Yayasan Palung (YP) Bentuk Kelompok Belajar Simpang Keramat Kids

Adik-adik dari Kelompok Belajar Simpang Keramat Kids ini terlihat sangat serius dan asyik membaca. (Foto : Simon Tampubolon/Yayasan Palung).

Mereka menamai kelompok belajar itu dengan nama Simpang Keramat Kids. Pembentukan kelompok belajar tersebut atas inisiatif Yayasan Palung (YP) pada Sabtu (5/3/2022) pekan lalu, di Pos Posyandu Flamboyan di Dusun Mutiara, Desa Penjalaan, Kecamatan Simpang Hilir, Kayong Utara.

“Karena baru permulaan, mereka yang hadir pada kesempatan itu hanya sembilan orang saja. Mereka terdiri dari siswa-siswi kelas tiga hingga kelas enam Sekolah Dasar di desa tersebut ,” kata Haning Pertiwi dari Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung.

Lebih lanjut, Haning sapaan akrabnya mengatakan, adapun tujuan dari pembentukan kelompok belajar ini untuk meningkatkan minat anak dalam kegiatan yang lebih positif.

Setelah pembentukan nama kelompok belajar, siswa-siswi juga diajak untuk saling mengenal (berkenalan satu sama lain), selanjutnya dilanjutkan literasi dan game mengenal satwa.

Seperti terlihat, beberapa buku bacaan disiapkan ketika literasi. Buku-buku bacaan tersebut terdiri dari buku cerita dan buku komik.  

Dalam kesempatan tersebut yang berkesempatan hadir dari Yayasan Palung adalah Simon Tampubolon, Haning Pertiwi dan Adit dari Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK).

Semua rangkaian kegiatan yang dimulai pada pukul 14.30-14.30 WIB tersebut berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari adik-adik Kelompok Belajar Simpang Kids.

Tulisan ini juga ditulis di : https://kumparan.com/petrus-kanisius/yp-bentuk-kelompok-belajar-simpang-keramat-kids-1xeOaAMyTKV/1

https://pontianak.tribunnews.com/2022/03/09/yayasan-palung-hadirkan-kelompok-belajar-simpang-keramat-kids-bagi-anak-anak

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

REBONK Bersama Beberapa Komunitas Melakukan Pemasangan Plang Informasi dan Baksos di Area Wisata Air Paoh

Beberapa Komunitas seperti Asri Teens, Sispala TAPAL (SMKN 1 Simpang Hilir), Sispala LAND (SMKN 1 Sukadana), Langit Senja, GREPALA (SMAN 3 Simpang Hilir) ikut ambil bagian dalam kegiatan hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diselenggarakan oleh REBONK. (Foto : Yayasan Palung).

Pada Minggu (27/2/2022) lalu, Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) bersama beberapa komunitas melakukan kegiatan pemasangan plang informasi tentang sampah dan melakukan aksi bakti sosial memungut sampah di Area Wisata Air Paoh. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada tanggal 21 Februari  lalu.

Sebelumnya, pada Kamis (24/2/ 2022) dalam rangka HPSN juga melakukan siaran radio di Radio Kayong Utara, dengan tema; Lestari Alamku Bersama Yayasan Palung. Sebagai narasumber adalah Mahendra dari Relawan TAJAM.

Mahendra melakukan siaran radio di RKU . Foto : Yayasan Palung.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya kita untuk menjaga lingkungan mengingat saat ini di Indonesia sendiri merupakan negara penghasil sampah plastik terbesar nomor dua di dunia. Dalam kegiatan tersebut Yayasan Palung berperan sebagai penanggung jawab kegiatan, kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB, diawali dengan pengarahan dan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan plang diberbagai lokasi (area) di sekitar area Wisata Air Paoh dan kegiatan terakhir dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih sampah.

Adapun beberapa komunitas yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut antara lain seperti Asri Teens, Sispala TAPAL (SMKN 1 Simpang Hilir), Sispala LAND (SMKN 1 Sukadana), Langit Senja, GREPALA (SMAN 3 Simpang Hilir).

Ayo sama-sama kita jaga lingkungan kita dengan cara mengurangi penggunaan sampah plastik.

Ini Aksiku!!! Mana Aksimu!!! Salam Lestari!!!

Penulis : Riduwan

(Yayasan Palung)

(Puisi) Senja dan Harapan

Senja dan harapan. (Foto : Pit).

Senja, kata sekaligus harapan dan inginku saat ini. Ketika senja bicara dengan bahasanya mungkin itu bisa berkaca, saban waktu ia menampakkan wujud sebagai tanda warna ketika ada semangat juang yang dilakukan untuk meraihnya. 

Harapan tentang napas. Napas semua makhluk segala bernyawa yang mendiami bumi ini. Semua menanti harapan, itu pasti. 

Senja itu juga tentang warna. Warna tentang kehidupan yang kini sudah mengaduh, mengeluh, berharap sekaligus menanti asa. 

Asa tentang harapan, yang pasti bukan abu-abu atau buram. Senja pun bercerita dengan bahasanya masing-masing, tentang suara raung yang gaduh dan tak jarang mengaduh. 

Asa, harapan ini satu kesatuan menanti warna harmoni bukan tercerai berai atau pun luluh layu tak bermana nada yang tak tentu.

Semua menanti asa dan harapan, tentang kehidupan semua nafas kehidupan makhluk hidup, semua segala bernyawa (tumbuhan, hewan, manusia). 

Senja selalu setia menampilkan warna kehidupan saban waktu yang perlu kita lihat kehidupan yang kiranya ingat akan titah, ingat akan rambu-rambu bukan ego yang tak tentu dari kepentingan pribadi. 

Ingat senja, ingat bumi, ingat akan keberlanjutan semua napas, bukan sumpah serapah atau pun diam lalu luluh layu Senja dan harapan, boleh tumbuh dari setiap nada dan rasa semua kita yang menjalani kehidupan ini.

Berharap berarti menanti asa, agar semua tidak lagi serakah, ingat harmoni dan senyum dari semua dengan harapan pasti, seperti senyuman indah dari senja yang selalu ada warna baru di setiap harinya. 

Tulisan ini juga dimuat di Kompasiana : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/62219dbb317949618b754682/senja-dan-harapan

Ketapang, Kalbar, 4 Maret 2022 

(Pit-YP)

Yayasan Palung Buka Lowongan Kerja untuk Posisi Manager Pendidikan Lingkungan

LOWONGAN KERJA – (Job Vacancy) di Yayasan Palung

For Immediate Hire

Yayasan Palung adalah lembaga organisasi non profit yang berada di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat dengan fokus kerja untuk melindungi populasi orangutan dan keanekaragaman hayati di dalam dan sekitar Taman Nasional Gunung Palung dengan visi untuk mengembangkan komunitas masyarakat melalui kesadaran dan motivasi untuk konservasi orangutan dan habitatnya serta keanekaragaman hayati di Taman Nasional Gunung Palung. Yayasan Palung bekerjasama dengan pihak terkait untuk konservasi orangutan termasuk pemerintah, private sector, dan masyarakat lokal. Yayasan Palung memiliki 5 strategi untuk mengatasi ancaman kelangsungan hidup orangutan di sekitar Taman Nasional Gunung Palung yaitu Sustainable Livelihood, Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Kesadaran Konservasi, Hukum Konservasi (Hutan Desa), Perlindungan dan Penyelamatan Satwa, dan Pusat Penelitian yang berada di Stasiun Penelitian Cabang Panti. – Yayasan Palung is a non-profit organization in the Ketapang and Kayong Utara Regencies of West Kalimantan with the mission to conserve orangutan populations and biodiversity in and around Gunung Palung National Park with a vision to develop a human community that is motivated to protect orangutans and their conservation. Yayasan Palung collaborates with relevant stakeholders for orangutan conservation including the government, private sector and local communities. Yayasan Palung has 5 strategies to overcome the threat of orangutan in and around Gunung Palung National Park consisting of Sustainable Livelihoods, Environmental Education and Conservation Awareness Campaign, Conservation Law (Customary Forest), Animal Protection, and Scientific Research, located at Cabang Panti  Research Station.

Yayasan Palung sedang mencari staf yang bermotivasi tinggi, berkualitas dan berpengalaman untuk mengisi posisi yang kosong sebagai Manajer Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Kesadaran Konservasi. Staf yang akan dipilih akan berbasis di kantor Yayasan Palung di Kota Ketapang, Kabupaten Ketapang dengan tugas di Kab. Ketapang dan Kab. Kayong Utara. – Yayasan Palung is looking for a highly motivated, qualified and experienced person to fill the vacant position as Environmental Education and Conservation Awareness Campaign Manager. The position is based in Yayasan Palung’s office in Ketapang, with assignments in Ketapang Regency and Kayong Utara Regency.

Tujuan secara umum Program Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Kesadaran Konservasi adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta kesadaran masyarakat terhadap kelestarian kehidupan liar, hutan dan lingkungan secara umum dengan orangutan sebagai ikon program untuk keberlangsungan kehidupan yang lebih baik. – The general purpose of the Environmental Education Program and Conservation Awareness Campaign is to increase knowledge and skills as well as public awareness of the preservation of wildlife, forests and the environment in general with orangutans as program icons for a better life sustainability.

Persyaratan Umum – Generally requirements

1.Wanita / Pria. – female / male

2.Latar belakang pendidikan S1 diutamakan dari biologi, kehutanan, ilmu komunikasi dengan minimum 6 tahun pengalaman kerja secara umum, dan 4 tahun di konservasi dan lingkungan hidup, lebih disukai relevan dengan bidang pendidikan lingkungan dan peningkatan kesadaran konservasi / lingkungan masyarakat. – University degree in relevant areas (Biology, Forestry, Communication and equivalent) With a minimum of 6 years work experience, including 4 years in conservation and environmental issues, preferably relevant with education and conservation awareness for students and communities.

3.Memiliki keahlian di berbagai aplikasi MS Office, dan lebih disukai jika mempunyai keahlian aplikasi design berbasis aplikasi computer. – Proficient computer skills in various MS Office applications (excel, word, powerpoint), preferably also has design application skill such as corel draw, etc.

4.Memiliki pengetahuan konservasi keanekaragaman hayati dan lebih disukai konservasi orangutan. – Knowledable of biodiversity conservation and preferably orangutan conservation.

5.Bisa menulis dengan kualitas baik (laporan, artikel, kerangka acuan kerja, dll), dan membuat anggaran. – Able to write of high standard (report, article, term of reference, etc), creating and maintaining budgets.

6.Motivasi diri tinggi dan mampu bekerja secara mandiri maupun tim. – High Self-motivated and able to work independently and with a team.

7.Mampu bekerja dibawah tekanan dan tenggat waktu yang tepat. – Able to work under pressure and with tight deadlines.

8.Bisa berkomunikasi dan menulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. – Ability to communicate and write in Bahasa Indonesia and English.

9.Keterampilan interpersonal yang kuat dan kemampuan memecahkan masalah. – Strong interpersonal skills and problem solving abilities.

10.Mempunyai kemampuan mengelola staf dan sumber daya manusia organisasi. – Capable to manage staffs and human resource.

11.Mempunyai kemampuan komunikasi dan bicara di depan umum yang baik. – Capable communicate and public speaking.

12.Sudah menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sehari-hari. – Applied eco friendly lifestyle in daily life.

13.Bersedia bekerja di hari libur dan pekerjaan lapangan (desa-desa di perhuluan dan hutan). – Be able to work in holiday and field work in rural areas and forests.

14.Bisa membangun kerjasama dan melakukan pertemuan dengan pemerintah, private sector, NGO lain, dan masyarakat lokal. – Able to collaborate and carry out meetings with government, private sector, other NGO’s, and local communities.

Tanggung Jawab – Responsibilities

Manajer Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Kesadaran Konservasi bertanggung jawab mengelola tim untuk membuat perencanaan dan melaksanakan program jangka pendek dan jangka panjang dengan supervisi dari Direktur Program. Memantau, mengevaluasi, mengelola data sesuai kebutuhan Yayasan Palung. Mendampingi penerima manfaat program. – Manager of Environmental Education and Conservation Awareness Campaign is responsible for managing the team for planning and implementing short- and long-term programs under the supervision of the Program Director. For monitoring, evaluating, and managing data according to the needs of Yayasan Palung. For holding and assisting program beneficiaries.

Mengkoordinasikan secara internal dan eksternal dengan Program Director, dan Koordinator Pendidikan Lingkungan di Kabupaten Kayong Utara agar bisa sinergi dan berjalan lancar. – Coordinate and communicate with the Program Director and Coordinator of Environmental Education in Kayong Utara Regency in order to coordinate schedules and joint activities.

Melaporkan perkembangan terbaru kepada Direktur Program, membuat laporan bulanan program yaitu naratif dan keuangan. – Report the latest developments to the Program Director, make monthly reports of program about targets and finances.

Kirimkan aplikasi Anda beserta resume dan dokumen pendukung lainnya yang relevan ke: – Please send your application, along with a full resume and other relevant supporting documents to:

edhie_ketapang@yahoo.co.id  

desikurniawati43@gmail.com

Batas waktu pengiriman 18 Maret 2022. Hanya kandidat terpilih yang akan dihubungi untuk wawancara. – Deadline for submission by March 18, 2022.  Only short listed candidates will be contacted for an interview.

Baca juga :

(Yayasan Palung)

YP Bersama KPH Kayong Sampaikan Progres Pendampingan dan Pembinaan KUPS di Simpang Hilir

YP dan KPH Kayong saat menyampaikan progres pendampingan dan pembinaan bagi KUPS di Kecamatan Simpang Hilir. Kamis (17/02/2022). (Sumber Foto : Ilham/Warta Kayong).

Yayasan Palung bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) menyampaikan progres (kemajuan) terkait pendampingan dan pembinaan bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial. Kegiatan ini diadakan di kediaman Pendamping KUPS dari Yayasan Palung, Erlis Surya Ningsih di Dusun Mutiara Desa Penjalaan Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara, Kamis (17/02/2022).

Progres terkait pendampingan dan pembinaan ini disampaikan kepada seluruh pengurus KUPS yang ada di Simpang Hilir.

Dalam kesempatan penyampaian progres ini, Hendarto, selaku Kepala KPH Kabupaten Kayong Utara, menyampaikan terkait progres. “Saat ini Kita sudah mempunyai Galeri yang diberikan oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Barat kepada KPH, ini sebagai bentuk motivasi dan apresiasi Gubernur Kalimantan Barat kepada KPH se-Provinsi Kalimantan Barat yang telah membina Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang ada di setiap Kabupaten Kotanya masing-masing, walau demikian Bapak Gubernur tetap memantau perkembangan Kinerja KPH, yang di buktikan dengan Intensitas Pengrajin dalam mengembangkan,mengisi dan menjual Prodak KUPS di Galeri yang telah tersedia, saat ini pengelolaan Galeri tersebut dikelola oleh wadah Koperasi”.

Dalam kesempatan itu, Hendarto juga menyinggung tanaman agroforestri Kopi yang saat ini sedang dikembangkan tidak hanya jenis kopi Robusta yang memang sudah ada di setiap desa di kecamatan Simpang Hilir seperti jenis kopi ekselsa dan jenis kopi liberika juga akan dikembangkan di Kabupaten Kayong Utara.

“Pengembangan Komoditi kopi tersebut akan dimulai dengan sekolah lapangan yang akan dilakukan di Desa Penjalaan beberapa waktu kedepan, demi terbentuknya petani-petani kopi yang trampil serta berpengetahuan dan demi mendapatkan biji kopi yang berwalitas yang diharapkan akan tembus kepasaran Nasional,” kata Hendarto.

Selanjutnya Hendarto memberikan semangat kepada Para Ketua KUPS yang saat itu hadir. “Silakan Bapak ibu yang sudah memiliki produk unggulan masing-masing untuk terus berupaya memperbanyak serta mengembangkan Prodaknya dengan inovasi-inovasi baru,perlu juga diingat khusus Prodak Makanan dan minuman sebaiknya sudah memiliki PIRT serta lebel Halal, berhubung kita sudah memiliki Galeri di Pontianak,ini akan mempermudah kita untuk menjual hasil prodak KUPS. Saat ini Prodak yang sudah ada di galeri tersebut tidak hanya berasal dari kayong utara saja,tetapi juga berasal dari Tiga belas (13) Kabupaten Kota Lainnya dikalimantan Barat,” ujar Hendarto.

Para pengurus KUPS yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh YP dan KPH Kayong selama ini. walau mereka sedikit terkendala masalah permodalan, dilain pihak upaya dalam membatu serta meningkatkan penjualan Prodak KUPS Juga dilakukan oleh YP di wilayah Kayong Utara, saat ini YP melalui pendampingnya siap mengakomodir hasil prodak KUPS yang nantinya akan di jual di galeri Yayasan Palung di Bentangor melalui pendampingnya YP juga berupaya membantu legalitas prodak seperti PIRT serta lebel Halal dengan melakukan kerja sama bersama Dispridagkop Kabupatrn Kayong Utara, sementara prodak yang dijual di galeri Yayasan Palung dikhususkan pada hari Sabtu dan Minggu saja.

Direktur Program Yayasan Palung, Edi Rahman, mengatakan,”Saya berharap, selain kualitas yang harus dijaga juga pada prodak. Brand lebel disetiap prodak juga perlu dimunculkan, silakan setiap KUPS memasang lebel yang dimana disetiap lebel ada gambar Orangutan. selain itu, tulisan Organik pada lebel Prodak juga perlu dimunculkan ini sebagai bentuk keramahan hasil produk terhadap alam sekitar.”

Desi Kuniawati dari Yayasan Palung selaku Pembina KUPS menyampaikan, ”Erlis, selaku pendamping, nantinya akan berkunjung di setiap KUPS ibu/bapak untuk memantau perkembangan KUPS dengan bertanya berapa banyak produsi, dijual kemana saja, berapa banyak penjualan dan berapa keuntungan dari penjualan,yang nantinya akan diinput oleh Pendamping dan dilaporkan kepada Pihak Yayasan Palung agar kelebihan maupun kekurangan disetiap KUPS dapat terpantau dan dapat diberikan pembinaan demi keberlangsungan KUPS tersebut dengan harapan Dua Puluh Tiga (23) KUPS yang ada di Kecamatan Simpang Hilir lebih maju dan berkembang serta mampu mencapai kesejahteraan bagi anggota kelompok Perhutanan Sosial.”

Sumber berita wartakayong.net : https://wartakayong.net/2022/02/17/progres-kups-lingkup-simpang-hilir/

Ditulis ulang dan diedit

Penulis : Ihm/Vr

Editor : Pit

(Yayasan Palung)

Ajak Siswa-siswi Belajar Menganyam Tikar Pandan Sebagai Upaya Merawat dan Melestarikan Tradisi

Siswa-siswi SDN 19 Pampang Harapan saat belajar menganyam tikar pandan. (Foto : Salmah-Yayasan Palung).

Bagi masyarakat di Tanah Kayong (sebutan untuk masyarakat yang ada di Kabupaten Kayong Utara), menganyam adalah tradisi yang sudah ada sejak dulu. Namun, perlahan tradisi ini mulai memudar. Tidak semua orang bisa menjadi pewaris menganyam. Akan tetapi, masih ada cara untuk merawat dan melestarikan tradisi menganyam dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) secara bijaksana dan berkelanjutan.

Seperti misalnya yang dilakukan oleh para perajin anyaman pandan yang juga merupakan perajin binaan Program Sustainable Livelihood/SL (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) Yayasan Palung (YP) melalui kegiatan Kolaborasi program SL YP dan Program Pendidikan Lingkungan (PL) berkesempatan mengisi kegiatan ekstrakurikuler yang diperuntukkan bagi siswa-siswi SDN 19 Pampang Harapan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Yayasan Palung Bentangor Education Center, Desa Pampang Harapan, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, pada Selasa-Rabu (15-16/2/2022).

Foto-foto saat siswa-siswi belajar menganyam tikar pandan. (Foto : Salmah/YP).

Kegiatan ekstrakurikuler kali ini merupakan pertemuan ke-5 sejak tahun lalu. Pada kesempatan kali ini, ada 20 orang siswa-siswi SDN 19 Pampang Harapan yang berkesempatan untuk belajar sekaligus praktek menganyam. Adapun sebagai pengajar dalam kegiatan tersebut adalah Ibu Kartini dan Ibu Aisyah.

Saat memberikan eksktrakurikuler menganyam ini, ibu Kartini dan Aisyah terlihat penuh kesabaran mengajarkan cara mengajar anyaman kepada siswa-siswi dengan harapan agar anak termotivasi dan fokus terhadap anyaman yang dibuat.

Berbagai motif atau corak yang perajin ajarkan kepada siswa-siswi seperti motif tapak catur dan motif corak sapu tangan. Koordinator Pendidikan Lingkungan, Simon Tampubolon, mengatakan, “Dukungan dari pihak sekolah dirasa sangat penting untuk kontinuitas bagi sekolah dan program Pendidikan Lingkungan. Dengan  melibatkan siswa-siswi di sekolah sebagai upaya mewarisi tradisi dan budaya lebih khusus cara menganyam tikar pandan bagi generasi penerus yang tak lain adalah anak sekolah.”

Tulisan ini dimuat di : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/620dbeef81e415769559a4e4/lestarikan-tradisi-ajak-generasi-penerus-belajar-menganyam-tikar-pandan

Pit

(Yayasan Palung)

14 Orang Relawan REBONK Angkatan Ke-11 Dilantik di Hutan Pantai Mak Bagok

Foto bersama: 14  orang anggota Relawan REBONK angkatan ke-11 yang dilantik. (Foto dok : Yayasan Palung).
Foto bersama: 14 orang anggota Relawan REBONK angkatan ke-11 yang dilantik. (Foto dok : Yayasan Palung).

Yayasan Palung bersama Relawan REBONK melakukan kegiatan pelantikan anggota baru Relawan REBONK Angkatan ke-11. Tahun ini ada 14 orang anggota Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) angkatan ke-11 yang dilantik. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari (11-13/2/ 2022) di Pantai Mak Bagok, Dusun Pasir Mayang, Desa Pampang Harapan, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Selama tiga hari berkegiatan, 14 orang anggota Relawan REBONK angkatan ke-11 dibekali dengan beberapa materi terkait lingkungan dan pengembangan diri.

Selain itu, mereka (relawan) diajak diskusi tentang isu-isu lingkungan seperti persoalan sampah, banjir dan pembukaan lahan berskala besar. Ada pun tujuan diskusi tersebut dimaksudkan untuk mengajak para relawan agar bisa memetakan masalah terkait lingkungan dan mencari solusi.   

Tidak hanya itu, anggota Relawan REBONK Angkatan ke-11 juga diajak untuk menyatu di alam karena tempat berkegiatan/pelantikan di lokasi hutan pantai (Pantai yang juga tak jauh dari sekitar hutan Peramas).   

Hari terakhir kegiatan, pelantikan anggota REBONK angkatan ke-11 dilakukan. Pelantikan dilakukan oleh panitia (Senior REBONK) yang didampingi oleh Riduwan, sebagai Pembina Relawan REBONK.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pemilihan ketua REBONK yang baru. Widia, terpilih secara aklamasi sebagai ketua REBONK Angkatan ke-11. Sebelumnya sebagai ketua  REBONK adalah Selvi febbiani.

Adapun asal sekolah dari REBONK Angkatan ke-11 berasal dari SMA 2 Sukadana, SMK 1 sukadana, SMPN 5 Sukadana dan dari SMA 3 Simpang hilir.

Selamat bergabung anggota REBONK Angkatan ke-11, semoga bisa menyebarkan virus-virus konservasi di Tanah Kayong.

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

Jumpa Kucing Merah (Catopuma badia) di Gunung Palung

Ada banyak kisah yang dijumpai oleh para peneliti ketika melakukan penelitian. Seperti misalnya Jakaria atau biasa disapa Bang Jack. Beberapa waktu lalu, ia berjumpa dengan Kucing merah (Catopuma badia) dalam bahasa Inggris Kucing Merah disebut Borneo Bay Cat.

Kucing merah (Catopuma badia), juga dikenal sebagai kucing kalimantan, kucing merah kalimantan, atau kucing batu kalimantan, adalah kucing liar endemik pulau Kalimantan yang lebih jarang ditemui dibandingkan dengan spesies kucing lain yang simpatrik, berdasarkan pada kurangnya historis serta catatan terakhir.

Video Kucing Merah, dok : Jakaria (Jack)/Yayasan Palung

Pada tahun 2002, IUCN mengklasifikasikan spesies hutan ini sebagai terancam punah karena penurunan populasi yang diperkirakan lebih dari 20% pada tahun 2020 karena hilangnya habitat.

Mengutip dari mongabay.co.id, menyebutkan, Sebagaimana namanya, kucing merah kalimantan memang hanya ada di Kalimantan. Ukuran dewasanya sekitar 50 hingga 60 sentimeter dengan panjang ekor 30 – 40 sentimeter. Beratnya sekitar 3 sampai 3,5 kilogram. Habitatnya tersebar mulai dari hutan rawa, gambut, dataran rendah, hingga perbukitan setinggi 500 meter di atas permukaan laut (m dpl). Hingga kini, belum dapat dipastikan berapa jumlah populasinya di alam liar.

John Edward Gray  adalah orang pertama yang mendeskripsikan kucing kalimantan Felis badia pada 1874 berdasarkan analisis kulit dan tengkorak yang dikumpulkannya di Serawak (1856). Awalnya, jenis ini dianggap sebagai anak kucing emas asia (Catopuma temminckii).

Namun, berdasarkan analisis morfologi dan genetika yang dilakukan pada 1992, didapatkan fakta bahwa kedua spesies ini telah dipisahkan dari satu nenek moyangnya sekitar 4,9 hingga 5,3 juta tahun lalu. Karena keduanya masih berkerabat, dalam klasifikasinya dimasukkan dalam Genus Pardofelis. Sedangkan klasifikasi kucing merah dengan nama ilmiah Catopuma badia secara luas digunakan pada 2006.

Kucing merah secara historis telah dicatat sebagai hewan langka dan saat ini kepadatan populasinya rendah bahkan di habitat aslinya.

Menurut status konservasi, Kucing merah saat ini masuk dalam status Endangered (terancam punah) daftar IUCN Red List.

Lihat juga : https://www.instagram.com/p/CZtTTOrF0vj/

—————————————

Pengelolaan Stasiun Riset Cabang Panti dilakukan oleh Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) dan dan bekerjasama dengan Yayasan Palung (YP) / Gunung Palung Orangutan Conservation Program (GPOCP). Penelitian ilmiah dilakukan oleh Universitas Nasional dan Boston University.

Video : Jakaria/Jack

Lokasi : Taman Nasional Gunung Palung (@btn_gn_palung)

(@savewildorangutans ) (@yayasan_palung )

Penulis : Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

Ternyata Ini yang Istimewa dari Orangutan

Orangutan ternyata bisa dikatakan sebagai primata yang istimewa. Istimewa karena ternyata orangutan itu spesial dibandingkan dari primata atau satwa lainnya.

Ada hal-hal mendasar yang membuat orangutan sebagai satwa istimewa, berikut beberapa diantaranya;

Pertama, Tidak hanya karena kemampuannya menjelajah hingga 1 km setiap harinya, orangutan menjadi primata berukuran besar yang bisa mendiami dan bergelantungan diatas pohon. Orangutan jantan ukuran berat tubuhnya 80-90 kg, sedangkan ukuran berat tubuh orangutan betina setengah dari ukuran jantan ( 60-70 kg).

Setiap hari orangutan selalu menjelajah hutan dan mencari dareah/wilayah untuk mencari makanan berupa buah-buah hutan yang mereka sukai. Buah-buah hutan seperti buah punak, durian teratong, nyatoh, kayu ara, nyatoh, manggis dan rambutan hutan, asam hutan, ubah, jantak, langir dan buah mempening. Pada umumnya orangutan memakan semua buah yang ada di hutan.

Ada pun aternatif makanan orangutan, umbut rotan, umbut pandan, rayap, buah liana, kulit batang kayu kempas, jelutung, jehe-jahean hutan dan daun muda.

Berdasarkan hasil penelitian di Stasiun Riset Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa); orangutan mengkonsumsi lebih dari 300 jenis tumbuhan yang terdiri dari 60% terdiri dari buah, 20% bunga, 10% daun muda dan kulit kayu serta 10% serangga (seperti rayap).

Kedua, Orangutan bisa beradaptasi dengan kondisi hutan primer dan sekunder. Orangutan setiap hari selalu membuat sarang. Biasanya orangutan bersarang di area hutan yang banyak ketersediaan buah yang merupakan pakan/makanan mereka.

Salah satu alasan orangutan selalu berpindah sarang karena mereka suka menjelajah, mendekati sumber makan dan orangutan dikenal higenis (pembersih) maka mereka selalu membuat sarang baru.

Ketiga, Orangutan termasuk satwa/primata yang cerdas. Orangutan memiliki DNA (deoxyribonucleic acid)  yang mendekati DNA manusia, 97 % DNA orangutan mirip manusia. Orangutan betina mengalami menstruasi dan mengadung 8,5 hingga 9 bulan.

Keempat, yang Paling istimewa dari orangutan adalah sebagai petani hutan. Orangutan dikenal sebagai si petani hutan karena perannya selalu menyemai hingga tumbuhnya tajuk-tajuk pepohonan sebagai keberlanjutan semua nafas kehidupan, tidak terkecuali kita manusia.

Orangutan dikatakan sebagai petani hutan karena tanpa lelah dan tidak pamrih, setiap hari ia selalu menyemai biji-bijian yang nanti disebut tajuk-tajuk pohon (pohon-pohon baru). Tidak bisa disangkal pula orangutan dan hutan sebagai nafas semua makhluk.

Tidak hanya orangutan, ada pula burung enggang atau rangkong. Si Petani hutan (enggang dan orangutan) ternyata berperan penting untuk meregenerasi (membangun kembali) hutan. Dengan kata lain orangutan dan burung enggang memainkan peran penting dalam menyediakan jasa ekosistem bagi hutan dan bentang alam kita.

Kelima, orangutan sebagai spesies payung. Keistimewaan orangutan yang mendiami pulau-pulau di Kalimantan dan Sumatera, jika boleh dikata karena orangutan disebut spesies kunci (key stone species) atau ada pula yang menyebutnya sebagai spesies payung (umbrella species). Apabila orangutan hilang/punah maka tumbuhan/hewan lainnya akan mengikuti pada ekosistem hutan hujan.

Selain itu, orangutan Kalimantan dan Sumatera adalah satwa (primata) yang sangat dilindungi, selain juga merupakan salah satu kera besar di Asia, namun keberadaannya sangat terancam punah di habitatnya saat ini.

Orangutan masuk dalam daftar satwa yang sangat dilindungi (Critically Endangered/CR) menurut UU no. 5 tahun 1990 dan menurut daftar International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) Red List.

Keistimewaan orangutan ini sebagai tanda dan pengingat bagi kita bahwa Yang Kuasa menitipkan kepada kita untuk selalu padu serasi (harmoni) dengan semua makhluk hidup lainnya sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan selamanya. Berharap orangutan sebagai satwa/primata yang istimewa dan sangat dilindungi ini bersama tajuk-tajuk pepohonan (hutan) bisa lestari hingga nanti oleh karena adanya kepedulian dari semua kita. Semoga saja…

Tulisan ini dimuat di : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/6200b47cbb448615bc1814c2/ini-yang-istimewa-dari-orangutan 

Tulisan : Diolah dari berbagai sumber dan data Yayasan Palung.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Yuk Kunjungi Galeri HHBK Yayasan Palung

Saat ini Yayasan Palung memiliki Galeri Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Galeri tersebut menampung berbagai macam hasil karya kerajinan para perajin binaan di Kantor Yayasan Palung Bentangor Education Center di Desa Pampang Harapan, Kabupaten Kayong Utara.

Program Sustainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) Yayasan Palung melakukan pendampingan/membina para perajin melalui pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Palung, salah satunya melalui hhbk.

Adapun kegiatan utama dari Program SL salah satunya seperti pendampingan dalam mengolah hasil hutan bukan kayu (HHBK).

Produk-produk hhbk ini merupakan hasil dari kreasi tangan-tangan terampil para perajin dari kelompok binaan Yayasan Palung yang ada di Kabupaten Kayong Utara.

Beberapa produk kerajinan hhbk tersebut adalah seperti tikar pandan, lekar, bakul, tanjak, kipas dan beberapa anyaman yang dapat digunakan sebagai aksesoris. Produk-produk hhbk ini bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau di galeri ini.

Selain itu, di galeri ini juga tersedia berbagai macam panganan lokal seperti keripik singkong, keripik keladi, masekat yang bahan bakunya dari kelapa, kripik pisang. Yuk bagi berminat kunjungi Galeri HHBK Yayasan Palung.

Baca juga : https://www.instagram.com/p/CZggWGMr8Ck/

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)