Yayasan Palung Menghadiri Asian Primate Symposium ke-8 di Vietnam

Peserta dari Indonesia yang menghadiri Asian Primate Symsosium ke-8 di Vietnam. (Foto : Erik Sulidra/Yayasan Palung).

Baru-baru ini, Yayasan Palung menghadiri Asian Primate Symsosium ke-8 yang diselenggarakan di Hanoi, Vietnam pada 13 -16 November 2022. Acara ini adalah simposium primata terbesar di Asia, dimana para ahli dan pemangku kepentingan di bidang konservasi primata bertemu dan berdiskusi mengenai beragam topik. Etologi, ekologi, genetika, taksonomi, dan konservasi merupakan topik utama yang diangkat untuk dibicarakan oleh 190 peserta dalam forum ini. Yayasan Palung mengirim dua perwakilan, Erik Sulidra (Animal and Habitat Protectionn Manager) dan Ishma Fatiha Karimah (Asisten Laboratorium di SRCP) untuk mempresentasikan topik konservasi orangutan pada forum tersebut. Dalam kegiatan ini, Yayasan Palung dibantu oleh FORINA. Tuan rumah untuk simposium ini adalah Vietnam National University of Forestry yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Three Monkey Wildlife Conservacy.

Plenary talk di hari pertama dibawakan oleh Christian Roos dari German Primate Center mengenai Genomics of Asian Primates. Setelah itu peserta bebas memilih topik presentasi mana yang menurut mereka menarik untuk diikuti.  Ishma sangat tertarik mengikuti presentasi metode survei primata dengan menggunakan drone. Karena selama 3 bulan terakhir mereka juga menggunakan drone untuk mencari orangutan di Stasiun Riset Cabang Panti. Menarik untuk melihat metode yang sama digunakan pada primata lain selain orangutan, selain itu juga bisa belajar bagaimana cara yang efektif untuk menggunakan metode dengan drone. Sedangkan Erik, selain tertarik dengan metode survei drone, juga tertarik dengan topik Konservasi dan Edukasi, dimana metode pendekatan kepada masyarakat dimulai dari sejak usia dini dengan mendorong mereka mengamati fenomena-fenomena sederhana dari alam. Sehingga menumbuhkan rasa penasaran bagi mereka dan semakin tertarik untuk mempelajari dan memahaminya.

Galeri Foto kegiatan :

Saat Ishma dan Erik menyampaikan presentasi pada Asian Primate Symsosium ke-8 di Vietnam. (Foto : Erik Sulidra/Yayasan Palung).

Para peserta simposium berkesempatan mengunjungi Endangered Primate Rescue Center (EPRC), untuk mendapatkan wawasan mengenai pekerjaan konservasi baik in-situ maupun ex-situ, serta kekayaan fauna primata Vietnam yang unik. Di tempat inilah Erik dan Ishma melihat lutung terlangka di dunia, Cat Ba Langur, dimana populasinya hanya tinggal 70 individu yang tersisa di dunia. Setelah itu, peserta diajak mengunjungi Van Long Nature Reserve salah satu habitat asli langur, namun begitu sampai di lokasi hujan turun sangat deras. Pada akhirnya para peserta kembali ke hotel tanpa bisa menikmati pemandangan Van Long Nature Reserve yang kabarnya begitu indah tersebut.

Yayasan Palung berkesempatan memberikan presentasi pada 16 November 2022. Assessment of Orangutan (Pongo pygmaeus wurmbii) Habitat and Populations Within Village Forest in West Kalimantan, Indonesia adalah judul yang dipresentasikan oleh Erik Sulidra. Dalam presentasi ini dibahas mengenai perkiraan populasi orangutan pada dua lansekap hutan desa (Sungai Paduan dan Sungai Purang), penilaian komposisi hutan dan identifikasi pohon pakan orangutan, perekaman kehadiran biodiversitas lainnya (mamalia, burung), identifikasi potensi gangguan terhadap orangutan dan biodiversitas lainnya serta usaha pencegahannya. Sedangkan Ishma Fatiha membawakan presentasi berjudul Soil-transmitted helminths in Wild Bornean Orangutans (Pongo pygmaeus wurmbii), yang membahas mengenai prevalensi soil-tranmitted helminths dan hubungan antara ketinggian orangutan di kanopi dengan jumlah soil-transmitted helminths yang ditemukan dalam sampel. Presentasi berlangsung dinamis, banyak peserta yang hadir dan banyak pula pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan untuk memicu diskusi.

Erik dan Ishma merupakan segelintir perwakilan Indonesia di konferensi internasional ini, dan mereka merasa senang dapat menjadi bagian di dalamnya. Disela-sela acara formal, para peserta dari berbagai negara berdiskusi ringan mengenai tantangan konservasi yang mereka hadapi, serta kemungkinan-kemungkinan kolaborasi mengenai penanganan konservasi primata kedepan.

Tulisan : Erik & Ishma-Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: