“Balek Kampong Project WBOCS di Simpang Hilir” Suarakan & ajakan Pentingnya Menjaga Lingkungan Kepada Generasi Muda di Sekolah-sekolah

Rafikah Indah dan Albab (WBOCS) ketika menyampaikan lecture di Sekolah-sekolah tentang lingkungan, beberapa waktu lalu. Foto dok : Yayasan Palung

Pada tanggal 21-29 Januari 2020 kemarin, program Balek Kampong Project melaksanakan kegiatan ke sekolah-sekolah oleh penerima WBOCS untuk menyuarakan sekaligus mengajak generasi muda untuk peduli lingkungan. Penerima WBOCS yang melaksanakan kegitan tersebut adalah Rafikah dan Ahmad Albab yang berdomisili di Kabupaten Kayong Utara.

Balek Kampong Project adalah salah satu program dari WBOCS yang baru diluncurkan pada tahun 2020. Meskipun Project ini baru dikenal, namun sudah banyak mendapati kesan positif dari setiap Sekolah khususnya Sekolah yang berada di Kabupaten Kayong Utara. Mereka keliling dari Sekolah ke Sekolah lainnya untuk menyampaikan sosialisasi tentang Informasi WBOCS (West Borneo Orangutan Caring Scholarship) dan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan).

Mereka (siswa-siswi yang mengikuti kegiatan) mengatakan, sangat senang sekali melaksanakan project ini dan ingin project ini terus berlanjut agar Sekolah yang berada di Kab. Kayong Utara mendapatkan informasi yang detail terkait WBOCS dan tidak awam lagi tentang Karhutla dan tahu bagaimana cara mencegahnya. Sekolah yang pertama yang mereka kunjungi adalah SMK Al-Aqwam berjumlah 28 siswa, SMA Negeri 1 Teluk Batang  berjumlah 84 siswa, SMA Negeri 2 Teluk Batang berjumlah 49 siswa. MA Nurul Hasani berjumlah 24 siswa dan MA Babussa’dah berjumlah 17 siswa.

Berikut beberapa foto kegiatan WBOCS Balek Kampong Project di Simpang Hilir :

Adapun rangkaian kegiatan sosialisasinya adalah Pembukaan, Game Konsentrasi, Materi WBOCS dan Karhutla, sesi tanya jawab, sesi foto bersama serta penyerahan cinderemata sebagai kenang-kenangan untuk pihak sekolah.  Sosialisasi ini berjalan sangat lancar meskipun saat yang bersamaan mengalami beberapa kendala ketika pemadaman listrik terjadi, sehingga tidak bisa menggunakan sounds system dan power point.

Walaupun demikian tidak mematahkan semangat fasilitator karena mereka memang menyediakan media kreatif seperti spidol warna warni, krayon, kertas origami, kertas plano dan double tipe sebagai  penyampaian materi.

Mereka juga mengatakan bahwa media ini sangat baik agar peserta didik lebih aktif dan tidak bosan mendengarkan materi. Pada sesi materi kami memberikan kesempatan siswa untuk bertanya, ada satu pertanyaan yang menarik perhatian yakni; “Kak kenapa WBOCS menyediakan hanya FMIPA, Fahutan, FKIP dan FISIP saja?”, Kami menjawab: karena Fakultas yang disediakan tentu saja tidak sembarangan dipilih, melainkan karena alasan yang lebih mendasar yakni Fakultas tersebut sangat berkontrobusi langsung dengan Konservasi. Contoh Kehutanan tentunya mempelajari tentang hutan dan tahu bagaimana menjaga hutan. Begitu juga dengan Fakultas lainnya mempunyai peran masing-masing dalam menjaga kelestarian hutan dan orangutan.

Kami sebagai fasilitator bukanlah orang yang hebat namun, tujuan kami adalah membuat siswa  menjadi aktivis lingkungan yang terhebat bisa menjadi panutan bagi kampungnya.

Meskipun Balek Kampong Projcet ini menyita waktu liburan semester, kami tidak merasa terganggu sedikit pun dikarenakan kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan public speaking dan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi penerus aktivis lingkungan (Generasi Muda Konservasi).

Tidak pernah lupa juga kami menyampaikan tentang Kampanye Stop Sampah Plastik yakni dengan membawa botol minuman yang bukan  sekali pakai, tempat makanan dan sedotan stainless. Kampanye seperti ini memang bukan hal yang asing ditelinga namun, tanpa dipungkiri tindakan untuk melakukan kampanye ini sangat berdampak besar bagi keselamatan hutan dan bumi. Salam Konservasi!.

“Tunas Kayong” Ajakan Bagi Generasi Muda untuk Peduli Lingkungan di Sekolah

Masih di Tanah Betuah Kayong, namun berbeda Sekolah, beberapa penerima WBOCS seperti Rafikah, Ratiah, Fitri Melyana dan Gilang Ihsan Pratama melaksanakan lecture di SD Negeri 20 Simpang Hilir pada tanggal 23-27 Januari 2020. Mereka memberi nama project ini “Tunas Kayong” dengan harapan menanamkan jiwa konservasi pada generasi muda.

Adapun rangkaian kegiatan ini antara lain seperti Pembukaan, Game, Materi tentang; Jenis Sampah dan Gaya Hidup Peduli Lingkungan, pembagian doorprize, membuat pohon harapan yang berisikan perjanjian tindakan yang akan mereka lakukan besoknya setelah mendapatkan materi, membuat poster kampanye stop sampah plastik, sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata.

 Kegiatan ini berjalan sangat baik dan mendapatkan pujian dari pihak Sekolah. “Ibu Kepala Sekolah mengatakan memang benar Jiwa peduli lingkungan harus ditanamkan sejak usia anak-anak agar kelak mereka dewasa bisa menjadi generasi konservasi”.

Tunas Kayong ini dilaksanakan untuk kelas V yang berjumlahkan 22 siswa, mengingat keterbatasan waktu dan tenaga. Namun, antusias belajar satu Sekolah ini saja sudah luar biasa dan mereka sangat aktif dalam bertanya dan mempunyai responsif yang baik.

Salah satu perkataan yang membekas dihati kami dari seorang anak yang masih belum paham betul apa sih konservasi yakni “Kak, saya nih suka beli jajanan yang berbahan plastik. Namun, setelah mendapatkan materi dari kakak, saya janji akan mengurangi jajan berbahan plastik, membawa tempat makanan sendiri, botol kesayangan sendiri dan minuman tanpa sedotan karena sekarang saya sudah tahu bahwa tindakan kecil ini bermanfaat untuk bumi  yang tersayang ini.” Didalam lubuk hati kami menaruh harapan besar pada tunas-tunas Kayong ini agar kelak menggantikan posisi kami dalam memberikan ilmu konservasi. Jika tak mampu menjaga keselamatan bumi maka kontribusi sekecil-kecilnya adalah mencegah penumpukan sampah plastik dimulai dari kesadaran diri sendiri. Salam Tunas Kayong!..

Penulis : Tim Simpang Hilir;  Rafikah dan Ratiah (WBOCS 2017), Fitri Melyana (WBOCS 2018) dan Gilang Ihsan Pratama (WBOCS 2019)

Editor : Pit-YP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: