Yuk Berkenalan dengan Kelempiau Si Sirene Hutan

Hylobates albibarbis (si sirene hutan) di habitat hidupnya berupa hutan. Foto : Erik Sulidra

Siapa yang pernah dengar suara si sirene Hutan (Kelempiau) saat menyambut pagi ?

Saban waktu Kelempiau atau owa tidak pernah lelah untuk membunyikan suaranya (sirenenya) yang mendominasi di hutan rimba.

Seolah, suara itu menjadi penanda waktu kepada semua bahwa saatnya untuk bangun dan beraktifitas. Suara kelempiau bisa terdengar 1 hingga 2 kilometer.

Primata cantik ini memiliki nama latin Hylobates spp, paling tidak ada 9 jenis dalam suku Hylobates yang tersebar di sepanjang Selat Malaka, yaitu mulai dari Malaysia, Brunei, dan Indonesia.

Di Indonesia sendiri primata ini tersebar di tiga pulau besar yaitu Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Didalam jurnal “Behavioural Ecology of Gibbons (Hylobates albibarbis) in a Degraded Peat-Swamp Forest” yang ditulis oleh Susan M. Cheyne, menyebutkan; di Kalimantan saja ada dua spesies kelempiau yaitu Hylobates muelleri yang terbentang hampir di seluruh pulau Kalimantan kecuali dibagian barat daya seperti di sepanjang Sungai Kapuas yang dominan dihuni oleh kelempiau spesies Hylobates albibarbis , (Dalam tulisan Syainullah, YP).

Kera kecil yang lincah ini jika di hutan selain sebagai penanda waktu, ia juga sebagai petani hutan. Setelah makan, biasanya kelempiau menyebarkan biji-bijian dari sisa-sisa yang ia makan. Biji-bijian itulah yang selanjutnya tumbuh menjadi tajuk-tajuk pepohonan.

O ya, kelempiau dikenal sebagai primata yang setia sepanjang hidupnya lho, hanya maut yang bisa memisahkannya dengan pasangannya. Tubuh kelempiau berukuran kecil, beratnya 5-6 kilogram, kepala dan tubuh beurukuran antara 420-470 mm, kaki belakang 128-150 mm. Masa hidup kelempiau rata-rata 30-35 tahun di alam liar.

Kelempiau masuk dalam daftar satwa yang terancam punah, menurut daftar IUCN Red List. Kelempiau juga masuk dalam daftar satwa yang dilindungi menurut UU no 5 tahun 1990.

Tulisan diolah dari berbagai sumber

Tulisan ini juga dimuat di : https://kumparan.com/petrus-kanisius/berkenalan-dengan-kelempiau-si-sirene-hutan-1xemB38ZzAr

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: