Cabang Panti Surganya Ekologi, Satwa dan Data

Camp Cabang Panti, di TNGP sebagai tempat (rumah) bagi para peneliti yang melakukan penelitian . Foto M.Syainullah

Stasiun Riset Cabang Panti adalah salah satu stasiun riset yang berada di Kalimantan Barat, tepatnya berada di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantar Barat. Tak Salah kiranya jika Cabang Panti boleh dikata sebagai surganya ekologi, satwa dan data karena flora dan fauna yang ada di wilayah tersebut sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Stasiun riset yang memiliki area penelitian seluas 2,100 hektare ini dibangun pada awal tahun 1985 yang ketika pada saat itu area Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) masih berstatus suaka marga satwa. Sebelum mengulik lebih dalam tentang Stasiun Riset Cabang Panti atau yang biasa disingkat SRCP ini mari kita melihat kebelakang periodisasi perjalanan terbentuknya Taman Nasional Gunung Palung.

Para peneliti (peneliti dari dalam dan luar negeri) yang melakukan penelitian di Taman Nasional Gunung Palung. Foto dok : M. Syainullah.

Sebelum ditetapkan sebagai Taman Nasional, Gunung Palung harus melewati beberapa tahapan (proses) terlebih dahulu seperti; Cagar Alam, Suaka Marga Satwa dan barulah ditetapkan sebagai Taman Nasional.

Pada tahun 1937, Ditetapkan Sebagai Cagar Alam. Melalui SK Het Zelfbertuur Van Het Landschap Simpang pada 15 april tahun 1937 yang dimana cikal bakal TNGP ini ditetapkan sebagai Cagar alam yang mencakup wilayah Sukadana dan wilayah Simpang, kemudian ditegaskan lagi pada 1939 cagar alam ini memiliki wilayah administratif seluas 30,000 hektare, kemudian pada 1978 ditetapkan lagi tata batas definitif seluas 37,750 hektare oleh Direktorat Bina Program Bogor.

Hanya membutuhkan waktu hanya 4 tahun atau tepatnya pada tahun 1981, ketika wilayah Cagar Alam ditunjuk menjadi Suaka Marga Satwa oleh kelompok Gunung Pekayang, Gunung Seberuang Sei. TANAGUPA pun secara resmi berubah status dari status Cagar Alam menjadi Suaka Marga Satwa. Lekahan dan Labuan Batu dengan luasan wilayah 90.000 hektare dan berakhir dengan pengesahan BA Tata Batas oleh Mentri Kehutanan dengan luasan terakhir pada saat itu seluas 95.940 Hektare (Tata Batas Definitif) yang di tetapkan oleh Brigade Planologi Kehutanan BIPHUT Wilayah II Palembang pada tahun 1983.

Selanjutnya Gunung Palung ditetapkan sebagai Taman Nasional Gunung Palung ini dimulai pada 1990, yang dideklarasikan oleh Menteri Kehutanan melalui Pernyataan Menteri Kehutanan Nomor: 185/Kpts-II/1997 pada tanggal 31 maret 1997, hingga terakhir pengesahan penetapan Kawasan Taman Nasional Gunung Palung dengan luas wilayah 108.043,90 hektare pada 10 juni 2014 melalui SK Menhut Nomor : SK4191/Menhut-VII/KUH/2014.

Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP) adalah salah satu stasiun riset terlama yang hingga saat ini masih aktif, SRCP memiliki kekayaan akan ekologi yang luas biasa dimana paling tidak ada 8 tipe habitat yang berbeda di dalam kawasan penelitian nya yaitu, hutan rawa gambut, hutan air tawar, kerangas, tanah alluvial, granit dataran rendah, granit dataran tinggi, batuan berpasir dataran rendah, dan pegunungan. Tidak sampai di situ SRCP juga memiliki populasi orangutan (Pongo pigmaeus wrumbii) yang lumayan banyak yaitu sekitar 515 individu orangutan yang sudah di identifikasi dan 395 orangutan yang belum teridentifikasi serta data ini masih terus bertambah.

M. Syainullah saat melakukan penelitian di Taman Nasional Gunung Palung. Foto dok : Yogi Saputra.

Sampai saat ini, di Taman Nasional Gunung Palung ada 2 proyek penelitian yang aktif hingga saat ini yaitu; Gunung Palung Orangutan Project (GPOP) yang berfokus pada penelitian mengenai orangutan. One Forest Project (OFP) yang dimana proyek penelitian ini fokus pada penelitian ekologi, dua-duanya memiliki rentang pengalaman yang relatif lama seperti GPOP yang saat ini sudah berumur 20 tahun. Ada lebih dari 113 peneliti luar negeri dan lebih dari 95 peneliti dalam negeri hingga saat ini, ada lebih dari 19.017 tumbuhan (pohon, liana, dan ficus) yang di amati sepanjang tahun oleh para peneliti dai 60 petak fenologi. Ada 80 jalur penelitian dengan total panjang 96.692 km dengan 230 jenis burung yang sudah terekam sepanjang jalur penelitian tersebut. Dan masih banyak lagi aspek kekayaan alam yang ada di Cabang Panti yang hingga saat ini masih banyak yang belum  dijelajahi. Semua hanya masalah waktu.

Sumber bahan  dan data tulisan : Data dari Balai Taman Nasional Gunung Palung

Baca juga tulisan :https://yayasanpalung.com/2017/02/20/mengenal-lebih-dekat-stasiun-penelitian-cabang-panti-dan-ini-yang-menarik-disana/

Penulis : Muhammad Syainullah- Asisten Peneliti GPOCP

Editor : Pit-YP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: