Cerita Pendidikan Lingkungan di Masa Pandemi

Siswa-siswi SDN 20 Nanga Tayap saat belajar tumbuhan di sekitar Hutan. (Foto : Yayasan Palung).

Setidaknya inilah cerita kami di masa pandemi. Tahun ini, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya Yayasan Palung mengadakan kegiatan Pendidikan Lingkungan. Perbedaannya, sekarang kami harus membatasi kegiatan dan meminimalisir berkumpul dengan banyak orang. Tetapi kami tetap melaksanakannya walau harus mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada 10-12 November 2020 kemarin, Yayasan Palung mengadakan serangkaian kegiatan bertajuk ekspedisi Pendidikan Lingkungan yang dilaksanakan di dua tempat yaitu di Dusun Pangkalan Jihing dan Dusun Bayangan, Kecamatan Nanga Tayap.

Cukup sulit memang untuk menjangkau wilayah Pangkalan Jihing dan Bayangan. Beberapa tempat di wilayah itu keadaan jalannya bila boleh dikata adalah jalan tanah (belum aspal) dan di sekeliling wilayah itu didominasi oleh lahan perkebunan sawit, jalan yang dilalui pun sedikit banyak berdebu.   

Saat melakukan kegiatan Ekspedisi Pendidikan Lingkungan di dua dusun tersebut Yayasan Palung bersama Yayasan ASRI yang melaksanakan tugas mulia mereka yaitu kesling (kesehatan lingkungan).

Pada hari pertama (11/11/2020), kami berkegiatan di Dusun Pangkalan Jihing, kami melakukan kegiatan pendidikan lingkungan di Sekolah Dasar Negeri 20 Nanga Tayap. Kegiatan yang kami lakukan adalah fieldtrip bersama murid-murid kelas 4-6 SDN 20 di wilayah hutan, di dusun itu.

Foto-foto kegiatan :

Kami mengajak  25 orang murid dari SDN 20 Nanga Tayap yang ikut serta bersama kami mengadakan fieldtrip di hutan sekunder di dekat sekolah. Pada saat fieldtrip, siswa-siswi juga didampingi oleh bapak ibu guru mereka. Tak sekedar fieldtrip, tetapi siswa-siswi juga diajak untuk mengenal tumbuhan-tumbuhan. Dalam kesempatan belajar tentang tumbuh-tumbuhan (taksonomi tumbuhan) yang disampaikan oleh Simon Franz Tampubolon. Siswa-siswi yang terdiri dari kelas 4-6 yang mengikuti kegiatan fieldtrip tersebut diajak untuk mengidentifikasi tumbuhan. Selanjutnya mereka mempresentasikan hasil identifikasi tumbuhan yang mereka jumpai di jalur fieldtrip. Sebagai pemateri pun Simon, sapaan akrabnya mengajak siswa-siswi yang telah dibagi menjadi 4 kelompok  masing-masing melakukan presentasi.

Pada hari kedua (12/11/2020), kami berkegiatan di SDN 28  Nanga Tayap  dan di SMPN 7 Satap Nanga Tayap. Di SDN 28 Nanga Tayap, ekspdisi pendidikan lingkungan kami isi dengan materi tentang sampah. Materi tersebut disampaikan oleh Haning Pertiwi. Pada kesempatan tersebut, Haning Pertiwi mengajak siswa-siswi di sekolah tersebut untuk berperilaku ramah lingkungan dengan berharap mereka peduli persoalan sampah.

Sedangkan di SMPN 7 siswa-siswi diajak untuk mengidentifikasi tumbuhan. Sebagai pemateri adalah Simon. Sebelum melakukan identifikasi tumbuhan, terlebih dahulu materi dasar dasar tentang tumbuhan. Selanjutnya Simon mengajak siswa siswi mengidentifikasi tumbuhan seksligus juga melaksanakan fieldtrip di hutan sekitar sekolah. Setelah mereka (siswa-siswi) melakukan identifikasi tumbuhan, mereka yang terdiri dari 5 kelompok tersebut pun selanjutnya melakukan presentasi.

Pada dua hari kegiatan, malam harinya kami pun melakukan pememutarkan film tentang lingkungan di rumah pak Sukri, seorang  warga setempat yang rumahnya biasa tempat kami menginap. Film lingkungan tersebut kami putar di dalam ruangan untuk meminimalisir jumlah kerumunan. Beberapa film lingkungan kami suguhkan kepada anak-anak di dusun Pangkalan Jihing. Film-film lingkungan yang disuguhkan kepada anak-anak antara lain film tentang beberapa kegiatan kami di Sekolah mereka (film tentang aktivitas YP di SDN 20 Nanga Tayap) yang sengaja kami dokumentasikan dan selanjutnya ditampilkan kepada mereka. Seperti terlihat, mereka sangat senang sekali ketika mereka menonton film tentang kegiatan yang ada di sekolah mereka. Beberapa film lainnya adalah film tentang informasi covid-19 yang mengajak semua menjaga kesehatan, selalu mencuci tangan, jaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Pada waktu bersamaan, teman-teman dari Yayasan ASRI melakukan pelayanan kesehatan berupa pengobatan kepada warga di Dusun Jihing. Pengobatan tersebut dilakukan dengan sistem pembayaran tukar bibit pohon.

Mochtar, selaku Kepala Sekolah SDN 20 Nanga Tayap mengatakan, sangat berterima dengan Yayasan Palung dan Yayasan ASRI yang bersedia memberikan pendidikan lingkungan dan kesehatan kepada anak didiknya. Kegiatan fieldtrip yang Yayasan Palung lakukan bersama anak-anak (siswa-siswi) ini merupakan kali pertama di sekolahnya. Ia merasa bersyukur sekolahnya diberi kesempatan terkait informasi dan pendidikan kepada anak-anak di sekolahnya.

Semua rangkaian kegiatan yang kami lakukan tersebut berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari pihak sekolah.  Kami pun menyudahi rangkaian kegiatan ekspedisi yang dilakukan di dusun Pangkalan Jihing dan Bayangan tersebut.

Tulisan ini sebelumnya dimuat di Kompasiana : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/5fb5fa13c6f0ba54eb045082/jejak-ekspedisi-pendidikan-lingkungan-di-masa-pandemi

Tulisan ini juga di muat di Pontianak Post :

https://pontianakpost.co.id/ekspedisi-pendidikan-lingkungan-di-masa-pandemi

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: