Ini Alasan Mengapa Orangutan Disebut Sebagai Petani Hutan?

Orangutan si Petani hutan. (Foto : Erik Sulidra).

Tidak sedikit orang mengakui orangutan sebagai petani hutan karena perannya yang besar dalam hal melakukan konservasi hutan.

Mengapa demikian? Orangutan dikenal sebagai si petani hutan karena perannya selalu menyemai hingga tumbuhnya tajuk-tajuk pepohonan sebagai keberlanjutan semua nafas kehidupan, tidak terkecuali kita manusia.

Orangutan dikatakan sebagai petani hutan karena tanpa lelah dan tidak pamrih, setiap hari ia selalu menyemai biji-bijian yang nanti disebut tajuk-tajuk pohon (pohon-pohon baru). Tidak bisa disangkal pula orangutan dan hutan sebagai nafas semua makhluk.

Tidak hanya orangutan, ada pula burung enggang atau rangkong. Si Petani hutan (enggang dan orangutan) ternyata berperan penting untuk meregenerasi (membangun kembali) hutan. Dengan kata lain orangutan dan burung enggang memainkan peran penting dalam menyediakan jasa ekosistem bagi hutan dan bentang alam kita.

Beberapa buah-buah hutan yang menjadi makanan favorit orangutan antara lain buah jantak (Whillughbeia), asam kandis (Garcinia), buah ara/jejawi (Ficus), buah kuning (Artocarpus), Kelembayau (Dacryodes), buah keranji (Dialium), buah mempisang (Polyalthia), durian burung (Durio exleyanus) buah dan daun rengas (Gluta renghas), Buah sempal hidung (Microcos).

Ada pula buah perut kelik (Alangium sp.), buah teratong (Durio oxleyanus), buah kapol (Baccaurea macrocarpo),buah tampui (Baccaurea edulis), ubah (Syzygium), mahang (Macaranga sp.) buah kembang semangkok (Scaphium sp.), buah menteng (Baccaurea maingayi).

Selain buah, ada juga kulit kayu, daun muda dan rayap yang menjadi makanan kesukaan orangutan.

Berdasarkan hasil penelitian di Stasiun Riset Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa); orangutan mengkonsumsi lebih dari 300 jenis tumbuhan yang terdiri dari: 60% terdiri dari buah, 20% bunga, 10% daun muda dan kulit kayu serta 10% serangga (seperti rayap).

Buah-buahan hutan yang menjadi makanan orangutan. (Foto Ishma Yayasan Palung).

Buah-buah dari sisa makanan yang dimakan orangutan tersebutlah yang selanjutnya tumbuh menjadi tajuk-tajuk pepohonan. Singkatnya, orangutan merupakan si petani hutan yang bisa menabur, menyebar dan menyemai benih kembali atau merestorasi (memulihkan kembali hutan).

Kehadiran si petani hutan berfungsi untuk meregenarasi hutan juga sebagai penyeimbang ekosistem sekaligus pula sebagai spesies payung (Apabila mereka hilang maka akan berpengaruh/berdampak pula bagi bagi makhluk lainnya) termasuk kita manusia.

Hadirnya si petani sedikit banyak memberikan arti akan pentingnya mereka (orangutan dan hutan) untuk terus ada. Peran dan fungsi dari petani hutan tak mungkin mampu kita ikuti atau kita samakan. Kesetiaan si petani hutan dalam melakukan koservasi hutan tidak diragukan lagi. Saban waktu mereka menyemai.

Melestarikan orangutan berarti menyelamatkan hutan dan semua nafas kehidupan hingga nanti. Jangan biarkan mereka punah, biarkan mereka lestari dengan kebijaksanaan kita.

Hutan perlu orangutan agar ia bisa selalu tegak berdiri. Orangutan perlu hutan untuk terus berkembang biak dan berlanjut.

Mengingat, tidak sedikit fungsi hutan yang sangat bermanfaat bagi semua makhluk hidup. Bukankah, hutan, orangutan dan manusia merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Lestarinya hutan dan orangutan berarti memberi harapan bagi makhluk lainnya pula untuk terus berlanjut hingga nanti.

Sebagai pengingat, apabila hutan dan orangutan si petani hutan itu tetap terjaga maka masih ada asa dari semua makhluk untuk terus harmoni.

Secercah harapan agar kiranya si petani hutan boleh berlanjut dengan semua nada dengan kebijaksanaan semua kita manusia. Dengan demikian, semua boleh harmoni hingga selamanya dan si petani hutan tetap boleh menabur, menyebar dan menyemai benih hingga mereka pun merdeka, lestari selamanya.

Tulisan ini sebelumnya dimuat di Kompasiana : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/611f635d0101907a671fe292/mengapa-orangutan-disebut-sebagai-petani-hutan 

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: