Refleksi hari Lingkungan Hidup : Lingkungan dan Kita

Pamlet Hari Lingkungan Hidup. (Foto : Haning/Yayasan Palung).

Secara umum, lingkungan menjadi ruang bagi semua makhluk hidup untuk tumbuh dan berkembang termasuk kita manusia.

Tidak hanya memberikan ruang, tetapi juga selalu memberikan sumber hidup tanpa pamrih dan ikhlas kepada kita.

Bagaimana kiranya hidup kita tanpa lingkungan hidup?

Semua makhluk hidup yang bernafas dan tak bernafas sesungguhnya memerlukan ruang untuk hidup.

Lingkungan hidup yang baik akan memberikan manfaat baik bagi semua makhluk hidup. Sebaliknya jika lingkungan hidup yang rusak akan berdampak tidak baik pula bagi makhluk di sekitarnya.

Saat ini lingkungan hidup kita memerlukan perhatian dari kita semua.  Sesuai tema hari lingkungan hidup tahun ini yaitu Restorasi Ekosistem.

Mengacu pada tema, berarti harus ada langkah nyata kepedulian bersama untuk peduli pada lingkungan yang ada di sekitar kita.

Lihatlah apa yang ada dan terjadi di sekitar kita. Lingkungan hidup dulu dan sekarang sudah pasti berbeda.

Jika boleh dikata, lingkungan hidup saat ini sudah terlanjur banyak terkontaminasi oleh tangan-tangan tak telihat. Jika terlihat pasti kita mengetahui siapa yang melakukannya. Lihat sampah yang (di/ter)buang di sekitar pantai, jalan raya atau bahkan di lingkup rumah tangga kita.

Terkadang himbauan/larangan hanya selogan belaka. Apa mungkin kita sudah terbiasa dan terlanjur biasa membuang sampah tanpa memikirkan dampak buruknya.

Sebagian besar pantai dan lautan pun saat ini sudah darurat dengan persoalan sampah. Sampah-sampah plastik sudah mulai banyak mengapung di lautan. Tentu ini sangat mengancam biota laut, tak terkecuali ikan dan penyu.

Hilangnya sebagian besar luasan tutupan hutan pun tidak disangkal menjadi hal yang paling menyumbang kerusakan lingkungan hidup yang terjadi sejak dulu dan mungkin sampai hari ini masih saja terjadi. Hal ini tentu saja memperparah nasib hidup makhluk hidup yang mendiami hutan karena hutan adalah habitat hidup (rumah) yang nyaman untuk mereka tinggal dan berkembang biak.

Tidak sedikit satwa dilindungi seperti orangutan, kelempiau dan satwa lainnya memerlukan lingkungan yang baik sampai kapan pun.

Dengan hilangnya sebagian luasan hutan maka akan semakin memperparah keadaan. Akan tinggal dimana kelak ragam satwa  selanjutnya. Apakah kita masih bisa menemukan mereka atau hanya dengar nama saja?

Lingkungan hidup kita saat ini memerlukan sentuhan rasa dan asa kepedulian dari semua kita, tanpa terkecuali. Hilangnya lingkungan yang baik akan sedikit berdampak pada semua sendi-sendi kehidupan. Lihatlah apa yang sudah terjadi. Banjir sudah semakin akrab dengan kita. Lingkungan sekitar seperti sungai sudah/telah banyak tercemar tidak terkecuali karena tingkah dan polah kita yang menyebabkan persoalan sampah yang ada semakin merajalela. Sudah adakah kepedulian kita semua untuk ini?

Entahlah, hingga kapan persoalan lingkungan hidup ini akan berakhir dan lahir kepedulian bahwa lingkungan hidup itu amat sangat perlu untuk hidup (tatanan kehidupan).

Sebagai pengingat, lingkungan hidup yang baik pasti akan memberikan yang baik pula bagi semua tanpa terkecuali.

Kepedulian semua bersama menjadi satu langkah kecil yang masih bisa dan asa tersisa pada diri kita jika mau dan ingin bergerak tanpa paksaan. Jika lingkungan hidup tempat hidup ini semakin baik, maka nafas kehidupan akan sangat aman dan nyaman untuk boleh berlanjut hingga nanti.

Lingkungan hidup/alam/hutan bisa tanpa kita, tetapi kita tidak bisa tanpa lingkungan hidup/hutan/alam/hutan yang baik.

Segenap satwa yang mendiami sisa rimba raya pun sangat membutuhkan hutan sebagai rumah untuk berlanjut hingga nanti.  

Penulis : Pit

Editor : Yandhi

Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: