YP Lakukan Ekspedisi Pendidikan Lingkungan dan Kampanye Kesadaran Konservasi di Kaki Palung

Berfoto bersama setelah kegiatan lecture selesai dilakukan di SMPN 07 Simpang Hilir. (Foto : Simon Tampubolon | Yayasan Palung)

Yayasan Palung (YP) melakukan ekspedisi Pendidikan (ekspedisi PL) dan kampanye kesadaran konservasi di kaki Palung, tepatnya dilakukan di Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Senin hingga Jumat (11-15/9/2023).   

Selama lima (5) hari berkegiatan, beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain adalah melakukan lecture (ceramah lingkungan) dan puppet show (pertunjukan boneka) ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah itu.

Kegiatan ekspedisi Pendidikan hari pertama kami lakukan pada Selasa (12/9) di SDN 16 Batu Barat dengan melakukan kegiatan puppet show. Pada kesempatan itu kami menyampaikan informasi tentang satwa dilindungi dengan cara bertutur atau bercerita dengan menggunakan media boneka terkait satwa dilindungi seperti orangutan, kelasi, bekantan, dan trenggiling.

Kemudian, dilanjutkan di SMPN 07 Simpang Hilir dengan kegiatan lecture dengan materi tentang kawasan TANAGUPA yang disampaikan oleh Badri dari Balai TANAGUPA.

Dalam presentasinya, Badri selaku pemateri menjelaskan tentang Kawasan Taman Nasional Gunung Palung yang memiliki peran besar bagi konservasi orangutan seperti peran penting orangutan sebagai petani hutan yang meregenerasi hutan.

Selanjutnya juga disampaikan materi tentang Orangutan. Materi Orangutan Biologi, Ancaman dan Perlindungannya, materi disampaikan oleh Simon Tampubolon dari Yayasan Palung.

Dalam presentasinya, Simon sapan akrabnya menjelaskan terkait peran penting orangutan di hutan seperti ;

  • Orangutan merupakan mamalia/primata/hewan/satwa yang sangat terancam punah di alam liar
  • Orangutan merupakan primata /hewan/satwa terbesar yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas pohon (arboreal).
  • Orangutan adalah satwa endemik pulau Borneo dan Sumatera, yang terdiri dari 3 spesies, yaitu Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), Sumatera (Pongo abelii) dan orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).
  • Orangutan disebut sebagai petani hutan karena mereka menyebarkan biji dari buah-buahan sisa makanan yang mereka makan, biji-bijian/buah tersebutlah nantinya akan tumbuh menjadi tunas-tunas (pohon) baru.
  • Orangutan selain dikenal sebagai satwa yang sangat dilindungi, ternyata ia vegetarian dan frugivora lho.  Orangutan sangat suka memakan tumbuh-tumbuhan (vegetarian) dan memakan buah-buahan (frugivora).
  • Orangutan mengkonsumsi lebih dari 300 jenis tumbuhan yang terdiri dari: 60% terdiri dari buah, 20% bunga, 10% daun muda dan kulit kayu serta 10% serangga (seperti rayap).
  • Orangutan betina merupakan pengasuh yang baik bagi anaknya. orangutan betina jika ia memiliki anak maka ia akan mengajarkan anaknya untuk mencari makan dan membuat sarang hingga usia anaknya dewasa (umur 6-7) tahun.
  • Orangutan adalah kera besar yang memiliki hampir 97% DNA yang sama dengan manusia, menjadikan mereka salah satu kerabat terdekat kita.

Selain di SDN 16 Batu Barat dan di SMPN 07 Simpang Hilir, Yayasan Palung juga menyampaikan lecure di SMPN 5 Simpang Hilir, melakukan Puppet show di SDN 34 Rembayan dan di MIS BAITURRAHIM.

Selain itu, kegiatan yang kami lakukan lainnya adalah melakukan pemutaran film lingkungan untuk masyarakat luas di Halaman Kantor Desa Batu Barat.

Adapun film yang kami putar adalah 10 Satwa Dilindungi Di Indonesia, Hari Esok yang Hilang, Si Otan dan Putri, 100 % Indonesia, Taman Nasional Gunung Palung seri Jasa Lingkungan dan Hidden Paradise.

Kami juga melakukan pemasangan plang tentang informasi satwa yang dilindungi di depan Kantor Desa Batu Barat.

Foto dok: Simon, Pit, Riduwan, Badri, Rudi dan Widiya

Adapun tujuan dari kegiatan ekspedisi PL ini antara lain adalah menyampaikan arti penting menjaga satwa dilindungi kepada masyarakat dan anak sekolah di antaranya tentang orangutan yang berperan sebagai petani hutan di bumi ini.

Yayasan Palung mengucapkan terima kasih kepada Pihak Balai TANAGUPA karena telah berkolaborasi dan bersedia menjadi narasumber serta membantu kelancaran selama kami berkegiatan.

Semua rangkaian kegiatan ekspedisi Pendidikan Lingkungan berjalan sesuai dengan rencana dan berjalan lancar.

Pit

Yayasan Palung

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Yayasan Palung

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca