
Air mengalir itu bergemericik turun melalui celah bebatuan tebing yang sedikit curam itu terlihat jelas, indah dipandang mata ketika tim patroli Hutan Desa Yayasan Palung (YP) melakukan survei di Kawasan Hutan Desa Matan Jaya, beberapa waktu lalu.
Tak bisa disangkal, indahnya Air Terjun Lubuk Anjuk yang berada di dalam Kawasan hutan desa tersebut pun berpotensi sebagai daya tarik untuk wisata karena cukup memanjakan mata. Selain itu juga air terjun tersebut juga menjadi sumber air bersih bagi masyarakat di sekitar hutan desa. Belum diketahui pasti, berapa meter ketinggian dari air terjun tersebut.
Klik link untuk melihat video air terjun : https://www.youtube.com/watch?v=LrFVFMV1eUE
Tak hanya indah dipandang mata, tetapi daya tarik di sekitar air terjun yang tidak kalah menariknya adalah rerimbunan pepohonan yang berdiri kokoh bersama sejuknya suasana menambah daya tarik wilayah tersebut.
Sebagai tambahan informasi, Air Terjun Lubuk Anjuk berada di dalam Kawasan Hutan Desa Matan Jaya. Hutan Desa Matan Jaya memiliki luasan sekitar 2.200 hektare.
Matan Jaya adalah desa yang berada di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Indonesia.
Foto: Hendri & Program Hutan Desa Yayasan Palung
——————————————
Kawasan Hutan Desa Matan Jaya dikelola oleh LDPHD Matan Jaya yang dibina oleh UPT KPH Wilayah Kayong, dan didukung oleh Yayasan Palung (YP) sebagai Lembaga pendamping.
Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Pemasangan plang nama hutan desa telah dilakukan di Kawasan Hutan Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara beberapa waktu lalu.
Pemasangan plang nama hutan desa dilakukan oleh UPT KPH Wilayah Kayong, beberapa Staf Desa dan LDPHD Matan Jaya, serta Yayasan Palung.
Hutan Desa Matan Jaya memiliki luasan sekitar 2.200 hektare.
Matan Jaya adalah desa yang berada di kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Indonesia.
Hutan Desa adalah hutan negara yang dikelola oleh desa melalui Lembaga Desa Pengelola Hutan untuk kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri.


Sejahtera bukan hanya cerita uang namun lebih pada prinsip hidup fundamental sebagai manusia, bernafas butuh oksigen, minum butuh air, semua itu disediakan gratis oleh hutan. (Hen/YP).
Foto: Hendri & Program Hutan Desa Yayasan Palung
————————————————-
Kawasan Hutan Desa Matan Jaya dikelola oleh LDPHD Matan Jaya yang dibina oleh UPT KPH Wilayah Kayong, dan didukung oleh Yayasan Palung (YP) sebagai Lembaga pendamping.

REBONK (Relawan Bentangor Untuk Konservasi) melakukan pertemuan rutin, pada Sabtu (7/9/2024). Dalam pertemuan rutin tersebut, mereka belajar mengenai morfologi tumbuhan.



Sebelum mereka melakukan praktek belajar secara langsung di hutan mini Yayasan Palung mereka terlebih dahulu diberikan materi yang disampaikan oleh Riduwan, selaku Pembina REBONK. Selanjutnya, setelah diberikan materi tentang Morfologi Tumbuhan, 11 orang peserta yang hadir dalam kesempatan tersebut langsung melakukan praktik di lapangan dan setelah itu melakukan presentasi hasil pengamatan di lapangan.
Adapun yang dipelajari dalam kesempatan tersebut adalah mengenai jenis daun, pertulangan daun, letak duduk daun, mengenal jenis-jenis permukaan batang pohon dan beberapa jenis akar pada tumbuhan. (Riduwan/YP).

Menumbuhkan kesadaran dan cinta terhadap satwa serta lingkungan menjadi salah satu tanggungjawab semua elemen masyarakat tidak terkecuali siswa-siswi di sekolah. Dengan demikian diperlukan cara-cara sederhana untuk melakukan hal tersebut.
Seperti misalnya beberapa waktu, tepatnya tanggal 04 September hingga tanggal 06 September 2024 Yayasan Palung (YP) memenuhi undangan Pengajar Muda (PM Kayong Utara) untuk melakukan kegiatan bersama di Desa Banyu Abang, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.
Adapun kegiatan yang kami lakukan adalah lecture (ceramah lingkungan) dan puppet show (pertunjukan boneka) di sekolah-sekolah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kesempatan pertama, pada Kamis (5/9/2024) kami melakukan kegiatan puppet show di SDN 10 Banyu Abang.
Selanjutnya, Jumat (6/9/2024) pagi, melakukan lecture di SMKN 01 Teluk Batang dan pada (6/9/2024) siang, kami melakukan lagi lecture di MTSN 02 Kayong Utara.

Sebelum menyampaikan puppet show dan materi lecture siswa-siswi terlebih dahulu kami ajak untuk bernyanyi dan es breaking dengan maksud agar mereka semangat serta tidak mengantuk saat mendengarkan materi yang kami sampaikan.
Materi puppet show yang disampaikan adalah bercerita tentang satwa yang dilindungi. Sedangkan materi lecture adalah tentang orangutan.
Pada kesempatan tersebut pula, teman-teman dari pengajar muda berkesempatan mengajak siswa-siswi melakukan penanaman pohon di sekitar sekolah SDN 10 Banyu Abang.
Adapun tujuan dari kegiatan ini sebagai bentuk kampanye penyadartahuan sekaligus ajakan kepada siswa-siswi agar peduli kepada nasib satwa dilindungi, lebih khusus satwa yang sangat dilindungi seperti orangutan. Selain juga satwa dilindungi lainnya seperti bekantan, kelasi, burung enggang dan trenggiling serta satwa lainnya.

Kolaborasi yang baik, ya boleh dikata demikian, karena Yayasan Palung (YP) dan Pengajar Muda (PM Kayong Utara) sama-sama mengambil peran dalam kegiatan tersebut.
Dari Yayasan Palung yang ikut serta dalam kegiatan tersebut adalah; Widiya Octa Selfiany, Riduwan, Sela Darmiyati dan Petrus Kanisius.
Sedangkan dari Pengajar Muda adalah; Zakiatul Dina Fajriah, Artika Lessanti, Linda Setianing Tanti, Nopri Hidayat, Ari Febrio Pratama Panjaitan, Wira Sakinatun Najahah, Binti Tsulsiyah dan Amalia Safitri.
Pada kegiatan ini juga kami sama-sama belajar bersama adik-adik di sekolah, untuk saling peduli dengan satwa, lingkungan dan budaya masyarakat setempat.
Sebagai tambahan informasi, Pengajar Muda adalah sarjana-sarjana terpilih yang direkrut, dilatih dan dikirimkan oleh Indonesia Mengajar untuk membersamai masyarakat sebagai guru di pelosok Indonesia selama 1 (satu) tahun.
Berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini di sekolah-sekolah ada tumbuh kembang dari adik-adik untuk lebih mengenal dan peduli dengan persoalan lingkungan terlebih kepada satwa yang dilindungi. Dengan demikian juga, mereka bisa menyebarkan informasi tentang perlunya menjaga dan melindungi satwa-satwa yang dilindungi yang ada di Indonesia. Karena peran pentingnya, beberapa diantaranya seperti orangutan dan burung enggang adalah si petani hutan.
Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Ada kabar baik nih dari Kelompok Budidaya Ikan Mina Segua yang berada di Dusun Segua, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara. Kabar baiknya, Kelompok Budidaya Ikan Mina Segua mendapat bantuan bibit ikan nila, beberapa waktu lalu.
Ya, bantuan yang mereka nanti-natikan itu telah tiba, mereka pun menerimanya dengan hati yang gembira. Pada kesempatan tersebut, Kelompok Budidaya Ikan Mina Segua menerima bantuan bibit ikan sebanyak 10 kantong bibit ikan nila (Oreochromis niloticus).
Tidak hanya bibit ikan saja, tetapi Dinas Perikanan Kabupaten Kayong Utara juga memberikan bantuan pakan ikan kepada kelompok tersebut.
Berharap semoga bantuan ini menjadi sebuah awal yang manis untuk kelompok ikan Mina Segua dan bisa menjadi sumber pemenuhan gizi masyarakat dan pendapatan yang berkelanjutan untuk kedepannya agar tidak melakukan aktivitas di dalam hutan.
Sebagai tambahan informasi, Kelompok Budidaya Ikan Mina Segua merupakan kelompok binaan Yayasan Palung melalui Program Sustainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) yang dibentuk sejak tahun 2019 lalu.
Sebagai pengingat, dulu pernah terjadi musibah air yang meluap, menyebabkan hampir seluruh ikan para anggota menghilang.
Semoga perhatian dengan bentuk bantuan yang diberikan oleh Dinas Perikanan kepada kelompok Mina Segua, menjadikan anggota kelompok Mina Segua semangat kembali untuk melakukan budidaya ikan air tawar. (Salmah/YP).

Filosofi Ki Hajar Dewantara tentang; “Semua Tempat adalah Sekolah, Semua Orang adalah Guru” sepertinya sangat pas untuk dikaitkan dengan kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman REBONK.
Ya, benar saja Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) melakukan kegiatan fieldtrip sekaligus belajar langsung di alam, tepatnya di Wisata Hutan Mangrove Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, pada Sabtu sore (24/8/2024) dari pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Dalam kesempatan itu, 12 orang peserta REBONK yang hadir dalam berkesempatan belajar secara langsung (fieldtrip) tentang jenis-jenis vegetasi hutan mangrove, mengenal jenis-jenis perakaran hutan mangrove dan mengamati satwa yang ada di hutan mangrove.
Baca juga :
Hasil dari pengamatan tersebut ditemukan pohon mangrove seperti bakau, gedabuk, pidada, nyirih, lindur, waru laut, pandan laut dan nipah.
Sedangkan jenis perakaran hutan mangrove yang ditemukan pada saat melakukan fieldtrip tersebut antara lain seperti akar tunjang, serabut, akar papan dan akar lutut.


Berharap, dari teman-teman REBONK semakin tumbuh semangat kepedulian dan selalu haus akan ilmu pengetahuan terlebih konservasi, kapan pun dan di mana saja karena semua tempat adalah sekolah dan semua orang adalah guru. Selain itu, merekalah tunas-tunas baru penyambung lidah konservasi di masa yang akan datang.
Penulis: Riduwan
Foto: Adittia Saputra
(Yayasan Palung)
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukan bentuk cinta kepada orangutan di Hari Orangutan Sedunia (World Orangutan Day) 2024.
Setiap tanggal 19 Agustus diperingati sebagai World Orangutan Day (Hari Orangutan Sedunia). World Orangutan Day (WOD) atau disebut pula International Orangutan Day (IOD) diperingati oleh sebagian besar penduduk di bumi untuk mendukung dan mendorong masyarakat serta kita semua agar peduli dengan nasib primata yang sangat dilindungi ini.
Tahun ini, tema hari Orangutan Sedunia 2024 adalah Love for Orangutan (Cinta untuk Orangutan) #jagaorangutanjagakehidupan.
Yayasan Palung (YP) bersama para pihak merayakan hari Orangutan Sedunia (World Orangutan Day) 2024 dengan serangkaian kegiatan, diantaranya;
Pertama, kegiatan Bentangor Kids di SDN 19 Pampang Harapan, Kabupaten Kayong Utara, Kegiatan yang dilakukan adalah lomba tebak nama hewan dari gambar, tebak nama hewan dari ciri-ciri, menyusun puzzle gambar hewan dan test pengetahuan tentang lingkungan.
Kegiatan lainnya antara lain melakukan lecture di SDN 08 Matan Hilir Utara sekaligus merayakan hari Orangutan Sedunia dengan menyampaikan materi dasar tentang orangutan sebagai satwa yang sangat dilindungi.
Kegiatan lainnya yang dilakukan dalam rangka WOD 2024 adalah seperti siaran radio di RKU Kayong Utara yang mengetengahkan informasi tentang Orangutan.
kami juga melakukan serangkaian kegiatan Ekspedisi ke sekolah-sekolah, kegiatan ini kami lakukan dari tanggal 18 Agustus hingga tanggal 23 Agustus 2024 di Dusun Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap.
Di SDN 19 Nanga Tayap, dalam rangka Hari Orangutan Sedunia 2024, YP mengadakan lomba menggambar, mewarnai dan test pengetahuan umum tentang lingkungan.
Lomba menggambar diikuti oleh kelas 3 dan 4, lomba mewarnai diikuti oleh kelas 1 dan 2, Test pengetahuan umum tentang lingkungan diikuti oleh kelas 5 dan 6. Semua peserta yang mengikuti kegiatan ini terlihat sangat antusias sekali.
Selain itu juga, kami melakukan lecture (ceramah lingkungan) dan puppet show (pertunjukan boneka) di beberapa sekolah di Dusun Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap. Seperti di SDN 07 Nanga Tayap kami melakukan puppet show, selanjutnya melakukan lecture di SMPN 03 Nanga Tayap. Kemudian, kami juga melakukan kegiatan lecture di Lecture di SMP dan SMA Takhassus Al-Qur’an di Nanga Tayap. Kemudian, kegiatan puppet show juga kami lakukan di SDN 16 Matan Hilir Utara. Adapun materi puppet show dan lecture yang disampaikan adalah tentang Orangutan.
Selanjutnya melakukan juga pemutaran film lingkungan, beberapa film dokumenter tentang lingkungan dan film-film singkat tentang orangutan.

Di Pontianak, kegiatan WOD digelar, pada Rabu (21/8/2024) oleh kelompok muda binaan Yayasan Palung, WBOCS (West Bornean Orangutan Caring Scholarship) 2021-2024. WBOCS juga mengajak beberapa pihak seperti Keep Earth Borneo, BEM Fakultas Kehutanan dan Hima Biologi Untan melakukan kegiatan WOD kali ini.
Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan seperti lecture di SD Swasta Islam Muhammad Al-Fatih, penyampaian materi terkait satwa yang di lindungi di Indonesia dan bermain ular tangga. Bersama Keep Earth Borneo, BEM Fakultas Kehutanan, Hima Biologi, WOBCS 2021-2024. Sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Siti Hairunisa dari HIMABIO angkatan 2021.
Selanjutnya melakukan lecture sekaligus fieldtrip (kunjungan lapangan) bersama siswa-siswi SMA Al-Azhar dan Pelita Cermerlang di Arboretum Sylva UNTAN penyampaian materi konservasi dan belajar terkait tumbuhan yang ada di Arboretum. Pada kesempatan tersebut sebagai pemateri adalah Rita Kurniati, WBOCS angkatan 2021.

Selanjutnya juga menyampaikan pesan-pesan terkait perlunya perlindungan melalui video singkat yang diunggah ke media sosial.
Kegiatan lainnya, dalam rangka WOD, Staf dari Yayasan Palung, Erik Sulidra (manager Program Penyelamatan Satwa) berkesempatan menjadi pembicara di Webinar Hari Orangutan Sedunia, yang diselenggarakan oleh Satya Bumi, pada Senin (19/8).



Semua rangkaian kegiatan WOD tahun 2024 ini berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
Berharap, dengan diadakan kegiatan WOD kali ini ada tumbuh kesadaran dan semangat dari siswa-siswi untuk semakin peduli kepada nasib orangutan dan konservasi.

Yayasan Palung juga mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak, lebih khusus pihak sekolah yang telah mengijinkan kami untuk berkegiatan ekspedisi dan WOD di di Dusun Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap.
Tulisan ini dimuat di: https://katanetizen.kompas.com/read/2024/08/31/142154085/ini-cara-yayasan-palung-merayakan-hari-orangutan-sedunia
Petrus Kanisius-Yayasan Palung
Bulan ini, Tim Smart Patrol Hutan Desa yang didampingi langsung oleh Yayasan Palung (YP) melakukan pengecekan alat berupa kamera trap yang dipasang di Kawasan Hutan Desa Nipah Kuning, Kabupaten Kayong Utara.
Menariknya, pada kamera jebak (kamera trap) yang di pasang di jalur satwa tersebut berhasil merekam dua individu orangutan yang sedang melintas di Wilayah Hutan Desa Nipah Kuning.
Lihat juga di :
Berharap, semoga Kawasan hutan desa yang merupakan habitat orangutan ini bisa tetap terjaga dan lestari hingga selamanya.
————————————-
Kawasan Hutan Desa Nipah Kuning dikelola oleh LDPHD Hutan Bersama yang oleh dibina oleh UPT KPH Wilayah Kayong, dan didukung oleh Yayasan Palung (YP) sebagai Lembaga pendamping.
Ibu Hatimah atau biasa dipanggil Maklong Timah sudah belajar menganyam tikar pandan sedari beliau kecil, selain menganyam tikar pandan beliau juga biasanya mengolah hasil hutan bukan kayu lainnya yaitu bambu untuk dijadikan produk kerajinan anyaman seperti nyiru dan juga bakul. Sedari beliau kecil hingga sekarang sudah banyak motif – motif tikar cantik yang beliau produksi dengan tangan beliau sendiri, salah satu contohnya seperti tikar cantik dominan pink yang sedang beliau anyam sekarang ini.
Walaupun usia tidak lagi muda, tetapi beliau berserta rekan-rekan sebayanya masih aktif untuk memproduksi tikar pandan. Baik itu tikar bermotif atau tikar putih polos. Dan perlu diketahui juga untuk pembuatan tikar pandan ini tidaklah semudah yang kita lihat ya, ada beberapa hitungan yang harus diketahui agar bisa menjadikan tikar pandan tersebut menjadi cantik dan indah dipandang mata.
Semangat dan sehat selalu para pengrajin Bumi Betuah Kabupaten Kayong Utara, terimakasih sudah terus melestarikan kebudayaan kerajinan anyaman.
Narasi: Salmah-Yayasan Palung
@savewildorangutans @yayasan_palung
#borneo #kalbar #pengrajinlokal #craft #handycraft #tngp #goodmother #kerajinan #pandan #kebudayaan

Yayasan Palung (YP) Bersama KPH Wilayah Kayong berkesempatan melakukan Fasilitasi Penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD) Matan Jaya di Kantor UPT KPH Wilayah Kayong, pada Rabu (7/8/2024).
Kegiatan tersebut dibuka oleh bapak Murti Anom Suntoro, S. Hut., M.Hut., perwakilan dari UPT KPH Wilayah Kayong yang mewakili ibu Euis Herawati,S. Hut., M.Hut., Kepala UPT KPH Wilayah Kayong yang berhalangan hadir karena ada kegiatan lainnya di provinsi.
Ibu Eius, menitip salam kepada kepala Desa Matan Jaya, Ketua LDPHD Matan Jaya, semoga kegiatan penyusunan RKT tahunan bisa disusun dengan baik dan kegiatan bisa berjalan sesuai rencana.
Desi Kurniawati, selaku manager HRD & Comdev YP yang pada kesempatan tersebut menanyakan sekaligus mengajak menyusun RKT 2024, terkait apa saja yang bisa dilakukan di Kawasan Hutan Desa Matan Jaya.
Dalam kegiatan itu, Koordinator Program Hutan Desa Yayasan Palung (YP), Hendri Gunawan menyampaikan beberapa hal;
Pertama, Ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah hadir dalam kegiatan ini lebih khusus kepada pihak UPT KPH Kayong ketua dan anggota LDPHD Matan Jaya yang sudah bisa hadir dalam penyusunan RKT 2024 hari ini, Rabu (7/8/2024).
Selanjutnya, terkait kegiatan kita hari ini adalah penyusunan RKT 2024. Untuk RKT, kita menggali potensi yang ada di Kawasan Hutan desa. Seperti misalnya air bersih, yang nantinya kita juga minta bantuan pihak perusahaan (kerjasama Kemitraan dengan pihak perusahaan).
Selain itu, potensi Pertanian di luar kawasan dan membentuk 2 kelompok Usaha Perhutanan Sosial), kata Hendri.
Adapun rencana RKT yang disusun dalam kesempatan tersebut diantaranya adalah:
Kegiatan Konservasi, Perlindungan dan Pengamanan Hutan
Rencana kegiatan dalam RKT 2024 tersebut antara lain seperti;
Pemanfaatan pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), potensi-potensi hhbk; tanam kopi lokal, potensi lebah madu, pertanian, holtikultura.
Selain itu juga, Pemanfaatan Jasa Lingkungan; Pemanfaatan jasa air, Kearifan lokal; Nyapat Taon, Tolak Bala, Bunge Taon.
Murti Anom Suntoro, dalam kesempatan itu mengatakan, Pembibitan boleh saja dilakukan, tetapi untuk stok saja. Penanaman dilakukan selanjutnya saja. Tahun ini fokus ke pembibitan. KPH siap bantu 100 bibit Petai dan 100 bibit Jengkol. Penanaman bisa dilakukan ketika patroli. Kalau mau membibit durian (cari indukan/unggul lokal).
Selanjutnya Hendri, menambahkan, survei biodiversitas belum ada tahun ini dilakukan. Nanti, kawan-kawan HD menggunakan alat smart patrol saat patroli. Ketika patroli kawan-kawan LDPHD didampingi oleh KPH Wilayah Kayong dan Yayasan Palung.
Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah LDPHD Matan Jaya via daring, Masyarakat Desa, Ketua LDPHD Matan Jaya, Kades Matan Jaya, UPT KPH Kayong dan Yayasan Palung.
Sebagai tambahan informasi, luasan Hutan Desa Matan Jaya adalah kurang lebih 2.200 hektare yang berada pada Kawasan lindung Gunung Badung.
Pit
(Yayasan Palung)