswa/i hanya dapat memilih jurusan dan fakultas:

-Fakultas FMIPA Jurusan Biologi / Matematika

-Fakultas Kehutanan

-Fakultas Hukum

-Fakultas ISIP Jurusan Hubungan Internasional / Sosiologi / Antropologi

2.Jika ikut mendaftar SNMPTN, pilih jurusan dan fakultas yang sesuai dengan prasyarat WBOCS.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

  1. Yayasan Palung, Jl. Kol. Sugiono Gg. H. Ikram No. 1 Ketapang. Telp/Fax: 3036367, http://www.yayasanpalung.com
  2. Bentangor / Pusat Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, Dusun Pampang Desa Pampang Harapan, Kec. Sukadana, Kabupaten Kayong Utara
  3. Haning Pertiwi: WA 0821-2186-3052, Riduwan: WA 0815-2157-4106
  4. WBOCS: wbocsofficial@gmail.com, @wbocs_update (Instagram)
  5. Mita (WBOCS 2017): WA 0853-8627-2821, Gusti (WBOCS 2019): WA 0822-5086-6998

Untuk informasi beasiswa WBOCS 2021 bisa melihat dan mengunduh E-poster berikut :

Sumber Informasi : Yayasan Palung

Peresmian Bangunan Baru Stasiun Riset Cabang Panti sebagai Pusat Konservasi Ekosistem Borneo

Bupati Kayong Utara, Citra Duani saat meresmikan bangunan baru Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP) Taman Nasional Gunung Palung, Sabtu (12/12) kemarin. Foto : Yayasan Palung

Sabtu (12/12/2020) sore, Citra Duani, selaku Bupati Kayong Utara yang didampingi oleh Sapto Aji Prabowo, S.Hut., M.Si selaku Kasubdit Promosi dan Pemasaran Ditjen KSDAE secara resmi, meresmikan bagunan baru Stasiun Riset Cabang Panti  (SRCP) Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) Dusun Tanjung Gunung, Desa Sejahtera, Kecamatan Sukadana.

“Saya hari ini (12/12) diamanatkan oleh Pak Dirjen KSDAE untuk meresmikan Stasiun Riset Cabang Panti di Area Taman Nasional Gunung Palung. Ini ini merupakan bangunan baru. pemerintah pusat memberikan perhatian khusus kepada area ini, dimana sudah puluhan tahun lalu dari berbagai negara dari luar negeri dan tentunya dari dalam negeri sering melakukan penelitian di sini (Gunung Palung). Ini juga menjadi monumental. Terimakasih kepada pemerintah pusat, dimana Kabupaten Kayong Utara memiliki area Taman Nasional Gunung Palung yang tidak dimiliki oleh tempat lain menjadi perhatian khusus, dan ini baik adanya. Maka dari itu, kami sangat mengapresiasi sekali dengan adanya pemugaran bangunan dan menjadi bangunan yang baru. Berharap bangunan ini bisa mencapai 20-30 tahun yang akan dating. Bangunan ini terlihat kokoh bekal bagi anak cucu kita,” ujar Citra Duani.

Lebih lajut Bupati Kayong Utara mengatakan, Kita membuka ruang bagi semua pihak baik pemerintah, swasta dan NGO biasa bekerjasama supaya flora dan fauna yang ada disini bisa diketahui oleh khalayak bahwa KKU menyimpan misteri kotak pandora (kekayaan biodiversitas) sebagai Pusat Konservasi Ekosistem Borneo.

Foto bersama setelah selesai peresmian Stasiun Riset Cabang Panti. Foto dok. Foto : Yayasan Palung

Ini satu persatu kita buka sebagai sarana pendidikan yang apa adanya tidak direkayasa. Buat teman-teman S1-S3 ini tempat yang cocok untuk penelitian dan tentu saja bagi anak-anak kita yang ada di tingkat SD hingga Perguruan tinggi bisa belajar di perpustakaan alam ini. Pemerintah daerah ingin bekerjasama dengan pihak Balai TANAGUPA terkait tentang tumbuhan obat. 

Adapun kompleks bangunan baru yang ada di Stasiun Riset Cabang Panti  antara lain seperti; Camp Besar, Camp Litho, Camp Serba Guna, Camp Nyamuk, 6 unit Camp Peneliti dan bangunan penunjang (menara air, rumah incinerator dan bak air).

Semua bangunan ini dibangun dengan menggunakan Anggaran Surat Berharga Syariah  Negara (SBSN) tahun Anggaran 2020, dengan dana anggaran 8  milyar,  kata Sapto Aji Prabowo.

Selanjutnya juga Bapak Sapto mengatakan, “Terkait tentang pembangunan bangunan baru Stasiun Riset Cabang Panti, bangunan ini adalah bangunan yang paling bagus dari semua yang ada. Didukung oleh perguruan tinggi, tidak hanya bagus fisiknya tetapi juga outputnya berupa potensi penelitian.

Penelitian yang bisa bermanfaat bagi penelitian seperti tumbuhan obat, jenis tumbuhan berkayu yang belum terungkap. Laboratorium alam Cabang Panti bermanfaat bagi Taman Nasional dan pemerintah daerah.

Kerja konservasi itu adalah kerjasama pemerintah dan masyarakat. Perlu fasilitas untuk mendukung wisata minat khusus. Mendukung itu yang memperoleh manfaat adalah masyarakat sekitar. Roadmap penting ada untuk pengelolaan jangka Panjang yang bermanfaat untuk pengelolaan”.

