Gunung Palung Orangutan Conservation Program

Di ujung senja aku melihat luka lara itu
Luka lara yang tak lain adalah hutan
Kumelihat samar-samar hingga seperti gelap menjelang malam
Pancaran sinar senja yang tak jarang terhalang hujan yang juga terkadang memberi tanda
Lihat,
Hutan yang kian meranggas
Tanah mulai mengering
Rimba yang tak lagi rimbun
Sungai yang semakin tak ber-ikan
Merdunya suara nyanyian satwa semakin sunyi
Rinai rintik hujan yang semakin deras semakin sulit dibendung
Akar pencakar dan penopang semakin tercerabut rebah luluh layu
Mengaduh gaduh,
Isi rimba semakin tak bertuan tetapi semakin banyak yang meminati
Manusia sudah semakin pongah dan serakah
Kini bila di ujung senja berarti malam
Langit sangat gelap saat malam
Apakah gelap itu tentang tatapan mata yang semakin kunang-kunang atau remang-remang
Atau karena gelap mata kepada si pembuat onar, yang sejatinya tampak di pelupuk mata
Sumpah serapah hingga hutan, bumi, satwa dan semua tak lagi mampu harmoni
Akankah masih ada asa untuk melihat indahnya hutan diujung senja?
Entahlah
Berharap ada tangan-tangan tak terlihat yang peduli pada nasib hutan ini
Agar kiranya semua nafas boleh berlanjut hingga selamanya.
Pit-YP
#puisi #hutandiujungsenja #hutan #senja #forest #sasra