Ini Fakta Tumbuhan Liana yang Banyak Memberikan Manfaat Bagi Satwa

Tumbuhan Liana. (Foto : Yayasan Palung).

Tumbuhan ini jika boleh dikata adalah tumbuhan pemanjat (merambat pada pohon), mungkin itu kata yang cocok untuk dikatakan kepada tumbuhan liana. Liana banyak memberikan manfaat bagi satwa.

Ia bukan pohon, tetapi tumbuhan. Hidup menempel (menumpang) serta menjalar pada pohon sebagai penopangnya untuk mendapakan cahaya matahari. Tumbuhan liana bukan tumbuhan parasit (tumbuhan yang merugikan tumbuhan lain) seperti ficus sp (kayu ara) misalnya.

Menariknya, tumbuhan liana ternyata banyak memberikan manfaat bagi satwa. Seperti misalnya akar liana yang menjalar atau menggantung bisa menjadi arena bermain bagi satwa dan buah dari liana menjadi makanan favorit satwa.

Tidak hanya buah, tetapi satwa seperti orangutan sangat suka memakan daun muda dan kulit dari liana. Untuk buah, orangutan sangat senang memakan buah liana jenis Willugbeia sp. (buah jantak) karena rasanya manis.

Beberapa satwa seperti monyet ekor panjang, kelempiau, kelasi dan orangutan diketahui sangat menyukai tumbuhan liana sebagai makanan. Selain liana dari jenis akar kuning ada jenis lainnya yang dimanfaatkan oleh binatang disana seperti, tapal kaki kuda (Bahuinia sp), cakar elang/pancingan (Uncaria sp), Combretum sp, dan lain-lain.

Seperti diketahui, kelimpahan liana di Stasius Riset Cabang Panti (SRCP) di Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) sangat padat baik dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Diketahui pula, keberadaan tumbuhan liana sebagai penanda (ciri khas) bahwa hutan di Indonesia merupakan hutan hujan tropis.

Baca juga :

Tumbuhan liana merupakan tumbuhan yang memiliki batang yang keras namun untuk mendapatkan cahaya matahari untuk berfotosintesis (proses pertukaran CO2 dan O2), liana membutuhkan tumbuhan lain seperti pohon. Akar liana berbeda dengan Ficus sp.   Organ tubuhnya menempel pada pohon.

Berharap, tumbuhan liana yang ada ini harus tetap terjaga kelestariannya, karena tumbuhan liana sangat banyak manfaatnya terutama untuk satwa (primata).

Penulis : Petrus Kanisius

Editor : Dwi Yandhi F.

(Yayasan Palung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: