Gunung Palung Orangutan Conservation Program

           Saya Sawitri, mahasiswa semester lima di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura dengan bidang minat Budidaya Hutan. Pada semester ini, saya mengikuti Program Kampus Magang Berdampak selama dua bulan satu minggu yang dilaksanakan di Yayasan Palung dan salah satu program nya yaitu di Stasiun Riset Cabang Panti. Kantor Yayasan Palung terletak di dua lokasi yaitu di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, sedangkan Stasiun Riset Cabang Panti terletak di Kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Magang ini saya laksanakan dari tanggal 29 September 2025 hingga tanggal 05 Desember 2025.
Program magang yang saya lakukan ini bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu dan mata kuliah yang diambil pada semester 5 serta memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa. Dalam kegiatan ini, saya mengikuti magang bersama rekan saya, Tengku Nesya Aulia yang berasal dari bidang minat Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata.
Selama satu bulan pertama magang, kegiatan magang dilaksanakan di Kantor Yayasan Palung, sebuah lembaga yang berfokus pada konservasi Orangutan dan habitatnya. Terdapat beberapa program di Yayasan Palung, antara lain Program Pendidikan Lingkungan, Program Hutan Desa, Program Sustainable Livelihood, Program Penyelamatan Satwa, dan Program Riset. Pada minggu pertama magang, saya berkesempatan melakukan presentasi rencana kegiatan yang akan saya dan teman saya dilakukan selama magang di Yayasan Palung. Kemudian Orientasi dan perkenalan kepada semua staf yang ada di Yayasan Palung sekaligus pengenalan lingkungan kerja di Yayasan Palung.
Pada Minggu berikutnya, saya mulai belajar dan mengikuti beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Palung. Saya pun berkesempatan belajar tentang Tracking GPS dan Avenza Maps, lalu memindahkan datanya dari format GPX ke SHP menggunakan ArcGIS bersama Gunawan Wibisono, manajer Botani di Kantor Yayasan Palung.
Selain itu, dalam kesempatan magang ini, saya berkesempatan melakukan Siaran Radio Bersama bang Riduwan dan Mbak Wilia selaku Reporter dari Radio Kabupaten Ketapang, diskusi mengenai apa itu Magang Berdampak.
Saya juga berkesempatan berkunjung dan melakukan wawancara pada staf Yayasan Palung tentang pembibitan dan persemaian tanaman yang ada di Kantor Yayasan Palung di Kabupaten Kayong Utara.
Pada kesempatan lainnya, saya pun berkesempatan mengikuti Kegiatan Pelatihan Perencanaan Bisnis dan Analisis Pasar Kepada Kelompok Masyarakat di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Pelatihan ini membahas pentingnya karakteristik wirausaha, tantangan dalam mengembangkan usaha berbasis hasil hutan, serta potensi ekonomi dari hasil hutan bukan kayu (HHBK).
Selanjutnya, saya berkesempatan mengikuti Kegiatan Kolaborasi Gerakan Hijau Pesisir, penanaman bibit mangrove di pantai celincing dan berkolaborasi dengan Tajuk Kalimantan. Kemudian, saya juga mengikuti Kegiatan Pelatihan Demplot Konservasi dan Perekrutan RK-TAJAM di UPT KPH Wilayah Ketapang Selatan. Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh Program Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Kesadaran Konservasi Yayasan Palung Bersama dengan UPT KPH Wilayah Ketapang Selatan.

Foto: Kegiatan Pelatihan Demplot Konservasi Perekrutan RK Tajam di UPT KPH Wilayah Ketapang Selatan.
Kegiatan lainnya yang saya lakukan Adalah sharing dan diskusi penerbangan Drone di Kantor Yayasan Palung yang ada di Kabupaten Kayong Utara.
Memasuki bulan kedua, saya melanjutkan kegiatan magang di Stasiun Riset Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung. Di lokasi ini, saya berkesempatan terlibat dalam kegiatan penelitian lapangan yang berfokus pada perilaku dan ekologi Orangutan (Pongo pygmaeus wurmbii). Aktivitas lapangan yang dilakukan mencakup pencarian individu Orangutan, pengamatan perilaku makan, serta pengambilan sampel makanan, feses, microbiome dan urine untuk dianalisis di laboratorium. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi saya, terutama dalam memahami keterkaitan antara vegetasi hutan, ketersediaan pakan, serta habitat satwa liar yang menjadi bagian penting dalam sistem ekologi hutan tropis.
Hingga saat ini, saya dan rekan saya telah menjalani magang selama kurang lebih dua minggu di Stasiun Riset Cabang Panti dari total waktu satu bulan. Banyak hal yang masih kami pelajari, baik dari segi teknis penelitian lapangan maupun kemampuan beradaptasi dengan lingkungan hutan yang penuh tantangan. Pengalaman magang ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mengasah kemampuan bekerja dalam tim, belajar untuk tetap disiplin, bertanggung jawab serta ketahanan dalam menghadapi kondisi lapangan yang lumayan sulit. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal penting untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu kehutanan yang lestari dan berkelanjutan.
Saya juga merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa WBOCS (West Bornean Orangutan Caring Scholarship). Melalui kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Yayasan Palung yang telah memberikan kesempatan magang dan bimbingan selama kegiatan, serta kepada Bapak Garry Saphiro selaku pemberi beasiswa WBOCS (West Bornean Orangutan Caring Scholarship) atas dukungan dan kepercayaannya. Bantuan dan kesempatan ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi dalam pelestarian hutan serta keberlanjutan konservasi Orangutan di Kalimantan Barat.
Penulis: Sawitri – Mahasiswa Magang Berdampak, Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura di Yayasan Palung