BKSDA Lepas Liarkan Penyu Sisik di Pantai Pulau Datok

Pelepasliaran Penyu
Petugas BKSDA Saat melepasliarkan Penyu Sisik. Foto dok. YP 

Minggu pekan lalu  (7/8/2016), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat berserta Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang melakukan pelepasliaran 1 ekor Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) di Pantai Pulau Datok Kecamatan Sukadana Kayong Utara yang merupakan habitat aslinya. Sedangkan usia Penyu Sisik yang dilepasliarkan berusia ± 3 tahun.

Pelepasliaran itu sendiri langsung dihadiri oleh Bapak Ir. Sustyo Iriono, M.Si (Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Kalimantan Barat, Bapak Ruswanto (Kepala SKW I Ketapang), Daops Galaag Ketapang, Yayasan Palung dan Kontributor TVRI Kayong Utara.

Bapak Ruswanto menceritakan kronologis Penyu Sisik yang dilepasliarkan tersebut, bermula pada tanggal 03 Agustus 2016 petugas BKSDA Kalimantan Barat dalam ini Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamat TSL Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang bersama Daops Galaag Ketapang melakukan evakuasi 1 ekor Penyu Sisik hasil penyerahan dari Ibu Sonya di Taman Rekreasi Pantai Air Mata Permai, Ketapang.

Saat pelepasan penyu di pantai P. Datok
Foto saat pelepasliaran penyu sisik di Pantai Pulau Datok

Bahkan belum lama ini juga BKSDA Kalimanan Barat melalui SKW I Ketapang melakukan operasi terhadap telur penyu yang diperjualbelikan di Ketapang.

Edi Rahman dari Yayasan Palung menambahkan, Penyu sisik merupakan salah satu  sumberdaya hayati laut yang langka. Namun sangat disayangkan walaupun telah dimasukan ke dalam satwa dilindungi tetap saja terus mengalami penurunan populasi. Ini dikarenakan banyaknya perburuan telur Penyu serta perubahan bentangan alam yang menyebabkan terganggunya habitat hidup dan habitat peneluran penyu.

Di Kabupaten Ketapang terutama di pantai-pantai terlebih di Kecamatan Kendawangan merupakan salah satu habitat Penyu bertelur termasuk Penyu Sisik. Ada beberapa pulau yang menjadi lokasi Penyu bertelur termasuk Penyu sisik diantaranya Pulau Penambun, Pulau Batu Titi, Pulau Kelapa Condong, Pulau Gelam serta beberapa pulau lainnya. Pulau-pulau tersebut masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Kendawangan. Namun saat ini, yang sangat disayangkan di beberapa pulau tersebut, banyak para nelayan yang selalu mampir untuk berburu telur Penyu untuk diperjualbelikan. Selain manusia yang menjadi ancaman terhadap telur Penyu adalah hewan predator seperti Anjing Laut dan biawak. (Pit-Yayasan Palung).

 

Tulisan ini juga dimuat dan bisa dibaca di :

http://pontianak.tribunnews.com/2016/08/11/bksda-lepaskan-penyu-sisik-ke-habitatnya-di-pulau-datok

http://pontianakpost.com/satu-penyu-sisik-dilepasliarkan

Posted in YP

Published by

yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.