Gunung Palung Orangutan Conservation Program

Tidak terasa, tahun ini adalah tahun terakhir saya bekerja di Yayasan Palung (YP). 15 tahun bekerja di Yayasan Palung terhitung sejak tahun 2010 silam. 15 tahun bukanlah waktu yang singkat, namun serasa baru kemarin.
Memilih berhenti bekerja di Yayasan Palung merupakan keputusan dan pilihan yang sangat sulit bagi saya. Ya, karena dihadapkan dengan keputusan dan pilihan antara kerjaan atau keluarga. Jujur, saya memilih keluarga. Alasan ini saya pilih karena saya ingin dekat dan bersama dengan ibu saya yang usianya sudah tua. Buat saya, hidup hanya sekali, buatlah berarti.

Waktu berlalu begitu cepat, tidak sedikit cerita (suka, duka, kekeluargaan dan persaudaraan) yang saya peroleh selama saya bekerja di Yayasan Palung.
Di Yayasan Palung (YP), saya banyak ditempa dan dibangun dengan hal-hal baik seperti; tentang arti kehidupan, saling toleransi dan keberagaman, kekeluargaan, persaudaraan dan lain sebagainya. Di Yayasan Palung ini juga menjadi awal (permulaan) bagaimana saya dibentuk, saya banyak belajar dan diajarkan tentang konservasi, lebih khusus terkait orangutan, hutan dan lain sebagainya lewat kegiatan puppet show (pertunjukan boneka) dan lecture (ceramah lingkungan) saat ke sekolah-sekolah dan kampanye media lewat tulisan.

Saya juga banyak beroleh arti hidup bermasyarakat, bersosial dengan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan dan program yang Yayasan Palung lakukan. Di sini pula saya semakin diasah untuk terus mengembangkan hobi menulis saya, lebih khusus terkait lingkungan, konservasi, Penyadartahuan, Pendidikan dan orangutan. Lewat tulisan-tulisan pula, saya boleh berkreasi bercerita dan menuliskan apapun yang berkaitan dengan kegiatan atau aktivitas yang Yayasan Palung lakukan. Jujur, saya sangat nyaman, betah dan menyukai pekerjaan saya di Yayasan Palung.
Baca Juga: Cerita Singkatku Saat Mengikuti Acara Kompasianival 2024
Bagi saya, Yayasan Palung sudah menjadi rumah kedua. Dan Kawan-kawan di Yayasan Palung sudah saya anggap seperti keluarga saya sendiri.
Banyak cinta, suka dan duka, persaudaraan dan kekeluargaan yang saya peroleh selama 15 tahun bekerja dan saya merasa sangat bersyukur. Banyak hal-hal baik yang saya dapatkan selama saya bekerja di Yayasan Palung.

Teman-teman di Yayasan Palung sangat berarti buat saya karena selalu mendukung dengan tulus dan menerima saya apa adanya dalam pekerjaan dan semua hal, apapun itu. Kalau boleh jujur, saya adalah seorang difabel/cacat secara fisik. Tetapi, teman-teman di Yayasan Palung memperlakukan saya dengan baik dan tidak membeda-bedakan. Saya sangat beruntung dan bersyukur bisa bekerja di Yayasan Palung.
Saya hanya bisa mengucapkan grazie mille (Ribuan ucapan terima kasih) kepada teman-teman semua di Yayasan Palung (YP). Saya tidak bisa membalas budi baik Kawan-kawan semua, semoga budi baik dari Kawan-kawan semua di Yayasan Palung dibalas oleh Sang Kuasa, Tuhan Yang Maha Esa.
Saya juga memohon maaf kepada semua karena selama saya bekerja tak luput dari salah, banyak tutur kata saya yang salah kepada teman-teman semua. Maaf lahir dan batin. Kalian semua adalah saudaraku dan keluargaku.
Saya akan selalu mengingat semua kebaikan, dari teman-teman semua. Maaf saya belum bisa membalas budi baik dari teman-teman semuanya.

Saya juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada Ibu Prof. Dr. Cheryl Knott selaku Direktur Eksekutif GPOCP (Yayasan Palung), Mas Wahyu Susanto (Direktur Riset dan Ketua Yayasan Palung), Edi Rahman (Field Direktur Yayasan Palung), Caitlin, Kak Elizabeth J. Barrow dan Widiya Octa Selfiany (Manager Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung) dan teman-teman di program Pendidikan Lingkungan (Simon dan Sela) serta kawan-kawan semua di Program Riset dan Konservasi Yayasan Palung. Saya juga mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Alm. Om Al. Yan Sukanda dan Bibi Theresia Novita Yans atas segala jasa dan dukungannya kepada saya yang tidak bisa saya balas.
Terima kasih atas segala Jasa dan Cinta, kebaikan, pengalaman, kepercayaan, persaudaraan dan kekeluargaan yang membuat saya merasa diterima tanpa membeda-bedakan.
“Aku adalah aku, tetapi Aku tanpa Dia dan Mereka bukanlah siapa-siapa.”
Teman-teman semua luar biasa buatku. Tanpa kalian (Kawan-kawan) semua, saya bukanlah siapa-siapa.Â
Saya akan selalu mengingat semua kebaikan dari Yayasan Palung dan kawan-kawan semua. Saya juga akan selalu menjaga nama baik Yayasan Palung. Sampai jumpa lagi dilain waktu dan kesempatan.
Tulisan ini sebelumnya telah dimuat Kompasiana: Kisah15 Tahun Bekerja di Yayasan Palung Banyak Cinta Suka dan Duka, Persaudaraan dan Kekeluargaan
Penulis: Petrus Kanisius-Yayasan Palung