Gunung Palung Orangutan Conservation Program

Kalau ditanya apa pengalaman paling berharga selama kuliah di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, saya akan menjawab tanpa ragu: magang di Yayasan Palung (YP) tempat di mana saya belajar bahwa hukum juga tumbuh bersama alam. Bukan di ruang kuliah atau kantor pemerintahan, tetapi di sebuah Lembaga non pemerintah pada bidang konservasi yang fokus pada orangutan dan habitatnya yang artinya saya kadang beraktivitas di tengah pepohonan, mendangar suara burung, dan melihat semangat orang-orang yang berjuang menjaga lingkungan hidup.
Magang ini saya jalani dari 11 Agustus hingga 31 Oktober 2025, selama dua bulan lebih yang penuh cerita, pelajaran, dan pengalaman berharga. Bagi saya, magang ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga kesempatan untuk benar-benar memahami bagaimana hukum lingkungan bekerja di dunia nyata.
Selama magang, saya terlibat dalam berbagai program dan aktivitas di Yayasan Palung. Salah satu yang paling berkesan adalah Program Pendidikan Lingkungan, di mana saya ikut dalam ekspedisi di Simpang Dua dan puppet show di Simpang Hilir yang disertai lecture di sekolah-sekolah. Melihat anak-anak tertawa sambil belajar tentang pentingnya menjaga alam menjadi pengalaman yang menyentuh. Saya sadar bahwa menanamkan nilai-nilai lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana bahkan lewat boneka tangan dan cerita lucu.

Saya juga berpartisipasi dalam Program Hutan Desa, yang menjadi fokus utama penelitian saya. Penelitian ini membahas penyelesaian konflik tenurial antara Lembaga Desa Pengelola Hutan Banjar Lestari dengan masyarakat di kawasan Hutan Desa Padu Banjar. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa hukum bukan hanya kumpulan pasal, tetapi juga alat untuk menjaga keseimbangan antara hak masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, saya mengikuti Program Perlindungan dan Penyelamatan Satwa, di mana saya belajar teori dan praktik penerbangan drone untuk memantau kawasan hutan dan habitat satwa liar. Awalnya saya agak gugup mengendalikan drone takut salah arah dan mendarat di pohon tapi ternyata kegiatan ini seru dan membuka wawasan baru tentang bagaimana teknologi bisa membantu konservasi alam.
Diluar program-program utama itu, saya juga ikut berbagai aktivitas bersama lembaga lainnya, seperti diskusi internal, rapat koordinasi program, dan kegiatan administrasi. Dari sini saya memahami bahwa kerja di lembaga lingkungan menuntut sinergi antara pengetahuan, kerja tim, dan dedikasi terhadap misi bersama.
Pesan dan kesan selama magang di Yayasan Palung sangat membekas bagi saya. Lingkungan kerja di sini hangat, terbuka, dan penuh semangat. Setiap staf tidak hanya menjadi rekan kerja, tetapi juga mentor yang membimbing saya dengan sabar. Saya belajar bahwa menjaga alam bukan hanya pekerjaan, tetapi panggilan hati.

Bagi saya, magang di Yayasan Palung menjadi titik penting dalam perjalanan akademik dan pribadi. Saya tidak hanya belajar tentang hukum lingkungan, tetapi juga menemukan makna baru tentang tanggung jawab, kepedulian, dan keindahan bekerja untuk bumi. Pengalaman ini membuat saya semakin yakin bahwa masa depan hukum lingkungan tidak hanya ada di ruang sidang, tetapi juga di lapangan di antara masyarakat yang hidup bersama alam.
Foto dok. Iqbal Ariyanto
Penulis : Iqbal Ariyanto – Magang dan Penelitian dari Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura di Yayasan Palung