Apa Guna Bumi Bagi Kehidupan?

Apa jadinya makhluk hidup jika tidak ada bumi. Seperti diketahui, tidak sedikit guna (manfaat) bumi bagi semua makhluk hidup, walaupun saat ini  kondisi bumi sedang tidak baik-baik saja adanya.

Ada yang mengatakan bahwa bumi merupakan planet yang sempurna untuk hidup dan kehidupan. Lalu, apa saja guna bumi bagi makhluk hidup?

Ibarat rumah, bumi menjadi tempat hidup dan berkembang biak bagi sebagian besar makhluk hidup.

Satu kesatuan makhluk hidup yang bisa mendiami bumi ini karena bumi menjadi satu-satunya planet yang layak untuk kehidupan sebagian besar makhluk hidup.

Isi dari bumi ini berupa kehidupaaan (makhluk) bernapas atau bernyawa, ada pula yang tak bernyawa memiliki peranan penting dan fungsi masing-masing (satu kesatuan yang tak terpisahkan dan saling melengkapi).

Makhluk bernyawa dan tak bernyawa, menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi satu sama lainnya di bumi ini. Bumi seperti ibu, ia sebagai pelindung, pemilihara, penjaga dan sumber kehidupan bagi semua napas kehidupan. Dengan harapan pun sama, kita sebagai manusia boleh kiranya pun boleh sebagai pemilihara bagi ibu bumi.

Planet bumi menjadi tempat yang layak untuk tempat hidup (kehidupan) makhluk hidup diantaranya karena bumi banyak mengandung air dan asam amino. Adanya air dan asam amino memungkinkan semua makhluk hidup bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik.

Selain itu, tentu saja di bumi adanya oksigen yang mencukupi, memungkinkan bagi makhluk hidup untuk bernapas. Oksigen merupakan unsur terpenting bagi kita makhluk hidup, apa jadinya bila di muka bumi ini tidak ada oksigen.

Bumi menjadi ruang gerak dan tumbuh kembang semua makhluk hidup untuk berkembang biak dan beroleh sumber hidup. Adanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi ini menjadi satu yang sangat berharga bagi hewan dan manusia, dari tumbuhan-tumbuhan lah manusia dan hewan beroleh makanan.

Demikian juga dari lautan, manusia dan burung-burung bisa beroleh makan. Mengingat lautan dengan keanekaragaman haayatinya menyediakan kekayaan biota laut hingga membuat nyaman bagi keberlangsungan hidup bagi ribuan jenis ikan dan ratusan jenis rumput laut dan hampir seribuan terumbu karang menjadi satu kesatuan makhluk hidup untuk terus berkembang biak dan berlanjut.

Mengapa kita perlu peduli pada nasib bumi?

Tidak sedikit cara-cara sederhana investasi yang bisa kita lakukan untuk peduli pada planet bumi yang siapa saja bisa melakukannya;

Pertama, Yuk hemat air, tidak buang-buang air (boros) saat mandi atau matikan kran air jika tidak digunakan.

Kedua, kita bisa melakukan hemat energi, tidak jarang kita lupa atau sengaja lupa mematikan lampu di kamar, di ruang tamu atau di kamar kecil. Nah, mulai sekarang yuk, matikan lampu-lampu yang kiranya jika tidak diperlukan.

Ketiga, boleh kiranya, kita semua untuk mulai saat ini mengurangi atau tidak memakai menggunakan plastik dan mulai beralih lah dengan tas kain saat berbelanja. Gunakan tempat/wadah yang bisa dipakai berulang-ulang.

Atau dengan kata lain kita dianjurkan untuk menerapkan 3 R ; Reduce, Reuse, Recycle (Kurangi, Gunakan Kembali, Daur Ulang) dalam tatanan kehidupan kita sehari-hari.

Tidak hanya itu, investasi sederhana yang bisa dilakukan untuk planet bumi ini, yuk tumbuhkan kepedulian/peduli pada lingkungan sekitar (sekeliling) kita seperti peduli dengan persoalan sampah. Kita bisa lakukan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Menanam tanaman sebagai perindangan, tanaman buah yang bisa menjadi sumber makanan manusia atau pakan satwa.

Berharap kita semua boleh peduli pada nasib bumi ini, dengan demikian ibu bumi masih mampu menopang, menjaga dan memberi manfaat hingga selama-lamanya bagi semua napas kehidupan. Semoga saja… (Pit/Yayasan Palung).

Puisi: Hutan di Ujung Senja

Di ujung senja aku melihat luka lara itu

Luka lara yang tak lain adalah hutan

Kumelihat samar-samar hingga seperti gelap menjelang malam

Pancaran sinar senja yang tak jarang terhalang hujan yang juga terkadang memberi tanda

Lihat,

Hutan yang kian meranggas

Tanah mulai mengering  

Rimba yang tak lagi rimbun

Sungai yang semakin tak ber-ikan

Merdunya suara nyanyian satwa semakin sunyi

Rinai rintik hujan yang semakin deras semakin sulit dibendung

Akar pencakar dan penopang semakin tercerabut rebah luluh layu

Mengaduh gaduh,

Isi rimba semakin tak bertuan tetapi semakin banyak yang meminati

Manusia sudah semakin pongah dan serakah

Kini bila di ujung senja berarti malam

Langit sangat gelap saat malam

Apakah gelap itu tentang tatapan mata yang semakin kunang-kunang atau remang-remang

Atau karena gelap mata kepada si pembuat onar, yang sejatinya tampak di pelupuk mata

Sumpah serapah hingga hutan, bumi, satwa dan semua tak lagi mampu harmoni

Akankah masih ada asa untuk melihat indahnya hutan diujung senja?

Entahlah

Berharap ada tangan-tangan tak terlihat yang peduli pada nasib hutan ini

Agar kiranya semua nafas boleh berlanjut hingga selamanya.

Pit-YP

#puisi #hutandiujungsenja #hutan #senja #forest #sasra

Mengapa Hutan dan Manusia Sama-sama Perlu Sehat?

Hutan dan manusia sama-sama perlu sehat, mengapa demikian? Tidak bisa disangkal tubuh yang sehat akan memberikan banyak manfaat, karena tubuh yang sehat dan bugar dapat mencegah tubuh kita agar tidak terserang oleh berbagai penyakit. Demikian juga dengan hutan, apabila hutan sehat dapat memberikan manfaat bagi sebagian besar makhluk hidup lainnya.

Hutan tak ubah seperti ibu, ia selalu menjaga, merawat dan memberi manfaat. Tentu ia (hutan) harus selalu sehat sampai kapan pun.
Hutan alam ini perlu disentuh (ditanam, dirawat, dijaga dan dilestarikan) agar ia sehat dan sebaliknya bisa merawat kita manusia.

Baca informasi kami selengkapnya :

Hutan dan manusia sama-sama sehat akan memberi dampak baik (bermanfaat) pula bagi ragam makhluk lainnya.
#manusiadanhutan#hutandanmanusia#hutanperlusehat#manusiaperlusehat#semuaperlusehat
#hutan#forest#sehat

Rayakan Hari Orangutan Sedunia 2023 dengan Berbagai Cara sebagai Bentuk Cinta untuk Orangutan

Setiap tanggal 19 Agustus diperingati sebagai World Orangutan Day (Hari Orangutan Sedunia). World Orangutan Day (WOD) atau disebut pula International Orangutan Day (IOD) diperingati oleh sebagian besar penduduk di bumi untuk mendukung dan mendorong masyarakat serta kita semua agar peduli dengan nasib primata yang sangat dilindungi ini.

Tema World Orangutan Day (WOD) tahun 2023 adalah: “Love for Orangutan” (Cinta untuk Orangutan).

Adapun rangkaian kegiatan WOD yang Yayasan Palung lakukan Bersama para pihak untuk merayakan hari orangutan sedunia 2023 diantaranya; Melakukan kegiatan WOD dengan menyampaikan lecture kepada adik-adik Bentangor Kids, di Kantor Yayasan Palung Bentangor Pampang Education Center, pada Selasa 15 Agustus 2023. Adapun materi yang disampaikan adalah Orangutan: Biologi, Ancaman dan Perlindungannya.

Foto: Foto Bersama setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Foto dok. Simon Tampubolon/Yayasan Palung).

Materi tentang orangutan disampaikan oleh Nasar (Relawan REBONK), dilanjutkan review materi oleh Simon Tampubolon dan pemutaran video-video pendek tentang orangutan, belajar lagu Si Pongo. Di akhir kegiatan diadakan kuis berhadiah yang dipandu oleh Pariani dan Nasar. Ditutup dengan foto bersama.

Kegiatan WOD berikutnya adalah Lecture, disampaikan kepada adik-adik dari kelompok Simpang Keramat Kids, dilakukan pada Jumat 18 Agustus 2023 di Sekolah SDN 20 Penjalaan, Simpang Hilir.

Foto: Materi tentang orangutan disampaikan oleh Widia (REBONK) kepada adik-adik Simpang Keramat Kids. Foto dok. Simon Tampubolon/Yayasan Palung).
Foto: Foto Bersama setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Foto dok. Simon Tampubolon/Yayasan Palung).

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Orangutan Sedunia 2023 ini dibuka oleh Simon Tampubolon dengan perkenalan, tujuan kegiatan dan bernyanyi bersama. Materi tentang orangutan disampaikan oleh Widia dilanjutkan review materi dan pemutaran video-video pendek tentang orangutan oleh Simon. Kemudian dilanjutkan dengan belajar lagu Si Pongo, Kuis dan foto bersama di akhir kegiatan.

Kegiatan WOD dilakukan juga di SD Negeri 8 Siduk yang dilaksanakan pada Sabtu 19 Agustus 2023 dengan menyampaikan lecture di sekolah.

Foto: Materi tentang orangutan disampaikan oleh Wawan (REBONK). Foto dok. Simon Tampubolon/Yayasan Palung).
Keterangan Foto: Review materi dan pemutaran video-video pendek tentang orangutan oleh Simon. Foto dok. Simon Tampubolon/Yayasan Palung).

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Orangutan Sedunia 2023 ini dibuka langsung oleh kepala sekolah SDN 8 Siduk dan dilanjutkan dengan perkenalan, tujuan kegiatan dan bernyanyi bersama oleh Simon Tampubolon. Materi tentang orangutan disampaikan oleh Wawan dilanjutkan review materi dan pemutaran video-video pendek tentang orangutan oleh Simon. Kemudian dilanjutkan dengan belajar lagu Si Pongo, Kuis dan foto bersama di akhir kegiatan.

Kegiatan WOD juga dirayakan oleh Yayasan Titian Lestari Bersama Keep Earth Borneo pada Minggu 20 Agustus 2023, Peringatan Hari Orangutan Sedunia 2023 Coloractive and Participation di Kubu Raya, Pontianak.

Dalam kegiatan ini, Yayasan Palung (YP) di undang oleh Yayasan Titian Lestari Bersama Keep Earth Borneo untuk mengisi kegiatan Puppet Show (pertunjukan boneka) dan kegiatan Talkshow tentang orangutan yang diselenggarakan di GAIA Mall Kubu Raya, Pontianak.

Foto: Puppet Show tentang orangutan dimainkan/diperankan serta diceritakan oleh Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) dan Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS). (Foto dok. Riduwan/Yayasan Palung).

Pada kesempatan tersebut (kegiatan WOD di Kubu Raya), Puppet Show tentang orangutandimainkan/diperankan serta diceritakan oleh Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) dan Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS). Mereka menceritakan tentang orangutan dan kehidupannya di hutan kepada adik-adik yang mengikuti lomba menggambar yang diselenggarakan oleh Yayasan Titian Lestari Bersama Keep Earth Borneo.

Foto: Riduwan dari Yayasan Palung (YP) diundang menjadi narasumber dalam acara WOD 2023. (Foto dok. Riduwan/Yayasan Palung).

Riduwan dari Yayasan Palung (YP) diundang menjadi narasumber dalam acara WOD. Riduwan dalam kesempatan tersebut menjelaskan kegiatan-kegiatan YP dalam melestarika orangutan. Selanjutnya juga Riduwan menerangkan terkait kegiatan-kegiatan yang Yayasan Palung lakukan. Selain itu, menjelskan juga tentang peran penting orangutan sebagai petani hutan dan orangutan sebagai satwa dilindungi yang terancam punah.

Kegitan WOD juga dilakukan dengan kegiatan talkshow di Radio Kayong Utara (RKU). Adapun sebagai narasumber adalah Rabina (Relawan Rebonk) dan Ridwan (Staff Yayasan Palung) membahas tema “Hari Orangutan Sedunia 2023”. Kegiatan ini dilakukan, pada Kamis 24 Agustus 2023 di Radio Kayong Utara (RKU).

Foto : Kegiatan talkshow di Radio Kayong Utara (RKU). Adapun sebagai narasumber adalah Rabina (Relawan Rebonk) dan Ridwan (Staff Yayasan Palung) membahas tema “Hari Orangutan Sedunia 2023” . (Foto dok. Riduwan/Yayasan Palung).

Kegiatan WOD 2023 juga dilakukan dengan mengadakan lecture ke sekolah-sekolah di Ketapang

 Selasa 22 Agustus 2023, diadakan kegiatan Lecture di SMP Negeri 02 Matan Hilir Selatan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka memperingati Hari Orangutan Sedunia 2023. Kegiatan ini langsung di buka oleh Tim PL, dilanjutkan dengan perkenalan dan disampaikan tentang hari peringatan orangutan sedunia yang jatuh pada tanggal 19 Agustus oleh Haning. Materi orangutan disampaikan oleh Widiya dan diakhir materi diberikan kuis. kemudian pemutaran film Lingkungan; film singkat orangutan dan Film Indonesia Diambang Kepunahan oleh Petrus Kanisius. kegiatan ditutup dengan berfoto bersama.

Foto: Materi orangutan disampaikan oleh Widiya. (Foto dok. Petrus Kanisius/Yayasan Palung).
Foto: Foto Bersama setelah kegiatan lecture dalam rangka WOD 2023. Foto dok. Rudi/Yayasan Palung).

Pada Rabu 23 Agustus 2023 diadakan lecture di MTs Negeri 02 Matan Hilir Selatan. Kegiatan ini adalah sekolah kedua yang dikunjungi dari rangkaian kegiatan Hari Orangutan Sedunia 2023. Kegiatan dibuka oleh ketua madrasah, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dan penyampaian mengenai peringatan hari orangutan oleh Widiya. Materi tentang Orangutan disampaikan oleh Haning. kemudian diberikan kuis oleh Widiya dan Petrus. kegiatan dilanjutkan dengan nonton video tentang Taman Nasional Gunung Palung. kegiatan ditutup lagi oleh Ketua Madrasah dan foto bersama.

Foto: Materi tentang Orangutan disampaikan oleh Haning. (Foto dok. Petrus Kanisius/Yayasan Palung).
Foto: Berfoto Bersama setelah kegiatan selesai dilakukan (Foto dok. Petrus Kanisius/Yayasan Palung).

Selanjutnya, masih dalam rangkaian perayaan WOD 2023, kegiatan lecure dilaksanakan pada Selasa, 29 Agustus 2023 di SMKN 1 Matan Hilir Selatan, Ketapang.

Cinta untuk Orangutan, Melestarikan orangutan berarti menyelamatkan hutan dan semua napas kehidupan.

Tulisan ini juga dimuat di :

https://kumparan.com/petrus-kanisius/yp-rayakan-wod-2023-dengan-berbagai-cara-sebagai-bentuk-cinta-untuk-orangutan-213eu4SQH72

https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/64e85eb408a8b533d5077652/peringati-hari-orangutan-sedunia-2023-yp-lakukan-berbagai-cara-sebagai-bentuk-cinta-untuk-orangutan

Baca juga informasi kami lainnya di :

Keterangan Foto 1: Materi tentang orangutan disampaikan oleh Nasar (Relawan REBONK). Foto dok. Simon Tampubolon/Yayasan Palung).

Penulis : Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Kunjungan Leakey Foundation Melihat Pogram dan Kegiatan yang Dilakukan oleh Yayasan Palung

Kunjungan dari Leakey Foundation berkesempatan untuk melihat Pogram dan Kegiatan yang Dilakukan oleh YP. (Foto : Istimewa/Yayasan Palung).

Pada Sabtu dan Minggu (12-13/8/2023), Yayasan Palung (YP) menerima kunjungan tamu istimewa dari Leakey Foundation.

Dalam kunjungannya, enam orang dari Leakey Foundation berkesempatan untuk melihat Pogram dan Kegiatan yang Dilakukan oleh Yayasan Palung.

Kunjungan pertama Leakey Foundation dilakukan ke kelompok binaan dari program Sustainable Livelihood atau Program Mata Pencaharian Berkelanjutan, yaitu Kelompok budidaya ikan Mina Sehati di Dusun Tanjung Gunung, Desa Sejahtera, Kabupaten Kayong Utara (KKU).

Pada kesempatan itu, enam tamu dari Leakey Foundation tampak antusias mendengarkan penjelasan terkait program dan kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Palung melalui program Sustainable Livelihood di Dusun Tanjung Gunung.

Leakey Foundation juga berkesempatan berkunjung ke Pusat Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung (Environmental Education Bentangor Pampang Center) di Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Saat berkunjung ke Pusat Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung (Environmental Education Bentangor Pampang Center), Leakey Foundation disambut dengan suguhan pencak silat dan pengalungan syal. Setelah sehari sebelumnya di Ketapang rombongan dari Leakey Foundation yang terdiri dari 6 orang tersebut disambut juga dengan acara dan tarian Melayu dan Dayak. Selanjutnya juga serangkaian kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan dan pemaparan tentang pogram dan kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Palung.

Saat di Bentangor, mereka (tamu) menyaksikan adik-adik dari SDN 01 Sukadana sedang berkegiatan dan belajar secara langsung di alam, diantaranya kegiatan Fieldtrip (kunjungan lapangan) di Hutan Mini Yayasan Palung.  Kemudian juga, mereka (tamu) menyaksikan puppet show (pertunjukan boneka) yang bercerita tentang satwa dilindungi.

Selain itu, tamu dari Leakey Foundation menyempatkan diri untuk berkunjung ke Galeri Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Bentangor Yayasan Palung.

Foto-foto dokumentasi :

Selanjutnya Leakey Foundation berkesempatan berkunjung ke Kelompok Perajin Ida Craft dan Kelompok Tani Meteor Garden. Pada kesempatan ini, tamu dari Leakey diberikan penjelasan terkait kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh petani dan perajin dari kelompok binaan YP.

Enam tamu dari Leakey Foundation didampingi langsung oleh Cheryl Knott (Profesor dari Boston University), Ketua Yayasan Palung sekaligus direktur Penelitian YP, Wahyu Susanto, dan Edi Rahman, selaku Direktur Lapangan. Hadir pula Caitlin O’Connell (peneliti) dan Jesica Cara Laman (mahasiswi Boston University) dan manager beserta staf dari Yayasan Palung.

Leakey Foundation juga berkunjung ke Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP), Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) untuk melihat kegiatan riset orangutan yang dilakukan oleh Fakultas Biologi Universitas Nasional (UNAS) dan Boston University, USA.

Pengelolaan Stasiun Riset Cabang Panti dilakukan oleh Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) dan bekerjasama dengan Yayasan Palung (YP) / Gunung Palung Orangutan Conservation Program (GPOCP).

Baca juga :

https://kumparan.com/petrus-kanisius/kunjungan-leakey-foundation-melihat-pogram-dan-kegiatan-yang-dilakukan-oleh-yp-211J8ba1ljI/full

Pit-YP

Lomba Mewarnai dalam Rangka Hari Orangutan 2023

Yuk Ikuti Lomba Mewarnai dalam rangka memperingati Hari Orangutan Sedunia 2023

Lomba tingkat TK/RA Se-Pontianak-Kubu Raya

Pada :

Hari : Minggu

Tanggal : 20 Agustus 2023

Tempat : GAIA  MALL KUBU RAYA

Biaya Pendaptaran : Rp. 20.000

Daftar melalui :

https://linktr.ee/keepearth.brn

Info selengkapnya dapat dilihat di Slide atau bisa menghubungi narahubung, Fiqrudina (0895-3899-48444)

#hariorangutansedunia2023 #worldorangutanday #wod #hariorangutansedunia

Lihat juga :

Ini Alasan Mengapa Orangutan Disebut sebagai Petani Hutan

Tidak sedikit orang menyebut dan mengakui orangutan sebagai petani hutan karena perannya yang besar dalam hal melakukan konservasi hutan.

Mengapa demikian? Orangutan dikenal sebagai si petani hutan karena perannya selalu menyemai hingga tumbuhnya tajuk-tajuk pepohonan sebagai keberlanjutan semua nafas kehidupan, tidak terkecuali kita manusia.

Orangutan dikatakan sebagai petani hutan karena tanpa lelah dan tidak pamrih, setiap hari ia selalu menyemai biji-bijian yang nanti disebut tajuk-tajuk pohon (pohon-pohon baru).

orangutan dan hutan jika boleh dikata adalah sebagai nafas semua makhluk yang mendiami bumi ini hingga kapan pun.

Tidak hanya orangutan, ternyata ada pula burung enggang atau rangkong. Si Petani hutan (enggang dan orangutan) ternyata berperan penting untuk meregenerasi (membangun kembali) hutan. Dengan kata lain orangutan dan burung enggang memainkan peran penting dalam menyediakan jasa ekosistem bagi hutan dan bentang alam kita.

Kehadiran si petani hutan berfungsi untuk meregenarasi hutan juga sebagai penyeimbang ekosistem sekaligus pula sebagai spesies payung (Apabila mereka hilang maka akan berpengaruh/berdampak pula bagi bagi makhluk lainnya) termasuk kita manusia.

Kesetiaan si petani hutan dalam melakukan koservasi hutan tidak diragukan lagi. Saban waktu mereka menyemai. Bahkan kita manusia pun tak bisa menyamai ketekunan orangutan si petani hutan itu.

Melestarikan orangutan berarti menyelamatkan hutan dan semua nafas kehidupan hingga nanti. Jangan biarkan mereka punah, biarkan mereka lestari dengan kebijaksanaan kita.

Hutan perlu orangutan agar ia bisa selalu tegak berdiri. Orangutan perlu hutan untuk terus berkembang biak dan berlanjut.

Saat ini, orangutan masuk dalam daftar satwa dilindungi dan sangat terancam punah serta masuk dalam daftar merah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Baca juga ini : https://kumparan.com/petrus-kanisius/ini-alasan-mengapa-orangutan-disebut-sebagai-petani-hutan-20wXBrXLjB7

https://www.kosakata.org/2023/08/ini-alasan-mengapa-orangutan-disebut.html

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

YP Lakukan Ekspedisi Pendidikan Lingkungan Ajakan untuk Menjaga Satwa Dilindungi

Pada Senin hingga Jumat 24-28 Juli 2023 pekan lalu, Yayasan Palung (YP) melakukan ekspedisi pendidikan lingkungan (ekspedisi PL) di Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kayong Utara untuk menyampaikan arti penting menjaga satwa dilindungi kepada masyarakat dan anak sekolah di antaranya tentang orangutan yang berperan sebagai petani hutan di bumi ini.

Adapun serangkaian kegiatan yang kami lakukan dalam kegiatan ekspedisi pendidikan antara lain adalah puppet show (pertunjukan boneka), lecture (ceramah lingkungan) dan mobile cinema (pemutaran film lingkungan). Kegiatan puppet show dan lecture kami sampaikan di sekolah-sekolah. Sedangkan pemutaran film lingkungan kami lakukan untuk masyarakat luas di desa tersebut.

Kegiatan pertama yang kami lakukan dalam ekspedisi pendidikan tersebut adalah melakukan pertunjukan boneka di SDN 10 Mendawa Lidah. Dalam pertunjukan boneka tersebut, kami berkesempatan menyampaikan informasi tentang satwa dilindungi dengan cara bertutur atau bercerita.

Kami menceritakan tentang beberapa satwa dilindungi seperti orangutan, bekantan dan kelasi. Kami menceritakan tentang nasib satwa dilindungi saat ini dalam ancaman nyata sehingga perlu peran dari semua pihak untuk melindunginya.

Materi lain yang kami disampaikan yaitu tentang perilaku, sebaran, DNA dan reproduksi orangutan. Selain itu sampaikan pula terkait peran penting orangutan sebagai petani hutan yang berperan meregenerasi hutan.

Kegiatan ini dilaksanakan sebab satwa menjadi satu di antara elemen terpenting yang ada di bumi ini. Peran penting satwa dilindungi menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam tatanan kehidupan

Foto-foto kegiatan :

Kegiatan selanjutnya yang kami lakukan adalah melakukan pemutaran film lingkungan yang kami lakukan di halaman SDN 9 Durian Sebatang.  Adapun film yang kami putar adalah 10 Satwa Dilindungi Di Indonesia, Si Otan dan Putri dan Hari Esok yang Hilang.

Puppet show selanjutnya kami lakukan di SDN 9 Durian Sebatang dan SDN 11 Durian Sebatang Sedangkan lecture disampaikan di SMPN 4 Seponti dan SMAN 2 Seponti.

Pada kesempatan ekspedisi tersebut juga kami memasang plang informasi tentang satwa yang dilindungi.

Foto dokumen : Simon Tampubolon, Riduwan, Pit, Egi dan Rudi

Pit/Yayasan Palung

YP Adakan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi BIOSAKA

Kegiatan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi BIOSAKA yang dilakukan beberapa waktu lalu di Desa Penjalaan.(Foto: Hendri/YP)

Yayasan Palung telah mengadakan pelatihan pembuatan dan pengaplikasian Biosaka pada tanggal 27 Juli 2023, kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung serbaguna Desa Penjalaan dengan dihadiri 30 orang peserta terdiri dari perwakilan petani dari beberapa desa yang ada di Simpang Hilir dan desa-desa yang berada di kecamatan Sukadana khususnya Desa Binaan Yayasan Palung serta instansi yang menjadi mitra Yayasan Palung (YP).  Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara selama satu hari penuh, dimulai dari Materi hingga praktek.

Adapun tujuan utama dari kegiatan ini adalah Meningkatkan kapasitas para petani, dengan pelatihan tersebut diharapkan para petani dapat membuat biosaka sendiri sehingga bisa menjadi solusi terhadap ketergantungan petani terhadap pupuk kimia serta dapat menerapkan metode  yang ramah lingkungan.

Menurut sejarahnya biosaka diambil dari 2 suku kata yaitu Bio yang artinya Hidup dan Saka singkatan dari Selamatkan Alam Kembali Ke Alam, sehingga secara harpiah Biosaka berarti Bahan aktif yang berasal dari mahluk hidup dalam hal ini tanaman guna menyelamatkan alam dengan cara kembali ke alam.

Biosaka bukanlah pupuk atau pestisida melainkan elisitor yaitu senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi pada tanaman menjadi lebih baik, memberikan sinyal positif bagi membran sel pada akar sehingga lebih energik dan produktif. Biosaka adalah salah satu sistem teknologi terbarukan dalam perkembangan dunia pertanian organik modern yang terbentuk sebagai bioteknologi Biosaka merupakan penemuan dari seorang pemuda tani bernama Muhammad Ansar dari Blitar.

Manfaat Ramuan Biosaka dapat memperbaiki sel-sel tanaman dan yang terpenting ramuan ini bisa dibuat secara mandiri sehingga dapat menghemat penggunaan pupuk kimia serta meminimalisir serangan hama dan menjadikan lahan yang subur, beberapa pengalaman menunjukkan bahwa penggunaan Biosaka itu dapat mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia 50 hingga 90% dan meningkatkan jumlah produksi.

Kelebihan Biosaka Ada 13 kelebihan dari ramuan Biosaka yaitu: 

  1. Efektifitas kinerja yang baik. Reaksi biosaka dapat dilihat dalam waktu 24 jam setelah aplikasi
  2. Dapat digunakan pada seluruh fase tanaman, mulai dari benih sampai panen
  3. Proses produksinya pun sangat cepat karena tidak menggunakan metode fermentasi yang biasanya memakan waktu paling cepat 1 minggu
  4. Cara penggunaannya mudah dan penggunaan dosis yang sangat sedikit, cukup 40 ml dicampur 15 liter air untuk satu kali penyemprotan untuk B. Mluasan 1.000 m2, atau 400 ml untuk 1 ha tanaman padi. “Penyemprotan dari mulai tanam sampai panen dilakukan sekitar 7 kali aplikasi
  5. Dapat diterapkan pada semua komoditas, termasuk tanaman perkebunan
  6. Dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50-90 persen, sehingga jauh menghemat biaya produksi
  7. Bahan baku Biosaka juga tersedia setiap saat di lingkungan petani, dimana dan kapanpun
  8. Biaya nol rupiah/gratis petani bisa membuat sendir
  9. Tidak ada risiko kerugian bagi petani dan tanaman
  10. Tidak beracun
  11. Meminimalisir serangan hama penyakit
  12. Lahan menjadi subur
  13. Umur panen lebih pendek, produktivitas dan produksi lebih bagus. terlepas dari segala kelebihannya Biosaka pun mempunyai kekurangan yaitu tidak dapat diproduksi dengan mesin dan bahan baku yang terus berganti pada saat pembuatan.

Cara Pembuatan Biosaka

Alat

  1. Wadah (baskom/ember)
  2. Gayung
  3. Saringan
  4. Corong
  5. Botol/Jerigen

Bahan-bahan

  • Rumput-rumputan / daun-daunan yang sehat, sempurna, ukuran daun simetris, tidak terkena hama/penyakit, tidak bolong-bolong, tidak jamuran, ujung daun tidak kusam dan warna daun rata. Ambil agak ke pucuk/daun masih hijau, boleh diambil 2-4 daun dengan batangnya
  • Pilih rumput/daun minimal 5 jenis yang berasal dari sekitar pertanaman, jenis dan warna rumput/daun bebas, tidak harus standar/seragam karena setiap waktu dan tempat bisa berbeda-beda
  • Banyaknya bahan satu genggaman tangan untuk 1 wadah dalam satu kali pembuatan , 5% bahan dan 95% air atau sekitar 2,5 ons bahan rumput / daun dalam 5 liter air.

 PROSES PEMBUATAN BIOSAKA

  1. Peremasan, dimulai dengan berdoa, dilakukan dengan sabar, ikhlas, sepenuh hati dan fokus.
  2. Campurkan bahan dengan air bersih sebanyak 2-5 liter dalam wadah yang sudah disiapkan (tanpa campuran bahan apa pun)
  3. Lakukan peremesan dengan tangan kanan, sementara tangan kiri memegang pangkal bahan. Sekali meremas diikuti sekali memutar/mengaduk air ke kiri. Tangan kanan bergerak memutar air ke kiri (berlawanan arah jarum jam) sambil mengumpulkan bahan yang tercecer sambil tetap meremas
  4. Diremas sampai selesai, tidak berhenti, tidak sampai hancur batangnya, tangan tidak boleh diangkat, tetap tangan di dalam air dan tidak berganti orang
  5. Ketika meremas tidak boleh pakai blender, mesin, atau ditumbuk tetapi harus menggunakan tangan, karena ada interaksi antara tangan dengan rumput sebagai makhluk hidup.
  6. Peremasan dilakukan sampai ramuan homogen (sebenarnya hingga koheren/harmoni), disebut homogen karena menyatu antara air dengan saripati rumput/daun. Untuk mencapai homogen perlu waktu kisaran10-20 menit.
  7. Ciri bahwa biosaka telah homogen yaitu tidak mengendap, tidak timbul gas, tidak ada butiran, bibir permukaan membentuk pola cincin, ramuan biosaka terlihat pekat dan mengkilap, bisa berwarna hijau/biru/ merah sesuai dengan warna rumput/daun yang digunakan. Bagi biosaka homogen yang sempurna bisa disimpan hingga 5 tahun.
  8. Kepekatan ramuan biosaka dapat diukur dengan menggunakan alat Total Disolved Solid (TDS), harga murah dapat dibeli di toko maupun online. Mengukur dengan TDS, pada saat sebelum dan setelah diremas, peningkatannya / deltanya minimal 200 ppm, sebaiknya diatas 300 ppm dan untuk menjadi homogen sempurna di atas 500 ppm. Ukuran ini bukan satu-satunya cara untuk mengukur biosaka homogen, tetapi hanya alat bantu saja. Masih banyak alat ukur yang lain, seperti dilihat visual niteni atau metode kinesologi atau metode lainnya
  9. Selanjutnya ramuan biosaka disaring menggunakan alat saringan dan dimasukan ke dalam botol/jerigen menggunakan corong.
  10. Ramuan biosaka bisa langsung diaplikasikan dan sisanya dapat disimpan. Wadah ramuan biosaka disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

APLIAKSI PENYEMPROTAN BIOSAKA

  1. Dosis penyemprotan untuk padi dan jagung 40mL/tanki semprot volume 15 liter.
  2. Untuk aneka kacang dan umbi 30mL/tanki dan hortikultura 10ml/tanki.Untuk satu ha lahan cukup 3-4 tanki sprayer.
  3. Untuk padi dan jagung, aplikasi pertama pada umur 7-10 HST dan dilanjutkan 7 kali semusim dengan interval penyemprotan 10-14 hari dan untuk sayuran seminggu sekali.
  4. Penyemprotan dilakukan dengan nozzle kabut di atas pertanaman, minimal 1 meter di atas tanaman, letak posisi nozzle menghadap ke atas, tidak boleh diulang-ulang
  5. Waktu penyemprotan bisa pagi/siang/sore dan sebaiknya pada sore hari saat ada angin sehingga mudah menyemprot ngabut, perhatikan cuaca dan arah menyemprot mengikuti arah angin.
  6. Penyemprotan cukup dari atas galengan dengan stik diperpanjang hingga 2-3 meter
  7. Aplikasi biosaka efektif bila dibuat dan diaplikasikan di lokasi hamparan insitu dari bahan rumput/daun di sekitar. Jarak efektif aplikasi pada lahan radius maksimal 20 km dan untuk lahan yang sudah berat/tidak sehat harus lebih dekat lagi, tidak efektif biosaka diaplikasikan/dikirim antara wilayah karena terkait pengenalan agroekosistem. Penulis: Hendri Gunawan (Koordinator Program Hutan Desa Yayasan Palung)

Orangutan Masuk ke Kawasan Perkebunan Milik Masyarakat di Desa Padu Banjar

Inilah Orangutan yang memasuki kawasan perkebunan masyarakat di Padu Banjar. (Foto: Samsidar/Ketua LPHD Padu Banjar).

Kamis (13/7/ 2023) pekan lalu, Samsidar sebagai ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) sekaligus sebagai tim SMART PATROL di Desa Padu Banjar, Simpang Hilir, Kayong Utara tiba-tiba dihubungi oleh saudara Suparman selaku Kepala Dusun Sutera A.1 Medan Sepakat, Desa Padu Banjar melaporkan terkait keberadaan orangutan yang telah merusak kebun cempedak dan rambutan milik warga.

Dalam keterangan tertulisnya, Samsidar, menyebutkan, ia Bersama Pak Murni dan Tri Susanto (tim SMART PATROL di Desa Padu Banjar) langsung melakukan pengecekan terkait keberadaan orangutan di Dusun A1 Desa Padu Banjar. Setelah dilakukan pengecekan, memang benar adanya bahwa orangutan tersebut berada di lokasi sedang memakan buah-buahan milik warga masyarakat diantaranya buah rambutan, cempedak. Tidak hanya memakan buah-buahan yang ada di lokasi, tetapi orangutan tersebut merusak kebun milik masyarakat, kata Samsidar.

Lebih lanjut, Samsidar mengatakan, keberadaan orangutan di lokasi tersebut sudah satu pekan lamanya. Tim SMART PATROL Padu Banjar pun melakukan patroli dan mengawasi keberadaan hewan tersebut selama berada di lokasi dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Samsidar selaku ketua LPHD sekaligus tim SMART PATROL Desa Padu Banjar berharap, pihak yang berwenang agar secepatnya menyelamatkan (rescue) orangutan tersebut, dengan demikian orangutan tersebut tidak meresahkan masyarakat, karena masyarakat takut beraktivitas di wilayah tersebut sebab keberadaan orangutan berada di dekat pemukiman masyarakat. Hal lainnya, apabila orangutan tersebut tidak direscue takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada orangutan tersebut.

Menanggapi hal ini, Erik Sulidra, Selaku Manager Program Perlindungan dan Penyelamatan Satwa Yayasan Palung, mengatakan, ada kemungkinan satwa yang dilindungi tersebut berasal dari wilayah hutan desa, karena lokasinya yang berdekatan dengan pemukiman desa Padu Banjar. Hutan desa tersebut merupakan rumah terakhir orangutan pada lansekap hutan lindung Sungai Paduan.

Lebih lanjut, Erik, mengatakan, Kita masih belum tahu pasti penyebab interaksi orangutan-manusia yang terjadi di desa Padu Banjar ini, mungkin saat kebun masyarakat sedang berbuah, kondisi buah-buah di hutan desa sedang tidak banyak, sehingga orangutan mendatangi daerah tersebut untuk mencari makan. Tentunya hal ini perlu disikapi dengan bijak, dan kerjasama semua pemangku kepentingan agar interaksi negatif antara orangutan dan manusia dapat kita minimalisir. Kepada pihak-pihak yang terlibat dalam usaha penghalauan orangutan ini, saya berikan apresiasi yang setinggi-tingginya, terutama kepada teman-teman LPHD Padu Banjar.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung