Dua Individu Kukang Kalimantan Diselamatkan di Sekitar Hutan Pantai

Kukang saat diselamatkan oleh  YIARI dan BKSDA SKW 1 Ketapang di kantor Yayasan Palung. Foto. dok. YP

Kukang saat diselamatkan oleh YIARI dan BKSDA SKW 1 Ketapang di kantor Yayasan Palung. Foto. dok. YP

Seperti diketahui satwa ini tinggal di hutan-hutan Kalimantan, Sumatera dan Jawa. Satwa ini sangat pemalu sesuai dengan namanya. Saat ini pula, keberadaan kukang atau si malu-malu di alam populasinya kian menyusut dan semakin langka dari tahun ke tahun. Minggu (24/7/2016) Kemarin, menjelang senja menyapa teman-teman dari FPTI Ketapang dan Sispala Care, SMAN 2 Ketapang yang saat itu berada di hutan dekat pantai secara tidak sengaja melihat dua primata tersebut tergeletak di tanah di sekitar Pantai Air Mata Permai Ketapang, Kalbar.

Merasa iba, mereka lalu menyelamatkan kedua primata yang bernama latin Nycticebus coucang tersebut dan langsung menyerahkannyan kepada Yayasan Palung (YP). Hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti penyebab kedua primata tersebut berada diluar habitatnya.

Jpeg

Si malu-malu saat diselamatkan oleh teman-teman FPTI dan Sispala Care. Foto dok. FPTI & Sispala Care.

Selanjutnya, YP menghubungi Yayasan IAR Indonesia (YIARI) untuk mengambil si malu-malu. Si malu-malu yang dimaksud tidak lain adalah nama lain dari kukang karena sifatnya yang pemalu. Keesokan harinya (25/7/2016), YIARI bersama BKSDA SKW 1 Ketapang melakukan rescue satwa yang aktif di malam hari (nokturnal) tersebut di Kantor Yayasan Palung.

Sebelum melakukan rescue diadakan penandatanganan surat penyerahan kedua primata tersebut. Kedua kukang tersebut selanjutnya dibawa ke pusat rehabilitasi Yayasan IAR Indonesia (YIARI) di Desa Sungai Awan Kiri untuk direhabilitasi beberapa waktu hingga siap untuk dilepasliarkan kembali.

Saat ini, merunut dari daftar dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), kukang Kalimantan (Niycticebus menagensis) dan kukang Sumatera(Nycticebus coucang) masuk dalam status rentan (vulnerable). Sedangkan kukang Jawa (Nycticebus javanicus) masuk dalam status kritis atau terancam punah (critically Endangered).

Menariknya lagi, satwa yang dikenal pemalu dan menyukai tempat gelap ini termasuk dalam kelompok kera kecil (Lesser ape) karena tidak memiliki ekor. Untuk penyebutan lebih cocoknya tidak dua ekor kukang, tetapi dua individu kukang. Dalam UU no 5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, kukang di masukan dalam daftar satwa yang dilindungi. Perdagagan dan perburuan ilegal menjadikan primata/satwa pemalu ini semakin berkurang jumlahnya dari tahun ke tahun termasuk habitat hidupnya berupa hutan yang semakin menyempit.

By : Pit-YP

Selengkapnya dapat dibaca juga di: http://www.kompasiana.com/pit_kanisius/dua-individu-kukang-kalimantan-diselamatkan-di-sekitar-hutan-pantai_5796f544d17a61c8068b4577

 

Posted in YP

Published by

yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.