Tiga Tips Sederhana Menjaga Bumi

Setidaknya ada tiga (3) tips sederhana yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi

  1. Membuang sampah pada tempatnya

        Sudahkah kita peduli dengan sampah? atau masih acuh tak acuh dengan persoalan sampah?

        Seperti diketahui, persoalan sampah menjadi hal yang sangat sulit ditanggulangi. Tidak sedikit dari antara kita yang masih membuang sampah sembarangan (tidak pada tempatnya).

        Di Negeri kita tercinta ini, kita sangat mudah menemukan/menjumpai sampah-sampah yang terkadang selalu ada di setiar kita; lingkungan kita, jalan raya atau di sudut-sudut lahan kosong.

        Bungkus plastik makanan, tisu, puntung rokok, botol plastik kemasan, hingga wadah makanan streofom pun sering dijumpai di jalan-jalan raya. Sepertinya itu bukan salah petugas kebersihan, karena mereka pun (petugas kebersihan) tak mungkin sepanjang waktu membersihkan ruas jalan.  

        Buanglah sampah pada tempatnya. Mulailah dari diri sendiri. Pilah dan olahlah sampahmu. Mulai sekarang yuk kita peduli pada sampah.

        Baca selengkapnya di: Sampah antara Musuh atau Sahabat

        2. Hemat menggunakan air

        Tidak terbayangkan bagaimana jadinya apabila di bumi tidak ada air?

        Jika boleh dikata, air adalah sumber Hidup. Bagaimana jadinya apabila di Bumi tidak ada air. Mungkin sebagian bear makhluk hidup akan mati.

        Tetapi terkadang kita sering kali tidak peduli dengan air (boros air) di rumah atau di tempat kita karena kurangnya kesadaran kita. Singkatnya, tidak ada air tidak ada kehidupan.

        Baca selengkapnya di: Air (dan/untuk) Kehidupan

        3. Kurangi memakai kantong plastik

        Saat ini nasib bumi sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Ya, nasib bumi kini bergelut melawan sampah pastik yang tidak kunjung usai persoalannya karena satu diantaranya karena ulah kita manusia.

        Ternyata semakin banyak penggunaan kantong plastik dan sedotan plastik sedikit banyak berdampak (memiliki dampak) kepada/bagi tatanan kedidupan baik secara langsung atau pun tak langsung.

        Dari data dari Eco Watch menyebutkan; manusia di dunia menggunakan (mengkonsumsi) 5 milyar kantong plastik/tahun atau 1 juta kantong plstik/menit.

        Apa sesungguhnya bahaya kantong plastik dan sedotan plastik?

        Bahaya kantong plastik

        Pertama, semakin banyak kantong plastik yang kita gunakan maka akan berdampak pada munculnya persoalan baru yaitu sampah plastik. Sampah plastik yang dimaksud apabila sudah menumpuk maka akan menciptakan sumber penyakit.

        Hampir dipastikan sampah-sampah plastik bekas yang (ter/di) buang tersebut akan dikerumuni oleh lalat.

        Seperti diketahui, pada tubuh lalat lebih khusus lengan dan tungkai (ekstremitas pada lalat/Drosopila) memiliki banyak bakteri yang bisa menyebabkan/menularkan kuman penyakit seperti sakit perut dan diare ketika dia hinggap pada tubuh manusia.

        Kedua, kantong plastik dari sisa-sisa pemakaian baik yang (di/ter) buang ke tanah atau pun ke sungai atau juga ke lautan sangat berdampak kepada makhluk hidup (hewan) yang mendiami wilayah darat, sungai, maupun lautan.

        Sebut saja seperti burung yang bisa saja tak sengaja memakan plastik yang mereka kira adalah makanan.

        Sama halnya dengan ikan dan penyu yang bisa saja memakan plastik yang dibuang oleh tangan-tangan tidak kelihatan.

        Atau apabila mereka tidak sengaja memakan plastik, bisa saja mereka terperangkap kantong plastik yang (di/ter)buang  tersebut.

        Ketiga, pembuatan kantong plastik dan sampah plastik sangat berbahaya karena bisa memicu peningkatan suhu bumi atau pun boleh dikata juga sebagai pemicu perubahan iklim.

        Keempat, penggunaan kantong plastik untuk wadah makanan sedikit banyak bisa mempengaruhi kesehatan manusia karena zat pewarna dari kantong plastik bisa menyerap pada makanan.

        Kelima, sampah plastik yang menumpuk di tanah akan terurai sangat lama karena membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun.

        Selain itu juga sampah plastik dapat mempengaruhi tanaman yang ada di sekitar (menghambat/menghalangi/membunuh pertumbuhan tanaman) karena tanaman tidak bisa tumbuh maksimal. 

        Sampah plastik jika boleh dikata sudah semakin sulit untuk dikendalikan. Yuk kita sama-sama kurangi menggunakan kantong plastik, gunakan tas ketika berbelanja ke pasar.

        Baca selengkapnya di: Bahaya Kantong Plastik Bagi Kehidupan

        Petrus Kanisius-Yayasan Palung

        Tinggalkan Balasan

        Eksplorasi konten lain dari Yayasan Palung

        Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

        Lanjutkan membaca