Vanessa : Yayasan Palung Menarik Hati Saya untuk  Dijadikan Tempat Belajar

Vanessa saat melakukan pengamatan satwa di Hutan Kota Ketapang. (Foto : Venessa/YP)

Halo, perkenalkan nama saya Vanessa, kelahiran Jakarta tahun 1997. Saya berasal dari kota Cibubur, menghabiskan masa kecil saya di Bekasi, lalu pindah ke Cibubur pada awal masuk SMA. Setelah lulus sekolah, saya berkuliah di Yogyakarta, namun sayangnya tak terselesaikan. Setelah itu saya pergi ke Jerman untuk program pertukaran budaya selama 16 bulan, saya tinggal di kota kecil bernama Diez, Rheinland-Pfalz. Di bulan April lalu saya kembali ke Indonesia, dengan tujuan menjadi relawan di sebuah tempat konservasi, karena saya memiliki keinginan untuk ber-volunteer semenjak saya berumur 14 tahun. Pada saat usia saya 14 tahun, saya menyaksikan seorang tokoh berkebangsaan Prancis menjadi narasumber di sebuah program televisi “Kick Andy”, ialah Aùrelien Francis Brule, atau kerap dipanggil Chanee. Saat itu, ia menceritakan tentang bagaimana dirinya bisa sampai ke Indonesia dan membangun Non-profit foundation yang fokus utamanya adalah Owa, serta menyelamatkan lahan untuk habitat para satwa.

 Saat ini saya berada di Ketapang, Kalimantan Barat, tepatnya di Kecamatan Delta Pawan. Disini saya sedang menjalankan program magang selama 3 bulan di Yayasan Palung. Yayasan Palung adalah sebuah lembaga Non-Profit atau sering disebut sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Awal berdiri sejak tahun 1999 dengan nama GPOCP dan bergerak dibidang konservasi hutan dan orangutan Kalimantan. Ketertarikan saya pada dunia hewan bermula dari tumbuhnya rasa cinta akan sesama makhluk hidup yang dimulai dari kebiasaan keluarga saya mengadopsi kucing liar, memberi perawatan kepada burung yang sakit atau sekedar memberi makanan kepada kucing liar yang kita temukan di tempat umum. Untuk alasan mengapa saya tertarik dengan orangutan, karena orangutan merupakan hewan endemik yang terancam punah.

 Yayasan Palung menarik hati saya untuk saya jadikan tempat belajar karena yayasan ini tidak hanya fokus pada Orangutan, tetapi juga habitat aslinya yaitu hutan. Selain itu, program yang terdapat di dalamnya mencakup semua aspek yang bersangkutan dengan hutan dan orangutan. Mulai dari program pendidikan lingkungan, penyelamatan satwa, monitoring dan investigasi, mata pencaharian berkelanjutan, serta program penelitian dan beasiswa yang diberikan oleh Yayasan Palung, yaitu West Borneoan Orangutan Caring Scholarship (WBOCS). Program-program tersebut juga serupa dengan visi saya pribadi dalam mengembalikan hutan dan pemanfaatan hutan. Karena menurut saya, ada berbagai aspek yang harus diperbaiki dan mengalami perubahan untuk merestorasi hutan. Menurut saya, hal yang paling mendasar adalah mengganti sumber pendapatan negara dalam skala besar, sehingga deforestasi dapat dikendalikan dan dikurangi. Selain itu pendidikan lingkungan juga harus selalu diberikan agar masyarakat selalu meningkatkan kepedualian akan pentingnya lingkungan dan urgensitas perubahan iklim. Pemerintah seharusnya memiliki peran penting dalam upaya mengurangi percepatan perubahan iklim.

Seperti Jerman, yang merupakan salah satu negara dengan tingkat kesadaran akan lingkungan yang cukup tinggi. Tidak hanya menjadikan topik tentang climate change dan pentingnya lingkungan di sekolah, tetapi juga selalu menjadi topik yang menarik untuk menjadi bahan obrolan. Banyak sekali poster, iklan, podcast dan media lainnya yang menjadikan masalah lingkungan sebagai topik untuk selalu mengingatkan manusia akan urgensi perubahan iklim yang semakin tampak dan terasa. Semoga Indonesia juga semakin sadar akan pentingnya lingkungan, hutan dan segala isinya.

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di ruai.tv : https://ruai.tv/ketapang/vanessa-yang-jatuh-cinta-pada-orangutan/

Penulis : Vanessa ( Magang Yayasan Palung)

Editor : Pit & Yandhi

Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: