Ajak Kelompok Muda RK-TAJAM Membuat Pesan Kampanye Sekaligus Bukber

“Jagalah bumi dengan menamam pohon”, salah satu pesan yang dibuat sebagai pengingat bersama. (Foto : Yayasan Palung).

Dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional yang diperingati setiap tanggal 21 Maret bulan lalu, Kelompok Muda Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) Yayasan Palung mengadakan serangkaian kegiatan diantarnya adalah membuat pesan kampanye lingkungan dalam rangka hari Hutan Internasional sekaligus buka puasa bersama (Bukber). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (23/3/2024) di Kantor Yayasan Palung Ketapang.

Kegiatan dibuka langsung oleh Manager Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, Widiya Octa Selfiany.

Semua peserta yang mengikuti kegiatan membuat pesan kampanye. (Foto : Yayasan Palung).

Dalam kata sambutannya, Widiya mengatakan, Kelompok muda (generasi muda) merupakan generasi harapan, yang mana peran pemuda sangat penting untuk menyebarkan virus-virus konservasi.

Selanjutnya juga, Widiya menekankan peran penting hutan bagi tatanan kehidupan manusia dan semua makhluk hidup.

Haning Pertiwi selaku Pembina RK-TAJAM pun berharap semoga kelompok muda bisa membuat dan menyebarkan isu-isu lingkungan, selanjutnya pesan tersebut mereka sampaikan dengan menggunakan media yang mereka miliki (media sosial).

Dalam kesempatan tersebut, Petrus Kanisius dari Yayasan Palung berkesempatan mengajak dan belajar bersama bagaimana membuat sekaligus mengemas pesan-pesan kampanye dengan mengunakan unsur-unsur teks berita (rumus 5 W + 1 H). 5W 1H, yakni berupa What (Apa), Who (Siapa), Where (Dimana), When (Kapan), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana).

Dengan harapan, pesan-pesan yang disampaikan bisa tersampaikan dan mudah dimengerti oleh khalayak.

Dalam kesempatan tersebut pula, kelompok muda RK-TAJAM terlihat sangat antusias membuat pesan-pesan kampanye dan ada pula yang membuat gambar terkait pesan yang ingin mereka sampaikan.

Diakhir kegiatan, peserta diajak untuk melakukan kegiatan buka puasa bersama. Selanjutnya dilanjutkan dengan berfoto bersama.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

YP bersama F&F Nature Together dan KPH Kayong Susun SOP KUPS bagi KUPS

Ranti Naruri dari Yayasan Palung saat menyampaikan materi SOP (Standar Operasional Prosedur) kepada kelompok KUPS. (Foto dok : Hendri/YP).

Yayasan Palung (YP) melalui program Hutan Desa (HD) bersama F&F Nature Together dan KPH Kayong berkesempatan melakukan kegiatan penyusunan SOP (Standar Operasional Prosedur) bagi Kelompok Usaha Perhutan Sosial (KUPS) binaan di Simpang Hilir, KKU, pada Senin-Rabu (25-27/3/2024).

Kegiatan Penyusunan SOP KUPS hari pertama, Senin (25/3) dilakukan di Desa Penjalaan, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Dalam penyusunan SOP (Standar Operasional Prosedur) KUPS Asoka (Kelompok Anyaman Pandan) dilakukan di kediaman Bu Jamakyah dan diikuti 10 orang ibu-ibu. Dalam menganyam tikar, setiap orang memiliki cara yang bermacam-macam, oleh karena itu sangat diperlukan SOP untuk mengontrol pengrajin agar menghasilkan tikar dengan kualitas yang sama.

Dalam kesempatan penyusunan SOP tersebut, adapun sebagai Fasilitator adalah Ranti Naruri dari Yayasan Palung.

Hendri Gunawan, selaku Koordinator program HD mengatakan, Dalam menyusun SOP ada beberapa hal yang harus di lengkapi, antara lain; Pertama, Kontrol kualitas, dalam kontrol kualitas ada 6 poin berupa bahan baku, pengolahan, produksi, penyimpanan, kemasan, dan pemasaran

Kedua, Analisis usaha, dalam hal ini penting bagi pengrajin untuk mengetahui modal yang dikeluarkan untuk dapat mengetahui harga jual dan keuntungan yang didapatkan.

Ketiga, Manajemen Rantai nilai / Value chain. Keempat, Struktur ICS (Internal Control System), ICS berguna untuk mengontrol para pengrajin dalam menghasilkan produk dengan kualitas yang baik sebelum dipasarkan. Kelima, Pembukuan uang kas.

Hari kedua kegiatan, pada Selasa (26/3) kegiatan dilanjutkan di SOP KUPS Tani Makmur Simpang Keramat, di Desa Penjalaan dilakukan di kediaman Pak Samkarudin dan dihadiri oleh 8 orang petani.

Menurut Hendri, kelompok diajak mengenal fungsi struktur didalam kelompok, yakni Ketua yang berperan mengkoordinir dan mengajak kelompok untuk aktif, Sekretaris bertugas untuk mengurus administrasi kelompok, Bendahara bertugas untuk mengurus keuangan kelompok, dan Anggota sebagai support dalam kelompok.

Kemudian, Jenis komoditi yang biasanya ditanam ialah ubi, timun, lepang, terong, cabe, jahe, kunyit, kencur, jagung, dan semangka. Setelah mendapat keterangan dari anggota kelompok yang hadir bahwa tanaman yang selalu diperlukan dan memiliki harga yang paling stabil ialah tanaman cabe, kata Hendri.

Adapun isi dalam dokumen SOP yang dibuat meliputi kontrol kualitas, analisis usaha, rantai nilau/value chain, struktur ICS dan pembukuan uang kas, ujar Hendri.

Hari ketiga kegiatan, pada Rabu (27/3) kegiatan dilanjutkan dengan Penyusunan SOP dilakukan di kelompok KUPS Mutiara Agro Lestari Simpang Keramat, dan dihadiri 8 orang yang terdiri dari 5 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Kegiatan dilakukan dirumah Pak Abdulah.

Seperti diketahui, KUPS Mutiara Agro Lestari ini di Ketuai oleh Pak Suparjan, Sekretaris Pak Nandang, Bendahara Bu Aniyanti, dan Anggota sebanyak 12 orang. Dari 15 orang yang tergabung ke dalam KUPS Mutiara Agro Lestari ini, hanya 8 orang yang aktif bertani, dan dari 8 orang tersebut memiliki skala yang berbeda dalam mengelola lahannya ada yang masih skala kecil dan ada yang sudah skala besar dengan jumlah tanaman ribuan batang. Komoditi yang biasa ditanam juga cukup beragam. Penyusunan SOP ini dibuat khusus untuk tanaman cabe, karena dilihat dari segi permintaan pasar dan juga stabilitas harga hanya tanaman cabe yang paling stabil.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Hari Hutan dan Air Sedunia, Ini Kegiatan yang YP dan REBONK Lakukan

Pesan-pesan kampanye yang mereka tulis tentang pentingnya hutan bagi kehidupan. (Foto : Riduwan/Yayasan Palung).

Yayasan Palung (YP) bersama Relawan Bentangor Untuk Konservasi (REBONK) melakukan kegiatan dalam rangka memperingati hari hutan sedunia dan hari air sedunia sekaligus buka puasa bersama (Bukber).

Kegiatan tersebut dilakukan di Kantor Yayasan Palung, Bentangor Education Center, Desa Pampang Harapan, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (30/3/2024) pekan lalu.

Dalam kegiatan tersebut Riduwan, selaku pembina REBONK mengajak diskusi terkait hari hutan dan hari air sedunia bersama relawan.

Diskusi yang dilakukan terkait pengertian hutan, manfaat hutan, apa yang akan terjadi ketika hutan hilang seperti yang terjadi saat ini, dan apa kaitannya hutan denga air. Bagaimana pun keduanya saling berkaitan.

Sebagai generasi muda, solusi apa yang bisa dilakukan oleh REBONK untuk ikut andil terhadap bumi ini, kata Riduwan.

Diskusi tersebut dipandu oleh Eko Kurniawan (Angkatan pertama sekaligus perintis) beliau menjelaskan awal terbentuknya REBONK, tips agar REBONK bisa tetap kokoh baik pengorganisasiannya maupun kegiatan-kegiatannya.

Eko Kurniawan (Angkatan pertama sekaligus perintis) beliau menjelaskan awal terbentuknya REBONK, tips agar REBONK bisa tetap kokoh baik pengorganisasiannya maupun kegiatan-kegiatannya. (Foto dok : Riduwan/YP).

Eko Kurniawan (Angkatan pertama sekaligus perintis) beliau menjelaskan awal terbentuknya REBONK, tips agar REBONK bisa tetap kokoh baik pengorganisasiannya maupun kegiatan-kegiatannya.

Eko Kurniawan (Angkatan pertama sekaligus perintis) beliau menjelaskan awal terbentuknya REBONK, tips agar REBONK bisa tetap kokoh baik pengorganisasiannya maupun kegiatan-kegiatannya.

Selanjutnya juga membuat pesan kampanye lingkungan. Pesan-pesan tersebut mereka tulis sebagai pengingat kepada kita semua tentang  arti penting hutan dan air bagi kehidupan.

Selanjutnya, karena kegiatan tersebut berada di bulan puasa, maka kegiatan diisi dengan tausyiah Berkah Ramadhan 2024 yang diisi oleh Ustad Baruzi.

Ustad Baruzi saat memberikan tausyiah Berkah Ramadhan 2024 kepada teman-teman REBONK. (Foto dok : Riduwan/YP).

Terakhir kegiatan diakhiri dengan foto bersama sambil membawa pesan-pesan kampanye dan buka puasa bersama, kata Riduwan.

Petrus Kanisius & Riduwan-Yayasan Palung

Seberapa Penting Air Bagi Kehidupan?

Setiap tanggal 22 Maret diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Di hari air sedunia kita pun sering kali dirongrong oleh pertanyaan seberapa penting air bagi kehidupan?

Pertanyaan tersebut pula sejatinya menjadi refleksi kita bersama tentang seberapa pentingnya air bagi sendi-sendi kehidupan kita manusia saat ini, terutama air bersih.

Dari bangun pagi, kita perlu air bersih untuk mencuci muka, perlu air bersih untuk dikonsumsi (diminum) dan air untuk memasak saban waktu.

Tidak hanya itu, air juga biasanya digunakan untuk kebutuhan industri seperti laundry, pencucian mobil, pertanian dan lain sebagainya.

Beberapa contoh diatas merupakan jawaban terkait akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan sebagian besar makhluk hidup.

Arti pentingnya air juga sebagai jantung adaptasi terhadap perubahan iklim, berperan sebagai penghubung penting antara sistem iklim, masyarakat manusia, dan lingkungan.

Tema hari Air Sedunia tahun 2024 adalah Water for Peace (Memanfaatkan Air untuk Perdamaian).

Hari Air sedunia mengingatkan kepada kita semua tentang peran penting air bagi kehidupan. Air yang bersih sangat dibutuhkan oleh setiap umat manusia saat ini.

Fakta-fakta tentang Kondisi Air di Dunia

Mengutip dari detik.com, menyebutkan, Dalam rangka Hari Air Sedunia, PBB membagikan sejumlah informasi tentang fakta-fakta kondisi air di dunia. Apa saja?

  • 2,2 miliar orang masih hidup tanpa air minum yang dikelola dengan aman, termasuk 115 juta orang yang meminum air permukaan. (WHO/UNICEF, 2023)
  • Sekitar setengah populasi dunia mengalami kelangkaan air yang parah setidaknya selama sebagian tahun (IPCC, 2022).
  • Bencana yang berhubungan dengan air telah mendominasi daftar bencana selama 50 tahun terakhir dan menyebabkan 70 persen kematian akibat bencana alam (Bank Dunia, 2022).
  • Perairan lintas batas menyumbang 60 persen aliran air tawar dunia, dan 153 negara memiliki wilayah dalam setidaknya 1 dari 310 cekungan sungai dan danau lintas batas dan menginventarisasi 468 sistem akuifer lintas batas (UN-Water, 2023).
  • Hanya 24 negara yang melaporkan bahwa seluruh cekungan lintas batas mereka tercakup dalam perjanjian kerja sama. (PBB-Air, 2021).

Jika di realita kehidupan kita sehari-hari, setiap hari apakah kita ingat dan diingkatkan arti penting air bagi kehidupan?

Sebagai pengingat kita semua, Setiap tetes air adalah kehidupan. Menjaga dan melindungi sumber air sama dengan menjaga kehidupan.

Terkadang kita lupa berdamai dengan diri kita dan air. Kita cenderung abai dengan arti dan peran penting air bagi kehidupan.

Dalam realita kehidupan saat ini, air seperti tidak begitu penting. Lihatlah, tidak sedikit sebagian dari kita yang begitu boros dengan air. Bahkan, ada diantara kita yang terkadang lupa mematikan air kran atau saat mengisi tong air hingga air meluber (membanjiri) sekitar dan air terbuang sia-sia. Hal lainnya seperti saat mandi, berapa banyak kita menggunakan air. Apakah kita sudah berhemat air saat mandi?

Nah, apabila dilihat demikian, apakah kita lupa atau sengaja lupa akan peran pentingnya air bagi kehidupan?

Akan tetapi, bolehlah kita berkaca tentang arti penting air hingga kini. Peran penting air begitu terasa. Tidak sedikit dari Warga kita di Indonesia ini yang mengalami krisis dan kekurangan air bersih hingga kekeringan apabila musim kemarau tiba.

Air sebagai sumber hidup sebagian besar makhluk hidup yang mendiami bumi ini tentu menjadi sebuah tanya bagi kita semua. Sumber mata air yang ada pun tidak terlepas dari masih berdiri kokohnya hutan. Hutan bisa menyerap air skala besar.

Akar pohon tersebut menyerap serta menyaring air sebagai sumber air yang layak dikonsumsi oleh semua makhluk hidup. Di hutan, sebagai penanda, biasanya makhluk hidup seperti rusa pasti mencari sumber air bersih ketika di hutan.

Beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan di rumah untuk menghemat air diantaranya adalah;

Menggunakan air secukupnya (seperlunya) Mulai sekarang kita diingatkan untuk selalu hemat air. Matikan kran air jika tidak digunakan, gunakanlah air secukupnya bukan sepuasnya jika mandi di rumah.

Selanjutnya juga yang tidak kalah pentingnya adalah menanam banyak pohon di sekitar, karena selain sebagai pelindung juga sebagai penyaring dan sumber air bagi sebagian besar makhluk hidup yang ada di sekitar.

Ada pepatah yang mengatakan, Jadilah mata air yang jernih, yang memberikan kehidupan kepada sekitarmu. Selamat Hari Air Sedunia !…

Petrus Kanisius

Yayasan Palung

Arti Penting Hutan Bagi Kehidupan

Foto Hutan. (Foto dok. Erik Sulidra/YP).

Bila boleh dikata, hutan memiliki arti yang sangat penting bagi semua nafas kehidupan. Sumber hidup, ya karena hutan tidak sedikit memiliki peran bagi sebagian besar makhluk hidup yang mendiami bumi ini.

Ada istilah; Hutan Sebagai Sumber hidup atau Kehidupan. Akan tetapi, walaupun hutan memiliki arti penting bagi kehidupan, nasibnya (hutan) pun kini semakin memprihatinkan karena dirusak, dimusnahkan hingga tak sedikit yang rebah tak berdaya menjelang terkikis menjelang habis jika tidak diselamatkan/dilestarikan mulai dari sekarang dengan cara-cara sederhana yang kita semua miliki.

Arti penting hutan bagi kehidupan pun mengingatkan kita kepada Hari Hutan Internasional yang diperingati setiap tanggal 21 Maret. Hari Hutan Internasional yang diperingati setiap tanggal 21 Maret sebagai pengingat sekaligus merefleksikan bagi kita semua apa arti penting hutan bagi kehidupan kita saat ini hingga nanti.

Peran penting hutan bagi keberlanjutan sebagian besar atau semua nafas kehidupan makhluk hidup di bumi tentu sebagai gambaran, bahwa HUTAN bukan warisan melainkan TITIPAN itu makai a harus dijaga, dirawat atau dilestarikan menjadi peran semua untuk menjaga alam hutan ini karena arti penting dan fungsinya terutama bagi kehidupan kita manusia di bumi.

Lalu apa saja arti dan peran penting hutan bagi nafas kehidupan?

Pertama, Udara yang bersih tentu karena hutan alam ini masih tersedia dengan baik. Kita pun masih beroleh nafas dari oksigen yang tersedia secara cuma-cuma (gratis) saban waktu. Bagaimana kiranya bila tidak ada udara yang bersih dan oksigen yang gratis di bumi ini?

Kedua, hutan alam ini tidak sedikit menjadi rumah bagi sebagian besar satwa. Tidak terkecuali orangutan, kelempiau, kelasi, burung enggang dan satwa lainnya yang merupakan satwa dilindungi yang harusnya harus terus lestari hingga selamanya.

Ketiga, adanya hutan yang disebut raya tetapi sudah tidak seraya dulu ini pun menjadi sangat penting karena sebagai benteng terakhir dalam upaya mencegah berbagai bencana yang disebabkan oleh tangan-tangan tak terlihat namun terasa dengan apa yang disajikan terjadi dengan ragam bencana yang acap kali terjadi seperti banjir ataupun juga kekeringan.

Keempat, Hutan sangat penting menjaga iklim dunia. Selain itu, tersedianya hutan alam juga menjadi mega biodiversity sangat menarik untuk diteliti oleh siapa saja sebagai ilmu pengetahuan.

Selain itu juga, hutan alam sangat penting sebagai obyek Wisata karena keunikan baik flora ataupun faunanya, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, hadirnya hutan menjadi penyedia ragam pakan (makanan) bagi sebagian besar satwa yang mendiami hutan tersebut pula.

Artian hutan begitu penting bagi kehidupan kita sekaligus menjadi penanda dan pengingat bagi kita bahwa hutan yang masih tersisa ini sejatinya dipelihara, dirawat dan dilestarikan dengan cara-cara sederhana yang kita miliki.

Bukankah kita telah diingatkan dengan kata-kata ini: “Apabila pohon terakhir telah di tebang, apabila ikan terakhir telah/sudah dimakan, apabila sungai terakhir telah diracuni saat itulah engkau sadar bahwa uang tidak bisa dimakan, (Kutipan dari Kata-kata bijak).”

Penulis : Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Ajak Kelompok Belajar dan Siswa-Siswi di Sekolah Peduli Soal Sampah

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada tanggal 21 Februari, Yayasan Palung (YP) melalui Program Pendidikan Lingkungan yang ada di Kayong Utara melakukan serangkaian kegiatan, pada Rabu (21/2/2024).

Selanjutnya pada Rabu (27/2/2024), Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) dan YP mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HPSN di SMPN 1 Matan Hilir Utara (MHU) Ketapang, dengan mengajak siswa-siswi peduli sampah dengan memanfaatkannya menjadi Barang yang bermanfaat.

Cara tersebut penting dilakukan sekaligus mengajak kelompok belajar dan Siswa-siswa agar peduli dengan persoalan sampah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan lalu.

Kegiatan HPSN 2024 di Kayong Utara

Pada kesempatan kegiatan HPSN, YP mengajak kelompok belajar anak “Simpang Keramat Kids” yang ada di Sekolah Dasar Negeri 20 Penjalaan untuk memanfaatkan sedotan plastik bekas menjadi barang-barang bermanfaat. Sebelumnya anak-anak diminta untuk mengumpulkan sedotan plastik bekas di sekitar sekolah dan sekitar rumah mereka.

Seperti yang terlihat, sedotan plastik bekas tersebut mereka manfaatkan (olah) menjadi tempat pensil, bunga dan beberapa hiasan dinding.

Simon Tampubolon, Koordinator Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung di Kayong Utara, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap kebersihan lingkungan di sekitar mereka serta mengubah pandangan mereka terhadap sampah. Sedotan plastik ini memang sampah yang terlihat kecil, tapi tanpa kita sadari sampah sedotan ini ada dimana-mana. Baik itu di lingkungan rumah, lingkungan sekolah, lingkungan perkantoran bahkan di tempat-tempat wisata. Padahal sampah sedotan plastik itu dapat disulap menjadi barang-barang yang memiliki nilai keindahan. Adapun anak-anak yang ikut dalam kegiatan tersebut berjumlah 39 orang.

Kelompok muda Yayasan Palung yaitu REBONK ikut ambil bagian mendampingi anak-anak dalam pembuatan kerajinan. Elya mendampingi pembuatan tempat pensil, Anisah mendampingi pembuatan bunga. Sementara Rabania, Wahyu dan Wawan mendampingi pembuatan hiasan dinding.

Selanjutnya juga, pada tanggal 21 Februari 2024 lalu, YP juga melakukan siaran radio di Radio Kayong Utara 101,5 FM, dalam rangka merayakan hari Peduli Sampah Nasional 2024.

Kegiatan HPSN 2024 di Ketapang

Dalam Rangka memperingati HPSN 2024 Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) dan YP mengadakan ragam kegiatan memperingati HPSN di SMPN 1 Matan Hilir Utara (MHU) Ketapang, dengan mengajak siswa-siswi peduli sampah dengan memanfaatkannya menjadi Barang yang bermanfaat. Selanjutnya juga diadakan lecure tentang Sampah yang disampaikan oleh Haning Pertiwi dari Yayasan Palung.

Pada kesempatan itu, siswa-siswi diajak untuk Reuse mencakup konsep penggunaan kembali barang atau bahan untuk tujuan yang sama atau berbeda tanpa proses pemrosesan ulang (daur ulang). Siswa-siswi membuat kotak pensil dari botol plastik bekas. Selanjutnya mereka juga memasang plang informasi lamanya sampah terurai.

Tampak antusias dari semua peserta yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kegiatan berjalan sesuai rencana dan mendapatkan sambutan baik dari pihak sekolah dan semua peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Baca juga :

https://pontianak.tribunnews.com/2024/02/23/peringati-hpsn-2024-yayasan-palung-ajak-kelompok-belajar-anak-manfaatkan-sedotan-plastik-bekas

https://kalbar.antaranews.com/berita/567975/pelajar-di-kalbar-peringati-hpsn-dengan-mengolah-sampah

https://kumparan.com/petrus-kanisius/hpsn-2024-yp-ajak-kelompok-belajar-dan-siswa-siswi-di-sekolah-peduli-soal-sampah-22LaEcXuITs/full

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Peningkatan Kapasitas dan Pelantikan Kelompok Muda REBONK angkatan ke-12

Foto bersama setelah rangkaian kegiatan selesai dilakukan. (Foto dok. Yayasan Palung).

Peningkatan kapasitas bagi kelompok muda menjadi salah satu cara bagi Yayasan Palung (YP) untuk berbagi ilmu pengetahuan, mengingat kelompok muda adalah corong sekaligus penyambung lidah bagi YP dalam menyebarkan virus konservasi.

Kegiatan peningkatan kapasitas sekaligus pelantikan bagi tujuh anggota baru Relawan Bentangor uNtuk Konservasi (REBONK) tersebut dilaksanakan selama tiga hari (23-25/2/2024) bulan lalu, di Hutan Pantai Mak Bagok, Desa Pampang Harapan, Kayong Utara.

Kegiatan tersebut dimulai dengan Upacara Bendera.  Selama tiga hari berkegiatan, tujuh anggota baru REBONK yang merupakan Angkatan ke-12 tersebut dibekali dengan ragam materi, diantaranya; Materi Keanekaragaman Hayati, praktek dan presentasi disampaikan oleh Simon Tampubolon.

Kemudian materi dilanjutkan dengan materi tentang Pengenalan Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) yang disampaikan oleh Budi Sampurna, yang merupakan Kepala Resort Sedahan, Balai TANAGUPA.

Selanjutnya, anggota baru Kelompok muda REBONK yang baru dibekali juga materi tentang Tumbuhan yang disampaikan oleh Gunawan Wibisono.

Pada kesempatan tersebut pula, REBONK Angkatan ke-12 diajak untuk berdiskusi tentang lingkungan dan mereview apa saja materi yang mereka dapatkan selama tiga hari kegiatan.

Pada hari terakhir kegiatan, tujuh anggota baru REBONK resmi dilantik oleh para senior REBONK dari Angkatan pertama hingga ke -11.

Foto-foto kegiatan :

Riduwan, Selaku Pebina Kelompok muda REBONK mengatakan, pelantikan ini merupakan awal dari ketujuh relawan tersebut untuk bisa menyumbangkan tenaganya untuk berbuat baik terhadap bumi ini. Diharapkan juga dengan adanya pelantikan tersebut para relawan bisa lebih giat lagi untuk menyebarkan virus konservasi dimana bukan hanya berhenti di ketujuh relawan saja namun harapnnya bisa disebarkan kemasrakat yang lebih luas. Selain itu juga perlu diketahui relawan rebonk merupakan salah satu perpanjangan tangan YP untuk menyebarkan dan mengkampanyekan satwa orangutan yang saat ini sttusnya sangat terancam punah.

Kegiatan pun ditutup dengan upacara bendera. Semua rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas dan pelantikan kelompok muda REBONK Angkatan ke-12 berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari para peserta yang megikuti kegiatan tersebut.

Penulis : Petrus Kanisius-Yayasan Palung

YP Ajak Kelompok Muda Peduli Lingkungan

Yayasan Palung (YP) mengadakan Workshop Kelompok Muda Peduli Lingkungan, pada Kamis (22/2/2024) bulan lalu. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 sampai 13.30 WIB tersebut, dilaksanakan di Aula Pertemuan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ketapang.

Kegiatan Workshop Kelompok Muda Peduli Lingkungan ini dibuka langsung oleh Edi Rahman, selaku Field Direktur Konservasi Yayasan Palung. Dalam kata sambutannya, Edi Rahman menyambut baik kegiatan yang dilakukan ini, selanjutnya ia juga mengucapkan terima kasih kepada para guru dan para pelajar yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Pada kesempatan itu, Edi Rahman mengenalkan Yayasan Palung serta berdirinya Yayasan Palung, program dan kegiatan yang dilakukan Yayasan Palung dalam mendukung konservasi orangutan dan habitatnya baik melalui Program Penelitian, Program perlindungan satwa, Program Pendidikan Lingkungan, Program Hutan Desa, dan Program Mata Pencaharian berkelajutan program Beasiswa peduli Orangutan.

Juga dalam kesempatan tersebut, Yayasan Palung mengajak dan berpesan kepada peserta yang hadir agar berkontribusi dan memiliki semangat untuk peduli dengan lingkungan, peduli dengan terhadap satwa dilindungi yang setiap waktu terus terancama baik satwa maupun habitatnya akibat berbagai aktivitas manusia.

 Dalam kegiatan workshop ini berbagai materi diberikan kepada guru dan pelajar dan sebagai Pemateri pertama disampaikan Erik Sulidra, Selalu Manager dari Program Program Penyelamatan Satwa (PPS) dengan materi tentang; pengenalan Satwa Liar yang Dilindungi Di Indonesia serta berapa satwa dilindungi di Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara seperti Orangutan, Beruang Madu, Bekantan, Burung Enggang dan lain-lain.  Erik menyebutkan dalam presentasinya, ada 904 jumlah spesies yang dilindungi menurut P.106/MENLHK/2018.

Presentasi kedua disampaikan Gunawan Wibisono, selalu Koordinator survey dan botanis Yayasan Palung dengan materi yang disampaikan Tumbuhan berbunga dan pakan satwa liar (khususnya orangutan). Beberapa tumbuhan yang memiliki hubungan dengan sejarah peradaban, peran tumbuhan sebagai pakan satwa liar dilindungi. Selanjutnya, penting keberadaan tumbuhan bagi kehidupan di sekitar dan fungsi ekologis yang dimilikinya.

Hendri Gunawan, selaku Koordinator Program Hutan Desa Yayasan Palung menyampaikan tentang; Hutan Desa baik terkait peran penting Hutan Desa Bagi kehidupan, hutan Desa memiliki fungsi penting bagi beragam satwa karena sebagai sumber hidup, peran masyarakat lokal dalam, pengelolaan dan pemanfaatan hutan desa melalui skema perhutanan sosial. Yayasan Palung secara kosisten dan berkelanjutan terus mendampingi masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan desa.

Materi terakhir disampaikan oleh Ranti Naruri, selaku Manager Program Sustainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan). Ranti Menyampaikan materi tentang Kerelawanan.

Ranti menjelaskan bahwa Relawan adalah; Seseorang (sekelompok) orang yang melakukan sesuatu hal tanpa paksaan, Bersedia mengorbankan waktu dan tenaga. Selajutnya juga, Ranti mengatakan bahwa aktivitas relawan harus memberikan nilai positif bagi dirinya, orang lain, lingkungan dan organisasi yang dibantunya. Jjuga menjadi Relawan jangan ada motivasi untuk mendapatkan imbalan (uang atau materi).

Widiya Octa Selfiany, Manager Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung, mengatakan ada beberapa tujuan kegiatan Workshop kepada Kelompok Muda Peduli Lingkungan ini diantaranya Memberikan pemahaman kepada siswa/siswi dan guru tentang ekosistem/habitat satwa, kedua, Memberikan pemahaman kepada siswa/siswi tentang satwa dilindungi dan RK-TAJAM yang merupakan kelompok relawan yang menjadi binaan Yayasan Palung.

Adapun harapan dari kegiatan Workshop ini, siswa-siswi ada yang tertarik untuk tergabung dalam Kelompok muda Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM). Selanjutnya juga, berharap dengan bergabungnya mereka di RK-TAJAM, mereka bisa belajar dan mengenal tentang konservasi, pengenalan tentang orangutan dan habitatnya melaui berbagai kegiatan seperti fieldtrip, sain itu tentang  keorganisasian.

Foto-foto kegiatan :

Peserta yang diundang dalam kegiatan Workshop Kelompok Muda Peduli Lingkungan ini adalah 5 orang perwakilan dan 1 orang guru dari 12 sekolah yang ada di Kabupaten Ketapang.

Adapun 12 sekolah yang diundang dalam workshop tersebut adalah; SMA Negeri 1 Ketapang, SMA Negeri 2 Ketapang, SMA Negeri 3 Ketapang, SMA Negeri 4 Ketapang, SMA PL Santo Yohanes, MAN 1 Ketapang, SMA Muhammadiyah 1 Ketapang, MAS Ash-Shufiyah, SMK Negeri 1 Ketapang, SMK Negeri 2 Ketapang, SMK Negeri 3 Ketapang dan SMK Santo Petrus Ketapang.

Rangkaian kegiatan workshop berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari peserta yang hadir.

Petrus Kanisius

(Yayasan Palung)

YP Akan Adakan Workshop Kelompok Muda Peduli Lingkungan

Yayasan Palung (YP) akan mengadakan Workshop Kelompok Muda Peduli Lingkungan yang rencananya akan diadakan pada Kamis (22/2/2024), pukul 08.00 sampai dengan 11.30 WIB, di Aula Pertemuan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ketapang.

Widiya Octa Selfiany, Manager Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung, mengatakan, Kegiatan Workshop Kelompok Muda Peduli Lingkungan ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut; Pertama, Memberikan pemahaman kepada siswa/siswi tentang ekosistem/habitat satwa, kedua, Memberikan pemahaman kepada siswa/siswi tentang satwa dilindungi dan selanjutnya, Menyampaikan kepada siswa/siswi tentang kelompok muda binaan Yayasan Palung RK-TAJAM.

Lebih lanjut, Widiya, sapaan akrabnya, mengatakan, adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut adalah sebagai upaya untuk Meningkatnya pemahaman siswa/siswi tentang ekosistem/habitat satwa, Meningkatnya pemahaman siswa/siswi tentang satwa dilindungi serta Tersampaikannya kepada siswa/siswi tentang kelompok muda binaan Yayasan Palung RK-TAJAM.

Mengingat, Berbagai upaya yang telah dilakukan baik pemerintah, swasta, NGO dan pihak lainnya untuk mengembalikan fungsi ekosistem hutan dan melindungi berbagai satwa dilindungi. Namun upaya tersebut dirasa belum maksimal. Maka dengan demikian, perlu upaya sejak dini memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya peduli lingkungan dan melestarikan satwa yang dilindungi, agar keberadaannya tetap terjaga di habitatnya, kata Widiya.

Peserta yang diundang dalam kegiatan Workshop Kelompok Muda Peduli Lingkungan ini adalah 5 orang perwakilan dan 1 orang guru dari 12 sekolah yang ada di Kabupaten Ketapang. Adapun 12 sekolah yang diundang adalah; SMA Negeri 1 Ketapang, SMA Negeri 2 Ketapang, SMA Negeri 3 Ketapang, SMA Negeri 4 Ketapang, SMA PL Santo Yohanes, MAN 1 Ketapang, SMA Muhammadiyah 1 Ketapang, MAS Ash-Shufiyah, SMK Negeri 1 Ketapang, SMK Negeri 2 Ketapang, SMK Negeri 3 Ketapang dan SMK Santo Petrus Ketapang.

Sedangkan sebagai pemateri dalam serangkaian kegiatan tersebut adalah dari Yayasan Palung. Berharap kegiatan ini berjalan sesuai rencana.

Pit

(Yayasan Palung)

Macan Dahan Kalimantan Terekam Kamera Perangkap di Hutan Desa Padu Banjar

Capture dari video, Macan dahan yang terekam kamera tangkap. (Foto dok. Tim HD YP).

Beberapa waktu lalu, tim Smart Patrol Hutan Desa Yayasan Palung (YP) melakukan pengecekan dan pemasangan alat di Kawasan Hutan Desa Padu Banjar, Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (17/2/2024).

Pada kesempatan tersebut, tim smart patrol hutan desa YP memasang beberapa alat seperti bioakustik dan pengukur curah hujan.

Menariknya, saat melakukan pengecekan kamera perangkap (kamera trap), di salah satu kamera perangkap yang mereka pasang berhasil merekam Macan Dahan kalimantan atau clouded leopard (Neofelis diardi borneensis).

Dalam rekaman, terlihat, macan dahan sedang melintas di Kawasan Hutan Desa Padu Banjar. Sangat beruntung karena kamera perangkap bisa merekam Macan Dahan kalimantan. Berharap satwa lainnya juga bisa terekam kamera perangkap.

Video 🎥 tim HD Yayasan Palung

Mengutip dari laman Wikipedia, Macan dahan kalimantan adalah kucing liar berukuran sedang yang ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Pada tahun 2006, ia dijadikan sebagai spesies terpisah dari kerabat dekatnya, Neofelis nebulosa.

Nama Bornean clouded leopard (macan dahan kalimantan) diterbitkan oleh WWF pada 14 Maret 2007, mengutip Dr. Stephen O’Brien dari U.S. National Cancer Institute mengatakan, “Hasil kajian genetik jelas-jelas menunjukkan bahwa macan dahan kalimantan harus dianggap sebagai spesies yang terpisah.”

Kemungkinan macan dahan kalimantan hanya terdapat di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Di Kalimantan, mereka bisa ditemui di hutan hujan dataran rendah.

Sumber tulisan : Wikipedia dan dari berbagai sumber

(Pit-YP)