Adakan Workshop, Yayasan Palung Ajak Generasi Muda Sebagai Kader yang Peduli Lingkungan

Foto Adakan Workshop, Yayasan Palung Ajak Generasi Muda Sebagai Kader yang Peduli Lingkungan. (Foto dok.Yayasan Palung).

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengajak generasi muda agar peduli dan menjadi kader konservasi. Seperti yang diadakan oleh Yayasan Palung (YP) dengan mengadakan kegiatan workshop di dua Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Kegiatan Workshop di Ketapang dilakukan pada Rabu (14/5/2025), Yayasan Palung (YP) mengadakan Workshop Rekrutmen Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) Angkatan XIV di Balai Sungai Kedang, Ketapang. Sedangkan Workshop Rekrutmen Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) Angkatan XIV digelar di Pendopo Bupati Kayong Utara, pada Kamis (15/5/2025).

Kegiatan Workshop ini dilaksanakan oleh Yayasan Palung melalui Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, dengan mengusung tema; “Muda, Peduli, Aksi Nyata untuk Orangutan dan Hutan Kita”.

Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk menumbuhkan semangat kepedulian generasi muda terhadap pelestarian hutan dan satwa liar, khususnya orangutan, kata Widiya Octa Selfiany, selaku Manager Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung.

Kegiatan Workshop Rekrutmen Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) di Ketapang, Rabu (14/5) dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Ketapang, Bapak Jamhuri Amir, SH yang menyampaikan apresiasi atas peran anak muda dalam menjaga lingkungan dan mendukung program konservasi di wilayah Kabupaten Ketapang.

Foto dok: Leoni, Vanessa dan Pit/Yayasan Palung

Workshop ini menghadirkan narasumber inspiratif dari berbagai instansi yang berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan; Bapak Ahmad Sirojudin, S.Hut (Balai Taman Nasional Gunung Palung), Bapak Ferry Aryanto, S.Hut (UPT KPH Wilayah Ketapang Selatan), Bapak Sulidra Fredrik Kurniawan (Manajer Program Penyelamatan Satwa Yayasan Palung) dan Bapak Edi Rahman, S.Sos (Field Director Yayasan Palung), dan Sela Darmiyati pembina RK-TAJAM.

Dalam kesempatan tersebut, dalam kata sambutnya, Wakil Bupati, mengatakan, menyampaikan apresiasi atas peran anak muda dalam menjaga lingkungan dan mendukung program konservasi di wilayah Kabupaten Ketapang. Selain itu juga, wakil bupati berharap dengan diadakan kegiatan ini jangan hanya dimakanai sebagai kegiatan seremonial semata. Akan tetapi dapat lebih dimaknai seutuhnya bagaimana menjaga serta melestarikan lingkungan dimulai dari hal-hal yang sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Selanjutnya juga, berharap generasi muda bisa menjadi kader yang peduli lingkungan.

Field Direktur Yayasan Palung, Edi Rahman, dalam kesempatan tersebut mengatakan dan berharap, semoga lebih banyak relawan yang bisa bergabung sekaligus peduli dengan lingkungan. Dengan demikian, nantinya para relawan bisa menjadi corong media kampanye konservasi orangutan dan habitatnya.

Di Kayong Utara, kegiatan Workshop Rekrutmen Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) Angkatan XIV digelar di Pendopo Bupati Kayong Utara, pada Kamis (15/5/2025).

Kegiatan ini merupakan langkah awal dari proses pembentukan relawan muda yang akan menjadi garda depan dalam upaya pelestarian hutan dan satwa liar, khususnya orangutan di bentang alam Kayong Utara dan sekitarnya.

Foto dokumen: Simon Tampubolon/Yayasan Palung

Workshop dibuka secara resmi oleh Asisten I Bupati Kayong Utara, Bapak H. Nazril Hijar, S.Ag, yang menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif Yayasan Palung dalam melibatkan pemuda untuk menjaga kekayaan alam daerah. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat, termasuk pemuda, dalam menjaga kelestarian hutan.

Kegiatan ini juga menghadirkan para narasumber inspiratif dari berbagai instansi yang aktif dalam bidang konservasi lingkungan, yaitu: Bapak Ahmad Sirojudin, S.Hut dari Balai Taman Nasional Gunung Palung, Ibu Agil Ayu Lestari, S.Hut dari UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kayong Utara, Bapak Sulidra Fredrik Kurniawan selaku Manajer Program Penyelamatan Satwa Yayasan Palung, serta Bapak Edi Rahman, S.Sos selaku Field Director Yayasan Palung dan Pembina REBONK Riduwan. Para narasumber berbagi wawasan, pengalaman, dan motivasi kepada peserta untuk terus bergerak dan terlibat dalam aksi nyata pelestarian lingkungan.

Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi dari para peserta, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari perjalanan panjang REBONK Angkatan XIV dalam menjaga dan merawat hutan serta satwa yang ada di dalamnya. Mari bersama-sama bergerak untuk hutan kita, untuk orangutan kita, dan untuk masa depan bumi yang lebih lestari!.

Yayasan Palung sebagai lembaga yang berfokus pada perlindungan orangutan dan habitatnya di lanskap Gunung Palung, memandang penting peran generasi muda dalam menjawab tantangan keberlangsungan hidup populasi orangutan yang semakin menurun, terutama akibat deforestasi, degradasi hutan dan perburuan, kebakaran hutan dan konflik satwa liar dengan manusia, serta konversi lahan menjadi perkebunan skala besar dan infrastruktur.

Yayasan Palung percaya bahwa keberhasilan konservasi bukan hanya bergantung pada pendekatan ilmiah dan kebijakan, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat, khususnya kaum muda, sebagai agen perubahan. Yayasan Palung mengungkapkan bahwa kesadaran dan kepedulian yang tumbuh sejak dini akan menjadi fondasi kuat dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.

Dalam konteks inilah Yayasan Palung mengembangkan kelompok muda binaan, yaitu sebuah wadah kaderisasi dan pembinaan generasi muda di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara yang memiliki minat tinggi terhadap isu lingkungan. Kelompok muda binaan Yayasan Palung di Kabupaten Ketapang adalah Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) dan Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) yang ada di Kabupaten Kayong Utara yang berperan sebagai perpanjangan tangan Yayasan Palung dalam menyampaikan pesan-pesan konservasi melalui pendekatan kreatif, edukatif, dan komunikatif. Program ini telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, dan telah mencetak puluhan alumni yang kini menjadi pendidik, aktivis lingkungan, hingga penggerak masyarakat di berbagai wilayah. (Widiya Octa Selfiany & Petrus Kanisius-Yayasan Palung)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Yayasan Palung

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca