
Banyak data menyebutkan trenggiling memakan atau melahap 200 ribu semut setiap harinya. Jadi, bila setiap harinya Manis javanica (Trenggiling) harus makan 200.000 semut, maka dalam satu tahun dipastikan lebih dari 7 juta semut dimakan.
Semut merupakan makanan pokok dari mamalia yang biasanya aktif di malam hari tersebut. Biasanya si manis atau trenggiling menggunakan lidahnya yang panjang untuk memakan semut. Tidak hanya semut, tetapi juga trenggiling memakan rayap.
Karena semut sebagai makanan pokoknya, hampir dipastikan Si Manis mencari semut di sekitaran hutan yang masih baik. Mengingat, hutan yang baik masih terdapat banyak semut hutan. Demikian pula dengan serangga dan rayap.
Sayangnya saat ini, keberadaan trenggiling di habitat aslinya berupa hutan tropis di Indonesia kian berkurang menyebabkan trenggiling semakin sulit dijumpai saat ini. Hutan Kalimantan ataupun juga di Sumatera dan Jawa, begitu juga mungkin di wilayah lainnya di luar Indonesia yang terdapat hewan ini mengalami nasib yang serupa.
Dari data IUCN (International Union for Conservation of Nature) memasukkan trenggiling dalam daftar sangat terancam punah/kritis di habitatnya (Critically Endangered-CR) dan pemerintah Indonesia menetapkan hewan ini sebagai hewan yang dilindungi oleh Undang-undang No. 5 tahun 1990 Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Dalam UU tersebut secara jelas melarang siapa untuk memelihara dan memperjualbelikan satwa dilindungi. Bagi yang melanggar ketentuan akan dipidana penjara 5 tahun dan denda 100 juta rupiah.
Pit
(Yayasan Palung)

Bumi engkau satu kesatuan yang tak terpisahkan dari cerita kehidupan
Satu kesatuan bagi sebagian besar makhluk
Jangan sampai terpisah karena resah atau congkaknya kita
Tak salah kiranya, bumi adalah ibu sekaligus rumah yang nasibnya tak jarang terabaikan
Bumi memberi, makhluk menerima
Ia memberi tanpa pamrih
Kita yang acap kali congkak karena sering berkuasa atas semesta dan bumi ini
Lihat, betapa sering kita melukai, mengambil, merusak isi bumi
Tak mengeluh, tapi lihat isi bumi ini kini
Derai tangis karena adanya bencana sejatinya itu yang harus dicerna
Dalih alam tak bersahabat, bumi tak seperti dulu, itu kata-kata yang sering terdengar
Benarkah demikian adanya? Ada yang tak terlihat namun itu ada terasa
Bumi menghangat, es mencair, hutan meranggas rebah tak berdaya, perut bumi di keruk
Itu realita, bukan cerita dongeng semata
Bumi semakin tua renta seolah menanti asa kepada semua kita
Lirih suara akar rumput kalah bergema dengan deru mesin
Titah Sang Kuasa kepada kita semua agar boleh kiranya harmoni
Harmoni yang tak lagi pongah pada tinggi hati dan ego semata, tapi ingat mimpi yang harus nyata
Mimpi yang nyata itu tak lain adalah bumi yang mampu terpilihara dengan baik oleh kita semua
Jangan lagi membuat bumi ini menangis karena kita, tetapi biarkan ia lestari hingga nanti
Tulisan tentang puisi ini sebelumnya dimuat di : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/62624ae8ef62f6676f5c28f2/bumi
Ketapang, Kalbar 22 April 2022
Petrus Kanisius
(Yayasan Palung)

Tidak sedikit cara-cara sederhana investasi yang bisa kita lakukan untuk peduli pada planet bumi yang siapa saja bisa melakukannya;
Pertama, Yuk hemat air, tidak buang-buang air (boros) saat mandi. Matikan kran air jika tidak digunakan.
Kedua, kita bisa melakukan hemat energi, tidak jarang kita lupa atau sengaja lupa mematikan lampu di kamar, di ruang tamu atau di kamar kecil. Nah, mulai sekarang yuk, matikan lampu-lampu yang kiranya jika tidak diperlukan.
Ketiga, boleh kiranya, kita semua untuk mulai saat ini mengurangi atau tidak memakai menggunakan plastik dan mulai beralih lah dengan tas kain saat berbelanja. Gunakan tempat/wadah yang bisa dipakai berulang-ulang.
Atau dengan kata lain kita dianjurkan untuk menerapkan 3 R ; Reduce, Reuse, Recycle (Kurangi, Gunakan Kembali, Daur Ulang) dalam tatanan kehidupan kita sehari-hari.
Tidak hanya itu, investasi sederhana yang bisa dilakukan untuk planet bumi ini, yuk tumbuhkan kepedulian/peduli pada lingkungan sekitar (sekeliling) kita seperti peduli dengan persoalan sampah. Kita bisa lakukan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Menanam tanaman sebagai perindangan, tanaman buah yang bisa menjadi sumber makanan manusia atau pakan satwa.
Berharap kita semua boleh peduli pada nasib bumi ini, dengan demikian ibu bumi masih mampu menopang, menjaga dan memberi manfaat hingga selama-lamanya bagi semua napas kehidupan.
Sebagai pengingat, bumi ini adalah ibu kita semua (ibu bumi) yang usianya semakin tua. Yuk kita sama-sama berinvestasi untuk peduli dan merawat ibu bumi dengan cara-cara sederhana yang kita miliki.
Selamat hari bumi tahun 2022
Petrus Kanisius
(Yayasan Palung)

Setiap tanggal 22 April penduduk dunia selalu memperingati hari bumi sebagai pengingat dan perlunya peran serta masyarakat yang mendiami bumi ini agar bisa dan boleh peduli pada nasib bumi ini.
Adapun tema Hari Bumi Sedunia tahun 2022 adalah “Invest In Our Planet” atau “Berinvestasi di Planet Kita”.
Gerakan Hari Bumi Sedunia pertama kali dilakukan pada tanggal 22 April 1970 itu, tentu menjadi sebuah harapan agar setiap insan manusia boleh kiranya peduli pada nasib bumi ini.
Serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka hari bumi 2022 oleh Yayasan Palung (YP) bersama dengan Relawan RK-TAJAM, REBONK, Simpang Keramat Kids dan Bentangor Kids mengadakan berbagai kegiatan.
Berikut rangkaian kegiatan Hari Bumi 2022 yang dilakukan :
Seperti misalnya, Simpang Keramat Kids melakukan kegiatan Hari Bumi dan Buka Puasa Bersama kegiatan telah dilakukan pada tanggal 13 April 2022 kemarin.
Materi yang disampaikan tentang Hari Bumi. Mengapa ada perayaan hari bumi? Bagimana kondisi bumi yang baik dan kondisi bumi yang sudah rusak? Apa saja penyebab kerusakan bumi? Apa saja yang kita lakukan untuk menjaga bumi? Apa manfaatnya menjaga bumi? Selain itu kami juga memutarkan video-video tentang lingkungan. Di setiap pemutaran satu video diminta peserta untuk menceritakan ulang video yang ditonton, apa saja pesan yang didapatkan dari video tersebut. Cara ini sebagai langkah agar anak usia dini memiliki kecintaan dan kepedulian kepada bumi dan lingkungan.
Selanjutnya, pada tanggal 21 April 2022, Bentangor Kids mengadakan serupa seperti yang dilakukan pada kelompok Simpang Keramat Kid, Kegiatan yang disampaikanseperti materi tentang hari bumi, dengan memberikan pengetahuan Mengapa ada perayaan hari bumi? Bagimana kondisi bumi yang baik dan kondisi bumi yang sudah rusak? Apa saja penyebab kerusakan bumi? Apa saja yang kita lakukan untuk menjaga bumi? Apa manfaatnya menjaga bumi? Selain itu kami juga memutarkan video-video tentang lingkungan. Di setiap pemutaran satu video diminta peserta untuk menceritakan ulang video yang ditonton, apa saja pesan yang didapatkan dari video tersebut. Dengan harapan ini sebagai mereka cinta lingkungan dan bumi ini. Setelah materi dilanjutkan dengn buka puasa bersama.