Terkait Pembangunan dan keberadaan SRCP bagi konservasi dan masyarakat, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung (Balai TANAGUPA), M. Ari Wibawanto mengatakan;

“Stasiun Riset Cabang Panti (2.100 Ha) tersebut merupakan gudangnya ilmu yang bisa kita eksplorasi yang bisa kita bagikan ke dunia pendidikan dan kesehatan. Keberadaan SRCP juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar karena beberapa masyarakat yang ada di sekitar ada yang menjadi porter dan beberapa diantara masyarkat ada yang menjadi asisten peneliti”.

“Menurut data yang kami punya, ada 1 Miliar rupiah uang yang berputar setiap tahunnya dalam bentuk honor asisten penelitian, honor porter, belanja kebutuhan logistik dll. Semoga dengan peningkatan sarana dan prasarana di SRCP dapat menarik lebih banyak minat peneliti sehingga ekonomi masyarakat akan ikut meningkat,” ujar Ari.

Lebih lanjut pak Ari, sapaan akrabnya menerangkan, “Terkait penelitian saat ini sedikit terkendala karena pandemi, bebrerapa peneliti dari luar negeri belum bisa datang.

Selain itu juga beberapa penelitian untuk sementara belum dilakukan lagi karena situasi pandemi. Seperti misalnya saat ini, pengambilan data curah hujan, penelitian mamalia dan fenologi belum dilakukan secara rutin lagi karena situasi pandemi”.

Namun kita berharap di tahun 2021 semoga saja pandemi bisa berlalu dan para peneliti bisa datang.  Kita punya rencana untuk mengembangkan wisata minat khusus yaitu wisata berbasis lingkungan, jadi nantinya jika ada wisatawan yang berminat, mereka boleh  mengunjungi SRCP  tetapi hanya boleh 6 hari saja dan apabila akan mengambil data-data primer maka akan didampingi oleh asisten peneliti yang ada di SRCP.

Saat ini, kita bekerjasama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan berbagai mitra lainnya seperti, termasuk Yayasan Palung yang sudah bermitra sejak tahun 1985  diharapkan bisa semakin  meningkatkannya lagi, tutur pak Ari sapaan akrabnya.

Sementara itu, menurut Endro Setiawan, selaku Peneliti S2 dari Unas yang juga staf dari TANAGUPA  mengatakan, ada 4000 jenis tumbuhan yang ada di Gunung Palung. Ada 800 jenis diantaranya sudah diidentifikasi. 

Dr. Tatang  Mitra Setia, M.Si bersama Rekannya Dr. Fitriah Basalamah, M.Si dari Universitas Nasional (UNAS) yang saat itu hadir dalam acara peresmian SRCP. Dr. Tatang Mitra Setia, MSi mengatakan; Unas sudah lama bermitra dengan Balai TANAGUPA, Yayasan Palung, Universitas  Boston dan  Universitas Michigan.

Sekitar tahun 1985 kita sudah mulai bekerjasama. Sangat mendukung sebagai sebagai perguruan tinggi. Mahasiswa/i dapat tempat untuk penelitian tugas akhir. Stasiun Riset Cabang Panti ini penting untuk menumbuhkan minat mahasiswa dalam penelitian.

Berharap juga mahasiswa lebih bersemangat untuk meneliti dan mempromosikan tempat ini. Dengan adanya bangunan ini sangat bagus sekali. Unas bisa membuat program penelitian di SRCP.

Sedangkan Wahyu Susanto selaku Direktur Penelitian Yayasan Palung mengatakan;  “Sudah sekian lama menunggu, sekarang tahun 2020 ada renovasi Camp baru. 

Kita sudah 3 kali mengalami perubahan pembangunan. 3 kali pembangunan; tahun 1985, tahun 2007 dan tahun 2020. Cheryl Knoot nanti akan mempromosikan ke rekan-rekan peneliti di luar negeri dan lainnya”.

Pada malam (12/12) hari setelah kegiatan peresmian diadakan pula diskusi tentang rencana pengelolaan dan sejarah dari SRCP, selanjutnya juga penyerahan penghargaan dari Dirjen KSDAE kepada pegawai yang ada di lingkungan Balai TANAGUPA, kepada asisten peneliti dan kepada lembaga Mitra Seperti Yayasan Palung, Yayasan ASRI dan Yayasan IAR Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk kolaborasi (kerjasama/kerja bersama) di lingkup kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

Seperti diketahui, Setiap tahunnya Stasiun Riset Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung menjadi rumah bagi para peneliti. Beberapa Universitas yang bekerjasama dengan Balai TANAGUPA antara lain dari dalam negeri  ( UNAS, UNTAN, Atma Jaya Yogyakarta, UIN Jakarta, STIPER, UGM dan IPB)  dan luar negeri (Universitas  Boston dan  Universitas Michigan, Universitas Harvard dan Universitas Alaska).

Diperlukan waktu 5 hingga 8 jam untuk sampai ke Stasiun Riset Cabang Panti dengan menggunakan jalur darat dengan berjalan kaki dari jalur Tanjung Gunung. Apabila menggunakan jalur air bisa lewat jalur Air dari Semanjak atau Senebing dengan jarak tempuh 5-6 menggunakan speed boad.

Tulisan ini sebelumnya dimuat di :

Pontianak Post : https://pontianakpost.co.id/srcp-tngp-resmi-beroperasi-jadi-pusat-konservasi-ekosistem-borneo

Kompasiana : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/5fdc47a2d541df4fb55dbc52/peresmian-bangunan-baru-stasiun-riset-cabang-panti-tanagupa-sebagai-pusat-konservasi-ekosistem-borneo

Petrus Kanisius-Yayasan Palung