Info Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan Barat (WBOCS) 2023

Ilustrasi foto Orangutan. (Foto dok. Simon Tampolon/Yayasan Palung).

Sejak 2012 Yayasan Palung (YP) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerjasama menyediakan beasiswa program S1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan Barat (West Bornean Orangutan Caring Scholarship).

Sejak tahun 2012-2022 sudah 53 orang sebagai penerima beasiswa WBOCS, 21 WBOCS orang diantaranya kini sudah lulus menjadi Sarjana dan 32 orang WBOCS masih aktif kuliah.

Tahun ini ada 6 Beasiswa WBOCS yang disiapkan. Penerima beasiswa Berasal dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, diutamakan kurang mampu secara ekonomi.

 Adapun untuk syarat dan ketentuan penerima beasiswa adalah sebagai berikut:

Berasal dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, diutamakan kurang mampu secara ekonomi. Diusulkan oleh pihak sekolah/usulan siswa bersangkutan namun meminta rekomendasi dari pihak sekolah. Tahun 2022, Yayasan Palung (YP), Universitas Tanjungpura (UNTAN) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerjasama menyediakan beasiswa program S1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan Barat (West Bornean Orangutan Caring Scholarship).

Untuk Formulir dan panduan selengkpnya bisa di download di link di bawah ini :

(Yayasan Palung)

Peringati Hari Bumi 2023, Yayasan Palung Bersama RK-TAJAM, Kelompok Muda dan Komunitas Tanam 100 Bibit Pinang  

Foto bersama setelah kegiatan penaman dalam rangka hari bumi 2023 selesai dilakukan. (Foto dok : Okta/RK-TAJAM/YP)

Panas terik dan menjalankan ibadah puasa tidak menyurutkan semangat dari peserta yang melakukan kegiatan penanaman bibit pohon. Setidaknya ada 100 Bibit Pinang yang ditanam di lokasi Jalan Karya Tani (di Sekitar SMPN 5 hingga di ujung Gereja GKKB) Ketapang, Kalimantan Barat. Pada Kamis (13/4/2023) sore.

Kegiatan ini dilakukan YP bersama Relawan Konservasi Taruna Penjaga Penjaga Alam (RK-TAJAM), Kelompok Muda dan Komunitas yang ada di Ketapang dalam rangka hari bumi 2023. Dalam kegiatan ini YP dan RK-TAJAM didukung sepenuhnya oleh IKAHUT UNTAN Kabupaten Ketapang, KODIM 1203 Ketapang, dan PerkimLH Kabupaten Ketapang.

Edi Rahman (Direktur YP) saat melakukan penaman bibit pinang dalam rangka hari bumi 2023. (Foto dok. YP)

“Kegiatan penanaman pohon ini juga dilakuan untuk Medukung Program Pemerintah Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon,” kata Edi Rahman, selaku Direktur Lapangan Yayasan Palung, dalam kata sambutannya saat membuka acara kegiatan hari bumi 2023.

Lebih lanjut, Edi sapaan akrabnya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang secara sukarela ikut ambil bagian dalam kegiatan hari bumi tahun ini sebagai langkah kepedulian bersama.

Edi Rahman juga dalam kesempatan tersebut, mengingatkan kepada semua pihak untuk terus peduli pada lingkungan, terlebih saat ini musim kemarau agar semua pihak untuk ikut waspada agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di beberapa tempat yang rentan terjadi kebakaran.

Dokumen Foto dok : Yayasan Palung dan RK-TAJAM

Perwakilan dari KODIM 1203, Hendit S. mengatakan, pihaknya merasa sangat senang karena bisa mendukung kegiatan hari bumi, lebih khusus melakukan penanaman pohon pada hari bumi bersama Yayasan Palung dan pihak lainnya. Ia pun berharap, semoga kegiatan penanaman seperti ini bisa dilakukan secara terus menerus.

Hal senada juga disampaikan oleh Asralian, Perwakilan dari IKHUT UNTAN Ketapang, Ia mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Palung yang telah melakukan kegiatan Hari Bumi dengan melakukn penanaman, semoga kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara kontinu (berkelanjutan).

Pada kesempatan tersebut juga Widiya Octa Selfiany, selaku Manager Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, mengatakan, pada kegitan hari Bumi 2023 ini, kami dari Yayasan Palung sangat berbangga karena banyak instansi Pemerintah dan Komunitas yang ikut bergabung dengan kegiatan kami ini.

Selain itu juga, Haning Pertiwi selaku Pembina RK-TAJAM, mengatakan, Kegiatan Hari Bumi merupakan kegiatan special event (acara khusus) yang rutin dilakukan oleh RK-TAJAM sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata, Peduli terhadap lingkungan dengan melakukan penanaman 100 bibit pinang di jalan Karya Tani.

Dalam kegiatan penaman pohon tersebut dihadiri oleh IKAHUT Ketapang dan juga dihadiri langsung oleh Ketua IKAHUT UNTAN Provinsi Bapak Ir. Adi Mulia, M.Hut.

100 bibit pohon pinang yang ditanam tersebut merupakan bantuan dan dukungan dari dinas PerkimLH Kabupaten Ketapang.

Kegiatan penanaman tak terlepas dari bantuan Pokdarwis Celincing Bersatu Pak Jainuri, S.Hut sebagai pemuda penggerak lingkungan.

Adapun peserta dan tamu undangan yang hadir dan mendukung dalam serangkaian Hari Bumi 2023 antara lain dari; Yayasan Palung, RK-TAJAM, KODIM 1203 Ketapang, Balai Taman Nasional Gunung Palung, Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, PerkimLH Kabupaten Ketapang, BPBD Kabupaten Ketapang, KPH Ketapang Utara, KPH Ketapang Selatan, IKAHUT UNTAN Provinsi, IKAHUT UNTAN Ketapang, Pokdarwis Cilincing Bersatu, Tim Menanam Asyik Ketapang dan Pramuka Saka Wirakartika (Kodim 1203/KTP).

Dalam kegiatan penaman pohon tersebut, hadir pula perwakilan dari sekolah-sekolah yang ada di Ketapang seperti dari; SMAN 1 Ketapang, SMAN 2 Ketapang, SMA PL St. Yohanes, SMK Santo Petrus Ketapang, SMAN 3 Ketapang, MAN 1 Ketapang, SMA Muhammadiyah, SMKN 1 Ketapang dan SMKN 2 Ketapang.

Kegiatan hari bumi 2023 kali ini lebih awal dilaksanakan, karena pada tanggal 22 April mendatang bertepatan hari libur, hari Raya Idul Fitri.

Setelah kegiatan penaman pohon selesai dilakukan, kegiatan dilanjukan dengan acara buka puasa Bersama (bukber). Semua rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca juga :

https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/64390a8ca7e0fa489f2662f2/peringati-hari-bumi-2023-yayasan-palung-bersama-rk-tajam-kelompok-muda-dan-komunitas-tanam-100-bibit-pinang

https://kumparan.com/petrus-kanisius/rayakan-hari-bumi-2023-ini-kegiatan-yang-yp-dan-para-pihak-lakukan-20D6SDFi2cq/4

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Memperingati Hari Bumi 2023, Ini yang Yayasan Palung Lakukan Bersama Kelompok Muda dan Komunitas

Foto Ilustrasi Hari Bumi

Setiap tahunnya Yayasan Palung (YP) selalu rutin memperingati hari bumi. Tahun ini, YP bersama kelompok muda dan komunitas sudah merencanakan dan akan melakukan serangkaian kegiatan, untuk menyambut sekaligus merayakan hari bumi 2023 dan melakukan kegiatan buka puasa bersama.

Setiap tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi. Sebagian besar masyarakat di dunia memperingati (merayakan) hari bumi sebagai langkah bersama peduli kepada nasib bumi ini.

Sebagai bentuk dari kepedulian Bersama, lahirnya hari bumi yang selalu kita peringati setiap tanggal 22 April sebagai ajakan dan kepedulian kita semua kepada nasib bumi ini. Adapun lahirnya hari bumi atau Earth Day yang kini diperingati setiap tanggal 22 April pertama kali diselenggarakan pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Penggagasnya adalah Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup.

Tahun ini, Yayasan Palung (YP) bersama Kelompok Muda dan Komunitas memperingati hari bumi dengan serangkaian kegiatan.

Adapun Serangkaian kegiatan yang YP lakukan dalam rangka memperingati hari bumi yang juga betepatan dengan bulan Ramadhan dengan melakukan serangkaian kegiatan seperti;

Pada, Rabu (12/4/2023) di Ketapang, Rangkaian Hari Bumi dilakukan oleh YP bersama Kelompok Muda RK-TAJAM (Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam) akan melakukan kegiatan Orientasi bagi anggota baru, yang diisi dengan penyampaian materi terkait materi tentang hari bumi seperti materi; Yom Peduli bumi. Selanjutnya juga disampaikan informasi tentang Pengenalan tentang RK-TAJAM dan Yayasan Palung. Kegiatan ini akan dilakukan pada pukul 15.00 -17.00 WIB di Kantor Yayasan Palung Ketapang.

Selanjutnya, pada Kamis (13/4/2023) Yayasan Palung Bersama dengan Kelompok muda RK-TAJAM akan melakukan kegiatan Penanaman dalam Rangka Hari Bumi dan Mendukung Program Pemerintah Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon. Rencananya akan dilakukan penanaman 100 bibit pinang di lokasi Jalan Karya Tani (di dekat SMPN 5) Ketapang, Kegiatan penaman pohon diadakan pukul 15.00 WIB sampai selesai. Setelah penanaman pohon, kegiatan akan dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama (Bukber) “Ramah tamah RK-TAJAM Angkatan 1-12”.

Sedangkan di Kayong Utara, Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2023 yang bertepatan di bulan ramadhan, Yayasan Palung akan mengajak Bentangor Kids untuk melakukan praktek pemanfaatan barang bekas sekaligus mengadakan buka puasa bersama di akhir kegiatan. Kegiatan akan diadakan pada Kamis (13/4/2023), di Pusat Pendidikan Lingkungan “Bentangor” Yayasan Palung, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.  Kegiatan akan dilaksanakan pada pukul 14.30 – 19.30 WIB

Kelompok muda atau komunitas Simpang Keramat Kids akan mengadakan serangkaian kegiatan Hari Bumi 2023 rencananya akan melakukan praktek pemanfaatan barang bekas sekaligus mengadakan buka puasa bersama di akhir kegiatan. Kegiatan ini akan dilakukan pada Jumat, 14 April 2023, pukul 14.00-19.00 WIB. Kegiatan ini akan diadakan di sekitar Hutan Desa Simpang Keramat, Penjalaan, Simpang Hilir.

Sedangkan Kelompok muda REBONK (RElawan BentangOr uNtuk Konservasi) akan memperingati hari Bumi dengan serangkaian penyampaian materi tentang hari Bumi dan Kesetaraan Gender kepada semua REBONK. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa Bersama, kegiatan ini akan diadakan pada Sabtu (15/4/2023) di Pusat Pendidikan Lingkungan “Bentangor” Yayasan Palung, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Tulisan ini sebelumnya dimuat di :

https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/64364ada08a8b509de3e74d2/memperingati-hari-bumi-2023-ini-yang-akan-yayasan-palung-lakukan-berama-kelompok-muda-dan-komunitas?source_from=notification_activity

https://kumparan.com/petrus-kanisius/memperingati-hari-bumi-2023-ini-yang-yp-lakukan-bersama-kelompok-muda-20CGu6gz0Kc

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

Bupati Kayong Utara Melakukan Panen Perdana Tanaman Holtikultura Tim Patroli Hutan Desa Binaan Yayasan Palung

Bupati Kayong Utara Citra Duani didampingi Istri saat melakukan panen perdana tanaman holtikultura (8/4/2023) di desa Penjalaan. (Foto : Robi Kasinus/Yayasan Palung).

Bupati Kayong Utara Citra Duani didampingi Istri selaku Ketua TP. PKK Kayong Utara Yayuk Winarti melakukan panen perdana tanaman holtikultura pada salah satu kebun milik Tim Patroli Hutan Desa Penjalaan di Desa Penjalaan, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, pada Sabtu (8/4/2023).

Pada kesempatan panen tanaman Holtikulra tersebut, Bupati Citra berkesempatan melakukan panen tanaman timun.

“Buah timun yang telah kita panen murupakan salah satu tanaman holtikultura yang telah memanfaatkan perkarangan rumahnya dengan baik sehingga hasil ini secara tidak langsung akan berdampak baik untuk meningkatkan perekononian keluarga,” tutur Citra.

Panen tersebut dilakukan di kebun Suparjan, salah satu petani holtikultura binaan Yayasan Palung yang juga merupakan anggota Tim Patroli Hutan Desa.

Suparjan berkebun untuk mengisi waktu luangnya ketika ia tidak melakukan patroli rutin di Kawasan hutan desa.

Beberapa tanaman holtikultura yang petani tanam di lahan pertanian mereka antara lain seperti tanaman cabai, timun, kangkung dan tanaman lainnya.

Lebih lanjut, Bupati Citra Duani mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam tanaman di pekarangan rumah dengan harapan bisa membantu perekonomian keluarga.

Citra Duani juga mengajak agar para petani di Penjalaan agar bisa bersinergisitas dengan Dinas Pertanian Kayong Utara.

Bertani holtikultura seperti Suparjan lakukan ini merupakan salah satu cara yang dilakukan agar masyarakat bisa memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar rumah atau memanfaatkan lahan tidur.

Cara seperti ini juga sebagai langkah agar masyarakat mengurangi aktifitas di Kawasan hutan atau dengan kata lain agar tidak merambah hutan lagi.

Di Desa Penjalaan juga saat ini, masyarakat sedang giat melakukan budidaya tanaman kopi. Kelompok LDPHD sudah membuat tempat penjemuran kopi, dengan harapan agar kopi yang dijemur tersebut lebih bersih.

Budidaya tanaman tanaman kopi menjadi peluang baru di Kayong Utara, karena kopi dari Kayong Utara sudah semakin di kenal, bahkan hingga ke luar negeri.

Edi Rahman, selaku Direktur Lapangan Yayasan Palung, mengatakan, dalam pengembangan budidaya tanaman kopi serta pemberian bantuan tempat penjemuran kopi Yayasan Palung bekerjasama dengan Fauna & Flora International (FFI).

Seperti diketahui, Kelompok Tani Holtikultura yang ada desa Penjalaan merupakan binaan Yayasan Palung.

Sebagai informasi Yayasan Palung selalu rutin melakukan patroli di Kawasan hutan desa Penjalaan.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri beberapa kepala OPD Kayong Utara, Pemerintah Desa Penjalaan, Ketua dan Anggota dari Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD) Penjalaan dan Edi Rahman, Direktur Lapangan Yayasan Palung.

Bupati Citra Duani saat menyerahkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang kurang mampu. (Foto: Robi Kasianus/Yayasan Palung).

Selain melakukan panen tanaman holtikultura, Bupati Kayong Utara Citra Duani juga menyerahkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat kurang mampu yang ada di desa Penjalaan.

Tulisan ini sebelumnya dimuat di :

https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/643502544addee5cce7ad5c2/bupati-kayong-utara-panen-perdana-tanaman-holtikultura-tim-patroli-hutan-desa-binaan-yayasan-palung

https://kumparan.com/petrus-kanisius/bupati-kku-panen-perdana-tanaman-holtikultura-tim-patroli-hutan-desa-binaan-yp-20Bu7atVGL6/full

Pit-YP

Bumi Menanti Disapa oleh Siapa Saja, Bumi Sehat Kita pun Sehat

Bumi sehat, Kita pun sehat. Foto : (SHUTTERSTOCK/ParabolStudio).

Bumi tak ubah seperti rumah bersama yang senantiasa keberadaannya harus terus menerus dijaga dan dirawat keberadaannya oleh semua kita.

Ia (Bumi) sudah semestinya menjadi bagian utama dalam tatanan kehidupan. Sebagai rumah tempat tinggal ia semestinya perlu dirawat dan dijaga keberadaannya saat ini. Mengingat, ia sudah semakin renta. Namun, bukan berarti kita lantas membiarkannya begitu saja.

Lalu, bagaimana dengan apa yang terjadi kepada nasib bumi kini dan apa yang bisa kita lakukan?

Pertanyaan ini tentu saja erat kaitannya dengan apa yang terjadi saat ini, terlebih tentang bagaimana sikap, kesadaran dan perilaku kita memperlukan bumi ini.

Nasib bumi ini sering kali (di/ter)abaikan oleh kita sebagai penjaga yang mendiaminya. Seperti terlihat, kita tidak jarang acuh tak acuh dengan keberlanjutan nasib bumi ini.  

Tidak hanya sebagai rumah, bumi juga sebagai ibu karena ia merawat dan menjaga kita dari berbagai ancaman yang ada karena ulah kita.

Mengingat, bumi menjadi bagian terpenting untuk selalu menjadi perhatian serius semua kita, siapa saja.

Sebagai bentuk dari kepedulian Bersama, lahirnya hari bumi yang selalu kita peringati setiap tanggal 22 April sebagai ajakan dan kepedulian kita semua kepada nasib bumi ini. Adapun lahirnya hari bumi atau Earth Day yang kini diperingati setiap tanggal 22 April pertama kali diselenggarakan pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Penggagasnya adalah Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup.

Kesehatan bumi ada pada tangan kita semua saat ini, Di usianya yang semakin renta tentu banyak sakit penyakit semakin sering menderanya.

Panas bumi yang semakin tidak terkendali atau dengan lain semakin membakar kulit, ditambah pula oleh cuaca yang tidak menentu (anomali cuaca), terkadang hujan turun kentara kelihatan yang membawa banjir dan kering kerontang yang sering menghampiri ketika kemarau tiba, ini menjadi bukti nyata bumi perlu menanti asa dari semua kita.

Mungkinkah kita bisa bertahan terus menerus tanpa bumi yang sehat? Otomatis, bila kita masih menginginkan bumi yang sehat maka ada tindakan dan kepedulian Bersama pula.

Sebagai rumah bersama, bumi perlu tindakan nyata untuk terus menerus dirawat, dijaga dan dilestarikan dengan cara-cara sederhana yang kita miliki.

Tindakan-tindakan kita sehari-hari tanpa kita sadari acap kali membuat ibu bumi semakin sulit sembuh dari sakit penyakitnya.

Sudahkah kita hemat air, hemat listrik, tidak membuang sampah sembarangan? Bila ya, berarti ada kepedulian yang masih boleh kita jalankan untuk berpihak kepada nasib bumi ini.

Namun jika kita tidak atau belum melakukannya, perlahan-lahan bolehlah kiranya untuk memulai peduli pada bumi dengan cara-cara sederhana yang semestinya bisa lakukan.

Hal lainnya yang bisa kita lakukan untuk mendukung nasib bumi agar boleh berlanjut diantaranya menggunakan produk yang ramah lingkungan seperti mengurangi penggunaan kantong plastik.

Selanjutnya, aksi nyata lainnya yang bisa kita dilakukan seperti melakukan penanaman pohon dan mendaur ulang apapun yang bisa didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat.

Nasib bumi ini ada pada kita semua, tergantung bagaimana kita memperlakukannya. Bila ia (bumi) tidak disapa/diperhatikan dengan cara-cara sederhana atau kepedulian kita maka ia mungkin semakin sulit melindungi kita dari apa yang terjadi selama ini (banjir, tanah longsor, kekeringan, perubahan iklim dan lainnya) semakin kian terasa mendera.

Bumi sebagai ibu dan sekaligus sebagai rumah kita bersama menanti semua kita untuk peduli dengan cara-cara sederhana yang kita miliki. Peduli berarti ada harapan ibu bumi untuk terus sehat di usianya yang semakin renta ini.

Ibu bumi selalu memberi tanpa pamrih kepada kita semua, berharap kita pun bisa memberi sesuatu kepada bumi tanpa paksaan. Bumi sehat, kita pun sehat.

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

Puisi | Puasa Menahan Lapar dan Dahaga

Ilustrasi foto Puasa. Foto : kumparan.com

Dari Subuh, menjelang senja menyapa, menjalankan titah ibadah puasa

Hari demi hari teduh, melaksanakan kewajiban dari Yang Kuasa untuk menahan lapar juga dahaga

Berpuasa menyambut Ramadhan, bulan yang penuh Suci dan ampunan

Menunaikan sholat sebagai penanda untuk bersyukur juga memohon ampun atas dosa dan perbuatan

Waktu sebulan sudah pasti tak sedikit rintangan, tantangan dan cobaan yang menghadang

Berpuasa dengan seiklhas hati, sepenuh jiwa untuk membuka saling memahami

Waktu demi waktu tidak terasa, tetapi pasti terus belalu membentang menjelang  

Ibadah puasa berarti menahan diri dan saling memahami dan mengampuni

Sebulan penuh, masa-masa yang harus dijalani untuk menabung pahala

Bersama berharap handai taulan menanti kasih dengan silaturahmi

Selamat menjalankan Ibadah puasa dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa di hari nan Fitri.

Pit

(Yayasan Palung)

Keluarga Besar Yayasan Palung Buka Puasa Bersama

Selasa (4/4/2023), Keluarga besar Yayasan Palung (YP) berkesempatan menggelar buka puasa Bersama.

Buka puasa bersama atau yang sering kita sebut sebagai Bukber sejatinya sudah menjadi tradisi bagi kita, warga Indonesia untuk dilakukan setiap bulan Ramadhan tiba.

Jika boleh dikata, kegiatan buka puasa seperti ini menjadi salah satu cara untuk mempererat silaturahmi.

Tidak hanya dengan keluarga ataupun teman dekat, buka bersama bahkan bisa menjadi momen pertemuan dengan teman lama ataupun juga bersama rekan kerja. Buka bersama seperti ini bisa menjadi salah satu ajang silaturahmi satu sama lainnya dengan rekan kerja.

Melansir berbagai sumber, tidak diketahui dengan pasti kapan munculnya tradisi buka bersama di Indonesia ini dimulai. Namun tradisi buka puasa bersama sudah dilakukan sejak lama, bahkan sudah puluhan atau ratusan tahun silam.

Seperti tertulis dalam hadis, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga”, Berdasarkan Hadis riwayat HR Tirmidzi no. 807.

(Yayasan Palung)

Merindumu Agar Tak Layu dan Rebah

Merindu, itu kata yang bisa kuucapkan kepada napas-napas segala bernyawa

Merindu agar tak layu dan tak rebah

tentang nasib tajuk-tajuk yang berdiri kokoh agar tak goyah diterpa selain angin

agar tak rebah, rebah berarti mati ataupun luluh layu

Merindumu menanti asa, agar hal itu (tak layu dan tak rebah) lagi

tentang kisah yang selalu menyana, mengata

agar kiranya hutan yang dikata sebagai penopang tak lagi rebah tak berdaya

agar satwa boleh bercengrama riuh tapi bukan gaduh

Tanam tumbuh biarlah menjadi tajuk-tajuk dan tunas-tunas baru

Bukan lalu hilang lenyap rebah tak bersisa

Burung-burung, primata tak terkecuali orangutan selalu rindu pakan yang raya

Bukan petaka atau sengketa

Rindu, merindu;

rimba yang harus selalu raya

Raya akan buah melimpah

Manusia yang selalu ramah

Napas segala bernyawa rerata dalam nyata

Khawatir layu dan rebah akan terjadi lagi

Kiranya burung-burung masih boleh berkicau, menari dan ke sana kemari  

Primata boleh bebas lepas berkelana, bergelantungan berayun-ayun sepanjang waktu

Merindu berarti pula berharap akan bagaimana cara ada muncul rasa

Karena,

Rimbunnya tajuk-tajuk masih bisa menjadi pelindung dari sengatan sinar matahari

Tanam tumbuh sumber pakan yang tak boleh rebah dan layu

Sebagai pengingat, hutan alam ini sesekali berbicara dalam bahasanya sendiri

Namun, terkadang alam ini tak jarang sering dikata tidak bersahabat

Apakah benar alam ini yang tidak bersahabat? atau kita manusia yang tidak bersahabat?

Entahlah, tetapi yang pasti hutan alam ini segalanya bagi semua maka ia tak boleh layu dan rebah.

Tulisan ini juga dimuat di :

https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/642a6729a6765541f94da613/merindumu-agar-tak-layu-dan-rebah

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

5 Tips Sehat Selama Bulan Ramadhan

Selama bulan ramadhan, seluruh umat muslim diharuskan untuk menahan lapar dan dahaga selama lebih dari 12 jam. Sehingga dengan kondisi demikian, tubuh tidak akan terhidrasi dengan baik dan tidak pula terpenuhi kebutuhan vitamin hariannya.

Tips menjaga kesehatan tubuh selama bulan ramadhan menjadi penting untuk dipahami dan diterapkan dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa tips menjaga kesehatan selama bulan ramadhan agar kondisi tubuh senantiasa berada dalam kondisi yang fit dan siap untuk menjalani ibadah dan aktivitas. Diantaranya adalah ;

1. Pola Makan Sahur yang baik

Sahur memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga stamina tubuh selama menjalankan ibadah puasa dan aktivitas ketika di siang hari. Untuk itu, perbanyak konsumsi makanan yang tinggi serat seperti buah dan sayur, serta hindari makanan yang tinggi minyak karena akan menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan kantuk di siang hari.

2. Pola makan saat berbuka

Langsung mengkonsumsi makanan yang banyak ketika berbuka puasa, akan menyebabkan perut menjadi sesak, sehingga makan makanan secukupnya secara bertahap, dimulai dengan mengkonsumsi air putih dan sedikit makanan manis.

3.  Menjaga pola makan malam

Makan malam terlalu banyak saat malam hari akan menyebabkan seseorang mengalami obesitas, sehingga harus dihindari. Selain itu juga hindari konsumsi kopi dan soda karena akan menyebabkan sulit tidur dan menimbun banyak lemak.

4.  Aktivitas fisik (olahraga) minimal 30 menit

Meskipun sedang berpuasa, aktivitas fisik masih sangatlah penting untuk menjaga kebugaran tubuh

5.  Menjaga pola tidur

Jika harus melakukan persiapan untuk sahur dan bangun di pagi hari, maka hindari tidur terlalu malam untuk keperluan yang tidak terlalu penting.

Dengan menerapkan 5 panduan hidup sehat diatas, diharapkan mampu menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa di bulan Suci Ramadhan.

Sumber : https://upk.kemkes.go.id

(Yayasan Palung)

Mengenal Si Hidung Mancung (Bekantan) Endemik Kalimantan yang Terancam Punah itu

Bekantan. (Foto : Erik Sulidra/Yayasan Palung).

Tidak terdapat di wilayah lain, ini alasan satwa ini disebut endemik. Ya, endemiknya primata yang memiliki ciri khas hidungnya mancung ini menjadi sebuah keharusan untuk dilestarikan agar tidak punah.

Hidup berkelompok, itu ciri khas dari Proboscis monkey, nama si bekantan dalam bahasa inggris. Memiliki hidung mancung yang sedikit menyerupai belalai monyet ini disebut juga Long-Nosed Monkey. Dalam kelompoknya, biasanya bekantan memiliki 5 sampai 6 ekor atau biasanya ada hingga 8 ekor dalam satu kelompoknya. Biasanya, setiap kelompok dipimpin oleh satu jantan dewasa.

Julukan atau nama lain dari primata ini selain si hidung mancung juga sering disebut monyet belanda. Tidak hanya itu, nama lainnya juga bentang/bontang. Sedangkan nama aslinya primata yang dimaksud adalah Bekantan.

Bekantan disebut endemik asal Kalimantan, karena beberapa alasan; salah satunya karena di sepanjang sungai di Kalimantan terdapat sumber pakan yang melimpah. Alasan lainnya karena bekantan hanya terdapat di wilayah hutan mangrove seperti di pinggir sungai seluruh Wilayah Kalimantan dan tidak terdapat di wilayah lainnya di Indonesia. Di negara tetangga, seperti di Serawak dan Brunei Darussalam malah ada si hidung mancung. Salah satu alasannya, bisa jadi karena wilayah Kalimantan berdekatan/berbatasan dengan kedua negara tetangga tersebut yang memungkinkan sebaran populasi serta kemiripan daerahnya yang membuat bekantan ada di wilayah tersebut.

Bekantan yang memiliki nama latin Nasalis larvatus sepanjang hidupnya mendiami pesisir (pinggir) sungai dan memperoleh sumber pakan atau memakan berupa pucuk daun diantaranya pucuk daun Nyatoh/ketiau (Palaquium spp.), daun putat (Barringtonia spp.), kayu malau (Diospiros, spp.), pohon rasau (jenis Pandanus, spp.).

Pemerintah Indonesia telah memasukkan bekantan sebagai satwa dilindungi dan mengelompokkannya ke dalam status endangered (terancam punah). Bekantan juga masuk dalam daftar CITES sebagai Apendix I atau tidak boleh diperdagangkan baik secara nasional maupun international. Sungguh pun demikian, satwa ini tak surut tertekan ancaman.

Pit-YP