Gunung Palung Orangutan Conservation Program

Semua kita pasti memiliki harapan dan berharap agar semua makhluk hidup baik serta harmoni adanya. Tidak hanya kita, tetapi orangutan juga adalah sebagai harapan yang boleh terus berlanjut selamanya.
Orangutan dan hutan menjadi harapan terakhir bagi kita dan sebagian besar makhluk hidup saat ini, ketika kita disuguhkan oleh realita kehidupan. Realita itu tak lain adalah tentang harapan yang ada (sudah ada) dan akan selalu ada serta terjaga, terawatt dan terlindungi, kiranya hingga selamanya.
Tidak terelakkan orangutan dan hutan menjadi harapan terakhir bagi kita. Hutan tidak hanya menjadi rumah dan nafas kehidupan bagi manusia dan orangutan. Orangutan dan hutan yang sudah pasti menjadi harapan untuk masa depan. Dan ini sudah pasti pula menjadi harapan terakhir terkait keberlanjutan nafas hidup sebagian besar makhluk hidup lainnya pula.
Sudah semakin seringnya kita melihat, merasakan tentang semua fakta yang terjadi, orangutan tak lagi hidup bebas, aman dan nyaman tinggal dan hidup di alam liar (hutan/habitat hidupnya). Demikian pun kita manusia yang sudah tak lagi seperti dulu (tidak untuk membandingkan), namun peristiwa demi peristiwa yang terus mendera dan terjadi, kiranya sudah cukup menjadi Gambaran dasar, refleksi bersama dengan tindakan nyata, dengan apa yang harusnya dilakukan. Kita sudah semakin sering dirundung duka nestapa oleh ulah polah yang sudah melampaui batas, bukankah kita yang tak jarang dan terlalu jauh merampas hak-hak hidup lainnya kini sudah semakin terasa dan mengemuka.
Hutan alam dan segala yang mendiaminya (tumbuhan, satwa dan segala makhluk hidup dan tak hidup) yang semestinya tak terpisahkan, namun sudah semakin sedikit yang tersisa. Tentu ini pun menjadi sebuah tanggung jawab bersama siapa saja dari kita untuk peduli kepada nasib hutan, alam dan orangutan sebagai harapan, tindakan-tindakan sederhana yang kita semua miliki. Ada hutan, ada kehidupan, ada hutan ada orangutan. Tentu juga kita diingatkan untuk tetap terus harmoni satu dengan yang lainnya (hutan dan satwa) lebih khusus orangutan sebagai primata yang memiliki peran besar bagi keberlanjutan sebagian besar nafas kehidupan. Kita berharap, orangutan sebagai primata yang sangat dilindungi dan memiliki peran yang tidak bisa diganti sebagai petani ini pun sejatinya terus berharap untuk bisa terus berlanjut, dengan harapan hutan dan orangutan terjaga. Tidak hanya itu saja, kita pun diajak bersama, berkolaborasi dengan para pihak untuk memiliki harapan dan berharap pula agar kiranya kita semua bisa berperan dengan melakukan aksi nyata dengan tindakan apa yang bisa kita lakukan pula.
Sebagai pengingat, bulan November ini, masyarakat dunia merayakan Orangutan Caring Week (Pekan Peduli Orangutan) diperingati setiap tahun pada minggu kedua bulan November sebagai momentum global untuk meningkatkan kepedulian terhadapupaya pelestarian orangutan dan habitatnya.
Yayasan Palung, sebagai lembaga yang telah lama berperan aktif dalam konservasi orangutan dan pelestarian hutan di Lanskap Gunung Palung, turut memperingati Pekan Peduli Orangutan.
Adapun tema Orangutan Caring Week (Pekan Peduli Orangutan) tahun ini adalah Focusing on Hope and Positive Action (Berfokus pada Harapan dan Aksi Positif).
Tema ini tentu saja mengajak semua pihak/semua kita untuk menatap masa depan konservasi dengan semangat positif, berlandaskan ilmu pengetahuan, dan tindakan nyata di lapangan. Selain itu, ajakan bagi seluruh lapisan Masyarakat untuk tetap optimis dan mengambil langkah nyata dalam menjaga kelestarian alam, khususnya hutan hujan tropis Kalimantan dan Sumatera yang menjadi rumah bagi orangutan.
Widiya Octa Selfiany, selaku Manager Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung, mengatakan, Yayasan Palung (YP), sebagai lembaga yang telah lama berperan aktif dalam konservasi orangutan dan pelestarian hutan di Lanskap Gunung Palung, turut memperingati Pekan Peduli Orangutan tahun ini melalui kegiatan Webinar Online.
Adapun rencananya kegiatan Webinar interaktif melalui platform Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube, pada Sabtu (29/11/ 2025), pukul 09.00 – 12.00 WIB.
Lebih lanjut Widiya, sapaan akrabnya, mengatakan, Kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem serta menginspirasi mereka untuk terlibat dalam aksi nyata di bidang konservasi.
Widiya menambahkan, adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan Webinar Online dalam rangka Pekan Peduli Orangutan ini, antara lain adalah; Pertama, Peserta memahami pentingnya sinergi antara sains, kebijakan, dan aksi lapangan dalam konservasi. Kedua, Meningkatnya kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian orangutan dan habitatnya. Ketiga, Terjalinnya jejaring antara Yayasan Palung dengan dunia akademisi untuk kolaborasi pendidikan dan penelitian. Dan yang keempat, Publikasi positif melalui media sosial sebagai bentuk kampanye edukatif.
Petrus Kanisius-Yayasan Palung