Yayasan dan Greenpeace Adakan Pelatihan GIS dan Investigasi Bagi Masyarakat Lokal

img-20161206-wa0003
Pemateri menyampaikan materi tentang investigasi dan GIS

Bertempat di kantor Yayasan Palung, sekitar 23 peserta  terlihat sangat antusias dan semangat ketika mengikuti pelatihan (belajar) Global Iinformation System (GIS) dan Investigasi sebagai panduan dasar bagi masyarakat lokal ketika bertugas di lapangan. Pelatihan yang diselenggarakan tersebut berlangsung sejak hari selasa hingga rabu (6-7 Desember 2016), kemarin.

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama yang terjalin antara Yayasan Palung dan Greenpeace tidak lain sebagai panduan singkat, pengetahuan dasar bagi peserta pelatihan untuk meningkatkan pengetahun bagi masyarakat lokal dengan harapan mampu menererpkannya ketika bertugas di lapangan.

Pengenalan tentang dasar-dasar GIS dan Investigasi diharapkan dapat berguna dan diaplikasikan ketika di lapangan melakukan pemetaan titik api, investigasi dan lain sebagainya. Demikian dikatakan oleh Sapta, salah satu pemateri pada saat pelatihan berlangsung.

Sebelum penyampaian materi pelatihan, diawali dengan maksud dan tujuan diadakannya pelatihan. Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini tidak lain adalah, menciptakan SDM yang handal dalam bidang GIS serta menciptakan SDM yang mampu menerapkan informasi dan teknologi spasial secara profesional. Selain itu juga bertujuan untuk membangun SDM yang handal dibidang investigasi dalam mengungkap suatu kejadian atau fakta di lapangan serta menyiapkan tenaga-tenaga yang handal dalam menjalankan investigasi.

Dalam kegiatan tersebut, hari pertama, Selasa (6/12/2016), pemateri dari Greenpeace, Gex Alzaman menyampaikan materi terkait tehnik investigasi. Bagimana cara melakukan tugas investigasi yang baik salah satunya dengan melakukan berbagai cara seperti penyamaran. Selain itu juga dalam melakukan investigasi harus dilengkapi dengan berbagai alat pendukung antara lain seperti kamera dan Global Positioning System (GPS) dan perlengkapan lainnya termasuk bagaimana mengatasi resiko yang harus dihadapi ketika sedang bertugas di lapangan.

Pada hari ke dua pelatihan, Rabu (7/12/2016), peserta diajak untuk mengenal, menggunakan alat-alat seperti GPS, peserta pelatihan diajak mempraktekannya dengan mencari lokasi dan mengambil titik-titi koordinat yang telah ditentukan oleh pemateri melalui peta GPS yang ada di handphone. Selanjutnya peserta memasukan data yang dipraktekkan tersebut kedalam program GIS.

Dalam melakukan praktek peserta dibagi dalam tiga kelompok, ketiga kelompok diwajibkan dengan berjalan kaki, di tengah teriknya mentari untuk mengambil titik-titik koordinat sesuai petunjuk berdasarkan peta yang telah ditentukan dengan jarak pengambilan titik keseluruan di area 2-3 km di wilayah Ketapang (di mulai dari Jl. Kol. Sugiyono- Jembatan Pawan I). Para peserta tampak bersemangat ketika  diminta oleh panitia untuk mengambil titik-titik koordinat dan memotret tempat yang ditentukan titik, seperti misalnya; titik pertama pertama memulai pengambilan titik, penentuan titik jalan, bundaran ataupun tempat ibadah dan lain sebagainya. Tujuan dari praktek ini tidak lain, ketika di lapangan peserta pelatihan dapat mengambil titik dan menentukan titik koordinat suatu wilayah, tempat dan lain sebagainya sebagai sebuah data dalam melakukan investigasi selanjutnya masing-masing dari tiga kelompok mempresentasisikan hasil dari praktek pengambilan titik-titik koordinat mereka dimasukkan (ditransfer) kedalam peta data pada program GIS. Adapun sebagai pemateri di hari kedua adalah Sapta dari Greenpeace Indonesia.

Peserta yang ikut dan hadir sebagai peserta, terdiri dari masyarakat lokal seperti perwakilan dari Aliansi Masyarakat Adat (AMA) Kendawangan, Jelai Hulu, Pasukan Pemadam Api, Yayasan Palung dan Relawan, Yayasan IAR Indonesia dan Balai Konservasi Wilayah 1 Ketapang dan Manggala Agni.

Agus Trianto dari GPOCP/YP, salah seorang peserta pelatihan mengutarakan pendapatnya terkait pelatihan yang dia ikuti, “Pelatihan GIS dan Investigasi yang diselenggarakan ini sangat bermanfaat bagi peserta khususnya diri saya yang terkadang terlibat dengan kegiatan yang berkaitan dengan GIS”.

Selain itu menurut Nun Fauzen salah seorang peserta dari Relawan RebonK  mengatakan, “pelatihan ini sangat membantu masyarakat lokal khususnya saya karena hasil dari pelatihan ini bisa diterapkan dapat membantu masyarakat lokal dalam melindungi lahan dan hutan yang dikelola dan dijaga oleh masyarakat”.

Sedangkan Terri Breeden selaku Direktur Yayasan Palung, mengatakan; Yayasan Palung sangat senang bekerjasama dan berkoordinasi dengan Greenpeace Indonesia untuk memberikan pengetahuan tentang GPS dan GIS dan pelatihan Investigasi kepada masyarakat lokal. Selain itu, keahlian yang diperoleh dari pelatihan ini akan sangat menguntungkan masyarakat di Seluruh Kalbar dengan manajemen lahan yang lebih baik, ujar Terri lebih lanjut.

Pelatihan GIS dan Investigasi yang diselenggarakan selama dua hari tersebut mendapat sambutan baik dari para peserta dan berjalan sesuai dengan rencana. Selanjutnya juga Tim Yayasan Palung dan Greenpeace Indonesia mengadakan pelatihan bagi masyarakat lokal di wilayah hutan lindung Gambut Sungai Paduan diadakan pelatihan dan kampanye pemadaman api dari tanggal 9 hingga 14 Desember 2016.

Tulisan ini juga dapat dibaca di : http://www.kompasiana.com/pit_kanisius/masyarakat-lokal-belajar-gis-dan-investigasi-sebagai-panduan-singkat-ketika-bertugas_584a6ff709b0bde50e6f5bf2

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

 

 

Published by

yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.