Studi Banding Budidaya dan Pengolahan Kopi di Dusun Sawahan Desa Mendolo

Yayasan Palung (YP) bersama beberapa petani kopi binaan YP dan UPT KPH Wilayah Kayong berkesempatan melakukan Studi Banding Budidaya dan Pengolahan Kopi di Dusun Sawahan, Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, selama sepekan, Minggu hingga Sabtu (25-31/5/ 2025).

Pada Minggu (25/5/2025), Peserta tiba di Dusun Sawahan (lokasi studi banding). Warga dusun yang sangat ramah dan murah senyum menyambut kedatangan peserta dan langsung disuguhkan makan malam. Walaupun ada beberapa jenis sayur yang mungkin baru dilihat dan dirasakan oleh peserta, namun semua jenis sayur dan makanan sangat cocok dilidah para peserta pada dasarnya juga berasal dari Desa.

Senin (26/5/2025), ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan. Peserta berkumpul dan berkenalan diruang pertemuan. Pertemuan ini dipandu oleh Mas Sidiq dan Mas Bayu dari (Yayasan Swara Owa). Selain peserta studi banding, turut hadir juga Paguyuban Petani Muda (PPM) Mendolo.

Setelah berkenalan, peserta mendapat kesempatan untuk mencicipi dan menilai perbedaan antara kopi robusta dan arabika. Hasilnya, Sebagian besar peserta sepertinya cenderung cocok dengan kopi robusta mungkin karena sudah terbiasa menyeruput kopi robusta. Selanjutnya, Swara Owa dan PPM Mendolo berbagi cerita tentang budidaya dan pengolahan kopi di Dusun Sawahan.

Selasa (27/5/2025), kami mendapatkan kesempatan berkunjung ke kebun kopi miliki warga Dusun Sawahan, Desa Mendolo. Kelompok Ibu-Ibu Jawa Brayan Urip juga ikut memandu peserta. Dalam kunjungan ke kebun kopi yang meripakan wilayah kerja Perhutani ini, peserta melihat budidaya kopi yang dipadukan dengan beberapa jenis tumbuhan kehutanan dan perkebunan seperti sengon, durian, pinus, hingga kakao. Pada kesempatan yang sama, peserta berdiskusi dengan para petani kopi tentang budidaya tahap awal hingga proses panen. Selanjutnya, Pendamping dari Lembaga “Swara Owa” menujukkan bagaimana cara penyortiran coffee bean dan pemipilan dengan mesin manual. Setelah itu, peserta melakukan sangrai atau roasting kopi dengan cara tradisonal dan modern.

Foto-foto:

Rabu (28/5/2025), Petani muda Dusun Sawahan berbagi pengalaman kepada peserta tentang bagaimana melakukan sambung pucuk dan sambung sisip untuk tanaman kopi. kegiatan ini dilakukan di kebun warga. Semua peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik sambung pucuk dan sisip. Antusiasme peserta sangat terlihat jelas dari pertanyaan yang tak henti dilontarkan. Setelah kegiatan dilapangan, setiap peserta menyampaikan rencana yang akan mereka lakukan ketika Kembali ke kampung halaman.

Kamis (29/5/2025), merupakan hari dimanan peserta meninggalkan dusun Sawahan. Perasaan bercampur aduk karena pasti akan merindukan ketentraman Dusun ini. Pada tanggal yang sama, peserta meninggalkan dusun sawahan menuju Dusun Soko Kembang, Desa Kayu Puring, Kecamatan Petung Kriyono. Sembari diperjalanan, tepatnya di kawasan hutan produksi di Desa Petung Kriyono, peserta disambut oleh panggilan “Owa Jawa” yang merpupakan satwa endemic di Pulau Jawa. Peserta berkesempatan melihat secara langsung 2 individu owa jawa yang sedang bergelantungan yang seolah mengucapkan selamat datang kepada peserta. Setibanya di Dusun Soko Kembang, peserta berkesempatan berdiskusi dengan pak Tasuri (petani kopi) tentang budidaya dan pengelolaan kopi di Dusun tersebut.

Pada Jumat (30/5/2025), peserta berkesempatan mengunjungi gudang kopi miliki “Swara Owa” yang berada di Kabupaten Sleman. Disana, peserta disambut langsung oleh Direktur Yayasan Swara Owa “Bapak Arif Setiawan atau Mas Wawan”. Mas Wawan menyampaikan bahwa salah satu hal yang dapat meningkatkan nilai kopi adalah histori dari kopi itu sendiri.

Pada Sabtu (31/5/2025) kami menyudahi semua rangkaian kegiatan studi banding. Kami mengucapkan terima kasih kepada Swara Owa atas ilmu dan wawasan yang dibagi kepada kami dan apresiasi besar juga untuk PPM Mendolo dan kelompok ibu-ibu Brayan Urip. Sampai jumpa di lain waktu.

Penulis: Robi Kasianus

Video dok. Swara Owa

Foto dok. Robi

(Yayasan Palung)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Yayasan Palung

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca