Gambut

Apa itu gambut?

Mengapa gambut itu penting?

Yuk simak informasinya di slide.

Salam Lestari, Salam konservasi !!!…

Tulisan : Widiya Octa Selfiany @woswidiya /Yayasan Palung

Mangrove

Apa sih mangrove? Apa manfaatnya? Kenapa mangrove Penting?

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Menjaga Mangrove?

Yuk simak informasinya di slide. Salam Lestari, Salam konservasi !!!…

Tulisan : Widiya Octa Selfiany @woswidiya /Yayasan Palung

#mangrove#hutanmangrove

Kelompok Tani Dampingan Berhasil Panen Sayur dan Cabai hingga Hasilkan Jutaan Rupiah

Kelompok Tani Dampingan Berhasil Panen Sayur dan Cabai hingga Hasilkan Jutaan Rupiah. Foto : Istimewa/ SL-YP

Kelompok Tani binaan Program Sustainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) Yayasan Palung di Desa Pampang Harapan dan Desa Riam Berasap berhasil melakukan panen sayur kangkung dan cabai di kebun mereka, pada Senin (29/1/ 2024) pekan lalu.

Abdul Samad, Koordinator Program Sustainable Livelihood Yayasan Palung (YP), mengatakan, adapun Kelompok Tani Rintis Betunas di Desa Riam Berasap Jaya, Perwakilan kelompok, Bapak Jumakir berhasil melakukan panen dan berhasil menjual hasil kebunnnya dibulan ini berupa tanamam kangkung 260 kg dengan harga Rp. 6.000/kg. Dengan demikian keseluruhan pendapatannya di bulan ini adalah Rp. 1.560.000 dan dijual langsung ke pasar Siduk, kata Samad.

Sedangkan hasil dari Monitoring Program SL YP, Hasil pertanian dari Kelompok Meteor Garden, dibulan ini, Pak Ishak melakukan panen perdana dari tanaman cabe berhasil panen dengan total panen 210 kg dengan harga jual 55.000 kg, jadi penghasilannya di bulan ini Rp. 11.550.000. dan untuk anggota kelompok tani Meteor Garden yang lain masih dalam penyemaian benih dan pembersihan bedengan media tanam.

Seperti diketahui, kegiatan rutin pendampingan yang dilakukan Tim Program Sustainable Livelihood yaitu monitoring rutinitas kelompok tani baik dari masalah yang dihadapi kelompok tani dan mendata penghasilan pendapatan kelompok tani dalam berkebun.

“Saat ini dua kelompok tani, kelompok Rintis Betunas di Desa Riam Berasap Jaya dan Kelompok tani Meteor Garden di Desa Pampang Harapan. Dan untuk anggota kelompok Rintis Betunas yang lainnya masih dalam penyemaian benih tanaman dan pembersihan bedengan media tanam.

Dengan melihat hasil panen Pak Jumakir dan Pak Ishak, ini mereka lakukan dengan perawatan yang cukup terhadap tanaman. Dari mulai penyemaian benih sampai masa panen selanjutnya mereka lakukan dengan kesungguhan dan kesabaran, kata Samad

Berharap, para petani bisa memanfaatkan lahan di sekitar mereka untuk bercocok tanam dan bisa menjadi penghasilan bagi masyarakat di sekitar hutan.

(Pit-YP)

Dulu Merambah Hutan, Kini Mereka Menjadi Penjaga dan Petani Hutan

Foto dokumen : Kelompok pertanian organik di Hutan Desa Padu Banjar, Simpang Hilir, Kayong Utara, Kalimantan Barat. (Foto dok. Yayasan Palung).
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-5428811775782749

Ada cara yang bisa dilakukan oleh Yayasan Palung (YP) agar masyarakat di Sekitar Hutan Desa tidak lagi merambah hutan. Kini mereka (kelompok tani) boleh dikata sebagai penjaga dan petani hutan.
Menariknya, ketika mereka tidak melakukan patroli di Kawasan Hutan Desa, mereka bercocok Tanam (bertani).
Seperti misalnya, Kelompok Pertanian Organik di Kawasan Hutan Desa Padu Banjar, dari hasil kebun, kelompok tani berhasil melakukan panen Kacang Panjang dan cabai, pada Sabtu (10/2/2024).
Seperti diketahui, kelompok tani Hutan Desa di beberapa Desa di Simpang Hilir, Kayong Utara merupakan binaan YP.
Dengan cara bercocok tanam (bertani) seperti ini sebagai salah satu cara agar mereka tidak merambah hutan lagi.
Beberapa kelompok tani di Kawasan Hutan Desa merupakan mantan perambah hutan (logger) yang saat ini sudah berubah, mereka kini sebagai penjaga dan petani hutan.
Sebagai penjaga hutan, mereka pun aktif diajak oleh Tim Patroli dari Program Hutan Desa Yayasan Palung untuk melakukan patroli di Kawasan hutan desa dengan maksud agar hutan terjaga dan mereka tidak merambah hutan lagi.
Samsidar, selaku Ketua LPHD Banjar Lestari, Desa Padu Banjar, mengatakan, di lahan pertanian yang memiliki lebar 25 meter dan panjang 30 meter tersebut, Kelompok Pertanian Organik di Hutan Desa Padu Banjar bercocok tanam dengan ragam tanaman, diantaranya adalah; gambas, cabai, kacang panjang dan mentimun.
Dari hasil panen kemarin (10/2), kami berhasil melakukan panen 2 kilogram cabai dan 25 kilogram kacang panjang, kata Samsidar.
Lebih lanjut Samsidar mengatakan, untuk cabai, mereka jual dengan harga Rp 70 ribu per kilogramnya dan harga kacang panjang per kilogramnya Rp 10 ribu.
Tidak lama lagi, kita juga akan panen mentimun dan gambas. Saat ini, timunnya sudah berbuah, tetapi belum siap panen, demikian juga dengan gambas, di 20 bedengan yang kita punya, kata Samsidar.
Seperti diketahui, Kelompok Pertanian Organik di Hutan Desa Padu Banjar merupakan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang di dukung oleh Yayasan Palung.
Hendri Gunawan, Koordinator Hutan Desa Yayasan Palung, mengatakan, Kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Yayasan Palung (YP) secara berkelanjutan kepada masyarakat sekitar hutan desa dengan tujuan agar masyarakat mampu mengorganisasikan dirinya dalam upaya meningkatkan produktifitas usaha dengan harapan meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, sehingga tujuan utama masyarakat sejahtera dan hutan lestari dapat tercapai.
Lebih lanjut, kata Hendri, YP mendukung KUPS seperti pelatihan seperti cara bertani, dan kita juga memberikan bibit dan pupuk organic kepada kelompok.
Sebagai informasi tambahan, Hutan Desa di Desa Padu Banjar memiliki luasan 2883 hektare di wilayah Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, kata Hendri. (Petrus Kanisius-Yayasan Palung).

Yayasan Palung dan F&F Nature Together Lakukan Restorasi di Kawasan Hutan Desa Rantau Panjang

Tanam pohon di kawasan Hutan Desa Rantau Panjang. (Foto dok. Gilang, Robi/YP dan F&FNature Together ).

Jalur sungai yang sempit tidak menghalangi teman-teman dari hutan desa (Lembaga Pengelola Hutan Desa) bersama F&F Nature Together dan Yayasan Palung (YP) saat menuju ke lokasi untuk melakukan Restorasi di Kawasan Hutan Desa Rantau Panjang, Kayong Utara, Kalbar, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, untuk menjangkau menuju lokasi bukan perkara mudah, tidak hanya karena jalur sungai yang sempit, tetapi juga karena jarak tempuh yang cukup panjang, setidaknya membutuhkan waktu satu jam perjalanan agar sampai ke lokasi.

Seperti terlihat, ragam bibit jenis tanaman dibawa menggunakan kato (perahu kecil yang dilengkapi dengan mesin) menuju lokasi hutan desa Rantau Panjang. Di lokasi tersebut mereka melakukan penanaman pohon sebagai cara melakukan restorasi di Kawasan Hutan Desa Rantau Panjang.

Robi Kasianus, selaku Field Officer Program Hutan Desa Yayasan Palung, mengatakan, setidaknya ada ada 2376 Bibit yang di tanam di Kawasan Hutan Desa Rantau Panjang. Adapun bibit yang ditanam di Kawasan Hutan Desa Rantau Panjang adalah terdiri dari dua jenis (bibit MPTS dan bibit Restorasi).

Adapun Bibit MPTS (Tanaman buah-buahan) adalah seperti; Petai, Jengkol, Rambutan, Mangga, Jambu Cempedak dan Rambai. Sedangkan Bibit Restorasi adalah: Medang (Litsea sp), Ubah (Syzygium zeylanicum), Mengkapas, Gaharu (Aquilaria malaccensis), Jungkang (Palaquium leiocarpum), Jenis liana (Uncaria sp), Punak (Tetramerista glabra) Sarcotheca, dan Leban (Vitex pinnata).

Sebagai informasi, Kawasan Hutan Desa Rantau Panjang memiliki luasan 344 hektare, yang berada di Wilayah Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Lebih lanjut, menurut Robi, Sebenarnya setiap hutan desa dampingan Yayasan Palung ada kegiatan restorasi, termasuk salah satunya adalah hutan Desa Rantau Panjang. Kegiatan restorasi dilakukan berdasarkan kondisi tutupan kawasan hutan desa.

Hasil dari pengecekan tutupan lahan melalui drone, diperoleh bahwa ada beberapa bagian area yang terbuka dan perlu dilakukan kegiatan restorasi dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi ekologi gambut, ujar Robi.

Sebagai informasi tambahan, LPHD Muara Palung di Desa Rantau Panjang merupakan dampingan UPT KPH Wilayah Kayong dan di suport oleh Yayasan Palung (YP) dan F&F Nature Together.

 Robi sapaan akrabnya pun sangat berharap semoga Hutan terjaga, masyarakat terjaga di sekitar Kawasan Hutan Desa Rantau Panjang. (Petrus Kanisius-Yayasan Palung)

Sebelumnya tulisan ini dimuat di : https://pontianak.tribunnews.com/2024/02/05/yayasan-palung-dan-ff-nature-together-restorasi-di-kawasan-hutan-desa-rantau-panjang-kayong-utara

dimuat juga di : https://kalbar.antaranews.com/berita/565980/yayasan-palung-restorasi-hutan-desa-rantau-panjang-kku

Rapat Koordinasi YP dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara terkait Kerjasama Kegiatan

Membahas kerjasama YP dan Dispen KKU terkait kerjasama dan izin kegiatan. (Foto dok. Riduwan/Yayasan Palung).

Yayasan Palung (YP) berkesempatan melakukan rapat koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara terkait kerjasama dan izin kegiatan. Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di Kayong Utara, Rabu (24/1/2024).

Dalam kesempatan tersebut, YP melalui Program Pendidikan Lingkungan dan media kampanye berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara (KKU) terkait kerjasama dan izin kegiatan yang dilakukan di sekolah-sekolah yang ada di KKU.

Widiya Octa Selfiany, selaku Manager Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung mengajak pihak Dinas Pendidikan Kayong Utara agar bisa berkolaborasi dalam kegiatan Pendidikan di tingkat guru.

Dalam Rapat koordinasi tersebut dari Pihak Dinas Pendidikan Kayong Utara diwakili oleh ibu Sri Fuji Hartati, selaku Kasi kurikulum dan penilaian. Sri Fuji Hartati menyambut baik rencana ini dan mendukung sepenuhnya kegiatan yang dilakukan oleh Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung.

Pada kesempatan itu, hadir pula Simon Tampubolon selaku Koordinator Program Pendidikan Lingkungan YP Kayong Utara dan Riduwan selaku Field Officer Program Pendidikan Lingkungan YP Kayong Utara.

Semua rangkaian kegiatan rapat koordinasi tersebut berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik. (Pit/YP).

Tanda Tangan Perjanjian Kerjasama antara YP dengan LPPL Radio Kayong

Yayasan Palung (YP) melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan LPPL Radio Kayong, di kantor LPPL Radio Kayong, Kayong Utara, Rabu (24/1/2024). (Foto dok. Riduwan/Yayasan Palung)

Yayasan Palung (YP) melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan LPPL Radio Kayong, di kantor LPPL Radio Kayong, Kayong Utara, Rabu (24/1/2024).

Dalam kesempatan itu, Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan oleh Suhardi selaku Direktur Utama LPPL Radio Kayong dan Widiya Octa Selfiany, selaku Manager Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung.

Penandatanganan PKS ini dilakukan terkait penyiaran dan sekaligus evalusi PKS yang telah dilakukan pada tahun 2023.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Mirlie Lenggo Genie selaku direktur program dan siaran LPPL Radio Kayong.

Foto bersama setelah dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama. (Foto dok. Fajril, RKU).

Selain itu, hadir pula Simon Tampubolon selaku Koordinator Program Pendidikan Lingkungan YP Kayong Utara dan Riduwan selaku Field Officer Program Pendidikan Lingkungan YP Kayong Utara.

Semua rangkaian kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari pihak LPPL Radio Kayong. (Pit/YP).

(Yayasan Palung)

YP Lakukan Monitoring KUPS di Desa Penjalaan dan Rantau Panjang

Hendri dan salah satu anggota KUPS sedang membahas progress tanaman, Kanan: Kondisi tanaman cabai rawit. (Foto dok. Robi Kasianus/YP).

Yayasan Palung (YP) melalui Program Hutan Desa melakukan monitoring Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Desa Desa Penjalaan dan Rantau Panjang, Kabupaten Kayong Utara, Selasa hingga Kamis (16-18/1/2024).

Dalam kesempatan melakukan monitoring tersebut, Program HD berkunjung ke KUPS yang ada di Desa Penjalaan dan Rantau Panjang.

Robi Kasianus, selaku Field Officer Program Hutan Desa Yayasan Palung, mengatakan, di Penjalaan, Program Hutan Desa KUPS TANI MAKMUR adalah salah satu KUPS yang dinaungi oleh LPHD (Lembaga Pengelola Hutan Desa) Simpang Keramat Desa Penjalaan. KUPS yang bergerak dibidang pertanian organik ini membudidayakan berbagai macam komoditas tanaman hortikultura diantaranya cabe rawit, terong, daun bawang, dan jagung manis.

Saat ini, salah satu komoditas yang cukup berkembang dan memiliki prospek baik adalah cabe rawit. Salah satu anggota KUPS yang Bernama Seniman sedang fokus pada Pertanian Organik yaitu komoditas tanaman cabe rawit dan terong ungu, kata Robi.

Saat ini, progres cabe rawit sudah berusia sekitar 2 bulan dengan jumlah sekitar 1000 batang dan perkiraan waktu panen sekitar dalam waktu 2 minggu kedepan. Hasil panen pertama diperkirakan sekitar 15 Kg.

Lebih lanjut, Robi, mengatakan, “Adapun kendala yang dihadapi adalah menjadi kendala utama saat ini, banyak cabe warna daunnya menjadi kuning karena hujan yang terus menerus. Selain itu, harga cabe saat ini hanya mencapai Rp. 30.000-50.000/Kg.

Sedangkan terong ungu saat ini sudah berusia sekitar 2 bulan dengan jumlah sekitar 400 pokok dan sudah dalam masa panen. Penjualan terkahir terong ungu seberat 17 Kg.

Selain itu, ada tanaman jagung manis yang berusia sekitar 2 bulan dengan jumlah sekitar 1000 tanaman dan akan dipanen dalam 1 minggu kedepan. Banyak pembeli yang siap menampung jagung tersebut. Ada juga Pembibitan cabe rawit dan tomat. Saat ini bibit cabe dan tomat sudah siap untuk ditanam di bedeng tanam.”

Tidak hanya itu, Program HD YP juga melakukan monitoring di KUPS ASOKA. KUPS ASOKA melakukan kegiatan yang fokus kepada produksi tikar pandan melalui kelompok perajin. Dalam satu bulan terakhir, ada 3 tikar baru yang diproduksi dan siap untuk di jual, kata Robi.

Foto-foto kegiatan :

Foto-foto dok. Robi Kasianus/YP.

Program HD YP juga melakukan monitoring di KUPS KOPI SINAR SELATAN. KUPS Kopi Sinar Selatan memproduksi bubuk kopi. Produksi bubuk kopi hingga saat ini terus berjalan.

Selanjutnya, Program HD YP melakukan monitoring KUPS MADU KELULUT di Rantau Panjang, Rata-rata dalam satu bulan mampu menjual 6 botol (450 mL) dengan harga Rp. 70.000/botol.

Kemudian, dilanjutkan monitoring ke KUPS MUTIARA AGRO LESTARI (Pertanian organik) dan KUPS RAPA KARYA SEJAHTERA (Pertanian).

saat ini usia cabe yang sudah ditanam sudah mencapai usia 5 bulan. Jumlah cabe yang ditanam sekitar 700 tanaman. Panen dilakukan 3-5 hari sekali dengan berat rata-rata 5 Kg/satu kali panen, kata Robi.

Lebih lanjut, kata Robi, saat ini bibit baru didistribusikan kepada 13 anggota kelompok yang Sebagian besar anggotanya adalah ibu-ibu. Adapun jenis bibit yang didistribusikan meliputi cabai rawit, kacang panjang, lobak, terong ungu, dan timun. Selain itu, juga dibagikan polybag ke setiap anggota kelompok.

Dari Program HD YP yang melakukan monitoring adalah Hendri Gunawan (Koordinator Program Hutan Desa) dan Robi Kasianus (Field Officer Program Hutan Desa Yayasan Palung).

Monitoring selanjutnya akan dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2024.

(Pit/YP).

Rapat Koordinasi YP dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang terkait Kerjasama Kegiatan

Saat Widiya menyampaikan presentasi terkait kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Palung. (Foto dok. Riko/RK-TAJAM)

Yayasan Palung (YP) berkesempatan berkunjung untuk melakukan koordinasi dengan Dinas Pendididikan Kabupaten Ketapang terkait kerjasama dan izin kegiatan. Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di ruang Aula Dinas Pendidikan kabupaten Ketapang, Jumat (19/1/2024) pagi.

Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, diterima secara langsung oleh Dr.H. Ucup Supriatna, S.Pd, M.Pd., selaku Kepala Dinas Pendidikan Ketapang di ruang kerjanya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang mengajak program Pendidikan Lingkungan untuk melakukan rapat sekaligus pertemuan di ruang Aula Dinas Pendidikan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Ketapang menyambut baik rencana kerjasama dan kegiatan Yayasan Palung bersama Dinas Pendidikan Ketapang.

Dalam kata sambutannya, Dr. H. Ucup Supriatna, S.Pd, M.Pd., menyampaikan ucapan terima kasih kepada YP atas rencana dan usulan yang disampaikan terkait inovasi Pendidikan Lingkungan,  yaitu sekolah hijau.

Bapak Dr. H. Ucup Supriatna, S.Pd, M.Pd.,  pun berharap, semoga nantinya ada sekolah hijau yang nantinya bisa dijadikan Pilot project di sekolah dan sebagai percontohan yang bisa GGS (Go Green Sekolah) tanpa menciptakan sampah. Selain sebagai sekolah hijau juga bisa menjadi sekolah Adiwiyata.

Dalam kesempatan itu, Widiya Octa Selfiany, S.Hut, M.Hut., selaku Manager Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung berkesempatan menyampaikan presentasi di hadapan kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kabid Pembinaan PAUD, Kabid Pembinaan SMP dan Kabid Pembinaan SMA beserta jajarannya.

Dalam presentasinya, Widiya menyampaikan presentasi terkait kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh YP di program Pendidikan Lingkungan. Tahun ini, YP juga berencana melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang melalui Program Pendidikan Lingkungan yang YP lakukan di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Ketapang.  

Rencanannya, Kita akan bekerjasama dan membuat MOU dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang terkait kegiatan Sekolah Hijau atau pun ketika ada hari special event seperti hari Sampah Nasional, Hari Bumi, Hari Cinta Puspa dan Satwa serta kegiatan lainnya, kata Widiya.

Setelah rapat selesai dilakukan, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama. (Foto dok. Riko/RK-TAJAM).

Lebih Lanjut Widiya mengatakan, nantinya kita berharap ada kolaborasi dan bekerjasama dengan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang dalam kegiatan Pelatihan Guru dan lain sebaginya.

Serangkaian kegiatan rapat koordinasi tersebut berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang.

Penulis : Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Cerita Singkat YP Saat Rapat Tahunan

Foto Bersama Keluarga Besar Yayasan Palung. Foto dok. Wahyu Susanto/YP (GPOCP).

Rapat tahunan sudah menjadi agenda rutin YP/GPOCP. Minggu lalu, YP (GPOCP) baru saja melakukan rapat tahunan selama 4 hari, tepatnya pada Kamis 11 hingga Minggu 14 Januari 2024.

Pada rapat tahunan tersebut, semua tim (program) dari semua program yang ada di Yayasan Palung (Program SL, PL, PPS, Admin, Hutan Desa, dan Riset) mempresentasikan semua capaian kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing program selama tahun 2023.

Semua manager dari masing-masing program menyampaikan presentasi terkait kegiatan program yang telah dilakukan.

Selain itu, melakukan evaluasi dari setiap program, seperti apa kendala dan hambatan ketika melakukan/menjalankan program di masing-masim program.

Foto : Kiri ; Tim Konservasi. Kanan; Tim Riset. Foto : Wahyu/YP (GPOCP).

Selanjutnya juga, pada rapat tahunan tersebut semua program/ tim dari masing-masing program membuat planing/rencana kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2024.

Dalam kesempatan rapat tahunan tersebut, Para staf YP/GPOCP diberikan pelatihan dan beberapa kegiatan, antar lain adalah Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan dan Pelatihan P3K.

Sosialisasi BPJS ketenagakerjaan disampaikan oleh pihak BPJS. Sedangkan pemateri dalam pelatihan P3K adalah dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (BASARNAS) Ketapang.

Semua staff YP/GPOCP juga berkesempatan untuk melihat (menonton) aktivitas Ibu Cheryl Knott  (Direktur Eksekutif YP/GPOCP) dan fasilitas laboratorium baru tentang kegiatan penelitiannya di Boston University via film singkat yang ia kirim.

Suasana saat rapat tahunan. Foto dok. Wahyu Susanto/YP (GPOCP).

Kami juga berkesempatan video call via Zoom dengan Ibu Cheryl Knott, yang pada kesempatan tersebut memberikan semangat dan say hello kepada semua staff.

Selain itu, Caitlin O’Connell (Perwakilan direktur YP/GPOCP) juga menyempatkan diri menyampaikan presentasi kepada semua staff tentang harapan dan rencana ke depan YP/GPOCP.

Pada rapat tahun tersebut, dihadiri pula oleh Ketua Yayasan sekaligus Direktur Penelitian YP/GPOCP, Wahyu Susanto dan Edi Rahman selaku Direktur Lapangan Yayasan Palung.

Pada kegiatan terakhir, semua staff YP/GPOCP berkesempatan untuk berfoto bersama dan diajak untuk nonton bersama di bioskop.

Berfoto bersama setelah menonton bioskop. Foto dok. Wahyu Susanto/YP (GPOCP).

Semoga di tahun ini dan selanjutnya semua rencana dan kegiatan YP (GPOCP) bisa sesuai harapan serta lebih baik lagi. (Pit/YP).