Gunung Palung Orangutan Conservation Program
Tidak mudah untuk menjumpai atau merekam kucing hutan di alam liar. Tim smart patrol Yayasan Palung (YP) sangat beruntung sekali.
Ya, karena beberapa lalu, kamera trap yang dipasang oleh tim smart patrol YP di Kawasan Hutan Desa Pemangkat berhasil merekam Kucing marmer (marbled cat). Kucing marmer dalam Bahasa latin disebut Pardofelis marmorata.
Kucing Marmer adalah kucing liar dari Asia selatan dan Asia tenggara. Wilayah persebaran kucing hutan ini mulai dari Asia selatan di Nepal dan India, terus ke Asia Tenggara hingga pulau Sumatera dan kalimantan.
Spesies ini pernah dianggap memiliki keturunan pantherine atau ākucing besarā karena warnanya yang mirip macan tutul dan suka memanjat pohon. Analisa genetik telah menunjukkan bahwa kucing marmer berkaitan erat dengan kucing emas asia (asia golden cat) dan kucing teluk (bay cat), yang menyimpang sekitar 9,4 juta tahun yang lalu.
Kucing marmer hampir menyamai ukuran kucing peliharaan, merupakan salah satu yang terkecil dari kucing besar. Ekor sepanjang 45cm digunakan sebagai alat untuk menjaga keseimbangan ketika berburu. Mangsa hewan predator ini terdiri dari tupai, reptil dan burung.
Daftar IUCN Red List menyebutkan, Kucing Marmer masuk dalam daftar terancam punah (Near Threatened/ NT).
Tulisan diolah dari berbagai sumber
Pit-Yayasan Palung