Selain itu, RK-TAJAM akan merayakan hari Bumi dengan kreasi Ecoprint, pembagian bibit pohon gratis dan Buka puasa bersama yang akan diadakan pada tanggal 22 April 2022.
Sedangkan, REBONK akan merayakan hari Bumi pada Sabtu 23 April 2022. Kegiatan meliputi bukber dan membuat pesan kampanye kemudian foto bersama.
Selamat hari bumi tahun 2022
Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Sejatinya kita menyadari bahwa saat ini ketersediaan lahan pertanian dan area berhutan semakin sedikit. Hal tersebut seharusnya menuntut kita agar lebih kreatif dalam hal pengelolaan lahan. Namun sangat disayangkan ternyata masih banyak yang belum dapat mengelola lahan secara optimal padahal dalam pertanian terdapat beberapa sistem yang dapat kita terapkan. Masing-masing sistem tentukan sesuai dengan tujuannya. Salah satu sistem tersebut adalah Agrosilvopastura. Istilah agrosilvopastura sudah sering didengar oleh banyak orang namun tidak banyak orang memahami sistem pengelolaan lahan tersebut. Agrosilvopastura merupakan sebuah sistem pengelolaan suatu lahan dengan cara mengkombinasikan komponen pertanian, kehutanan dan peternakan. Sistem ini bertujuan untuk memperoleh nilai ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan.
Pemanasan global saat ini menjadi isu yang semakin hangat mengingat tingginya intensitas kegiatan manusia diberbagai sektor. Pertanian merupakan salah satu sektor penyumbang emisi gas rumah kaca di bumi akibat pengelolaan lahan yang kurang memperhatikan aspek lingkungan. Oleh sebab itu suatu sistem pertanian terpadu penting dilakukan dalam upaya mitigasi emisi gas rumah kaca. Kontribusi masyarakat yang berkecimpung dibidang pertanian dalam hal memerangi perubahan iklim sangat diperlukan melalui penerapan sistem pengelolaan lahan yang tepat.
Sistem pengelolaan lahan yang dapat dijadikan contoh berupa agrosilvopastura yang memadukan komponen pertanian (tanaman lada), kehutanan (gamal dan sengon), dan peternakan (kambing). Kombinasi komponen tersebut sesungguhnya sudah kerap dilakukan oleh masyarakat di Kalimantan Barat bagian Utara khususnya di Kabupaten Bengkayang dan Sambas. Melalui sistem tersebut, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi mengingat pendapatan yang diperoleh bukan hanya dari penjuaan biji lada melainkan dari penjualan ternak kambing dan pupuk organik. Penjelasan terkait komponen yang dikombinasikan dalam sistem tersebut dapat disimak dalam pemaparan berikut.
Lada (Piper nigrum)

Lada (Piper nigrum) atau yang pada umumnya dikenal dengan sebutan sahang merupakan tanaman pertanian yang tumbuh merambat. Lada sangat cocok tumbuh di dataran rendah. Tanaman yang menjadi salah satu komoditas unggul di Kalimantan Barat ini sangat mirip dengan tumbuhan sirih. Setelah ditelusuri ternyata kedua tanaman merambat ini berasal dari genus yang sama yaitu Piper. Pada dasarnya lada tumbuh merambat di atas permukaan tanah maupun pohon. Namun dalam praktik pertanian lada ditanam dengan menggunakan tajar (tiang rambat) untuk menopang pertumbuhan. Tajar untuk lada sendiri terdiri dari tajar mati dan tajar hidup. Tajar mati biasaya dibuat dari potongan kayu yang kuat dan mampu bertahan lama contohnya kayu dari pohon ulin (Eusideroxylon zwageri). Sedangkan tajar hidup umumnya menggunakan tumbuhan gamal (Gliricidia sepium) dan simpur (Dillenia sp).
Tanaman lada dapat memproduksi buah ketika berumur 2,5 hingga 3 tahun setelah masa tanam dimana masa panen raya pada umumnya satu kali dalam satu tahun. Tanaman merambat tersebut dapat memproduksi lada putih ± 1,5 Kg per tanaman. Umur tanaman lada produktif dapat mencapai 10 hingga 15 tahun tergantung perawatan. Pemasaran produk tanaman lada berupa lada putih dan hitam terbilang cukup mudah mengingat hingga sekarang produk tersebut masih sangat diburu oleh para tengkulak/pembeli. Saat ini harga biji lada putih berkisar antara Rp. 70.000 – Rp. 80.000 per Kg. sedangkan lada hitam berkisar Rp. 35.000 – Rp. 40.000.
Gamal (Gliricidia sepium)

Gamal (Gliricidia sepium) merupakan tumbuhan leguminosa yang memiliki kemampuan menambat nitrogen. Tumbuhan ini sangat mudah tumbuh di daerah tropis bahkan pada tanah yang kekurangan unsur hara. Pada beberapa daerah, gamal dimanfaatkan sebagai tajar (tiang) tanaman lada.
Selanjutnya, tumbuhan leguminosa ini juga bermanfaat sebagai pakan ternak ruminansia (kambing). Lebih jauh lagi gamal memiliki peran yang cukup penting bagi pertumbuhan tanaman lada mengingat tumbuhan dari famili Fabaceae ini merupakan pengikat nitrogen yang baik. Pada saat musim kering, gamal dapat menjadi sumber air bagi tanaman lada.
Sengon (Albizia sp)

Tanaman kehutanan ini tergolong kedalam famili Fabaceae. Sengon termasuk jenis yang bersifat cepat tumbuh (fast growing). Dalam praktik pertanian, sengon sering dijadikan sebagai tanaman kehutanan yang dikombinasikan dengan tanaman lada. Tujuan penanaman sengon yakni sebagai naungan bagi tanaman lada. Daun sengon yang gugur mampu menekan laju pertumbuhan gulma. Cabang dan ranting pohon yang jatuh di atas permukaan tanah dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Selain itu, Munawar & Wiryono (2014) menyebutkan bahwa pohon sengon berumur empat tahun yang ditanam pada lahan pasca tambang mampu menyimpan 10,35 Kg C/pohon. Artinya tanaman sengon memiliki andil dalam hal mitigasi emisi gas rumah kaca. Selain mampu penyerap dan penyimpan karbon, sengon juga memiliki manfaat tidak langsung lainnya yaitu sebagai penghasil oksigen yang merupakan hasil dari proses fotosintesis. Lebih lanjut lagi, tanaman leguminosa ini mampu bersimbiosis dengan bakteri penambat nitrogen. Nitrogen yang dihasilkan dari simbiosis tersebut selanjutnya akan ditransfer ke tanaman lada untuk menunjang pertumbuhan vegetatif.
Kambing

Kambing adalah hewan ternak yang tergolong herbivora. Lazimnya hewan ini sangat suka memakan berbagai jenis tumbuhan tak terkecuali tumbuhan gamal. Tumbuhan leguminosa tersebut mengandung protein yang tentunya bermanfaat bagi tubuh hewan ternak. Jika diamati, kambing cenderung lebih suka memakan bagian kulit dan daun muda dari tumbuhan tersebut. Selanjutnya, daun gamal yang dikonsumsi oleh kambing dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berupa kotoran atau feses yang telah bercampur urin. Pupuk organik tersebut nantinya dapat diaplikasikan secara langsung ke tanaman lada sebagai nutrisi untuk menunjang pertumbuhan. Pupuk organik berperan penting dalam hal memperbaiki struktur tanah. Disisi lain, hewan pemamah ini memliliki nilai ekonomi mengingat kebutuhan akan daging hewan dikalangan masyarakat cukup tinggi. Saat ini hewan ternak tersebut memiliki harga jual dalam kondisi hidup sekitar Rp 60.000 – Rp 80.000 per Kg. Hal tersebut tentunya akan menjadi dorongan tersendiri bagi masyarakat untuk terus berternak kambing dengan memanfaatkan ketersediaan pakan yang terjangkau.
Penerapan sistem agrosilvopastura sangat efektif pada lahan pertanian. Pengelolaan suatu lahan secara tepat dapat memberikan manfaat secara ekonomis maupun ekologis. Komoditas yang dibudidayakan harus ditentukan berdasarkan kebutuhan. Dampak lingkungan dari suatu kegiatan pengelolaan lahan menjadi aspek penting sehingga suatu sistem yang diterapkan juga perlu memperhatikan aspek ekologis. Oleh sebab itu, mari menjaga kelestarian lingkungan dengan cara menerapkan sistem pengelolaan lahan yang bermanfaat bagi kita dan lingkungan sekitar.
Robi Kasianus-Yayasan Palung

Apa jadinya makhluk hidup jika tidak ada bumi. Seperti diketahui, tidak sedikit guna (manfaat) bumi bagi semua makhluk hidup, walaupun saat ini kondisi bumi sedang tidak baik-baik saja adanya.
Ada yang mengatakan bahwa bumi merupakan planet yang sempurna untuk hidup dan kehidupan. Lalu, apa saja guna bumi bagi makhluk hidup?
Ibarat rumah, bumi menjadi tempat hidup dan berkembang biak bagi sebagian besar makhluk hidup.
Satu kesatuan makhluk hidup yang bisa mendiami bumi ini karena bumi menjadi satu-satunya planet yang layak untuk kehidupan sebagian besar makhluk hidup.
Isi dari bumi ini berupa kehidupaaan (makhluk) bernapas atau bernyawa, ada pula yang tak bernyawa memiliki peranan penting dan fungsi masing-masing (satu kesatuan yang tak terpisahkan dan saling melengkapi).
Makhluk bernyawa dan tak bernyawa, menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi satu sama lainnya di bumi ini. Bumi seperti ibu, ia sebagai pelindung, pemilihara, penjaga dan sumber kehidupan bagi semua napas kehidupan. Dengan harapan pun sama, kita sebagai manusia boleh kiranya pun boleh sebagai pemilihara bagi ibu bumi.
Planet bumi menjadi tempat yang layak untuk tempat hidup (kehidupan) makhluk hidup diantaranya karena bumi banyak mengandung air dan asam amino. Adanya air dan asam amino memungkinkan semua makhluk hidup bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik.
Selain itu, tentu saja di bumi adanya oksigen yang mencukupi, memungkinkan bagi makhluk hidup untuk bernapas. Oksigen merupakan unsur terpenting bagi kita makhluk hidup, apa jadinya bila di muka bumi ini tidak ada oksigen.
Bumi menjadi ruang gerak dan tumbuh kembang semua makhluk hidup untuk berkembang biak dan beroleh sumber hidup. Adanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi ini menjadi satu yang sangat berharga bagi hewan dan manusia, dari tumbuhan-tumbuhan lah manusia dan hewan beroleh makanan.
Demikian juga dari lautan, manusia dan burung-burung bisa beroleh makan. Mengingat lautan dengan keanekaragaman haayatinya menyediakan kekayaan biota laut hingga membuat nyaman bagi keberlangsungan hidup bagi ribuan jenis ikan dan ratusan jenis rumput laut dan hampir seribuan terumbu karang menjadi satu kesatuan makhluk hidup untuk terus berkembang biak dan berlanjut.
Usia bumi boleh saja renta, tetapi sisa-sisa dari apa yang tersisa seperti tumbuhan, hewan dan hutan serta biota laut yang ada ini boleh kiranya berlanjut hingga nanti dengan cara-cara sederhana yang kita miliki untuk berinvestasi pada planet bumi ini.
Tidak sedikit cara-cara sederhana investasi yang bisa kita lakukan untuk peduli pada planet bumi yang siapa saja bisa melakukannya;
Pertama, Yuk hemat air, tidak buang-buang air (boros) saat mandi atau matikan kran air jika tidak digunakan.
Kedua, kita bisa melakukan hemat energi, tidak jarang kita lupa atau sengaja lupa mematikan lampu di kamar, di ruang tamu atau di kamar kecil. Nah, mulai sekarang yuk, matikan lampu-lampu yang kiranya jika tidak diperlukan.
Ketiga, boleh kiranya, kita semua untuk mulai saat ini mengurangi atau tidak memakai menggunakan plastik dan mulai beralih lah dengan tas kain saat berbelanja. Gunakan tempat/wadah yang bisa dipakai berulang-ulang.
Atau dengan kata lain kita dianjurkan untuk menerapkan 3 R ; Reduce, Reuse, Recycle (Kurangi, Gunakan Kembali, Daur Ulang) dalam tatanan kehidupan kita sehari-hari.
Tidak hanya itu, investasi sederhana yang bisa dilakukan untuk planet bumi ini, yuk tumbuhkan kepedulian/peduli pada lingkungan sekitar (sekeliling) kita seperti peduli dengan persoalan sampah. Kita bisa lakukan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Menanam tanaman sebagai perindangan, tanaman buah yang bisa menjadi sumber makanan manusia atau pakan satwa.
Berharap kita semua boleh peduli pada nasib bumi ini, dengan demikian ibu bumi masih mampu menopang, menjaga dan memberi manfaat hingga selama-lamanya bagi semua napas kehidupan.
Mengapa kita perlu peduli pada nasib bumi?
Setiap tanggal 22 April penduduk dunia selalu memperingati hari bumi sebagai pengingat dan perlunya peran serta masyarakat yang mendiami bumi ini agar bisa dan boleh peduli pada nasib bumi ini.
Adapun tema Hari Bumi Sedunia tahun 2022 adalah “Invest In Our Planet” atau “Berinvestasi di Planet Kita”.
Sejatinya gerakan Hari Bumi Sedunia pertama kali dilakukan pada tanggal 22 April 1970 itu, tentu menjadi sebuah harapan agar setiap insan manusia boleh kiranya peduli pada nasib bumi ini.
Serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka hari bumi 2022 oleh Yayasan Palung bersama dengan Relawan RK-TAJAM, REBONK, Simpang Keramat Kids dan Bentangor Kids mengadakan berbagai kegiatan.
Rangkaian kegiatan Hari Bumi 2022 yang dilakukan :
Seperti misalnya, Simpang Keramat Kids melakukan kegiatan Hari Bumi dan Buka Puasa Bersama kegiatan telah dilakukan pada tanggal 13 April 2022 kemarin.
Materi yang disampaikan tentang Hari Bumi. Mengapa ada perayaan hari bumi? Bagimana kondisi bumi yang baik dan kondisi bumi yang sudah rusak? Apa saja penyebab kerusakan bumi? Apa saja yang kita lakukan untuk menjaga bumi? Apa manfaatnya menjaga bumi? Selain itu kami juga memutarkan video-video tentang lingkungan. Di setiap pemutaran satu video diminta peserta untuk menceritakan ulang video yang ditonton, apa saja pesan yang didapatkan dari video tersebut.
Selanjutnya, pada tanggal 21 April 2022, Bentangor Kids rencananya akan mengadakan kegiatan buka puasa bersama dan membuat pesan kampanye.
Selain itu, RK-TAJAM akan merayakan hari Bumi dengan kreasi Ecoprint, pembagian bibit pohon gratis dan Buka puasa bersama yang akan diadakan pada tanggal 22 April 2022.
Sedangkan, REBONK merayakan hari Bumi pada Sabtu 23 april 2022. Kegiatan meliputi bukber dan membuat pesan kampanye kemudian foto bersama.
Selamat hari bumi tahun 2022
Petrus Kanisius
(Yayasan Palung)

Yayasan Palung (YP) bekerjasama dengan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Mengadakan sosialisasi untuk rencana relokasi orangutan di Kawasan Hutan Lindung Sungai Paduan, tepatnya di Hutan Desa Nipah Kuning yang merupakan binaan Yayasan Palung, Senin sore (11/4/2022) bertempat di Gedung Sebaguna Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.
Setelah sebelumnya, YP dan YIARI juga telah berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kayong untuk menentukan lokasi karena KPH sebagai pemilik wilayah.
Erik Sulidra, Manager Program Perlindungan dan Penyelamatan Satwa, mengatakan, “Pada kegiatan Sosialisasi sekaligus silaturahmi tersebut, YP dan YIARI mengundang perwakilan para pihak dengan maksud sebelum dilakukannya kegiatan Translokasi/Pemindahan orangutan menuju wilayah Hutan Lindung (HL) Sungai Paduan, kami akan melakukan solialisasi terkait sosisalisasi mengenai kegiatan translokasi ini”.
Lebih lanjut menurut Erik Sapaan akrabnya mengatakan, Hasil dari kegiatan sosialisasi ini diharapkan agar masyarakat di sekitaran HL Sungai Paduan dapat mengetahui terkait Konservasi orangutan dan proses kegiatan rescue (penyelamatan) yang dilakukan untuk orangutan.






Foto-foto kegiatan Sosialisasi Rencana Relokasi Orangutan di Kawasan Hutan Desa. Foto dok : Andre (YP) dan Muhadi (YIARI).
Seperti diketahui, sosialisasi yang dilakukan ini sangat perlu dilakukan karena pada tanggal 17 Februari 2022 lalu, tim Rescue YIARI bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah 1 Resort Sukadana telah berhasil menyelamatkan satu individu orangutan jantan remaja di Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara yang kemudian diberi nama “Kumbang” sesuai dengan lokasi ditemukannya orangutan. Ketika diselamatkan Kumbang terkena jerat babi di bagian lengan kirinya dan dibawa ke PPKO YIARI untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Berkaitan dengan hal tersebut, Kumbang saat ini telah selesai pada tahap penyembuhan dan siap untuk dilepasliarkan kembali.
Terkait tempat pelepasliaran orangutan yang telah diselamatkan, tim YIARI telah berkoordinasi dengan pihak Yayasan Palung (YP) dikarenakan YP mempunyai Hutan Desa binaan yang ada di sekitar tempat orangutan diselamatkan. Dan diperkirakan orangutan tersebut berasal dari kawasan hutan lindung tersebut. Hutan Desa Nipah Kuning yang termasuk dalam wilayah HL Sungai Paduan, Desa Nipah Kuning, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara adalah lokasi yang dianggap cocok sebagai lokasi relokasi orangutan. Hal ini berdasarkan dari hasil survei habitat yang telah dilakukan oleh YP pada tahun 2021.
Adapun para pihak yang diundang dalam kegiatan itu merupakan perwakilan dari 4 Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) yang berada dalam satu hamparan Hutan Lindung Sungai Paduan. Perwakilan LPHD yang diundang tersebut antara lain adalah LPHD Pemangkat, LPHD Nipah Kuning, LPHD Padu Banjar dan LPHD Pulau Kumbang.
Dalam sosialisasi itu juga dihadiri pula oleh Kades Pulau Kumbang, Kapospol Pulau Kumbang, Kepala KPH Kayong dan perwakilan dari BKSDA Wilayah 1 Ketapang.
Berharap dengan adanya sosilisasi ini semua pihak bisa lebih peduli dengan nasib orangutan dan habitatnya.
Tulisan ini juga dimuat di : https://kumparan.com/petrus-kanisius/yp-dan-yiari-adakan-sosialisasi-rencana-relokasi-orangutan-di-kawasan-hutan-desa-1xsG4tsfh6l
Petrus Kanisius
(Yayasan Palung)

Kamis (7/4/ 2022) pekan lalu, Yayasan Palung bersama Relawan REBONK melakukan siaran radio di Radio Kayong Utara (RKU 101, 5 FM). Tema yang diambil kali ini adalah “Tetap Produktif Walaupun di Bulan Suci Ramadhan”.
Saat ini kita memasuki bulan suci Ramadhan dimana para umat muslim melakukan puasa penuh selama satu bulan. Saat siaran radio berlangsung Riduwan (Yayasan Palung) dan Nurman (Relawan REBONK) menyampaikan beberapa tips agar tetap produktif saat berada di bulan suci ramadhan.

Adapun beberapa tips yang dapat dilakukan seperti memakan makanan yang kaya akan protein dan vitamin C, menghindari makanan yang dapat menimbulkan penyakit tertentu seperti makanan bersantan berlebihan dapat menimbulkan asam urat, minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka puasa agar tidak terjadi dehidrasi, mengurangi aktivitas yang sekiranya tidak penting, berolahraga disore hari dengan cara rileks dan santai, terakhir mengurangi penggunaan sampah plastik saat membeli kebutuhan buka puasa dipasar dengan cara membawa tempat sendiri dari rumah. Dengan beberapa tips di atas mungkin bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Walaupun sedang menjalankan ibadah puasa namun kiranya kita harus tetap produktif serta tetap menjaga lingkungan.

Yayasan Palung dan juga Relawan REBONK mengucapkan selamat menjalankan ibadah bulan suci ramadhan 1443 Hijriah. Semoga di bulan suci ini kita dapat saling memaafkan sesama serta dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan damai.
Narasi : Riduwan-Yayasan Palung

Ya, view (pemandangan) menarik terkadang bisa menjadi pilihan sebagai obat penawar dan bisa menjadi penenang (menenangkan) jiwa karena keindahannya.
Seperti misalnya, Hutan Desa binaan Yayasan Palung itu berada di Hutan Desa (HD) Padu Banjar di wilayah Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat pun menawarkan keindahan yang memanjakan mata.
Pemandangan menarik itu tentu saja karena keindahan hutannya yang masih terlihat rimbun nan hijau dan sungai-sungai yang berada di sekitarnya.
Menariknya lagi, menurut cerita masyarakat setempat, di bagian timur wilayah HD ini ada tiga (3) sungai yang masyarakat setempat menyebutnya Sungai Cabang Tiga yang saling terhubung.
Lihat juga video di Instagram :
Adapun nama-nama dari Sungai Cabang Tiga itu antara lain adalah :
Pertama, Sungai Nasir sungai lurus. Disebut Sungai Nasir karena orang pertama yang menemukan sungai itu bernama Nasir.
Kedua, Sungai Meranti sungai sebelah kiri. Disebut Sungai meranti karena dulunya di wilayah itu banyak pohon meranti.
Ketiga, Sungai Purang Sungai sebelah kanan. Disebut purang di wilayah itu diperkirakan banyak kayu purang.
Di ujung Timur Hutan Desa Padu Banjar juga terdapat Sungai Rawa Gambut yang menjadi habitat (rumah) yang nyaman bagi ikan, buaya muara dan beberapa burung air.
Seperti diketahui, luas Hutan Desa Padu Banjar kurang lebih 2.883 Ha.
Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Hutan semestinya satu itu yang aku tahu
Kini andai boleh lagi menyatu
Peduli itu kata yang ku tahu, tapi aku hanya benalu
Aku (kita manusia) sekarang benalu, benalu yang selalu menjadi parasit dari waktu ke waktu
Lihatlah, hutan yang tak lagi mampu kuat menopang
Kering kerontang yang tak jarang menjadi bomerang
Gaduh mengaduh tak ubah seperti perang
Lihatlah hutan diserang, diterjang dan semakin sulit diperjuang
Hutan dan aku semestinya satu, bukan rebah tak berdaya tetapi kokoh berdiri
Kita sebagai bagian dari satu kesatuan hutan selalu punya mimpi
Menjadi hutan berarti menjadi payung dan penopang yang harus lestari
Hingga kini yang ku tahu dari dulu adalah kata untuk selalu harmoni
Hutan, kita dan satwa, itu yang katanya harus satu dan harmoni selalu
Mengapa hingga kini tak sedikit yang megeluh dan mengadu
Mengadu tentang riuh hutan dan satwa yang menangis sendu
Ruang rindu hutan yang kokoh tersisa tak lagi mampu
Hutan dan kita sama-sama terjepit dalam sunyi sepi tanpa banyak yang peduli
Congkak mulut dan tangan-tangan tak terlihat berteriak, bersorak selalu mengintai
Nada-nada bijaksana berganti fatamorgana yang mengintai
Menanti pongah serapah, seingatku hutan dan kita sama tidak sedang baik-baik saja kini
Puisi ini juga dimuat di : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/6253dbbe3794d170b22bbc32/hutan-dan-aku-bersorak-menanti-asa
Ketapang, Kalbar, 11 April 2022
Petrus Kanisius-Yayasan Palung