18 Warga Perwakilan dari 5 LPHD Binaan YP Belajar tentang Patroli Hutan

Peserta dari perwakilan 5 LPHD saat mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Yayasan Palung. (Foto dok: Sidiq/YP).

18 warga desa yang merupakan perwakilan dari 5 Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) berkesempatan belajar (mengikuti pelatihan kapasitas dan pemantapan materi Smart Patrol). Peserta mendapatkan beberapa materi dari para narasumber yang menyampaikan materi pelatihan di Resort  Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kayong di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kayong Utara, Rabu (22/9/2021).

Yayasan Palung (YP) berkesempatan menyelenggarakan pelatihan kapasitas dan pemantapan materi smart patrol tersebut untuk lima desa dari LPHD desa Padu Banjar, Pulau Kumbang, Pemangkat, Nipah Kuning dan Penjalaan.

Pada kesempatan pertama, peserta pelatihan diberikan materi tentang Pengelolaan Kawasan yang disampaikan oleh Hendarto selaku kepala KPH Kayong. Beliau menegaskan tentang bagaimana kolaboratif dengan mitra dalam hal penelolaan Hutan Desa.

Selain itu ada penyampaian materi tentang orangutan yang disampaikan oleh Erik Sulidra selaku Manager Perlindungan dan Penyelamatan Satwa Yayasan Palung. Pada kesempatan itu Erik Sapaan akrabnya memberikan pemahaman agar masyarakat dapat hidup berdampingan dengan orangutan. Erik berpesan, kita sebagai manusia yang memiliki akal dan budi hendaknya dapat memahami perilaku mereka (orangutan), misalnya mengapa mereka sampai masuk dan berinteraksi dengan manusia di kebun mereka? Bisa saja kebun tersebut dulunya adalah hutan yang beralih fungsi yang awalnya merupakan hutan habitat satwa kera besar tersebut karena mereka (satwa liar) bergerak berdasarkan insting untuk mencari makan, bisa saja saat itu makanan (buah-buah hutan) sedang tidak berbuah tetapi tanaman di kebun sedang berbuah. Juga diharapkan masyarakat tidak memandang orangutan sebagai hama dan hewan buas yang menakutkan karena sebenarnya orangutan adalah satwa yang cukup pemalu dan tidak buas.

Selanjutnya Nur Wahyudi dari BKSDA SKW 1 Kabupaten Ketapang berkesempatan menyampaikan regulasi tentang satwa yang dilindungi.  Selain itu, mereka juga menghimbau jika ada satwa liar dilindungi apabila terjadi interaksi negatif dengan manusia segeralah menghubungi mereka sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan konflik satwa liar dan manusia.  

Tidak hanya materi, peserta yang mengikuti pelatihan juga melakukan praktek. Praktek yang mereka lakukan adalah praktek smart patrol. Peserta diajak praktek penggunaan smart (spasial monitoring and reporting tool). Pertama, praktek penggunaan alat GPS, praktek mengisi Tally sheet. Selain itu, penggunaan avensa.

Koordinator Program Hutan Desa Yayasan Palung, Hendri Gunawan, mengatakan, Tujuaan dari pelatihan dan peneningkatan kapasitas tersebut adalah LPHD memiliki kemampuan penggunaan alat-alat smart patrol dengan baik, mengetahui aturan-aturan yang berlaku dan rool model pengelolaan kawasan hutan desa, dengan demikian diharapkan para anggota LPHD dapat melaksanakan smart patrol secara mandiri dan berkelanjutan di wilayah hutan desa masing-masing.

Adapun rencana tindak lanjut (RTL) dari kegiatan pelatihan ini, pada bulan depan LPHD akan turun di Hutan Desa mereka masing-masing.

Tulisan ini sebelumnya dimuat di : https://ruai.tv/kayong-utara/18-warga-desa-di-kayong-utara-belajar-patroli-hutan 

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: