Project Balek Kampung WBOCS, Diskusi Tentang Sampah Plastik Bisa Menghancurkan Bumi

Hanna Runtu (WBOCS) dan Monalisa Pasaribu (Aidenvironment). Foto dok : Yayasan Palung

Project Balek Kampung yang berkemaskan diskusi asyik ala WBOCS (West Bornean Orangutan Caring Scholarshop) telah berlangsung pada Rabu (8/1/2020), kemarin.

Acara bertemakan “Bagaimana Sampah Plastik Bisa Menghancurkan Bumi?” ini bertujuan saling berbagi wawasan dan kesadaran lingkungan mengenai maraknya penggunaan plastik sekali pakai melalui diskusi santai di Kekili Kopi, Ketapang.

Menghadapi era yang kini serba pragmatis, Hanna Adelia Runtu dan Monalisa Pasaribu selaku pemantik, masing-masing menyampaikan materi Sejarah Plastik dan Data Penggunaan Plastik selama 15 menit. Diselingi pemutaran video mengenai Sejarah Plastik dan Live With a Zero Waste Life (Gaya Hidup Secara Nol Limbah).

Topik yang memang sedang trend ini memacu antusiasme peserta dalam mengisi diskusi dengan berpendapat menurut perspektif mereka. Diskusi berlangsung alot. Diantara 118 orang peserta, salah satu dari mereka pun sempat menyinggung perlunya komposisi yang sempurna antara gagasan dan eksekusi serta kolaborasi antar semua pihak agar permasalahan ini dapat terselesaikan. Sebab, bergantung pada salah satu pihak tidak cukup mengoptimalkan solusi yang ada.

Peserta yang memberikan komentarnya saat diskusi berlangsung. Foto dok : Yayasan Palung

“Kesadaran hendaknya dimulai dari diri sendiri, salah satunya ialah memilah sampah, serta meminimalisir penggunaan plastik”, tutur Monalisa, selaku pemantik pada kegiatan diskusi tersebut.

Hanna Runtu (WBOCS) yang juga sebagai pembicara dalam diskusi itu pun mengajak para peserta yang tertarik dalam kegiatan sejenis ini atau gagasan yang lebih kreatif bisa saling berkolaborasi. Sehingga kota Ketapang bisa menjadi less waste (mengurangi sampah) dan go green, menyusul kota-kota lainnya yang sudah lebih dulu menerapkan prinsip tersebut. Sebagai moderator dalam kegiatan itu adalah Mita Anggraini (WBOCS).

Peserta yang memberikan komentarnya saat diskusi berlangsung. Foto dok : Yayasan Palung

Santai-santai bermanfaat ini diharapkan dapat membuka pikiran masyarakat khususnya generasi millenial, mengenai pentingnya inisiatif dan eksekusi dalam menciptakan kehidupan yang lebih ramah lingkungan atau eco-friendly.

Khususnya dapat mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s) no. 11, yakni Sustainable Cities and Communities.

Memberikan hadiah kepada pemenang kepada peserta yang aktif dalam diskusi Asyik. Foto dok : Yayasan Palung

Semua rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari semua peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Penulis : Mega Oktavia Gunawan-WBOCS

Editor : Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Yayasan Palung Siapkan 6 Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Tahun Ini

Brosur WBOCS

Pada tahun 2020 ini, Yayasan Palung kembali menyediakan 6 (enam) beasiswa. Program beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS), pada tahun 2020 telah memasuki tahun ke Sembilan.

Yayasan Palung merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sejak 2012 Yayasan Palung (YP) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerjasama menyediakan beasiswa program S-1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan Barat (West Bornean Orangutan Caring Scholarship). Hingga tahun 2019 terdapat 37 Penerima BOCS yang diantaranya 7 orang sudah menjadi sarjana.

Adapun untuk syarat dan ketentuan penerima beasiswa adalah sebagai berikut ; Berasal dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, diutamakan kurang mampu secara ekonomi. Diusulkan oleh pihak sekolah / usulan siswa bersangkutan namun meminta rekomendasi dari pihak sekolah. Setiap sekolah berhak mengusulkan 2 (dua) orang siswa. Berencana kuliah di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Bersedia melakukan penelitian skripsi berkaitan dengan aspek-aspek perlindungan dan penyelamatan Orangutan Kalimantan.  Memiliki prestasi yang baik, berkomitmen untuk konservasi dan mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar / kuliah hingga selesai.

Formulir pendaftaran WBOCS. Foto dok : Yayasan Palung

Berikut ini syarat Pendaftaran beasiswa WBOCS ;

  • Formulir pendaftaran dapat diperoleh di sekolah masing-masing atau menghubungi kontak Yayasan Palung, diisi dengan lengkap.
  • Menyertakan fotocopy berkas sebagai berikut:
    • Fotocopy Raport dari semester 1 – 5.
    • Surat pengantar dari kepala sekolah
    • Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
  • Membuat motivation letter atau pernyataan motivasi yang menceritakan tentang keadaan diri dan keluarga, pengalaman dan prestasi, cita-cita dan hubungannya dengan program studi yang dipilih, dan alasan harus diterima dan mengapa pantas sebagai penerima beasiswa, serta buah pikiran tentang mengapa pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan itu penting. Minimum 200 kata, diserahkan sebanyak 3 (tiga) rangkap tanpa jilid.
  • Membuat Esai tentang kondisi dan persoalan lingkungan di tempat tinggal anda (hutan, sungai, laut, dll), serta tantangan konservasinya. Esai dibuat dengan ketentuan: buah pikiran sendiri / orisinil dengan panjang 1000 kata, menggunakan gaya bahasa populer dengan kaidah 5 W 1 H (What, Who, When, Where, Why, How), jika mengutip dari tulisan orang lain harus mencantumkan daftar pustaka. Serahkan sebanyak 3 rangkap tanpa jilid.
  • Berkas pendaftaran dapat diserahkan langsung ke Yayasan Palung (Kantor Ketapang ataupun Bentangor Desa Pampang Harapan Kec. Sukadana) atau melalui jasa pengiriman paling lambat 17 Maret 2020.

Untuk tahapan seleksi calon penerima beasiswa WBOCS dilakukan seleksi tahap pertama dan tahap kedua;

  • Seleksi Tahap I: seleksi berkas, motivation letter dan esai. Hasil seleksi tahap I akan diberitahukan kepada pendaftar melalui pesan singkat (sms / whatsapp) pada 19 Maret 2020.
  • Seleksi Tahap Akhir: presentasi dan wawancara. Peserta diwajibkan mempresentasikan esai, motivation letter, dan alasan memilih fakultas dan jurusan di UNTAN, yang disajikan dalam power point (ppt), serta menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panel juri. Seleksi ini akan dilaksanakan pada 31 Maret 2020 di Kantor Yayasan Palung di Ketapang. Pengumuman seleksi tahap akhir akan disampaikan melalui surat resmi kepada pihak sekolah pada tanggal 31 Maret 2020 (jadwal ini dapat berubah, dan akan diberitahukan kemudian).
View this post on Instagram

YAYASAN PALUNG SIAPKAN 6 BEASISWA PEDULI ORANGUTAN KALIMANTAN TAHUN INI Pada tahun 2020 ini, Yayasan Palung kembali menyediakan 6 (enam) beasiswa. Program beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat atau West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS) pada tahun 2020 telah memasuki tahun ke Sembilan. Yayasan Palung merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sejak 2012 Yayasan Palung (YP) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerjasama menyediakan beasiswa program S-1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan Barat (West Bornean Orangutan Caring Scholarship). Hingga tahun 2019 terdapat 37 Penerima BOCS yang diantaranya 7 orang sudah menjadi sarjana. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ; Yayasan Palung, Jl. Kol. Sugiono Gg. H. Ikram No. 1 Ketapang. Telp/Fax: 3036367, www.yayasanpalung.com Pusat Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung / Bentangor, Dusun Pampang Desa Pampang Harapan, Kec. Sukadana, KKU Haning Pertiwi: WA 0852-4552-7935, Riduwan: WA 081521574106 📸 Desain : Mega @migalon25 -WBOCS Penulis: Petrus Kanisius- Yayasan Palung @beasiswaorangutankalimantan @savegporangutans @yayasan_palung @orangutanrepublik #BorneanOrangutanCaringScholarship(WBOCS) #WBOCS #kalimantan #kalimantanbarat #orangutankalimantan #peduliorangutankalimantan #beasiswa #beasiswawbocs2020

A post shared by Yayasan Palung (YP) (@yayasan_palung) on

Ada beberapa Hak Penerima Beasiswa WBOCS antara lain;

Setiap penerima beasiswa diberikan dana beasiswa dengan limit USD 1.500, untuk membiayai:

  1. Daftar Masuk Universitas
  2. Daftar Ulang selama 8 semester
  3. Biaya Penelitian
  4. Biaya Penulisan Skripsi
  5. Biaya lain dipenuhi selama masih dalam limit dana beasiswa
  6. Bagi Penerima Beasiswa yang mendapat UKT IV dan V, pembiayaan dihentikan jika sudah mencapai limit dana beasiswa, walaupun tidak memenuhi poin 1-4.
  7. Peningkatan kapasitas dari Yayasan Palung

Selain itu juga ada beberapa Kewajiban Penerima Beasiswa WBOCS diantaranya adalah;

  1. Selama menempuh Pendidikan;
  2. penerima beasiswa menjadi relawan selama 1 (satu) bulan pada setiap tahunnya di Yayasan Palung atau di lembaga konservasi / lingkungan lainnya.
  3. penerima beasiswa melakukan aktivitas kampanye konservasi secara sendiri / bersama dengan penerima BOCS lainnya.
  4. indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,75 (Grade 4), IPK dibawah yang disyaratkan dengan toleransi 1 (satu) semester atau ditentukan berdasarkan penilaian, jika tetap tidak memenuhi ketentuan, program beasiswa akan dihentikan.
  5. Penelitian skripsi harus sesuai dengan syarat dan kondisi dalam beasiswa ini.

Sedangkan Informasi lainnya antara lain;

  1. Calon mahasiswa/i hanya dapat memilih jurusan dan fakultas:
  2. Fakultas FMIPA Jurusan Biologi / Matematika
  3. Fakultas Kehutanan
  4. Fakultas Hukum
  5. Fakultas ISIP Jurusan Hubungan Internasional / Sosiologi / Antropologi
  6. Jika ikut mendaftar SNMPTN, pilih jurusan dan fakultas yang sesuai dengan prasyarat WBOCS.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ;

  1. Yayasan Palung, Jl. Kol. Sugiono Gg. H. Ikram No. 1 Ketapang. Telp/Fax: 3036367, www.yayasanpalung.com
  2. Pusat Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung / Bentangor, Dusun Pampang Desa Pampang Harapan, Kec. Sukadana, KKU
  3. Haning Pertiwi: WA 0852-4552-7935, Riduwan: WA 081521574106

Penulis: Petrus Kanisius- Yayasan Palung