Keliling Kampung Sampaikan Pendidikan Lingkungan ke Sekolah-sekolah

Saat Mariamah Achmad (Manager Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung) menyampaikan materi tentang hutan di SMPN 7 Satu Atap di Dusun Bayangan (16/10) kemarin. Foto dok : Yayasan Palung.

Keliling kampung berkunjung ke sekolah-sekolah untuk sampaikan pendidikan lingkungan, kegiatan tersebut dilakukan oleh Yayasan Palung di Dusun Pangkalan Jihing dan Dusun Bayangan, Desa Pangkalan Teluk, Kecamatan Nanga Tayap,  pada 13-15 Oktober 2020 kemarin.

Beberapa rangkaian kegiatan pendidikan lingkungan yang Yayasan Palung lakukan diantaranya adalah berkunjung ke sekolah-sekolah di SDN 20 Nanga Tayap di Dusun Pangkalan Jihing, dan selanjutnya di SDN  28 dan SMPN 7 Satu Atap di Dusun Bayangan.

Seperti di Dusun Pangkalan Jihing pada 13-14 Oktober 2020, kunjungan ke sekolah kami lakukan di pagi hingga siang hari, pada sore hari kami mengumpulkan anak-anak untuk berkegiatan bersama di pelataran masjid setempat, dan pada malam harinya kami melakukan pemutaran film di rumah kepala dusun. Pemutaran film dilakukan di dalam ruangan, tidak seperti biasanya yang dilakukan di luar ruangan karena situasi pandemi Covid-19.

Pada saat melaksanakan  kegiatan lecture atau ceramah lingkungan di sekolah, kami membagi peserta didik menjadi 3 kelas, yaitu kelas satu dan kelas dua disatukan menjadi 1 kelas, kelas empat dan lima juga disatukan menjadi 1 kelas serta kelas enam, sehingga 3 kali kegiatan dengan peserta pada setiap kelas dibawah 20 siswa. Materi yang disampaikan untuk 14 siswa  kelas 1 dan 2 adalah mengenal satwa yang ada disekitar kita dan di hutan, disini beberapa siswa berhasil mengidentifikasi satwa-satwa yang biasa mereka lihat ada di sekitar mereka seperti kucing, ayam, musang, ular, burung pipit, bahkan satwa liar yang hidup di hutan seperti kelempiau, ayam sempidan, kelasi dan burung enggang. Dusun ini memang terletak di sekitar hutan sehingga tidak heran mereka biasa melihat satwa yang tidak pernah dilihat oleh anak-anak yang tinggal di perkotaan.

Siswa kelas 4 dan 5 belajar mengenal satwa yang dilindungi dengan menggunakan poster mamalia dan primata. Sedangkan siswa kelas enam yang berjumlah hanya 7 orang, mereka diajak untuk menceritakan kehidupan di sekitar lingkungan tempat tinggal dengan menulis cerita 1-2 paragraf. Satu persatu siswa diminta maju kedepan kelas, beberapa bercerita tentang banyaknya sampah yang berserakan di lingkungan rumah dan kampung mereka, dan juga di sungai. Tetapi ada juga yang bercerita tentang keindahan hutan dan pernah melihat satwa di hutan ataupun kesenangan mendengar suara burung dan kelempiau di pagi hari. Setelah presentasi, siswa diajak mengidentifikasi persoalan lingkungan dari cerita yang mereka buat, dan apa solusinya, seperti ada salah satu siswa yang mengatakan bahwa ada gotong royong untuk memungut sampah dan membersihkan lingkungan.

Kegiatan di sore hari adalah berkreasi dengan memanfaatkan barang-barang bekas menjadi barang bermanfaat. Seperti pada kesempatan itu, mereka diajak memanfaatkan botol kemasan sekali pakai dan kaleng susu menjadi pot bunga, tempat pensil, dan wadah lilin.

Pada pagi 15 Oktober 2020 kami meninggalkan Dusun Pangkalan Jihing menuju Dusun Bayangan sekaligus arah pulang ke Ketapang. Kami mampir meaksanakan kegiatan di SD dan SMP satu atap di Dusun Bayangan. Seperti di SDN 28 Nanga Tayap misalnya, materi yang disampaikan adalah pengenalan tentang satwa dilindungi. Selanjutnya di SMPN 7 Nanga Tayap materi lecture yang disampaikan adalah tentang Manfaat Hutan Bagi Manusia dan Lingkungan Hidup.

Menurut Mariamah Achmad, selaku Manager Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung yang juga ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan, “Sangat senang sekali kami masih dapat melaksanakan pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah, memberikan pengetahuan dan wawasan lingkungan hidup kepada siswa, sudah 7 bulan sejak Maret 2020 kami tidak melakukannya karena situasi pandemi Covid-19. Kegiatan pendidikan lingkungan di masa pandemi Covid-19 ini cukup penuh tantangan, kami harus menerapkan protokol kesehatan bahwa semua yang terlibat memakai masker, memakai hand sanitizer ataupun mencuci tangan sebelum kegiatan, mengurangi jumlah orang dalam kelas, khususnya kami sebagai orang yang datang dari luar harus menjaga jarak terhadap siswa, dan juga tidak bersalaman.  Kami berharap situasi pendemi cepat berakhir, agar aktivitas kehidupan sehari-sehari kembali hidup, atau kita tetap dapat berkegiatan dengan menerapkan secara ketat protokol kesehatan”.

Semua rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari pihak sekolah dan masyarakat.

Sebelumnya tulisan ini telah dimuat di Suara Pemred Kalbar : https://www.suarapemredkalbar.com/read/ketapang/20102020/yayasan-palung-keliling-kampung-sampaikan-pendidikan-lingkungan-di-sekolah 

Pit-YP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: