Aku Lutung Merah, Rumahku di Rimba

foto-kelasi-di-tngp-rizal-alqadrie
Kelasi yag tinggal di hutan Gunung Palung. Foto Rizal Alqadrie

Haii… aku lutung merah, karena rambutku berwarna merah. Rimba raya atau hutan adalah rumahku. Tertawaku lebar dan sedikit nyaring, demikian aku dikatakan oleh banyak orang.

Aku tertawa katanya sich mirip tertawanya manusia. kak… kak… kak… kak… kak… kak… Berulang-ulang biasanya aku tertawa.

O iya, aku tinggal selalu beramai-ramai. Dengan beramai-ramai  atau berkelompok aku bisa dengan leluasa mencari makan dan bermain di rimba. Rimba tidak lain ialah hutan. Dalam satu  kelompokku biasanya kami berjumlah 8 ekor.

Biasanya juga, kami dipimpin oleh pejantan dewasa.  Aku memiliki ekor yang panjang lho, maka aku disebut kelompok monyet atau orang mengenalku lutung merah.

Makanan kesukaanku buah-buahan dan pucuk daun. Saban waktu dari pagi hingga menjelang senja aku menjelajah hutan untuk mengisi perutku ketika aku lapar dan saat aku ingin bermain dengan teman-temanku.

Kini, kami hidup semakin tidak aman dan tidak tentram. Kami sering diusir, diburu hingga ada yang tega membunuh kami.

Tidak hanya itu, rumah kami berupa hutan juga sudah semakin sedikit. Aku dan teman-temanku semakin terhimpit di tempat asal kami berdiam. Keberadaan kami di hutan Kalimantan memang belum terancam punah, tetapi kami dalam bahaya. Jumlah kami mungkin sedikit lebih banyak dari teman kami Pongo. Nama asliku adalah Kelasi, Presbytis rubicunda,itu nama latinku.

Aku tinggal dihutan bersama teman-temanku yang saling ramah dan bertegur sapa, biasanya kami bersama-sama mencari buah.

Hilangnya hutan menjadi kekhatiran kami hanya satu sekarang ini. Kami takut harus berpindah atau terusir. Karena, rumahku berupa hutan merupakan yang paling istimewa.

Mengapa rimba atau hutan sebagai rumah yang begitu istimewa?. Dari hutan, kami bisa memperoleh sumber makanan dengan gratis.

Demikian juga kata teman-temanku manusia, jika hutan bisa terjaga maka sumber air mereka bisa terus tersedia.

Karena, hutan yang merupakan rumah kami itu, sebagai sumber dari segala sumber kehidupan semua mahluk hidup.

Aku ingin, semua kita bisa bersama makhluk lainnya termasuk manusia bisa menjaga kami. Dengan demikian kita bisa hidup dengan damai dan bisa terus senang ria hutan rimba.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

 

Tulis ini juga dapat dilihat di link : http://fiksiana.kompasiana.com/pit_kanisius/aku-lutung-merah-rumahku-di-rimba_58355ba063afbd141258c467

Published by

yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.