Yayasan Palung Ajak REBONK dan Langit Senja Field Trip Sekaligus Belajar di Hutan Mangrove

Foto bersama: REBONK & Langit Senja. (Foto dok. Adit/Yayasan Palung).

Yayasan Palung (YP) mengadakan kegiatan field trip (kunjungan lapangan) sekaligus belajar bersama di Wisata Hutan Mangrove Sukadana kolaborasi antara Relawan Bentangor uNtuk Konservasi (REBONK) dan Organisasi Langit Senja, pada Sabtu (25/5/2025).

Kegiatan ini memiliki manfaat dan tujuan untuk mengenal jenis-jenis vegetasi serta mengenal satwa yang ada didalam hutan mangrove.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjalin kerja sama antara REBONK dan juga Langit Senja. Langit Senja sendiri merupakan organisasi yang memang bergerak dibidang lingkungan yang kebetulan memiliki latar belakang yang sama dengan REBONK yang merupakan binaan Yayasan Palung. Kegiatan diawali dengan perkenalan Masing-masing Pembina, baik dari Pembina REBONK maupun Pembina Langit Senja.

Pembina REBONK sendiri diwakili oleh Riduwan dan Adit, sedangkan Pembina Langit Senja diwakili oleh Nor Rohim dan Budi. Kegiatan kali ini diisi dengan penyampaian materi tentang hutan mangrove, seperti; mangajak/ belajar bersama mengenal apa itu hutan mangrove, manfaat hutan mangrove baik secara ekologi maupun ekonomi, kemudian dijelaskan juga terkait dampak negatif yang akan terjadi apabila hutan mangrove rusak misalnya seperti abrasi dan juga hilangnya habitat satwa yang ada di hutan mangrove itu sendiri.

Setelah penyampaian materi selesai. Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan pengamatan dilapangan dengan metode observasi sesuai jalur pengamatan yang telah ditentukan. Sebelumnya masing-masing peserta dibagi kelompok dimana kelompok tersebut berjumlah 5 kelompok yang terdiri 5-6 peserta. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 32 orang.

Selanjutnaya peserta mempresentasikan hasil pengamatan yang mereka amati di lapangan kepada para peserta lainnya. Dalam presentasi tersebut, setidaknya ada 8 jenis mangrove yang teridentifikasi, yaitu mangrove dari jenis Bakau (Rhizophora sp.), Lindur (Bruguiera spp.), Nipah (Nypa sp.), Waru laut (Thespesia populnea), Nyiri/nyirih (Xylocarpus moluccensis), Pandan laut (Pandanus odorifer), Teruntum Putih (Lumnitzera racemosa), Lindur, Nipah dan Teruntum Merah (Lumnitzera littorea). Sedangkan yang tidak ditemukan adalah dari jenis Gedabuk (Sonneratia sp) dan Api-api (Avicennia spp.). Selain mengamati jenis-jenis pohon mangrove dari buah, batang dan juga bunga, mereka juga mengenali jenis-jenis perakaran hutan mangrove misalnya seperti akar tunjang, serabut, nafas, papan/banir, serta akar lutut. Adapun jenis-jenis fauna atau satwa yang ditemukan seperti keramak, tembakul, burung, kadal, siput dan beberapa jenis satwa lainnya.

Nor Rohim, selaku Pembina Langit Senja mengatakan, kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan selain menjalin silaturahmi juga dapat berbagi ilmu baik dari Langit Senja sendri maupun dari REBONK. Ia berharap kegiatan kolaborasi tidak hanya berhenti sampai disini saja namun dapat berlanjut bukan hanya dikegiatan field trip saja akan tetapi dikegiatan-kegiatan lainnya. Riduwan selaku Pembina REBONK juga mengatakan hal yang sama dengan Pembina Langit Senja. Yayasan Palung sangat terbuka dengan kegiatan yang seperti ini. Apalagi kegiatan tersebut berkaitan dengan kelestarian lingkungan. “Ayo sama-sama kita bangun generasi muda Kayong Utara menjadi generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan terutama Bumi Kayong.”

Penulis: Riduwan

Foto dok. Adit

Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Yayasan Palung

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca