Hutan Sebagai Napas Bagi Semua Makhluk Hidup

Hutan Hujan Kalimantan. (Foto : Andre Ronaldo).

Hutan, kurasa hingga kapan pun engkau segalanya bagi semua makhluk

Apa bukti yang bisa kukata tentang mu ?

Tengoklah betapa sulitnya makhluk tanpamu

Lihatlah begitu ketergantungan banyak makhluk kepadamu

Berkurang atau bahkan hilangnya engkau tak jarang menjadi tanda

Tanda akan nasib semua makhluk hidup

Banyak makhluk lenyap jika engkau hilang rebah tak berdaya

Engkau menjadi rumah bagi segalanya

Tajuk-tajukmu sebagai penyejuk jiwa

Rupamu yang utuh keindahan bagi segalanya

Hutan, kokohmu sebagai penyangga

Nasib semua segala bernyawa juga tak jarang bergantung padamu selain yang utama kepada Sang Kuasa

Tanda-tanda nyata akan hilangnya engkau sedikit demi sedikit terlihat

Lihatlah, bila hujan deras melanda tak jarang banjir yang tanpa permisi dan tanpa melihat waktu menyapa

Tajuk-tajuk dan kokoh akarmu sudah semakin sedikit tak sanggup menahan deras dan laju arus karena tak sanggup dan tak kuat lagi

Banjir… banjir dan banjir selalu datang tiba-tiba yang terkadang pula membuat kami lupa bagaimana cara agar hutan boleh tumbuh berdiri kokoh

Lupa karena tajuk-tajuk yang tak lain adalah hutan dan tanah kami

Hutan dan tanah di tanah air kami kini mengabar tentang kabar kepada semua bolehlah kiranya menanti kasih

Hutan rimba di negeri ini semakin menanti disapa dengan kata peduli

Ditanam, disemai dan dipelihara bukannya dibabat dan bukan untuk diganti dengan tanaman sejenis atau dikeruk

Ku rindu hutan yang memberi harmoni bagi semua karena kutahu hutan adalah segalanya bagi semua makhluk tanpa terkecuali

Satu kata, apakah kita semua akan peduli kepada bumi pertiwi yang tak lain juga hutan sebagai keberlanjutan semua nafas segala bernyawa

Bila hutan terus menghilang maka semua makhluk akan mengadu kepada siapa ? karena kutahu hutan adalah nafas dan segalanya bagi semua makhluk.

Tulisan ini sebelumnya sudah dimuat di Kompasiana: https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/600552c78ede482742672f12/puisi-hutan-adalah-nafas-dan-segalanya-bagi-semua-makhluk

Ketapang, Kalbar 18/1/2021

Petrus Kanisius– Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Yayasan Palung

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca