Kelompok Binaan Yayasan Palung Tanam Mangrove yang Difasilitasi oleh BPDASHL


Pentingnya rehabilitasi lahan mangrove salah satu tujuannya diketahui sangat besar manfaatanya bagi nelayan. Karena mangrove menjadi tempat berkembang biakan berbagai jenis ikan, udang dan tersedianya lahan mangrove untuk mencegah abrasi. (Foto : Yayasan Palung).

Beberapa waktu lalu dan hingga sekarang, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Provinsi Kalimantan Barat melakukan rehabilitasi Mangrove di beberapa desa di Kecamatan Simpang Hilir dan Kecamatan Sukadana. Dalam proses rehabilitasi tersebut BPDASHL salah satunya bekerjasama dengan  kelompok  Binaan Yayasan Palung yang terdiri dari beberapa Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di Kecamatan Simpang Hilir dan kelompok tani Meteor Resam di Kecamatan Sukadana.

Direktur Yayasan Palung, Edi Rahman, mengatakan : “Beberapa alasan mengapa rehabilitasi lahan sangat diperlukan saat ini, salah satu alasannya adalah untuk memilihara, menyelamatkan dan memulihkan/memilihara mangrove.  

Pentingnya rehabilitasi lahan mangrove salah satu tujuannya diketahui sangat besar manfaatanya bagi nelayan. Karena mangrove menjadi tempat berkembang biakan berbagai jenis ikan, udang dan tersedianya lahan mangrove untuk mencegah abrasi.

Sedangkan rehabilitasi mangrove yang kita lakukan dengan melibatkan LPHD dan Kelompok Meteor Resam dilakukan di beberapa wilayah seperti di Nipah Kuning, Pemangkat, Pulau Kumbang, Padu Banjar di Kecamatan Simpang Hilir dan di wilayah Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana”.

Lebih lanjut menurut Edi, sapaan akrabnya menambahkan, beberapa wilayah yang menyiapkan lahan rehabilitasi antara lain di  Nipah Kuning di lahan 5 hektar dengan bibit 25 ribu bibit, Pemangkat 9 hektar dengan bibit 45 ribu bibit, Pulau Kumbang 16 hektar dengan bibit  80 ribu bibit, Padu Banjar 17 hektar dengan 85 ribu bibit. Selain itu ada di Wilayah Pampang Harapan 5 hektar dengan 25 ribu bibit.

Bibit-bibit tersebut ditanam dengan metode ajir (metode tanam dengan dikurung dengan kayu atau bambu). Seperti diketahui, metode tersebut dipakai agar tanaman mangrove yang ditanam bisa aman dari terpaan gelombang.

View this post on Instagram

Kelompok Binaan Yayasan Palung Tanam Mangrove yang Difasilitasi oleh BPDASHL Beberapa waktu lalu dan hingga sekarang, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Provinsi Kalimantan Barat melakukan rehabilitasi Mangrove di beberapa desa di Kecamatan Simpang Hilir dan Kecamatan Sukadana. Dalam proses rehabilitasi tersebut BPDASHL salah satunya bekerjasama dengan  kelompok  Binaan Yayasan Palung yang terdiri dari beberapa Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di Kecamatan Simpang Hilir dan kelompok tani Meteor Resam di Kecamatan Sukadana. Direktur Yayasan Palung, Edi Rahman, mengatakan : “Beberapa alasan mengapa rehabilitasi lahan sangat diperlukan saat ini, salah satu alasannya adalah untuk memilihara, menyelamatkan dan memulihkan/memilihara mangrove.   Pentingnya rehabilitasi lahan mangrove salah satu tujuannya diketahui sangat besar manfaatanya bagi nelayan. Karena mangrove menjadi tempat berkembang biakan berbagai jenis ikan, udang dan tersedianya lahan mangrove untuk mencegah abrasi. Sedangkan rehabilitasi mangrove yang kita lakukan dengan melibatkan LPHD dan Kelompok Meteor Resam dilakukan di beberapa wilayah seperti di Nipah Kuning, Pemangkat, Pulau Kumbang, Padu Banjar di Kecamatan Simpang Hilir dan di wilayah Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana”. Lebih lanjut menurut Edi, sapaan akrabnya menambahkan, beberapa wilayah yang menyiapkan lahan rehabilitasi antara lain di  Nipah Kuning di lahan 5 hektar dengan bibit 25 ribu bibit, Pemangkat 9 hektar dengan bibit 45 ribu bibit, Pulau Kumbang 16 hektar dengan bibit  80 ribu bibit, Padu Banjar 17 hektar dengan 85 ribu bibit. Selain itu ada di Wilayah Pampang Harapan 5 hektar dengan 25 ribu bibit. Bibit-bibit tersebut ditanam dengan metode ajir (metode tanam dengan dikurung dengan kayu atau bambu). Seperti diketahui, metode tersebut dipakai agar tanaman mangrove yang ditanam bisa aman dari terpaan gelombang. Bibit-bibit mangrove tersebut merupakan bantuan dari BPDAS Provinsi Kalimantan Barat. 📸 : Yayasan Palung Narasi : Pit @nafas_hidupalamraya @yayasan_palung @savewildorangutans #menanam #mangrove #dipantai #petani #masyarakat #lphd #hutandesa

A post shared by Yayasan Palung (YP) (@yayasan_palung) on

Bibit-bibit mangrove yang telah ditanam tersebut selanjutnya menjadi tanggung jawab dari masing-masing LPHD dan dari kelompok tani.

Bibit-bibit mangrove tersebut merupakan bantuan dari BPDAS Provinsi Kalimantan Barat.

Berharap tanaman mangrove yang ditanam bisa tumbuh dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat di sekitar pantai, kata Edi.  

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di Tribun Pontianak : https://pontianak.tribunnews.com/2020/10/23/kelompok-binaan-yayasan-palung-tanam-mangrove-yang-difasilitasi-oleh-bpdashl

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: