Yayasan Palung Adakan Workshop Guru tentang Lingkungan Hidup di SDN 12 Delta Pawan

Semua peserta yang mengikuti pelatihan guru, mereka terdiri dari bapak dan ibu guru di SDN 12 Delta Pawan, 4-5 November 2020. (Foto : Yayasan Palung).

Pada tanggal 4 hingga 5 November 2020 kemarin, Yayasan Palung melakukan Workshop Guru di Sekolah Dasar Negeri 12 Delta Pawan, Ketapang. Selama dua hari kegiatan tersebut, Yayasan Palung berkesempatan untuk memberikan beberapa materi dan praktek terkait lingkungan hidup.

Pada hari pertama (4/11) kegiatan Workshop,  peserta mendapatkan materi tentang Keanekaragaman Hayati Dan Identifikasi Tumbuhan yang disampaikan oleh Andre Ronaldo, Botanis Yayasan Palung.  Dalam penyampaiannya Andre berbagi pengetahuan tentang keanekaragaman hayati yang ada di Taman Nasional Gunung Palung, bagaimana mengenal jenis tumbuhan, baik  jenis tumbuhan endemik Kalimantan maupun jenis tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan kita. Dengan disampaikan materi tersebut, Andre pun berharap agar para guru mendapat keterampilan dasar dan dapat berbagi ilmu pengetahuan ini terutama tentang tumbuhan  kepada siswa/i agar mereka mendapat pengetahuan tentang kekayaan alam di daerah sendiri sejak usia dini.

Andre Ronaldo selalu botanis Yayasan Palung ketika menyampaikan materi dan praktek tentang tumbuhan dari ciri fisik morfologi (sifat fisik yang tampak) pada daun. Materi tersebut disampaikan kepada bapak dan ibu guru di SDN 12 Delta Pawan. (Foto : Yayasan Palung).

Setelah penyampaian materi, Andre sapaan akrabnya bersama dengan Tim Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung juga memandu  para guru untuk praktik tentang identifikasi tumbuhan.

Lebih lanjut Andre mengatakan, tujuan mengajak praktik bapak dan ibu guru di SDN 12 Delta Pawan ini  untuk mengenal tumbuhan dari ciri fisik morfologi (sifat fisik yang tampak) pada daun. Selain itu juga berharap mereka mampu membedakan mana jenis tumbuhan yang endemik (jenis tumbuhan asli) seperti belimbing darah, durian kura-kura, saga  dan tengkawang. Selanjutnya juga bisa membedakan mana tumbuhan invasif (tumbuhan yang asing yang mengancam tumbuhan asli) seperti jambu monyet, pohon terompet, akasia berduri dan ekor tikus, dengan tujuan agar tidak salah dalam memilih tumbuhan untuk penghijauan karena tumbuhan invasif ini berbahaya, dapat mematikan tanaman lokal karena sifatnya yang mudah tumbuh dan menyebar.  Ada kekeliruan seperti yang sudah dilakukan oleh pemerintah kota misalnya di area Bandara Pontianak ada ditanam pohon terompet (Cepropia peltata), dan juga menanam pohon butak-butak (Exocaria agallocha) di ruas jalan Ampera Pontianak, yang getah buah pohon jika terkena mata dapat menyebabkan kebutaan, ada potensi bahaya bagi warga.

Pada hari kedua (5/11) kegiatan workshop, peserta diajak untuk belajar bersama tentang Pengelolaan Sampah Di Sekolah, materi tersebut disampaikan oleh tim Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung. Adapun tujuan dari penyampaian materi pengelolaan sampah tersebut adalah agar sekolah dapat menerapkan sekolah berwawasan lingkungan terutama dalam hal pengelolaan sampah di Sekolah dan lingkungan sekitar sekolah.

Selanjutnya juga ada materi tentang pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) yang disampaikan oleh Simon Franz Tampubolon, Koordinator Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung. Dalam penyampaian materi MOL, peserta diajak untuk membuat pupuk yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan sisa-sisa sampah organik rumah tangga. Peserta pun setelah menerima materi diajak untuk mempraktikkan membuat MOL. Menurut Simon, sapaan akrabnya MOL dapat berfungsi sebagai starter pembuatan kompos dan pupuk organik cair. Kemudian juga sebagai penyedia nutrisi bagi media tanam, dan membantu tanaman dalam penyerapan unsur hara.

Simon Franz Tampubolon, Koordinator Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung saat memberikan materi tentang MOL (Mikro Organisme Lokal) bapak dan ibu guru di SDN 12 Delta Pawan. (Foto : Yayasan Palung)

Bapak Sunli, Selaku Kepala SDN 12 Delta Pawan mengatakan, SDN 12 Delta Pawan merupakan penerima Anugerah Sekolah Adiwiata tahun 2019 tingkat kabupaten, dengan predikat Sekolah Adiwiata tersebut membuat Ia dan para guru lebih termotivasi mengembangkan budaya ramah lingkungan di sekolahnya, satu diantaranya sangat memerlukan kerjasama dengan semua pihak tidak terkecuali yang sudah terjalin kerjasama dengan Yayasan Palung. Sunli pun seraya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Palung yang telah mengadakan pelatihan bagi guru-guru disekolahnya serta sudah bekerjasama selama kurang lebih dua tahun ini dengan pihak sekolahnya.

Semua peserta yang mengikuti pelatihan guru, mereka terdiri dari bapak dan ibu guru di SDN 12 Delta Pawan.

Selanjutnya, Manajer Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, Mariamah Achmad mengatakan Yayasan Palung memiliki program pendidikan lingkungan yang sasaran penerima manfaatnya selain siswa juga para guru. Menurut Mayi sapaan akrabnya, para guru sangat penting mendapatkan masukan pengetahuan, wawasan dan keterampilan tentang konservasi hutan dan spesies, gaya hidup ramah lingkungan dan sejenisnya dikarenakan sangat erat konteksnya dengan keadaan geografis Kabupaten Ketapang yang kaya akan sumber daya alam. Juga agar para guru dapat menjadikan lingkungan hidup sekolah dan sekitarnya sebagai laboratorium alam untuk proses belajar di sekolah. Ia juga menambahkan workshop guru yang biasa dilakukan oleh Yayasan Palung setiap tahunnya adalah workshop yang pesertanya dari banyak sekolah di Ketapang ataupun Kayong Utara, namun dengan situasi pandemi Covid-19 ini kami mengubah peserta menjadi per sekolah saja dan menerapkan protokol kesehatan pandemi. Selanjutnya workshop yang sama juga akan kami lakukan di sekolah di Kayong Utara masih pada tahun 2020 ini. Workshop ini juga dimaksudkan oleh Yayasan Palung untuk mendukung program pemerintah yaitu Gerakan PBLHS (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah) yang sebelumnya bernama program Adiwiyata. Mayi dalam kesempatan ini mengucapakan terima kasih kepada pihak sekolah dan semua yang membantu terlaksananya workshop guru ini.

Semua rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari semua peserta pelatihan yang berjumlah 24 guru tersebut.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: