Edukasi Pendidikan Lingkungan (Kesling) Terakhir di Tahun 2023, Membuat Kerajinan dari Barang Bekas dan Membuat Pupuk Bio Lahang

Yayasan Palung (YP) melalui Program Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye melakukan kegiatan edukasi pendidikan lingkungan (Tim PL YP) di Dusun Pangkalan Jihing dan Bayangan, Nanga Tayap, Pada Rabu-Jumat (11-13 Oktober 2023) pekan lalu.

Serangkaian kegiatan yang kami lakukan antara lain adalah melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di SDN 20 Nanga Tayap, pada hari Kamis (12/10) dan di SDN 28 dan SMPN 7 SATAP, pada Jumat (13/10).

Saat berkunjung ke SDN 20 Nanga Tayap, Tim PL YP mengajak adik-adik kelas 4-6 membuat kerajinan dengan memanfaatkan kardus, kertas dan koran bekas menjadi barang bermanfaat seperti bingkai foto yang cantik.

Adik-adik pun mulai kami arahkan, pada kesempatan itu, Simon Tampubolon dari Yayasan Palung berkesempatan menjadi mentor dan menjelaskan cara-cara membuat kreasi bingkai foto dari bahan koran bekas. Mereka pun dibagi menjadi lima kelompok.

Foto-foto kegiatan kami di Jihing dan Bayangan :

Dokumen Foto kegiatan : Simon Tampubolon/Yayasan Palung.

Seperti terlihat, satu persatu adik-adik yang ikut ambil bagian dalam kesempatan tersebut mulai menggulung-gulung kertas dan beberapa diantaranya membentuknya menjadi bulatan kecil. Selanjutnya bulatan koran tersebut mereka bentuk menjadi hiasan sebuah bingkai foto. Tentunya mereka membuatnya dengan bentuk dan kreasi masing-masing.

Tidak hanya membuat praktek membuat bingkai foto yang cantik, adik-adik juga diajak oleh Widiya Octa Selfiany untuk membuat pupuk bio lahang.

Pupuk Bio Lahang merupakan pupuk organik yang berbahan dasar air kelapa dan campuran ikan. Kata “lahan” sendiri berasal dari Bahasa Sunda yang artinya air kelapa atau nira. Kelapa merupakan komoditas perkebunan yang tumbuh subur di Kawasan pesisir seluruh Indonesia.

Adik-adik SDN 20 Nanga Tayap terlihat sangat antusias memlakukan praktek pembuatan bio lahang. Nantinya bio lahang tersebut mereka gunakan untuk menyiram tanaman Toga yang sebelumnya telah mereka tanam.

pada Kamis (12/10) malam, Tim PL YP berkesempatan melakukan pemutaran film lingkungan (mobile cinema) bertempat di Halaman SDN 28 Nanga Tayap. Seperti terlihat, cukup banyak masyarakat yang menyaksikan film lingkungan yang kami suguhkan. Pada kesempatan tersebut, beberapa film lingkungan yang kami putar antara lain adalah: 10 Satwa yang Dilindungi, Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Film LONGGOK (C)EMAS- MENGERUK EMAS MENIMBUN CEMAS.

pada Jumat (13/10) pagi, kegiatan kami lanjutkan dengan melakukan praktek membuat Bio Lahang di SDN 28 dan SMPN 7 SATAP.  Semua murid di sekolah Satu Atap (SATAP) ini diikutkan oleh guru mereka saat melakukan praktek membuat Bio Lahang.

Adik-adik pun tampak asyik dan antusias serta berhasil membuat kreasi memanfaatkan koran bekas menjadi bingkai foto yang cantik dan menarik.  Demikian juga saat mereka melakukan praktek pembuatan pupuk bio lahang.

Pada Edukasi Pendidikan Lingkungan (kesling) terakhir kami di tahun 2023 ini, terlihat sedih di raut wajah guru-guru di SDN 20 Nanga Tayap, SDN 28 dan SMPN 7 SATAP saat kami berpamitan, setelah semua rangkaian kegiatan yang kami lakukan selesai dilakukan di 3 sekolah tersebut.

Kepala sekolah dari 3 sekolah tersebut masih berharap di tahun-tahun mendatang Yayasan Palung (YP) berkunjung atau mendampingi sekolah mereka lagi. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Yayasan Palung karena telah mendampingi mereka sejak tahun 2017 hingga 2023.

Widiya Octa Selfiany, Manager Tim PL pada kesempatan tersebut mewakili lembaga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah karena sudah berkenan berkerjasama dengan baik dan selalu mendukung program-program edukasi dari Yayasan Palung.

Yayasan Palung juga pada kesempatan tersebut memberikan kenang-kenangan berupa sertifikat ucapan terima kasih kepada pihak sekolah dan SPTN Wil. II Teluk Melano, Risort Pangkalan Jihing. Kami juga menyerahkan foto Bersama saat berkegiatan dan foto orangutan karya Tim Laman kepada pihak sekolah.

Kami juga berpamitan dengan Bapak Sukri dan Ibu, di tempat merekalah kami menginap saat berkegiatan. Kami pun berdoa dan berharap semoga bisa kembali berkunjung ke Pangkalan Jihing dan Bayangan.  

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Yayasan Palung

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca