Kegiatan Pendampingan Akademik dan Peningkatan Kapasitas Mahasiswa Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat Berjalan Sukses

Kegiatan Pendampingan Akademik dan Peningkatan Kapasitas Mahasiswa Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat Berjalan Sukses. (Foto: Widiya, Riduwan/Yayasan Palung).

Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Pendampingan Akademik dan Peningkatan Kapasitas Mahasiswa Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat. Acara yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu, (8-9/3/2025), kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, memperkuat jaringan antar-penerima beasiswa, serta menanamkan kesadaran lingkungan.

Pada hari pertama kegiatan acara dibuka secara resmi oleh Riduwan, dalam kesempatan itu menekankan tentang pentingnya evaluasi akademik dan komitmen mahasiswa dalam mempertahankan prestasi selama menerima beasiswa. Evaluasi laporan mahasiswa penerima beasiswa tahun 2021-2024 menjadi agenda utama di hari pertama, mencakup prestasi akademik, partisipasi dalam kegiatan lingkungan, serta keterlibatan mereka dalam program-program Yayasan Palung. Selain itu, dilakukan pengumpulan dokumentasi kegiatan mahasiswa selama periode laporan April 2024 hingga Maret 2025.

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini antara lain adalah sesi motivasi bersama Gusti Irawan, alumni penerima beasiswa tahun 2019 yang kini telah meraih gelar Magister Hukum. Dalam sesi ini, Gusti berbagi pengalaman perjalanan akademiknya, tantangan yang ia hadapi, serta strategi yang ia terapkan untuk mencapai keberhasilan. Ia juga mendorong mahasiswa untuk tetap tekun dalam studi dan mengembangkan kompetensi mereka di berbagai bidang.

Acara berlanjut dengan sesi pendampingan akademik yang dipandu oleh Widiya Octa Selfiany, Manajer Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung dan sebagai penanggung jawab program beasiswa. Dalam sesi ini, mahasiswa diberikan strategi untuk mengatasi kendala dalam perkuliahan, meningkatkan prestasi akademik, serta membangun keterampilan yang mendukung sukses di dunia akademik dan profesional. Hari pertama ditutup dengan buka puasa bersama, yang menjadi momen kebersamaan sekaligus ajang mempererat hubungan antar-mahasiswa dan pembina beasiswa.

Hari kedua kembali diawali dengan pembukaan oleh Riduwan, kemudian dilanjutkan dengan sesi “Diskusi Merancang Masa Depan: Strategi dan Perencanaan Karier bagi Penerima Beasiswa” yang disampaikan oleh Widiya Octa Selfiany. Dalam sesi ini, mahasiswa diajak untuk menyusun strategi dalam membangun masa depan akademik dan karier mereka, baik di sektor akademik, profesional, maupun konservasi lingkungan.

Setelah itu, mahasiswa mendapatkan materi mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk program magang dan penelitian. Pemahaman mengenai tahap-tahap yang harus dilalui dalam program ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar dapat mempersiapkan diri lebih baik. Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi refleksi diri, di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan akademik mereka serta menyusun rencana studi ke depan.

Dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional dan Hari Air Sedunia, Riduwan menyampaikan materi mengenai Hari Hutan Internasional dan Hari Air Sedunia. Mahasiswa turut berpartisipasi dalam kampanye lingkungan dengan membuat pesan serta video kampanye yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan sesi “Suara Mahasiswa: Ide dan Aspirasi untuk Kegiatan 2025”, yang dipandu oleh Iqbal, Noni, dan Maria. Dalam sesi ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan serta harapan mereka terhadap program beasiswa di tahun mendatang. Diskusi ini menjadi wadah penting dalam merancang program yang lebih baik dan lebih relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Sebagai penanggung jawab program beasiswa, Widiya Octa Selfiany menyampaikan harapannya agar kegiatan pendampingan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa. Kami berharap mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga semakin aktif dalam aksi konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Program ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga wadah untuk membentuk pemimpin-pemimpin muda yang peduli terhadap lingkungan. Ke depan, kami ingin memperluas cakupan kegiatan, termasuk program magang yang lebih intensif dan peningkatan kapasitas dalam penelitian lingkungan, ujar Widiya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, alumni, serta berbagai pihak terkait dalam mendukung kelangsungan program beasiswa ini. Kami ingin memastikan bahwa setiap penerima beasiswa mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang secara akademik dan profesional. Dengan kerja sama yang kuat, saya yakin kita bisa menciptakan generasi yang lebih peduli dan siap berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan pendampingan ini berjalan dengan sukses, berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat besar bagi mahasiswa penerima beasiswa. Selain menjadi ajang evaluasi dan refleksi, kegiatan ini juga memperkuat kapasitas akademik dan kepedulian lingkungan mereka. Dengan adanya sesi motivasi, pendampingan akademik, serta diskusi strategi masa depan, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan akademik dan profesional di masa mendatang serta terus berkontribusi dalam konservasi orangutan dan lingkungan sekitar.

Widiya Octa Selfiany-Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Yayasan Palung

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca